Di dunia di mana Peringkat Bakat adalah hukum tertinggi, Lu Chen hanyalah sebutir debu. Saat Upacara Penentuan Takdir, dia dipermalukan di depan seluruh sekte karena hanya memiliki bakat F-Rank dengan afinitas spiritual nol. Dunia mencapnya sebagai sampah, namun mereka tidak tahu bahwa Lu Chen menyembunyikan sistem SSS+ "Omnipotence Mask" yang mampu menutupi keberadaan aslinya dari mata dewa sekalipun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11: Gemuruh di Kedalaman Sunyi
Malam setelah kemenangan mengejutkan Lu Chen atas Lin Feng, Sekte Langit Biru tidaklah tenang. Desas-desus menyebar seperti api di padang rumput kering. Beberapa menyebut Lu Chen memiliki benda pusaka tersembunyi, sementara yang lain bersikeras bahwa Lin Feng hanya mengalami penyumbatan meridian secara tiba-tiba. Namun, bagi Lu Chen, kebisingan di atas permukaan tidak lagi relevan.
Di dalam gubuknya yang gelap, Lu Chen duduk bersila. Namun, kesadarannya tidak ada di sana.
"Kau merasakannya, bukan?" Suara Ignis bergetar dengan kegembiraan yang jarang terjadi. "Getaran itu... frekuensi yang hanya bisa dihasilkan oleh Jantung Bumi atau... sisa-sisa tulang belulang kaumku."
"Aku merasakannya, Ignis. Sejak aku menginjakkan kaki di panggung nomor satu tadi, sistem terus memberikan peringatan anomali," jawab Lu Chen.
[Ding! Mendeteksi Fluktuasi Energi Kuno di Bawah Koordinat Arena Utama.]
[Jarak: 500 Meter di Bawah Permukaan.]
[Status: Tersegel oleh Formasi Penahan Jiwa Tingkat Surga (Rusak 30%).]
Lu Chen berdiri. Dia tidak bisa menunggu hingga babak final besok. Jika benar ada sisa-sisa kekuatan naga di bawah sana, para tetua sekte pasti akan menyadarinya cepat atau lambat jika segel itu terus melemah. Menggunakan Langkah Bayangan Naga, Lu Chen menyelinap keluar dari gubuknya, menyatu dengan kegelapan malam yang pekat.
Dia tidak menuju arena melalui jalur biasa. Alih-alih, dia pergi ke arah tebing di belakang lembah binatang buas, di mana terdapat sebuah gua pembuangan limbah spiritual yang terhubung dengan sistem drainase bawah tanah sekte.
"Tempat ini menjijikkan, tapi efektif," Ignis mendengus. Semut naga itu kini memancarkan cahaya merah redup dari sela-sela sisiknya, berfungsi sebagai lentera bagi Lu Chen di dalam lorong bawah tanah yang lembap dan berlumut.
Setelah menempuh perjalanan selama hampir satu jam menembus labirin bawah tanah, Lu Chen tiba di sebuah ruang terbuka yang sangat luas. Di sana, pemandangan yang ada di depannya membuat napasnya tertahan.
Bukan tanah atau batu biasa, melainkan sebuah kubah raksasa yang terbuat dari kristal merah yang mulai retak. Di tengah kubah tersebut, tertancap sebuah pedang raksasa yang sudah berkarat, mengunci sesosok kerangka makhluk masif yang melingkar. Meskipun hanya tulang belulang, aura yang dipancarkannya begitu kuat hingga membuat dinding gua bergetar.
"Itu dia..." Suara Ignis berubah menjadi sangat pelan, penuh dengan duka dan amarah. "Jenderal Kiri saya, Naga Api Azure. Dia tidak mati dalam perang... dia dikhianati dan dijadikan baterai energi untuk formasi pelindung sekte ini selama ribuan tahun."
Lu Chen mengepalkan tinjunya. Jadi, kemegahan Sekte Langit Biru selama ini dibangun di atas penderitaan seekor naga yang dipenjara? Pantesan energi spiritual di sini begitu padat; itu adalah esensi kehidupan naga yang diperas secara paksa.
[Peringatan! Kehadiran Anda Terdeteksi oleh Formasi Otomatis.]
[Waktu Sebelum Alarm Berbunyi: 180 Detik.]
"Kita tidak punya banyak waktu, Ignis. Apa yang harus kita lakukan?"
