NovelToon NovelToon
Istri Jenderal Yang Mencuri Hatinya

Istri Jenderal Yang Mencuri Hatinya

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Era Kolonial / Mengubah Takdir / Cewek Gendut / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: ICHA Lauren

Aku membuka mata di sebuah ranjang berkelambu mewah, dikelilingi aroma parfum bunga yang asing.
Cermin di depanku memantulkan sosok wanita bertubuh besar, dengan tatapan garang dan senyum sinis—sosok yang di dunia ini dikenal sebagai Nyonya Jenderal, istri resmi lelaki berkuasa di tanah jajahan.

Sayangnya, dia juga adalah wanita yang paling dibenci semua orang. Suaminya tak pernah menatapnya dengan cinta. Anak kembarnya menghindar setiap kali dia mendekat. Para pelayan gemetar bila dipanggil.

Menurut cerita di novel yang pernah kubaca, hidup wanita ini berakhir tragis: ditinggalkan, dikhianati, dan mati sendirian.
Tapi aku… tidak akan membiarkan itu terjadi.

Aku akan mengubah tubuh gendut ini menjadi langsing dan memesona.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ICHA Lauren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita Sombong

Nateya melangkah mantap keluar menuju pintu depan. Helaan napasnya teratur, tetapi dalam hatinya ia merasakan degupan yang keras, seakan genderang perang ditabuh dari dalam dada.

Sekilas bayangan dari kisah yang ia ingat di novel melintas jelas: Julian dituduh memukul Andrew, putra Jenderal Bastian, lalu Seruni yang lama hanya bisa tunduk, menyerahkan anaknya pada penghinaan.

Julian kala itu dipaksa meminta maaf, bukan dibela. Setelah Nyonya Eleanor pergi, Julian bahkan dikurung di gudang belakang. Luka itu begitu membekas di hati bocah kecilnya, hingga ia tumbuh dengan ketakutan bercampur amarah.

Tidak, Nateya tidak akan mengulang kesalahan itu.

Begitu sampai di beranda, matanya langsung menangkap sosok Nyonya Eleanor. Perempuan Belanda itu berdiri dengan dada terangkat angkuh, tangan bersedekap di depan dada.

Rambut pirangnya digelung tinggi, dihiasi tusuk rambut emas yang berkilau. Sementara wajahnya merah padam karena amarah. Bibirnya yang tebal mencong ke samping dengan sinis, seolah merendahkan siapa pun yang berdiri di hadapannya.

Di depan Eleanor, Victor tampak kerepotan, kedua tangannya terangkat, mencoba menghalangi langkah nyonya itu agar tidak menyerobot masuk.

Begitu melihat Nateya, Eleanor langsung melangkah maju. Matanya sempat menyipit, sedikit terkejut melihat Seruni berpenampilan rapi dengan kebaya hitam, lengkap dengan sanggul dan riasan wajah yang halus. Jauh berbeda dari Seruni yang biasanya tak terawat. Namun, Eleanor segera menepis herannya dengan suara nyaring.

“Akhirnya, Nyonya Jenderal Elias punya sopan santun juga… mau menemuiku.”

Nateya menahan senyum tipis, lalu menjawab dengan nada tenang. “Sopan santun? Bukankah sejak dulu aku selalu menjaganya, Nyonya Eleanor? Justru berbeda dengan istri jenderal lain yang katanya berpendidikan tinggi, tetapi berteriak di depan rumah orang. Itu yang menurutku jauh dari kata sopan.”

Kalimat itu menusuk tepat di jantung kesombongan Eleanor. Perempuan itu serasa ditampar di depan umum. Wajahnya yang putih memerah semakin pekat, matanya membelalak, lalu ia mendesis tajam.

“Kelakuan anak memang cerminan ibunya,” balas Eleanor pedas. “Sekarang, aku kemari bukan untuk berbasa-basi, Seruni. Aku datang untuk meminta pertanggungjawaban putramu, Julian!”

Suara Eleanor meninggi, penuh amarah yang membakar.

“Dia telah melukai putraku, Andrew. Hidungnya memar, tangannya terkilir, semua karena ditonjok dan didorong oleh Julian. Anakmu itu liar, tidak tahu aturan!" cerocos Eleanor.

"Kau harus menyuruh Julian berlutut dan meminta maaf pada Andrew. Setelah itu, besok di depan guru dan teman-temannya, dia juga harus mengaku salah. Jika tidak, jangan salahkan aku bila Julian menerima sanksi berat.”

Victor menunduk kaku, takut menengahi. Suasana seakan memanas, udara bergetar oleh benturan kata-kata tajam.

Namun, Nateya tidak bergeming. Ia berdiri tegak di hadapan Eleanor, dengan wajah setenang permukaan danau. Matanya menatap lurus, penuh keyakinan yang tak tergoyahkan.

“Kalau Julian tidak mau melakukannya, bagaimana?” tanya Nateya santai.

Eleanor mendengus. “Maka, aku akan mengadukan hal ini pada pihak sekolah supaya memberi sanksi. Kalau perlu, Julian dikeluarkan dari sekolah. Anak seperti itu hanya akan menjadi aib.”

