NovelToon NovelToon
Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Office Romance / Enemy to Lovers / Komedi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Heryy Heryy

Sinopsis.

David Lorenzo CEO perusahaan Switch Company. Dia mempunyai banyak kepribadian yang berbeda akibat trauma masa lalu.

Dia bertemu dengan Michelle, yang berkerja di perusahaannya, pertemuan mereka tidak di sengaja dan banyak kesalahpahaman.

Lambat Laun mereka semakin dekat, dan perlahan saling menyembuhkan luka.

Banyak tingkah lucu dan kocak di antara mereka.

penasaran jangan lupa baca, like dan komen.


Update setiap hari Senin.


Follow Ig: @Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heryy Heryy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Malam itu Michelle duduk di atas kasurnya yang sempit, masih memeriksa dokumen kerja yang harus diselesaikan sebelum hari esok.

Setelah merasa cukup puas dan yakin tidak ada kesalahan lagi, dia menaruh dokumen tersebut ke dalam tas kerja dan mulai bersiap untuk tidur.

Namun ketika dia hendak mematikan lampu, terdengar suara ketukan lembut di pintu kamar kontrakan nya.

"Aduh, siapa ya jam segini masih datang?" gumam Michelle pelan sebelum berdiri dan berjalan membuka pintu.

Ketika pintu terbuka, wajahnya langsung menunjukkan ekspresi sangat terkejut melihat sosok wanita cantik dengan rambut panjang yang berdiri di depan pintunya, membawa sebuah koper besar di sampingnya.

"Tasya?! Apa kamu benar-benar di sini?!" teriak Michelle dengan penuh kegembiraan, langsung memeluknya.

Tasya Aprilia ,anak dari keluarga kaya , pemilik salah satu perusahaan ternama, mereka sudah berteman sejak SMA.

"Michelle! Aku sudah sangat merindukanmu!" ucap Tasya dengan suara penuh semangat, wajahnya bersinar karena bahagia bertemu teman lama.

Setelah melepaskan pelukan, dia masuk ke dalam kamar kecil Michelle dengan langkah hati-hati, melihat sekeliling kamar dengan ekspresi yang sedikit terkejut namun tetap ramah.

Setelah Tasya masuk dan meletakkan koper nya di sudut kamar, Michelle segera bertanya dengan penuh rasa ingin tahu.

"Kapan kamu kembali dari luar negeri ? Dan kenapa kamu membawa koper besar ke kontrakanku? Bukankah kamu tinggal di rumah besar dengan orang tua mu ?"

Tasya duduk di tepi kasur dengan wajah yang sedikit serius. Dia menghela nafas panjang sebelum menjawab.

"Aku baru saja kembali kemarin malam, Mich. Tapi... aku kabur dari rumahku."

"Kabur?! Kenapa kok? Apa terjadi sama kamu?" Michelle tercengang mendengarnya, segera duduk di sebelah temannya dan memegang tangannya dengan penuh perhatian.

Tasya menggelengkan kepalanya.

"Orang tuaku mengatur perjodohan untukku, Mich. Mereka ingin aku menikah dengan anak dari teman bisnis mereka yang aku bahkan tidak pernah kenal sebelumnya. Aku sudah bilang tidak mau, tapi mereka tidak mau mendengarkan aku sama sekali. Akhirnya aku memutuskan untuk kabur dari rumah." jelas Tasya dengan suara yang tenang namun penuh tekad.

Michelle sangat terkejut mendengar cerita temannya.

"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang, Tasya? Kamu tidak bisa tinggal di sini terus-terusan kan? Kontrakanku kecil dan juga tidak nyaman untuk kamu," kata Michelle dengan suara yang penuh kekhawatiran.

Tasya hanya bisa tersenyum lembut dan mengangguk.

"Entah ? aku harus bagaimana, Mich. Tapi untuk sekarang, bolehkah aku tidur di sini malam ini? Besok kita bisa berpikir lagi tentang apa yang harus dilakukan ya?"

Michelle langsung mengangguk dengan senyum hangat.

"Tentu saja boleh dong! Kamu kan temanku terbaik. Tenang saja ya, tidak akan lama kok kamu tinggal di sini. Kita pasti bisa menemukan cara untuk menyelesaikan masalah kamu," ucapnya .

Dengan penuh semangat sebelum membantu Tasya menyiapkan tempat tidur di lantai kamar nya dengan menggunakan kasur lipat dan selimut yang ada.

