NovelToon NovelToon
Taipan Abadi: Kebangkitan Menantu Terbuang

Taipan Abadi: Kebangkitan Menantu Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Arya, seorang pewaris sekte abadi yang dikhianati dan kehilangan kekuatannya, terperangkap dalam tubuh seorang "menantu benalu" yang dihina oleh keluarga istrinya di kota metropolitan modern. Dengan ingatan masa lalu dan sisa kekuatan spiritualnya, ia harus membangun ulang fondasi kekuatannya, menaklukkan dunia bisnis, melindungi wanita yang ia cintai, dan perlahan mengungkap rahasia alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Fajar Era Baru dan Istana Naga Langit

​Pagi itu, siaran berita televisi dan media sosial di seluruh dunia meledak dalam kekacauan yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah peradaban modern.

​Di layar raksasa di pusat Kota Emerald, seorang pembawa berita yang tampak pucat dan kebingungan membacakan rentetan laporan yang tak masuk akal:

"Pemirsa, kami menerima laporan dari berbagai penjuru negeri. Sebuah pohon beringin di alun-alun kota dilaporkan tumbuh setinggi gedung tiga puluh lantai hanya dalam waktu semalam. Di ibu kota, seorang remaja terekam kamera mampu mengangkat sebuah truk tronton dengan tangan kosong setelah tersambar petir aneh berwarna biru..."

​Media sosial dipenuhi video amatir tentang fenomena gaib. Burung-burung gagak yang ukurannya membesar dua kali lipat, air sungai yang mendadak memancarkan cahaya hijau penyembuh, dan orang-orang biasa yang tiba-tiba mampu menyemburkan api atau membekukan air.

​Dunia fana sedang terguncang. Hukum fisika yang selama ini menjadi fondasi ilmu pengetahuan manusia runtuh dalam waktu kurang dari dua belas jam sejak segel Olympus dihancurkan Arya.

​Namun, di lantai teratas kantor cabang Grup Kusuma, kepanikan fana itu sama sekali tidak terasa.

​Nadia duduk dengan tenang di kursi kebesarannya. Ia mematikan layar televisi dengan remote, matanya yang indah dan dingin menatap Han Shixiong yang berdiri tegang di seberang mejanya.

​"Paman Han," ucap Nadia, suaranya jernih dan berwibawa. "Abaikan berita-berita itu. Seperti yang Arya katakan semalam, dunia sedang berubah. Kita tidak punya waktu untuk ikut panik bersama manusia biasa. Bagaimana dengan akuisisi tanah di Puncak Zamrud Utara?"

​Han Shixiong membungkuk hormat. Ketenangan Nyonya-nya ini benar-benar mengingatkannya pada sang Guru Besar.

​"Sudah diurus, Nyonya. Grup Kusuma dan Emerald Group telah menggelontorkan dana gabungan untuk membeli hak milik seluruh gugusan pegunungan utara seluas lima ribu hektar. Jenderal Sudirman juga telah memberikan stempel hijau atas nama keamanan negara, sehingga proses birokrasinya selesai dalam waktu satu jam."

​"Bagus," Nadia mengangguk. "Segera kosongkan area itu. Arya akan menjadikannya markas utama kita."

​BRAAAK!

​Tiba-tiba, pintu baja ruang kerja Nadia didobrak paksa hingga terlepas dari engselnya. Dua penjaga keamanan elit terlempar masuk ke dalam ruangan, mengerang kesakitan dengan seragam yang hangus terbakar.

​Han Shixiong langsung memasang posisi bertarung, melindungi meja Nadia.

​Dari balik asap yang mengepul di ambang pintu, seorang pria gempal dengan setelan jas mahal yang robek-robek melangkah masuk. Tangannya berkobar diselimuti nyala api merah yang berderak-derak.

​Itu adalah Anton, mantan CEO dari grup properti saingan yang perusahaannya hampir bangkrut dihancurkan oleh Nadia bulan lalu.

​"Nadia Kusuma!" Anton tertawa terbahak-bahak, tawanya terdengar gila dan mabuk kekuasaan. "Lihat aku! Dewa telah memberkatiku! Tadi malam, saat aku berniat bunuh diri karena kau menghancurkan bisnisku, aku terbangun dengan kekuatan ini!"

​Anton melemparkan bola api seukuran kepalan tangan ke dinding, menghancurkan lukisan mahal dan meninggalkan lubang hangus di beton.

​"Dunia sudah berubah, pelacur sombong!" raung Anton, matanya merah menyala. "Uang triliunan rupiah milikmu tidak ada artinya lagi di hadapan kekuatanku! Serahkan seluruh aset Grup Kusuma kepadaku sekarang, dan jadilah budakku, atau aku akan memanggangmu dan tua bangka ini menjadi abu!"

​Han Shixiong mengernyitkan dahi. Pria gemuk ini baru saja tidak sengaja menyerap sedikit Qi elemen api liar yang bocor ke Bumi semalam, berhasil mencapai tahap yang bahkan belum menyentuh tingkat pertama Kondensasi Qi, tapi kesombongannya sudah menembus langit.

​Han hendak melangkah maju untuk mematahkan leher Anton, namun sebuah tangan ramping menahannya.

​Nadia bangkit dari kursinya. Wajahnya tidak menunjukkan riak ketakutan sedikit pun, hanya kebosanan yang teramat sangat.

