Beberapa bulan setelah Leon lulus dari SMA, gurunya menawarkan Leon untuk bekerja di villa sang guru. Setahun setelah itu, Leon berhasil menembus tahap pemurnian qi level satu, dan secara resmi dijadikan murid oleh sang guru. Pada malam peresmian murid, gurunya memberikan sebuah bola hitam misterius kepada Leon. Keesokan harinya, kehidupan Leon mulai berubah secara drastis!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Planet Galea
"Wh-whoaa...."
Setelah menegaskan situasi di sisi lain portal aman, Leon tersadar bahwa dia telah telanjang bulat. Namun sebelum memikirkan hal lain, Leon terlebih dahulu menonaktifkan gerbang portal. Dijelaskan di dalam dokumen, biaya mengaktifkan gerbang portal adalah 30% energi baterai, dengan biaya aktif setelahnya adalah 1% per detik.
Benar saja pada sudut kanan atas layar sistem, sisa baterai hanya berjumlah 66%. Artinya sejak Leon mengaktifkan gerbang lingkaran, portal telah terbuka selama empat detik sebelum dinonaktifkan.
Mengisi ulang energi baterai memerlukan sumber daya yang tidak dia miliki saat ini, yaitu kristal mana. Karena itulah fokus utamanya saat ini adalah memperoleh kristal mana sebanyak-banyaknya, sehingga dia dapat bepergian antara planet galea dan bumi secara bebas!
"Untung saja ada pakaian di dalam inventory."
Gurunya telah menjelaskan kepada Leon melalui dokumen sebelumnya, bahwa barang-barang di dalam inventory merupakan barang yang telah Leon bawa di mobil pickup setiap hari minggu sejak dia tinggal bersama gurunya di villa.
Dua tahun yang lalu, karena kondisi keluarga, Leon tidak melanjutkan pendidikannya di universitas. Oleh sebab itu, sejak lulus dari SMA, dia langsung mencari pekerjaan. Bersamaan dengan adik perempuan yang hanya satu tahun di bawahnya, Leon banting tulang mengambil banyak jam kerja agar adiknya tersebut dapat melanjutkan pendidikan setelah lulus SMA.
Selama beberapa bulan sejak saat itu, waktunya untuk berkunjung serta berlatih di villa gurunya semakin jarang. Berkat kebaikan sang guru, serta kekayaannya yang tidak diketahui, master Robert menyarankan Leon agar bekerja langsung kepadanya.
Pekerjaannya cukup sederhana. Dengan upah sepuluh juta per bulan, Leon ditugaskan membawa mobil pickup ke kota, bepergian ke berbagai toko langganan, dan menerima barang serta menandatangani surat serah terima barang tersebut. Bahkan pekerjaan tersebut hanya dilakukan pada hari minggu saja. Yang artinya, dalam sebulan, Leon hanya bekerja selama empat atau lima hari saja!
Dalam hal memasak, itu wajar saja karena dia tidak mengeluarkan uang sepeserpun, melainkan dapat menikmati makanan berkualitas di atas meja yang sama dengan gurunya. Selain dari itu, Leon menghabiskan waktunya dalam berlatih dibawah bimbingan sang guru tanpa mengkhawatirkan keuangan seandainya dia bekerja di tempat lain!
Ding!!!
"Jadi aku berada di dalam kamar."
Kamar itu terlihat bersih dan rapi mengingat keadaan planet yang dipenuhi oleh zombie.
Leon menuju sebuah sofa yang terlihat nyaman dan duduk, kemudian dia membuka tampilan layar menu untuk mengecek suara aneh yang baru saja terdengar di benaknya.
Benar saja, terdapat sebuah notifikasi pesan dari sistem. Sebuah layar bertuliskan "Anda menerima dua hadiah."
Gelang EP
Esensi pengetahuan "bahasa Inggrosa"
Terdapat tanda seru pada masing-masing hadiah untuk menjelaskan isi di dalamnya. Sebelum mengeluarkan hadiah pertama, Leon membaca keterangan hadiah tersebut.
"Gelang EP ini sangat berguna."
Fungsinya menyerupai identitas elektronik yang memuat akun pribadi melalui pendaftaran gen, iris mata, serta sidik jari. Kemudian Leon mengeluarkan gelang EP dan memasangnya pada tangan kiri.
Struktur gelang cukup lebar, mirip dengan sebuah jam tangan. Leon menekan salah satu tombol di sisi atas, dan sebuah hologram melayang secara vertikal terhadap gelang tersebut. Sayangnya, layar hologram berisikan tulisan yang tidak dia mengerti. Cukup wajar, mengingat bahkan di bumi, terdapat berbagai jenis karakter tulisan seperti alfabet, mandarin, romawi, dll.
"Mungkin hadiah kedua membantu."
Benar saja, informasi hadiah kedua yaitu esensi pengetahuan "bahasa Inggrosa", dikatakan berisi segala informasi tentang karakter tulisan dan bahasa Inggrosa, yang merupakan bahasa paling banyak dipakai di planet galea. Mungkin mirip dengan bahasa Inggris di bumi. Setidaknya pada informasi, bahasa Inggrosa digunakan secara umum di lokasi tempat Leon berada saat ini.
Anehnya, hadiah kedua itu tidak dapat dikeluarkan dari dalam penyimpanan. Namun terdapat sebuah tulisan "instalasi" dengan tanda centang dan silang yang berdekatan. Karena tidak ada jalan lain, Leon menekan tanda centang. Kemudian layar menunjukkan keseluruhan proses instalasi yang dimulai dari 0%.
