NovelToon NovelToon
Ketika Musuh Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Musuh Menjadi Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pelakor jahat / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

🏆JUARA 3 LOMBA YAAW PERIODE 3 2025🏆

Sharmila, seorang wanita cantik, sedang bersiap untuk hari pernikahannya dengan Devan, bos perusahaan entertainment yang telah dipacarinya selama tiga tahun.

Namun, tiba-tiba Sharmila menerima serangkaian pesan foto dari Vivian, adik sepupunya. Foto kebersamaan Vivian dengan Devan. Hati Sharmila hancur menyadari pengkhianatan itu.

Di tengah kekalutan itu, Devan menghubungi Sharmila, meminta pernikahan diundur keesokan harinya.

Dengan tegas meskipun hatinya hancur, Sharmila membatalkan pernikahan dan mengakhiri hubungan mereka.

Tak ingin Vivian merasa menang, dan untuk menjaga kesehatan kakeknya, Sharmila mencari seorang pria untuk menjadi pengantin pengganti.

Lantas, bagaimana perjalanan pernikahan mereka selanjutnya? Apakah pernikahan karena kesepakatan itu akan berakhir bahagia? Ataukah justru sebaliknya?

Ikuti kisah selengkapnya dalam

KETIKA MUSUH MENJADI PENGANTIN PENGGANTI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Devan yang nekat

.

Sharmila tertegun di depan laptopnya, matanya terpaku pada layar yang menampilkan konferensi pers Silverstar Entertainment. Devan tampak tenang di podium, sementara di sampingnya berdiri Zainal dengan wajah tanpa ekspresi.

Terlihat dalam layar itu

"...dan yang terpenting, saya ingin menyampaikan bahwa saya dan keluarga Pricilia telah mencapai kesepakatan damai." Tanpa olehnya Devan yang berbicara dengan semangat berapi-api.

"Saya ingin menyampaikan bahwa saya meminta maaf pada perusahaan Silverstar Entertainment atas ucapan tempo hari tentang kematian adik saya.” tampak pula olehnya Zainal yang terlalu datar.

"Ada yang janggal," gumam Sharmila, keningnya berkerut dalam. "Bukankah di berita viral sebelumnya Zainal begitu berapi-api? Kenapa tiba-tiba dia yang minta maaf?"

Sharmila menggelengkan kepalanya, mencoba mengenyahkan pikiran-pikiran aneh yang mulai bermunculan. "Untuk apa aku peduli? Itu urusan dia. Memang lebih bagus kalau sebenarnya tidak ada masalah apa-apa."

Namun, ada sesuatu dalam dirinya yang merasa terusik. Ekspresi Zainal terlalu datar, terlalu dipaksakan. Mungkinkah ada sesuatu yang disembunyikan?

"Ah, sudahlah," Sharmila menghela napas. "Fokus pada pekerjaan. Jangan biarkan urusan orang lain mengganggu konsentrasiku."

Ia kembali menatap dokumen di hadapannya, berusaha mengalihkan perhatian dari konferensi pers yang terus berputar di benaknya.

"Bukan urusanku," bisiknya pada diri sendiri.

*

Sementara itu, di ruangannya yang mewah, Devan tertawa terbahak-bahak setelah Zainal dan para wartawan meninggalkan Silverstar Entertainment. Kemenangan ada di tangannya, meskipun dengan cara yang kotor.

"Dasar bodoh," umpat Devan, senyum sinis menghiasi wajahnya.

"Diberi cek malah menolak. Ya sudah itu bukan salahku. Aku kan sudah berniat baik. Dia saja yang bodoh. Tapi, memang lebih baik jika dia bodoh, dengan begitu aku tidak perlu kehilangan uang sepeser pun." Devan terus saja berbicara sendiri sambil tersenyum puas penuh kemenangan.

Boby hanya bisa menggelengkan kepala dengan wajah datar. Sikap bosnya benar-benar keterlaluan. Bagaikan manusia tak berhati. Namun, ia hanyalah seorang bawahan yang tak punya kuasa untuk menegur.

"Kau lihat sendiri kan, Boby?" Devan menoleh pada asistennya, matanya berbinar penuh kemenangan. "Reputasi perusahaan aman, dan aku tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun. Hebat, bukan?"

Boby hanya mengangguk singkat tanpa suara. Ia merasa jijik dengan kelakuan bosnya, tetapi ia tidak punya pilihan selain menuruti semua perintahnya.

"Dengar baik-baik, Boby," lanjut Devan, sambil menyeringai licik. "Siapapun yang berani menghalangi langkahku, aku takkan membiarkannya hidup tenang."

