Nova lisma, gadis desa yang tiba-tiba mendapat sistem keberuntungan, tentu saja terkejut. namun, dia langsung memanfaatkan semuanya. dan dia yang mengupayakan untuk kuliah, benar-benar memanfaatkan sistem tersebut.
dia mengumpulkan modal dari hadiah sistem, dan kemudian perlahan membuka usahanya sendiri.
sementara, setelah dirinya mendapatkan sistem, dia pun jadi melupakan kebiasaannya yang selalu menempel pada seorang laki-laki yang merupakan seniornya. Julian.
lalu bagaimanakah selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tirta_Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. mengunjungi teman
Setelah berbelanja di pasar, akhirnya mereka pulang. Dan pulangnya, tentu saja ke kosan Resti. Karena, mereka akan masak terlebih dahulu. Rencananya, setelah masak, Nova kembali ke kosan dan membersihkan dirinya. Setelah itu, baru lanjut ia pergi ke kontrakan Nia.
"masak apa kita dek..?"
"ikannya kita goreng aja biar tahan kak. Kalau ayam, sebagai kita goreng juga dan goreng. Dan sebagiannya lagi, aku mau bikin yang berkuah. Soalnya, sudah kangen banget. Mau makan ayam yang berkuah." tuturnya dengan senyuman.
"ya sudah kalau begitu." mereka pun mulai memasak. Saat mereka masak, Resti mulai menasehati adiknya itu.
"nov.. Boleh kakak ngomong..?" tanyanya. Nova yang mendengar itu pun menoleh, kemudian menganggukkan kepalanya.
"boleh kak. ngomong aja.." ucapnya lagi.
"begini dek. sekarang kan, kamu punya uang. Kakak sarankan, kamu beli kompor, dan kekurangan kekurangan di kosan Kamu. Biar nanti tidak susah.." ujar Resti.
"iya kak. Aku juga sudah mikirin itu. tapi, kamar kosanku yang sekarang itu agak kecil. Rencananya, aku mau cari kontrakan yang ruang tamunya sedikit luas. Baru, setelah itu aku isi semuanya." ujarnya. Mendengar itu, Resti semakin di buat penasaran.
"memangnya, kamu ada uang dek..?" tanyanya lagi. Dia seolah-olah masih belum mempercayai pendapatan adiknya ini.
"Kakak tenang aja.. Aku punya uang kok. Ini adalah penghasilan ku, selama 8 bulan nabung di aplikasi online. Jadi, sekarang tiap bulan akan selalu dapat. Makanya kak." Tuturnya lagi. Resti pun mengangguk angguk.
"baguslah kalau begitu."
Setelah hampir 1 setengah jam, akhirnya mereka selesai masak. Ada masakan yang setengah matang, makanya tidak terlalu lama.
Setelah selesai makan, mereka berdua makan dan menikmati masakan mereka terlebih dahulu. Tak lupa, mereka juga membagi ikan itu. Setelah selesai, dan beristirahat sejenak, akhirnya Nova pamit sama kakaknya.
"kalau begitu, aku pamit ya kak. Nanti, kalau aku jadi cari kontrakan, aku minta tolong kakak untuk temani aku.." mendengar itu, Resti merespon dengan mengangkat jari jempolnya.
" baiklah.. Kamu hati-hati ya dek.." tuturnya lagi.
"oke kak.." berhubung ojek online yang ia pesan suara datang, dia pun meninggalkan tempat itu.
*****
Tak butuh waktu lama, Nova pun tiba kembali di kosannya.
"makasih bang." ujar Nova sambil membayar ongkos ojeknya.
"iya kak. Sama-sama." Nova pun langsung bergegas masuk ke dalam rumah. di tangannya sudah ada tentengan buah-buahan yang sudah mereka bagi.
tentu saja, selain untuk dikirimkan ke kampung halamannya, dia juga pasti akan memagi untuk saudara sepupunya. sementara untuk dirinya sendiri, itu urusan belakangan. dia punya uang, dan tentunya dia bisa membelinya sendiri.
Nova masuk ke dalam kamar kosannya, yang saat ini masih belum memiliki teman. Ibu kosnya juga sudah mewanti-wanti, kalau Nova sampai tak memiliki teman sekamar, maka Nova harus membayar rp500.000 per bulannya. karena tentunya, dia sendirian tinggal di dalam kosan itu.
Nova meletakkan barang bawaannya terlebih dahulu, kemudian langsung bergegas untuk membersihkan diri. berhubung, waktu sudah tidak siang lagi dan sudah mulai menjelang sore hari. tak lupa dia juga membawa satu pakaian dalam, untuk dikenakannya besok.
setelah selesai membersihkan dirinya, dia memeking dulu barang bawaan yang akan dititipkan kepada Nia.
