NovelToon NovelToon
Mustika Terkutuk

Mustika Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

Menceritakan kisah seorang pemuda desa yang tidak bisa berbicara atau bisu... kehidupannya yang miskin secara perlahan berubah setelah menemukan sebuah batu mustika indah berwarna jingga. bisu yang di alami pemuda itu seketika sembuh tidak hanya itu batu itu juga memiliki kekuatan yang di idam idamkan kebanyakan laki-laki yaitu membuat tubuh penggunanya tak dapat terlihat atau kasat mata.. namun di balik semua keistimewan batu jingga itu menyimpan sebuah misteri dan kutukan yang secara perlahan mendorong pemuda tersebut memasuki dunia gelap yang sesungguhnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernyataan

Sekar berinisiatif meringankan beban suaminya, diam diam ia membantu tetangganya yang menjadi MUA. Sekar kerap membantunya di setiap ada acara hajatan yang memakai jasa MUA tetangganya itu.

Suatu hari di sebuah acara hajatan bagian MUA di minta untuk menyumbangkan lagu oleh MC acara tersebut, Sekar yang memang bisa bernyanyi pun tampil mewakili.

Tak di sangka banyak yang menyukai gaya bernyanyi Sekar, semenjak itu Sekar kerap mendapatkan panggilan bernyanyi di setiap ada acara hajatan.

Sekar pun menceritakan semuanya kepasa sang suami. Saat itu suaminya tidak keberatan selama acara bertajuk campur sari, mungkin menurut suaminya lagu lagu dan pakaian penyanyi campur sari lebih sopan dengan kebaya dan tak ada sawer menyawer.

Sekar pun menurut dengan suaminya, namun hidup tak semulus yang ia bayangkan. Keberadaan Sekar yang menjadi biduan independen tanpa naungan manajemen sebuah label orgen menjadi ancaman bagi biduan biduan lainnya. Lantaran wajah, suara, serta body Sekar yang memang sangat menjual kala itu.

Keributan terjadi, Tuan rumah penyelenggara hajatan di intervensi oleh sang empunya orgen, bahwa tidak boleh menyewa penyanyi di luar biduan yang sudah di sediakan label tersebut.

Keadaan itu membuat Sekar drop dan putus asa, salah satu biduan memberitahu Sekar untuk bergabung di label orgen. Tak ada yang punya musik campur sari di daerah itu, sekalipun ada yang menanggap campur sari itu di datangkan dari luar daerah.

Mau tidak mau Sekar harus ikut label orgen tunggal, saat itulah bencana mulai terjadi. Suaminya tau, bahkan teman suaminya yang menghadiri suatu hajatan merekam Sekar yang bernyanyi dan dengan pakaian ketat dan seksi layaknya seorang biduan dan menerima uang saweran dengan di kelilingi oleh laki laki mabuk yang naik ke panggung.

Rekaman itu di tunjukan kepada Suami Sekar, Suami Sekar teramat malu untuk pertama kalinya suami Sekar marah dan dari situlah perceraian terjadi.

***

Mata Nenek Ratmi berkaca kaca mendengar cerita itu, Isna menunduk, sementara Sugeng hanya diam mematung dengan tatapan kosong mengarah ke depan.

"Terus kenapa kamu bisa berhenti jadi biduan, nduk?" Tanya Nenek Ratmi.

"Pandangan orang orang buruk Nek, kalau mandang Sekar jadi biduan, makanya Sekar berhenti dan milih buka salon apalagi waktu itu Sekar udah janda. Sekar pernah deket sama guru PNS, katanya dia siap menerima Sekar apa adanya, termasuk menerima Isna dan Sekar yang udah ngga punya rahim... kita udah sepakat mau nikah, tapi ternyata waktu tanggal pernikahan kita udah deket ada ibu ibu dateng katanya dia suami guru PNS itu, dia maki maki sekar, banyak orang tau kejadian itu jadi viral di desa itu dan salon sekar jadi sepi, karena mengira Sekar adalah Pelakor... makanya Sekar balik kesini." Jelas Sekar dengan derai air mata membasahi pipinya.

Begitu pula dengan Nenek Ratmi dan Isna mereka berdua terisak menahan tangis mendengar cerita tersebut, Sugeng hanya diam menyimak.

"Udah mbak, tenangin diri mbak. Mbak Sekarang fokus sama masa depan Isna aja, tinggal aja di sini, ngga usah ngontrak ngontrak lagi, aku pasti bantu sebisanya..." ujar Sugeng berusaha menenangkan.

"Bener apa kata adekmu, Nduk. Kamu di sini aja, ngga usah ngontrak ngontrak lagi, sekolah Isna dari sini juga ngga jauh jauh banget, bisa naik angkot kalau ngga bisa di anter Sugeng." Sahut Nenek Ratmi.