​"Paman Han, biarkan aku yang mengurus sampah ini. Karpet ini baru diganti minggu lalu, jangan sampai berdarah," ucap Nadia dingin.

​Anton merasa sangat terhina. "Kau meremehkanku?! Mati kau!"

​Anton menyatukan kedua tangannya, memusatkan seluruh sisa energi liarnya untuk menciptakan tombak api raksasa. Hawa panas yang menyengat menyapu ruangan, membuat kertas-kertas di meja beterbangan. Ia melesat maju, mengarahkan tombak api itu langsung ke jantung Nadia.

​Nadia hanya berdiri diam. Saat tombak api itu berjarak kurang dari dua meter, ia dengan santai menjentikkan pergelangan tangan kirinya.

​Gelang peraknya memancarkan cahaya yang membutakan. Bulan Beku bermanifestasi dalam sekejap.

​Nadia tidak mengayunkan pedang itu. Ia hanya mengalirkan Qi Yin murninya ke dalam bilah pedang dan menusukkannya lurus ke depan, menyambut tombak api Anton.

​CRASSH! TZZZSS!

​Benturan itu tidak menghasilkan ledakan. Alih-alih membakar Nadia, tombak api kebanggaan Anton langsung padam seketika saat menyentuh ujung pedang Bulan Beku. Hawa dingin abadi dari pedang itu merambat dengan kecepatan cahaya, menjalar dari api, ke tangan Anton, hingga ke seluruh tubuhnya.

​"A-apa... a-apinya mati...?!"

​Hanya itu kalimat terakhir yang bisa diucapkan Anton sebelum seluruh darah dan organnya membeku. Tubuh gempal pria arogan itu berubah menjadi patung es padat berwarna biru pucat dalam posisi menyerang, terperangkap selamanya dalam kebodohannya sendiri.

​Suhu ruangan anjlok, napas Han Shixiong menghasilkan kabut putih. Pria tua itu menatap patung es di depannya dengan rahang nyaris jatuh. Nyonya-nya... baru saja membunuh manusia bermutasi (meski level rendah) hanya dalam satu detik, tanpa berkedip!

​Nadia menarik pedangnya, yang kemudian kembali menjadi gelang perak. Ia merapikan kerah jas kerjanya.

​"Suruh petugas kebersihan membawa patung es ini ke ruang pendingin bawah tanah," perintah Nadia santai. "Kita jadikan peringatan bagi siapa saja yang berpikir bahwa mereka bisa berbuat seenaknya di kotaku hanya karena mendapat sedikit trik sulap."

​Han Shixiong menelan ludah dan membungkuk dalam-dalam. "S-siap laksanakan, Nyonya!"

​Sementara itu, di Puncak Zamrud Utara.

​Kawasan pegunungan yang sunyi dan dikelilingi hutan lebat itu kini dibeli sepenuhnya. Di puncak tertingginya, Arya berdiri menghadap jurang yang tertutup lautan awan. Angin gunung meniup rambutnya, membawakan kepadatan Qi yang seratus kali lipat lebih murni dari pusat kota, meski masih jauh dari standar Alam Atas.

​"Pondasi naga di bawah tanah pegunungan ini cukup kuat," Arya bergumam sendiri, mata spiritualnya memindai urat bumi yang tersembunyi di bawah batuan.

​Ia mengangkat tangannya, dan lima kepingan Baja Bintang Meteorit sisa dari pedang Nadia melayang di udara. Arya memadatkan Api Inti Emas-nya, mengubah kelima baja itu menjadi lima pilar formasi raksasa yang diukir dengan rune surgawi.

​"Pergilah!"

​Arya menghentakkan kakinya. Kelima pilar baja itu melesat ke lima penjuru pegunungan, menghujam dalam-dalam ke inti bumi.

​BOOOM!

​Bumi bergetar hebat. Sebuah kubah energi raksasa berwarna keemasan yang memancarkan siluet sembilan naga perlahan terbentuk, menutupi seluruh area pegunungan seluas lima ribu hektar itu. Kubah ini jauh lebih kuat dari Aegis of Olympus yang ia hancurkan di Barat; kubah ini bisa menahan serangan penuh dari kultivator tingkat Inti Emas sekalipun.

​Udara di dalam formasi mendadak menjadi sangat segar. Tumbuhan liar seketika berbunga, dan beberapa burung merpati yang terbang melewatinya secara ajaib menumbuhkan bulu berwarna perak.

​Arya melayang ke udara, menatap wilayah kekuasaannya yang baru.

​"Di sinilah aku akan mengembalikan kejayaanku," deklarasi Arya, suaranya menggema membelah awan. "Mulai hari ini, tempat ini bernama Istana Naga Langit! Barangsiapa yang melangkah masuk tanpa izin, akan dihancurkan jiwa dan raganya!"

​Era Kultivasi di Bumi resmi menemukan pusat gravitasinya.

1
Sofian Dzikrul Hidayah
kpn update
Sofian Dzikrul Hidayah
kpn update nya
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Sofian Dzikrul Hidayah
mlh gx update
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut
Sofian Dzikrul Hidayah
up thor
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Sofian Dzikrul Hidayah
up
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Dirman Ha
ih gk
Dirman Ha
hbk
Dirman Ha
hv gb bn
Dirman Ha
jg gb BBM
Dirman Ha
ig di
Dirman Ha
jg CV
Dirman Ha
ih gb np
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!