Nova mengemasnya dalam karton. sementara handphone dan uang, akan diserahkan langsung ke tangan Nia untuk dibawa pulang. setelah selesai, dia pun langsung bersiap untuk menuju kontrakan Nia.
dan sebelum dirinya jalan, dia tentu saja mengabari Nia terlebih dahulu.
"assalamualaikum ni.. Aku sudah mau jalan ke kontrakan kamu." ucapnya sambil mengirim pesan. Nia, yang saat itu memegang handphonenya pun langsung merespon cepat.
"oke!! kamu hati-hati di jalan ya.."
"sip!! kalau begitu aku jalan dulu ya.." setelah itu pesan singkat Mereka pun berakhir. Nova kembali memesan ojek onlinenya, dan beruntungnya ojeknya juga dan langsung ini di lokasi.
setelah bertemu dengan customernya, Mereka pun langsung tancap menuju kontrakan Nia, yang jarak tempuhnya sekitar 20 menit. cukup jauh memang, karena kontrakan milik temannya itu memang sangat strategis dan tidak jauh jaraknya dari pelabuhan.
******
"assalamualaikum.." sesampainya Nova di sana, dia pun langsung mengucapkan salam.
"waalaikumsalam.. eh kamu udah datang. ayo masuk.." ucap Nia kepada Nova.
"makasih.." tuturnya. dia pun berjalan masuk ke dalam kontrakan itu, dan terlihat sudah ada tas yang sudah di packing oleh Nia. mereka berdua duduk lesehan di atas karpet.
"bagaimana kondisi kamu..? bisa kan pulang besok ?" tanya Nova.
"bisa dong.. walaupun agak sedikit meriang. tapi besok aku bisa pulang kok." Nova pun menganggukkan kepalanya.
"mungkin aku akan ngerepotin kamu ni. soalnya, saudara maupun orang tuaku tidak ada yang bisa ku hubungi untuk datang menjemput barang ini." tutur Nova, sambil menunjuk ke arah karton yang ia bawa. Di sana juga ada kantong kresek, di mana Di dalam kantong kresek itu, ada handphone dan juga buah-buahan yang memang dibawa untuk dirinya dan nia di sini.
"nggak papa lah nov, nanti aku minta tolong bang Jimi, supaya lewat di area rumah kamu nanti." tuturnya lagi.
"hehehe.. sekali lagi maaf ya.. oh ya. Aku mau nitip handphone, kartun ini 1. sama uang rp6.000.000 untuk bapak dan ibu. dan untuk kamu, ini rp300.000. bukan untuk bayar lelah ya.. tetapi hanya ingin sekedar membantu." Nia yang mendengar itu langsung melirik.
"apa-apaan kamu ini!! kamu kasih titipan aja itu udah cukup kok. kamu kan nggak nyuruh aku pulang.. jadi nggak perlu lah, uang rp300 itu kamu simpan aja."
"ck.. uang 300 ini untuk beli makan kamu di atas kapal. sudah simpan aja!! mumpung aku ada rezeki. Nanti kalau aku nggak ada, kamu juga nggak bakal bisa nikmatinnya..!! udah simpan sana!!" nia yang mendengar itu tersenyum.
"kamu yakin..?"
"iya! aku yakin kok. kalau nggak yakin ngapain Aku cari kamu.!"
"Ya sudah kalau begitu.. aku terima ya. kalau begitu, uang dan handphonenya aku masukkan dulu ke dalam tas. takutnya nanti lupa." dia pun langsung mengambil tas kecilnya, dan kemudian langsung menyimpan handphone serta uang dengan baik di sana.
"bilang nanti sama bapak dan ibu aku ya. kalau, di dalam amplop sana sudah ada surat. agar bapak dan Ibu membacanya." nia pun menganggukkan kepalanya.
"baiklah.. terus di karton ini apa ?" tanyanya.
"itu buah-buahan.. sedikit oleh-oleh untuk mereka. oh ya, aku juga bawa buah-buahan untuk kita. ini dia. kamu bisa makan buah kan..?" tanya Nova lagi.
"iya bisa.." akhirnya mereka pun mengobrol. mereka membahas seputar sakit yang dialami oleh Nia. dan Nova sendiri, ikut menasehati Nia agar menjaga pola makannya.
sampai akhirnya, ketika malam menjelang, mereka berdua pun langsung segera beristirahat.