"Iya Nek, nanti Sekar akan coba cari cari kerja di pasar atau warung makan gitu..."

"Udah ngga usah pikirin itu dulu, sekarang kamu sama Isna istirahat aja dulu... oh ya kamu udah makan belum, nduk?"

"Udah nek..."

Sugeng beranjak berdiri dan membersihkan kamar Sekar yang memang setelah di tinggal Sekar kamar itu tidak terawat dan menjadi gudang.

Sugeng membersihkan kamar itu sendirian, Sekar dan Isna hendak membantu namun Sugeng menolak.

Pukul 9 pagi Sugeng selesai membersihakan kamar itu, ia duduk di kursi bawah pohon sambil menatap jalanan.

"Geng...!!! Ayo kita ke rumahnya Linda! Katanya ada perampokan di sana!" Teriak Fatur.

"Eh? Agak siangan baru ketahuannya ya, beda sama kasusnya Mbah Suro. apa Linda baru sadar dari pingsannya? aku harus kesana lihat lihat.." batin Sugeng.

"Ayok ayok.. gas...!!" Sugeng berlari menghampiri Fatur dan naik di jok belakang.

Fatur segera menggas motornya menuju rumah Linda. Ban Sepeda motor matic itu menggerus jalanan pedesaan dengan cepat.

Tak di pungkiri Fatur teramat penasaran dengan perampokan itu, pasalnya banyak orang yang menduga duga pelakunya adalah orang yang sama dengan pelaku Pembunuhan Mbah Suro dan pelaku yang merampok rumah Wanto yang kini sudah viral.

"Kamu tau dari mana Tur, kalau rumah Linda di rampok?" Tanya Sugeng.

"Dari mamakku Geng, dia tadi beli sarapan ngga sengaja lewat rumah Linda... di sana banyak warga kumpul ada polisi juga. Jiwa kepo mamakku meronta ronta kan.. ya udah di samperin, katanya rumah Linda di rampok. Ngga cuma itu aja katanya Linda juga di emm.. perk*sa."

"Hah?!!" Sugeng berpura pura tercengang, "yang bener kamu Tur?"

"Ya ngga tau... makanya kita kesana mastiin siapa tahu mamakku cuma salah denger aja."

Tidak lama kemudian mereka sampai di rumah besar dengan tembok yang mengelilingi rumah dan sebuah pagar besi tinggi.

Tampak banyak sekali warga yang berkumpul di halaman rumah itu.. para polisi juga terlihat mengelilingi rumah itu mencoba mencari jejak sang pelaku.

Di sana Sugeng dan Fatur langsung menghampiri salah satu warga yang baru saja keluar dari kerumunan.

"Lek Legiman... ada apa ya lek kok rame rame?" Tanya Fatur berpura pura tak tahu.

Sugeng hanya menyimak...

"Linda tadi jam setengah sembilan lebih di bawa kerumah sakit.. dugaanya sih korban pemerk*saan dan perampokan uangnya juga banyak yang raib." Jawab Lek Legiman.

"Terus siapa yang pertama tahu keadaan Linda, penjaga? Apa pembantu, Lek?" Tanya Sugeng.

"Bejo sama Anton mereka berdua kan penjaga di rumah Linda yang kebagian shift pagi sampai sore, jam 8 mereka berangkat terus lihat Wawan sama Karto dalam keadaan keiket di samping rumah, mereka langsung lapor polisi dan masuklah mereka berempat ke dalam rumah... mereka lihat semua kamar pembantu juga di ganjel pake bambu gitu... mereka juga masuk ke kamar Linda dan lihat Linda duduk di pojok kamar cuma pake tanktop dan celana pendek.. kaya trauma gitu, banyak lebam juga di tubuhnya." Jelas Lek Legiman.

"Loh... terus apa kesaksian Wawan sama Karto, Pak? Kenapa dia bisa keiket di samping rumah..."

"Katanya mereka lagi ngopi di dalam pos, terus mereka kaya merasa kesetrum gitu di tengkuk (leher bagian belakang) dan pingsan gitu aja... kemungkinan pelakunya pake alat canggih buat lumpuhin mereka berdua."

1
Tini Nurhenti
se7 geng,kek Q bgt
Tini Nurhenti
lanjut thor
Tini Nurhenti
s7 geng
Tini Nurhenti
hadir thor,nyimak dlu seru thor up nya byk jdi smgat bacanya.😄😄💪💪
bedul: siap, udah 56 bab terjadwal
total 1 replies
Afri
semoga ceritanya bagus .. aku suka yg misteri gini thor
bedul: siap, baca sampe selesai ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!