"Makan," jawab Ignis singkat. "Aku akan memakan Pedang Penyegel itu. Logamnya mengandung 'Esensi Langit' yang mereka gunakan untuk menindas kaumku. Sementara kau, Lu Chen... kau harus menyerap Inti Naga yang tersisa di dalam kerangka itu sebelum energinya meledak."
Lu Chen ragu sejenak. "Menyerap Inti Naga? Tubuhku akan hancur jika aku tidak kuat menahannya."
[Sistem 'Omnipotence Mask' Menanggapi:]
[Fungsi 'Alchemist of God' Aktif. Sistem akan menyaring energi naga yang ganas menjadi cairan spiritual yang murni bagi Inang.]
"Baiklah, mari kita lakukan!"
Lu Chen melompat ke arah kerangka raksasa itu. Di saat yang sama, Ignis berubah menjadi kilatan merah dan menempel pada pedang raksasa yang tertancap. Rahang kecil semut naga itu mulai mengunyah logam legendaris tersebut dengan kecepatan yang mengerikan. Suara derit logam yang patah bergema di seluruh ruangan bawah tanah.
Sementara itu, Lu Chen meletakkan tangannya pada tulang punggung naga yang dingin. Seketika, arus energi merah yang sangat besar menyerbu masuk ke dalam tubuhnya. Rasanya seperti menelan matahari hidup-hidup.
[Proses Penyerapan Dimulai: 5%... 12%... 25%...]
[Status Lu Chen: Pembangunan Fondasi Level 4... Level 5... Level 7!]
Di atas permukaan, di aula utama sekte, sebuah lonceng peringatan tiba-tiba berbunyi dengan keras. Para tetua yang sedang bermeditasi seketika membuka mata mereka dengan ngeri.
"Formasi pelindung melemah! Ada gangguan di Ruang Inti Bumi!" teriak Penatua Agung.
Kembali di bawah tanah, situasi semakin genting. Getaran hebat mengguncang gua tersebut. Langit-langit mulai runtuh, menjatuhkan bongkahan batu besar.
"Ignis! Sedikit lagi!" teriak Lu Chen, wajahnya merah padam menahan luapan energi.
"Sedikit... lagi... hampir... SELESAI!"
Dengan satu gigitan terakhir, Ignis menghancurkan pangkal pedang penyegel. Cahaya merah yang menyilaukan meledak dari titik tersebut. Roh Naga Api Azure yang telah terperangkap selama ribuan tahun akhirnya terlepas dari belenggunya. Roh itu meraung pelan, menatap Ignis dengan pengabdian terakhir sebelum akhirnya menyatu ke dalam tubuh semut naga itu.
[Ding! Evolusi Darurat Terdeteksi!]
[Ignis memperoleh 'Warisan Naga Azure'.]
[Status Lu Chen: Pembangunan Fondasi Level 9 (Puncak)!]
"Ayo pergi!" Lu Chen menyambar Ignis dan menggunakan Langkah Bayangan Naga dengan kecepatan yang melampaui batas sebelumnya. Dia menghilang ke dalam celah dinding tepat saat sekelompok tetua sekte tiba di ruang bawah tanah dengan cahaya obor yang menyilaukan.
Di ruang tersebut, para tetua hanya menemukan pedang penyegel yang telah hancur dan kerangka naga yang telah berubah menjadi debu.
"Siapa... siapa yang bisa melakukan ini tanpa memicu alarm?" suara Penatua Agung bergetar karena ketakutan. "Sekte kita... fondasi kita telah dicuri!"
Sementara itu, Lu Chen sudah kembali ke gubuknya, terengah-engah. Tubuhnya dipenuhi dengan cahaya merah samar yang perlahan menghilang di bawah topeng sistem. Dia menatap tangannya; dia bisa merasakan kekuatan yang cukup untuk meratakan seluruh bukit ini dengan satu pukulan.
"Kita berhasil, Lu Chen," Ignis muncul di bahunya, kini di dahi semut itu terdapat simbol naga berwarna biru kecil yang bercahaya. "Besok, di babak final... jangan hanya kalahkan mereka. Hancurkan mereka semua."
Lu Chen menatap fajar yang mulai menyingsing dari balik celah pintu. "Babak final besok bukan lagi soal seleksi murid. Ini adalah awal dari akhir bagi Sekte Langit Biru."
[Status Terkini:]
[Kultivasi: Pembangunan Fondasi Level 9 (Puncak) - Tersembunyi sebagai F-Rank.]
[Item Baru: 'Fragmen Jiwa Naga Azure' (Tertanam pada Ignis).]
[Tujuan Selanjutnya: Memenangkan Final dan Membongkar Kejahatan Sekte.]