Malam itu mereka berdua tidur dengan sangat erat di ranjang yang sempit dan kasur lipat di lantai, berbagi cerita tentang kehidupan masing-masing selama beberapa tahun tidak bertemu. Meskipun kamar nya kecil dan sederhana, Tasya merasa sangat nyaman karena bisa bersama teman terbaiknya.

Paginya Michelle bangun lebih awal dari biasanya agar bisa bersiap kerja dan tidak bertemu dengan David di kantor.

Dia melihat Tasya yang masih tidur lelap dengan wajah yang damai, lalu meninggalkan catatan kecil di mejanya sebelum berjalan keluar dari rumah dengan hati yang penuh harapan bahwa hari ini akan menjadi hari yang lebih baik.

Setelah sampai di gedung Switch Company, Michelle berjalan dengan hati-hati dan sering melihat sekeliling, takut akan bertemu dengan David yang bisa saja dalam kondisi kepribadian yang tidak stabil lagi.

Beruntungnya, dia tidak melihat sosok sang CEO di koridor atau di area resepsionis kantor.

Dengan hati yang lega, dia berjalan menuju lift dan menekan tombol untuk membukanya.

Ketika pintu lift terbuka, matanya langsung membesar dan dia menutup mulutnya dengan tangan karena sangat terkejut.

David sudah ada di dalam lift, berdiri dengan wajah yang sangat serius dan mengenakan jas hitam rapi nya.

Michelle ingin segera berbalik dan mencari lift lain atau menggunakan tangga, namun sudah terlambat.

Beberapa karyawan lain yang juga ingin naik lift langsung menerobos masuk dengan tergesa-gesa, membuat Michelle terdorong ke dalam lift dan secara tidak sengaja menabrak tubuh David dengan cukup keras.

Tubuhnya yang kecil langsung menempel erat dengan tubuh David yang tinggi dan berotot, membuatnya bisa merasakan panas tubuh sang CEO dan aroma parfum mahal yang menyengat dari tubuhnya.

Semua karyawan yang ada di dalam lift langsung menjadi sangat tenang dan terdiam.

Mereka melihat dengan mata yang penuh terkejut dan sedikit ketakutan pada kondisi yang terjadi, siapa sangka mereka akan menemukan CEO baru perusahaan mereka sedang ditempeli oleh seorang karyawan muda seperti Michelle.

Beberapa dari mereka bahkan mulai saling bertukar pandangan dengan ekspresi wajah yang penuh rasa penasaran.

Michelle merasa wajahnya menjadi sangat panas karena rasa malu yang luar biasa. Dia ingin segera menjauh dari tubuh David, namun tubuhnya terjepit oleh karyawan lain yang ada di sekitarnya dan tidak bisa bergerak sama sekali.

Hatinya berdebar kencang setiap saat tubuhnya menyentuh tubuh David yang kokoh itu.

David sendiri hanya menatap Michelle dengan ekspresi wajah yang tidak berubah tetap serius dan dingin seperti biasanya.

Dia tidak menunjukkan reaksi apapun terhadap benturan yang terjadi, namun mata nya yang tajam tetap terpaku pada wajah Michelle yang sedang mencoba dengan segala cara untuk menghindari pandangannya.

Lift terus naik perlahan ke arah lantai-lantai atas, menyisakan ketenangan yang sangat tegang di antara semua orang yang ada di dalamnya.

Bersambung....

1
ryu
🗿 kena muka lagi
ryu
🗿 lama kali up nya Thor 🗿
Hans_Sejin13: Senin
total 1 replies
ryu
🗿🗿 lama2
ryu
mampir lagi, sambil nunggu update 🤣
ryu
🤣, berkali baca tetep lucu 🤣
Adelia Hira
Aneh, tuh CEO 😄
Adelia Hira
wkwk. kaya dracin 🤣
Adelia Hira
bener juga, tuh sepatu di bawa
Adelia Hira
sial banget tu CEO
Adelia Hira
Wkwkw, ternyata jadi bos' nya🤣
Adelia Hira
wkwk lagi tidur malah di tendang 🤣
Adelia Hira
wkwk, lagi tidur malah di tendang 🤣
Adelia Hira
halu🤣
Adelia Hira
Plot wis nya gak ngotak , malah jadi🤣🤣
Adelia Hira
di luar nulur😍
Adelia Hira
ini lagi 😍
Adelia Hira
baru buka di kasih yg ganteng 😍
Queen Naom
galak amat😭
Queen Naom
sekalian ngehalu nya 🤣😭
Queen Naom
cantik 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!