*

Matahari mulai merunduk, menandakan jam kerja telah usai. Devan melirik jam tangannya, pikirannya tertuju pada satu nama: Sharmila.

"Apa Sharmila sudah kembali bekerja di perusahaan ya?" gumamnya, nada penasaran bercampur ambisi terdengar jelas. "Mungkin lebih baik aku menemuinya."

Devan bangkit dari kursi kerjanya, meninggalkan setumpuk dokumen yang belum tersentuh. Ia merasa harus segera bertindak, sebelum terlambat.

"Aku harus bisa mengambil kembali hatinya," monolognya, langkah kakinya mantap menuju pintu.

Yang ada dalam pikiran Devan adalah dia harus bisa menarik Sharmila kembali ke sisinya. Jika dia bisa mendapatkan kembali Sharmila, maka posisinya bisa dipastikan aman.

Kakeknya telah berjanji sebelumnya akan memberikan kuasa sepenuhnya atas perusahaan jika dia menikah dengan Sharmila. Dia juga tidak perlu pusing memikirkan kekurangan dana. Karena Sharmila selalu sigap membantu jika dia mengadu ada masalah apapun.

Namun, dari semua itu yang paling penting bagi Devan adalah, dia bisa mengalahkan Zayden. Harga dirinya terluka melihat Sharmila berada di sisi Zayden, musuh bebuyutannya.

Melihat Devan sudah keluar dari ruangan, Boby segera menghampiri. "Saya akan mengantar Anda pulang, Tuan."

Devan menggeleng. "Tidak perlu, Boby. Aku ingin menyetir sendiri."

Meskipun merasa heran, Boby mengangguk patuh tanpa bertanya lebih lanjut. Ia tahu, jika Devan sudah mengambil keputusan, tidak ada yang bisa mengubahnya.

"Baik, Tuan. Hati-hati di jalan," ucap Boby, sedikit membungkuk.

Devan mengabaikan ucapan Boby, pikirannya sudah melayang pada Sharmila. Ia segera melangkah keluar perusahaan, menuju parkiran di mana mobil mewahnya terparkir.

"Aku harus mendapatkan Sarmila kembali. Apapun caranya," tekad Devan dalam hati.

Dengan langkah tergesa, Devan memasuki mobilnya, menyalakan mesin, dan melaju meninggalkan Silverstar Entertainment. Tujuannya hanya satu: Natakusuma Group, tempat Sharmila berada. Ia harus segera menemui wanita itu, sebelum Zayden semakin jauh merebut hatinya.

.

Di waktu yang sama, Sharmila tengah merapikan meja kerjanya, bersiap untuk pulang setelah menyelesaikan semua tugasnya. Ponsel di samping tangannya tiba-tiba berdering, menampilkan nama "Arya" di layarnya. Tanda tanya menghiasi wajahnya saat ia mengangkat panggilan tersebut.

"Halo, Arya," sapa Sharmila lembut.

"Bersiaplah, aku akan menjemputmu." Terdengar suara Zayden yang datar dari seberang sana.

Sharmila sedikit terkejut. "Apa? Ah, maksudku,,, tidak perlu. Aku bisa pulang naik taksi," tolaknya halus. Ia tidak ingin merepotkan pria itu.

Namun, Arya bersikeras. "Aku sudah dalam perjalanan, Sarmila. Tidak ada penolakan."

Sarmila menghela napas pelan. Ia tahu, Arya adalah tipe pria yang sulit ditolak. "Baiklah," jawabnya pasrah. "Aku tunggu di lobi."

Arya memutuskan panggilan tanpa sepatah pun kata lagi, membuat Sharmila mendengus kesal..

Namun, tanpa sadar Sharmila tersenyum kecil. Entah kenapa mendengar Zayden akan menjemputnya membuat hatinya merasa senang.

Dengan langkah ringan, Sharmila meninggalkan ruangannya dan menuju lobi, tempat Arya akan menjemputnya.

Namun, baru saja Sharmila tiba di lobi, sebuah suara yang sangat familiar mengejutkannya.

"Mila, akhirnya aku bisa bertemu denganmu kembali," ucap Devan, langkahnya mendekat dengan tatapan penuh harap.

Sharmila tersentak, sesaat kemudian wanita itu membuang nafas kasar. Ia menatap kedatangan pria itu dengan kesal. "Devan? Ada apa kamu ke sini?" tanyanya, nada suaranya terdengar dingin.

Devan mengabaikan nada dingin Sharmila. Ia terus mendekat, berusaha meraih tangan wanita itu. "Aku merindukanmu, Mila. Aku tahu, kita masih bisa bersama."