Proses instalasi berjalan cukup lama. Dalam prosesnya, berbagai informasi masuk ke dalam pikiran Leon secara perlahan. Ketika persentase mencapai sepuluh persen, kepala Leon mulai berdenyut dengan rasa pusing yang intens. Tanpa dia sadari, suhu tubuhnya juga mulai memanas sejak tadi.
"Sial, hal ini terjadi lagi... Untungnya ini tidak separah yang kemarin."
Sayang baginya dia tidak pingsan seperti kemarin ketika dia menerima bola dari gurunya. Akhirnya, dia merangkak ke kasur dan memejamkan mata. Memperhatikan layar sistem yang menunjukkan proses instalasi dalam progres yang berjalan sangat lambat.
Sekitar lima belas menit kemudian, proses instalasi telah berakhir. Kini, Leon hanya harus menahan rasa denyutan pusing kepala yang tersisa dari sebelumnya tanpa harus menerima sejumlah besar informasi baru. Satu jam kemudian, dia berhasil pulih dan berjalan menuju sofa untuk kembali membaca layar hologram yang berasal dari gelang EP.
"Bagaimana caranya aku sudah memiliki akun? Apakah ini pengaturan master juga?"
Tanggal pembuatan tertulis sekitar waktu ketika dia mulai tinggal dan bekerja di villa sang guru. Sungguh, masternya sangat misterius! Yah, bagaimanapun dia tidak akan tahu bagaimana cara masternya melakukan hal tersebut.
Kemudian Leon menekan tombol lain pada gelang untuk mengubah penanda ikon menu dari menu identitas menuju menu bank. Satu-satunya bank yang terikat pada akun Leon adalah bank serikat bebas. Untuk login, dia perlu menempelkan sidik jarinya ke bagian bawah gelang, atau membiarkan fungsi sensor kamera pada gelang untuk menganalisis retina mata.
"Hahahaha, untung saja master tidak membuat segalanya menjadi terlalu sulit."
Banknya memiliki saldo sebesar satu juta dollar Fred. Meskipun dia tidak tahu seberapa banyak itu, setidaknya dia tidak harus mulai dari nol.
Menggeser tirai, Leon membuka pintu dibaliknya menuju sebuah balkon yang terhubung ke kamar utama. Sesuai dugaan Leon, saat ini, dia tidak berada di tengah antah berantah. Melainkan di sebuah lokasi perkotaan dengan kehidupan peradaban yang menyerupai bumi.
"Tidak ada zombie?"
Leon berada di sekitar ketinggian empat lantai. Melihat ke bawah, orang-orang terlihat beraktivitas secara normal sama seperti kehidupan di bumi pada umumnya.
Karena dirasa tidak berbahaya, Leon memutuskan untuk keluar dari kamar dan melihat-lihat kota untuk mempelajari berbagai hal di dunia baru ini!
Sebelum melangkah keluar ruangan, Leon berhenti dan mengecek kembali akun pribadinya. Pada salah satu menu, tertulis kata "kepemilikan" yang Leon pilih.
"Jadi rumah ini milikku. Terimakasih master."
Teknologi di dunia ini cukup mirip dengan teknologi di bumi. Beberapa langkah dari rumahnya, dia menemukan sebuah pintu lift dan turun ke bawah.
Melihat ke atas, gedung tempat tinggalnya berlantai sepuluh. Yang cukup rata-rata dibandingkan gedung perumahan apartemen sekitar.
Terdapat beberapa tenda kios makanan yang berjejer di pinggir jalan. Namun sejauh yang Leon lihat, semuanya menjual olahan makanan dari produk yang sama, yaitu buah gado. Karena penasaran seperti apa itu buah gado, Leon berhenti di depan salah satu kios yang tidak menjual makanan olahan, melainkan menjual buah gado langsung.
"Bibi, saya mau satu buah gado."
"Mau yang mana?"
"Tolong pilih yang bagus."
Pedagang itu mengambil salah satu buah dan menimbangnya, menunjukkan berat buah 0,37 kg.
"Tiga puluh tujuh sen."
Saatnya percobaan pertama. Menekan tombol perintah suara pada gelang EP, Leon berkata. "Transfer uang tiga puluh tujuh sen."
Gelang EP menampilkan layar hologram dengan angka yang sesuai. Kemudian melalui sensor kamera samping, gelang EP menscan barcode pedagang. Setelah terkunci, hanya butuh persetujuan Leon yaitu scan sidik jari melalui bagian bawah gelang.
"Apa kamu tidak ada kartu saku?"
"Tidak bibi. Kenapa memangnya?"
"Yahh... Akhir-akhir ini terjadi beberapa kasus peretasan melalui gelang EP untuk mencuri uang. Karena bibi tidak terlalu mengerti tentang teknologi, makanya bibi selalu menggunakan kartu saku ketika berbelanja."
Tentu Leon tidak buta teknologi. Tapi tidak dengan teknologi planet ini! Walaupun dia dapat dengan mudah memahami dasar-dasar penggunaan gelang EP melalui pembelajaran sekilas, namun masih banyak hal yang belum dia ketahui.
"Apa kartu saku ini aman?"
"Karena tidak terikat dengan akun bank, ini jauh lebih aman."
Leon mengangguk menerima semua ucapan perempuan tersebut. Untungnya, dia bertemu orang baik yang berjualan tidak jauh dari tempat tinggalnya.
"Terimakasih banyak bibi. Aku akan kembali lagi nanti."
"Ya. Tolong beli yang banyak selanjutnya!"
Sambil berjalan menjauh, Leon langsung mencoba buah gado di tangannya.
"Ughhh, itu tidak enak!"
Teksturnya mirip seperti buah jambu biji besar yang sudah matang, cukup normal sebagai buah. Namun rasanya hambar, dengan sedikit campuran asam dan pahit.
"Bagaimana aku harus kembali ke kios bibi itu lagi nanti?"