NovelToon NovelToon
Mantan Suamiku Ternyata Sang Pewaris

Mantan Suamiku Ternyata Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Cerai
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Hanya karena perbedaan gaya hidup yang kini tak lagi sejalan, Tiffany menceraikan suaminya demi menjaga citra sebagai seorang konglomerat.

Ia bahkan melupakan siapa yang telah berjuang bersamanya dari nol hingga mencapai posisi tersebut.

Hans Rinaldi tidak menyimpan dendam. Ia menerima keputusan itu dengan lapang dada.

Namun, setelah perpisahan mereka, Tiffany tetap menyeretnya ke dalam berbagai masalah. Hingga akhirnya, terungkaplah siapa sebenarnya sosok pria sabar yang selama ini telah ia buang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Partner Bisnis

Setelah masuk ke Colloseum, Rachel langsung meluapkan kekesalannya. “Ih, cewek tadi emang seksi, tapi buta banget sampai milih orang enggak berguna kayak Hans.”

“Iya, sayang banget,” timpal Othan sambil menghela napas panjang.

Ia kaya dan tampan, tetapi kenapa justru tidak pernah bertemu wanita secantik itu?

“Udah cukup. Kita ke sini buat urusan bisnis,” potong Tiffany. “Rachel, cari tahu siapa dari keluarga Wiraningrat yang pegang acara malam ini. Kalau bisa, kita promosiin perusahaan kita.”

“Aku punya teman dekat yang kerja di sini. Aku telepon dia dulu.” Rachel mengeluarkan HP dan segera menghubungi temannya. Tak lama kemudian, ia membawa kabar baik. “Nyonya Rasheed, acara amal malam ini langsung dipegang sama si Glossy Laddy. Soal partner, semua tergantung selera dia.”

“Glossy Laddy? Maksudnya si jenius bisnis yang terkenal itu?” Mata Tiffany langsung berbinar.

Glossy Laddy dikenal sebagai satu-satunya wanita yang mampu menaklukkan dunia bisnis Jakarta seorang diri, bahkan melampaui hampir semua pengusaha pria.

Tiffany selalu mengagumi sosok perempuan luar biasa seperti itu, meski belum pernah bertemu langsung.

“Rachel, tanya ke teman kamu, bisa enggak dia atur pertemuan pribadi sama Glossy Laddy. Kesempatan ini enggak boleh kita lewatkan,” ujar Tiffany tegas.

“Aku coba tanya, tapi enggak bisa janji.”

“Enggak apa-apa. Nanti aku yang ucapin terima kasih.” Dalam hatinya, Tiffany dipenuhi antusias. Menjadi mitra keluarga Wiraningrat sangat berarti baginya. Jika bisa bertemu Glossy Laddy lebih dulu, ia yakin mampu meyakinkan wanita itu dan membuktikan kemampuannya.

***

Seiring waktu berlalu, tamu di Colloseum semakin ramai. Meski acara amal belum dimulai, Maureen sudah disibukkan dengan berbagai hal.

“Pak Rinaldi, silakan keliling dulu. Saya harus pamit sebentar. Kalau butuh apa-apa, tinggal bilang ke staf di sini.”

“Baik. Terima kasih.”

“Emma, tolong jaga Pak Rinaldi.”

Setelah itu, Maureen berjalan menuju kantornya.

“Nyonya Wiraningrat .…” Begitu masuk, seorang manajer paruh baya menghampirinya sambil membawa beberapa dokumen. “Ini data yang Anda minta. Setelah disaring beberapa kali, ada empat perusahaan yang memenuhi syarat jadi mitra. Silakan ditinjau, kalau ada yang perlu ditambahkan.”

Maureen mengangguk pelan dan menerima dokumen itu. Ia mulai membacanya satu per satu. Beberapa saat kemudian, alisnya terangkat, tanda minatnya terusik.

“Hm, kebetulan sekali.”

Senyum tipis muncul di bibirnya. Ternyata Adiputra Group termasuk dalam daftar kandidat, dan di dalam berkas itu terdapat riwayat hidup Tiffany. Karena penasaran, ia membaca semuanya dengan saksama, lalu menemukan sesuatu yang janggal.

Tiga tahun lalu, Tiffany hanyalah sosok yang tidak dikenal, begitu pula Adiputra Group. Namun sejak menikah, kariernya melonjak drastis tanpa penjelasan yang jelas. Dalam waktu tiga tahun saja, perusahaan kecil dengan aset tak sampai ratusan juta itu berkembang menjadi salah satu korporasi bernilai tinggi.

Selama periode itu, Tiffany menerima investasi dalam jumlah besar serta berbagai proyek penting. Bagi Maureen, pencapaian tersebut terasa mencurigakan. Seolah ada tangan tak terlihat yang membantu dari belakang layar. Masalahnya, Tiffany bukan berasal dari keluarga berpengaruh dan tidak punya koneksi kuat untuk melakukan semua itu.

“Jangan-jangan … dia?” Sosok Hans terlintas di benak Maureen. Selain pria itu, ia tidak bisa memikirkan siapa lagi yang mungkin membantu Tiffany sebesar itu.

Tanpa syarat. Setelah mengetahui hal itu, rasa ingin tahunya justru semakin besar.

Siapa sebenarnya Hans?

Bukan hal mudah membangun Adiputra Group menjadi perusahaan besar hanya dalam waktu tiga tahun.

“Hans, oh Hans. Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan?” Maureen menyipitkan mata sedikit. Misteri di sekeliling pria itu membuatnya semakin tertarik.

Lalu ada Tiffany. “Kamu lagi mikir apa sih? Kenapa kamu lepasin suami kaya dan malah ribet sama bajingan bernama Othan itu? kamu sebodoh itu ya?” pikir Maureen sambil menghela napas pelan.

Seorang pria sudah berkorban begitu banyak demi seorang wanita. Tapi pada akhirnya, wanita itu tidak tahu apa-apa dan bahkan dengan percaya diri memilih menceraikannya.

Maureen benar-benar tidak habis pikir. Meski begitu, dia sadar keadaan ini justru memberinya kesempatan untuk memiliki Hans sepenuhnya.

“Nyonya Wiraningrat, apa Anda sedang mempertimbangkan Tiffany Rasheed dari Adiputra Group?” tanya sang manajer dengan hati-hati saat melihat Maureen membaca dokumen sedetail itu, sesuatu yang jarang terjadi.

“Tiffany?” Maureen mendengus tidak puas. “Dia memang layak jadi partner kita, tapi aku gak suka dia.”

“Baik. Akan saya coret dari daftar sekarang juga.”

“Nggak usah. Susun ulang dokumennya dan tunjukkan ke Pak Rinaldi. Biar dia yang putuskan.” Maureen tersenyum tipis, sulit ditebak.

“Baik.”

Meski kebingungan, sang manajer tidak berani membantah perintahnya.

“Ada lagi?” tanya Maureen ketika pria itu belum juga pergi.

“Nyonya, Wiraningrat, Donio Langodai dari Rumble Group sudah datang tadi. Dia ingin bertemu dengan Anda,” jelas manajer itu sambil menunduk.

“Donio? Anaknya Bimbo Langodai? Ngapain dia ke sini?”

Maureen terdiam sejenak, agak terkejut.

“Dia bilang mau bahas urusan bisnis, tapi kayaknya itu cuma alasan. Perlu saya suruh satpam buat ngusir dia?” tanya manajer itu pelan.

“Bimbo malah ngirim anaknya buat datang ke sini?” Maureen tersenyum tipis. “Ha … gak usah. Aku mau lihat trik apa lagi yang dia punya.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!