Sarmila menghindar, menjauhkan dirinya dari Devan. "Jangan sentuh aku! Diantara kita sudah tidak ada hubungan lagi. Dan aku sudah menikah dengan pria lain." Sharmila mengangkat tangannya, hingga Devan bisa melihat cincin berlian yang melingkar di jari wanita itu. Cincin pernikahan dengan Zayden.

Devan mengeraskan rahangnya tapi kemudian berusaha menetralkan emosi. Pria yang kemudian menghela napas pelan. "Aku ingin kamu kembali, Mila. Aku tahu, aku sudah melakukan kesalahan. Tapi aku janji, aku akan memperbaikinya. Aku tidak bisa hidup tanpamu."

Sarmila tertawa sinis. "Terlambat, Devan. Kamu sudah menghancurkan semuanya. Aku tidak mungkin kembali padamu setelah apa yang kamu lakukan."

"Tapi Mila—" Devan merangsek maju, sebelah tangannya menyambar tangan Sharmila dan mencengkeram pergelangan tangan wanita itu erat.

"Aku hanya ingin bicara baik-baik. Kenapa kamu tak juga mengerti? Apa aku harus menggunakan paksaan agar kamu menurut?"

Devan menarik tangan Sharmila dan bermaksud memaksa wanita itu untuk pergi bersamanya. Tak peduli meskipun Sharmila terus meronta.

Namun, belum sempat ia membawa Sharmila keluar dari lobi…

Bugh!!!

Rahangnya dihantam dengan keras.

1
v_cupid
wahhh
Zakaria Nasution
kebanyakan masalalu
v_cupid
mulai deh
v_cupid
sip cerita nya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih kak
total 1 replies
Marina Tarigan
kedua veo oni bodoh soal perasaan pintar dlm minpin perusahaan mknya keterbukaan perlu dlm pernikahan
Marina Tarigan
katanya impoten sarmila juga pernah menhangka begitu
Marina Tarigan
hantam saja Karina semoga kamu bisa kalau kau berhasil terima kasih hancurpun lenya dari muka bumi ini emang kami pikori kami tdk makan dari perusahaan itu mampus pun kamu semua ke naraka sana apa urusan kami
Marina Tarigan
jgn binatang yg serakah itu menang thour sdh cukup korban ayahnya Aria yg korban dan mati sdh cukup aria yg susah payah membesarkan perusahannya itu berkembang buat Karina dan Tristan sepeperti Devan yg salah yg hancur bukan yg kerja keras
Marina Tarigan
hancurkan Tristan biadap sm kek ibunya serakah kurang ajar biadap mau merebut punys orang yg sdh kamu plototi uang ayahnya Rian sampai dipenjara dan meninggal ulah Karina biadap itu tak selamanya kamu bisa moroti orang niadap
v_cupid
waahh musuh baru muncul
v_cupid
lucu
Marina Tarigan
semoga otong Devan tifur selamanya karena niatnya mau meniduri Sarmila gak jadi deh
Marina Tarigan
hancur bagi orang yg menganggap sepele pd hal yg sangat pentimg masa pernikahan yg tgl beberapa memit lagi ditunda besok dimana letak otaknya sdh salah berulah terus nilmati daja nak
Marina Tarigan
terima ksh penyelamat semoga Devan tgl nama saja ya upah orang gila
Marina Tarigan
dlm situasi imi sedikit aku rasa Sarmila kurang peka pd hal sdh ber kali2 Devan selalu mengusiknya aturannya kantor itu kantor besar kgm lawan dgn kata2 membangkitkan kemarahan tpi dhn kelembutan supaya bisa terhinfar dr orang yg sdh lepas kendali tapi karena imo verita halu boleh2 saja harus pake taktik bukan marah2
Marina Tarigan
good Devan baru Devan namanys bagus sekali tdk bisa secara baik kekerasan ya semoga berhasil dan akibatnya Sarmila akan makin benci padamu dan keselamatanmu mkn terancam beserta perusahaanmu bodat
Marina Tarigan
orang gila mau merampas istri orang aneh
Marina Tarigan
tak ada itu seberaninya menilai orang presiden istrinya saja tak berani bertindak begitu ini artis ya 1 triliun honornya sekali manggung ya. ada2 saja
Marina Tarigan
masa pernikahan yg sesuai peraturan yg sdh dilaksanakan secara agama hukum sandiwara aneh
Marina Tarigan
vivian zdevan manusia biadap gila tdk waras masa pernikahan hari h ditunda begitu saja sdh dirias pengantin nya persiapan sdh selesai semua mampus lo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!