“Oh begitu,” Nateya mengangguk pelan, senyum tipis kembali menghiasi wajahnya.

“Sudah selesai bicaranya? Kalau begitu, tunjukkan dulu buktinya padaku. Bawa Andrew ke sini dan biarkan aku memeriksanya.”

Permintaan Nateya tanpa disertai amarah, tetapi jelas mengandung tantangan.

Wajah Eleanor menegang. “Itu tidak bisa. Andrew sedang istirahat di rumah. Dia kesakitan!”

Nateya mengangkat alis, nada suaranya semakin dingin. “Aku tidak bisa percaya pada ucapanmu begitu saja, Nyonya Eleanor. Bisa saja kau hanya membual untuk mempermalukan anakku.”

Mata Eleanor membelalak, wajahnya memerah hingga telinganya tampak panas. “Berani-beraninya kau bicara seperti itu padaku!”

Nateya tetap tidak bergeming. “Aku hanya ingin menegakkan keadilan. Jika Julian melakukan sesuatu, pasti ada alasannya. Dan kebetulan, tadi putriku, Anelis, pulang dengan luka di lutut dan betis. Bisa saja Andrew yang lebih dulu berbuat sesuatu hingga Julian membela adiknya. Kau menuduh, tetapi tanpa bukti. Sementara aku punya luka nyata di tubuh anakku.”

Hening sejenak, udara seolah berhenti berputar.

Eleanor terdiam, wajahnya bergetar menahan amarah. Ia tidak menyangka Seruni yang biasanya gemetar di hadapannya, kini berdiri tegak, bahkan berani balik menantang dengan kata-kata tajam.

"Kau berani menuduh balik putraku?" desis, Eleanor.

"Aku hanya mengutamakan kebenaran. Bukankah suami kita sama-sama petinggi militer, yang menjunjung keadilan? Sebagai istri, kita harus meniru mereka," pungkas Nateya.

"Lebih baik, Nyonya Eleanor pulang ke rumah. Jangan membuat keributan, atau para tetangga akan bergosip. Besok, kita bertemu di sekolah untuk berdiskusi dengan guru."

Setelah bicara demikian, Nateya memberi isyarat kepada Victor untuk mengantar Eleanor keluar dari halaman rumahnya. Sementara, dia melenggang masuk ke rumah.

"Kau akan menyesal, Seruni! Aku pastikan Julian akan mendapat hukuman berat!" seru Eleanor tidak terima.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lanjuuttt
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm Aldrick versi dunia sekarang ya Teya.🤭🤭🤭
laki² yang setia selalu menunggu dan memanggil mu Syang semasa koma adalah Michael cinta sejati mu.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Akhirnya Nateya kembali juga, Michael cinta sejatimu sudah sadar tuh siap² nembak nyatain cintanya jangan kayak tom jerry lagi.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Waahh gimana kalau Nateya balik lagi ke raganya, moda Seruni juga bisa biar mereka bisa bareng² bahagia di raga dan jiwa masing² Thor.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
akhirnya cinta Seruni Aldric bahagia juga... tapi gimana dengan jiwa Nateya Thor apa akan tetap di raganya Seruni sedangkan raganya entah gimana.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ikut dagdigdug.🤭🤭
moga Bajul hitam ga berani.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Aldric gantle...👍👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Romantisnya Aldric..👍🤭
waktunya kamu menjemput kebahagiaanmu Seruni.
gempi
v
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Rasakan hukuman hasil keserakahanmu Amara moga dibsana juga kamu mendapatkan ketidak adilan dari penghuni lain.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
😆😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudah telat Elias mending simpan saja penyesalanmu buat hodup lebih baik lagi dan ga mengganggu Seruni
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Orang yang membuat wabah itu nateya jadi kamu harus berhati² lagi dan waspada.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
keinginanmu hampir terwujud semua Nateya.👍👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Apa mungkin raga Nateya masih hidup kah cuma mungkin koma makanya Nateya sering bermimpi di minta untuk kembali.🤔🤔
lalu siapa pria yang selalu datang dalam mimpinya... pacar penghianatnya kan namanya David.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kenapa anda baru mencari dan datan peduli pada Seruni tuan Andrian memangnya selama ini sebagai ayah anda kemana saja sampai Seruni di awal pernikahannya menderita oleh kelakuan anakmu yang lain dan Elias pun anda seolah menutup mata, kasih sayang anda hanya terfokus pada hama Amara dan Cornelia.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sabar ya Ragna kalau jodoh patsi bersatu.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kira² jiwa Nateya bakal balik lagi ga ya ke raganya dan mencari kebahagiaan juga biat dirinya karna penghianatan kekasih dan sahabatnya.🤔🤔

kasihan, dia bisa menyelesaikan masalah Seruni tapi masalah dianya sendiri belum selesai.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmm waktu kehancuranmu sudah tiba Amara Cornelia karna kalian serakah dan iri dengki pada Seruni
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeuuhhh mau jeran tapi ada ya sosok yang katanya tegas, galak berwibawa di hadapan istri tapi lembut dan perhatian lebih dari sekedar hal biasa biasa ketipu dengan satu perempuan hama Amara...😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!