⚠️Area yang khusus orang besar. ^_^ nak kecil hus hus...
Kisah cinta slow-burn antara siswi petakilan dengan guru muda PJOK yang terlalu cool untuk jadi nyata. Isinya 30% latihan fisik, 70% adu mekanik perasaan.
Mulai dari drama salah kirim stiker WhatsApp ke grup kelas, sampai momen panas di gudang sekolah yang hampir bikin profesionalitas Pak Radit runtuh.
Ini cerita tentang masa transisi jadi dewasa, di mana batas antara guru dan murid cuma sebatas "status" yang siap dihapus setelah hari kelulusan.
"Pak, lari keliling lapangan saya sanggup. Asal finish-nya di pelaminan kita." — Gia, 18 tahun, pejuang remedial.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 (Part 2) 18+
Gia ngerasa hatinya lumer liat sisi posesif Pak Radit. Dia ngelepas seatbelt-nya, terus geser duduknya biar lebih deket sama Pak Radit.
"Pak... dengerin saya. Mau seribu Liam atau sepuluh ribu beasiswa London dateng, saya maunya cuma sama Bapak. Liam itu masa lalu yang bahkan saya udah lupa rasanya gimana. Bapak itu masa depan saya," kata Gia sambil megang tangan Pak Radit yang masih nyengkurem setir mobil.
Pak Radit ngelepasin setirnya, dia natap Gia lama. Tiba-tiba, dia narik tengkuk Gia dengan gerakan cepat.
Dia nyium Gia. Kali ini bukan ciuman yang lembut kayak biasanya. Ini ciuman yang penuh rasa cemburu, rasa takut kehilangan, dan rasa kepemilikan yang kuat. Napas Pak Radit memburu, dia melumat bibir Gia seolah-olah mau buktiin kalau Gia itu cuma miliknya.
Gia ngedesah pelan, tangannya masuk ke sela-sela rambut Pak Radit, narik gurunya itu biar makin dalem.
Di dalam mobil yang mulai mengembun karena AC dan hawa panas dari tubuh mereka, Gia ngerasa semua keraguannya ilang.
Pak Radit pindah mencium rahang Gia, terus turun ke lehernya, bikin tanda merah kecil di sana. "Jangan pernah biarin dia nyentuh kamu lagi," bisik Pak Radit di telinga Gia.
"Enggak akan, Pak... ngggh... pelan-pelan..."
Pak Radit berhenti sejenak, dia natap Gia yang mukanya udah berantakan tapi cantik banget di bawah lampu remang mobil. Dia mengusap bibir Gia yang bengkak pakai jempolnya.
"Maaf. Saya lepas kendali," kata Pak Radit, suaranya parau.
"Gue suka kalau Bapak lepas kendali begini," canda Gia sambil nyengir, mencoba mencairkan suasana. "Bapak kalau cemburu jadi sepuluh kali lipat lebih sexy, tau nggak?"
Pak Radit terkekeh pelan, dia nyium kening Gia lama. "Kita harus cari cara, Gia. Liam bukan cuma gangguan, dia itu pion Pak Baskoro buat narik kamu ke London lebih cepet. Saya nggak akan biarin itu terjadi sebelum saya siapin semuanya."
...
"Gimana kalau kita bikin Liam risih sama saya?" usul Gia.
"Caranya?"
"Saya bakal pura-pura jadi cewek yang paling annoying sedunia. Saya bakal minta ini-itu, belanja ini-itu, dan bersikap se-manja mungkin sampai dia mikir dua kali buat bawa saya ke London. Sementara itu, Bapak urus dokumen mutasi yang dipaksakan Pak Baskoro itu."
Pak Radit mikir sebentar. "Riskan, tapi boleh dicoba. Tapi janji, kalau dia macem-macem, kamu langsung kabur."
"Siap, Bos!"
Gia turun dari mobil di deket rumahnya. Pas dia mau masuk gerbang, dia liat mobil Liam udah parkir di sana. Dan di teras rumah, nyokap Gia lagi ketawa-tawa bareng Liam.
Gia narik napas panjang. "Oke, let's start the drama."
Gia masuk ke rumah dengan muka cemberut paling maksimal. "MAMAA! GIA MAU TAS YANG DI BALENCIAGA TADI! LIAM, LO KATANYA KAYA, BELIIN DONG SEKARANG JUGA! KALAU NGGAK, GUE NGGAK MAU IKUT KE LONDON!"
Nyokap Gia dan Liam melongo. Strategi "Cewek Matre dari Neraka" resmi dimulai.
Tapi di sisi lain, Liam sebenernya bukan cuma bawa misi beasiswa. Dia nyimpen sebuah foto lama di dompetnya—foto dia dan Gia pas SMP—dan ada sorot mata yang nggak cuma sekadar tugas dari Pak Baskoro. Liam beneran mau Gia kembali.
Dan Pak Radit? Dia lagi di rumahnya, buka sebuah map rahasia pemberian ayahnya. Map yang isinya adalah kelemahan terbesar perusahaan Pak Baskoro yang bisa bikin yayasan sekolah itu runtuh dalam satu malam.
"Lo main pakai cara kotor, Baskoro? Oke, kita liat siapa yang bakal bertahan," gumam Pak Radit sambil menatap tajam ke luar jendela.
.
.
.
[To be continued ke Episode Selanjutnya]
Mampir dan dukung karyaku, yuk!
- TRUST ME
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰
Thor bikin Gia jangan ngejar2 nih guru lagi,Bikin gia cuekin nih guru biar tau rasa dia..