NovelToon NovelToon
Adzadina Maisyaroh

Adzadina Maisyaroh

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Angst / Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Saudara palsu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:278.4k
Nilai: 5
Nama Author: Penapianoh

Pesantren Al-Insyirah, pesantren yang terkenal dengan satu hal, hal yang cukup unik. dimana para santriwati yang sudah lulus biasanya langsung akan dilamar oleh Putra-putra tokoh agama yang terkemuka, selain itu ada juga anak dari para ustadz dan ustadzah yang mengajar, serta pembesar agama lainnya.
Ya, dia adalah Adzadina Maisyaroh teman-temannya sudah dilamar semua, hanya tersisa dirinya lah yang belum mendapatkan pinangan. gadis itu yatim piatu, sudah beberapa kali gagal mendapatkan pinangan hanya karena ia seorang yatim piatu. sampai akhirnya ia di kejutkan dengan lamaran dari kyai tempatnya belajar, melamar nya untuk sang putra yang masih kuliah sambil bekerja di Madinah.
tetapi kabarnya putra sang kyai itu berwajah buruk, pernah mengalami kecelakaan parah hingga membuat wajahnya cacat. namun Adza tidak mempermasalahkan yang penting ada tempat nya bernaung, dan selama setengah tahun mereka tidak pernah dipertemukan setelah menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penapianoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NGOBROL HANGAT DENGAN SUAMI

"Maaf, ya, aku baru datang."

Adza menoleh ke arah suara pria yang baru saja bicara dengannya. Dia menarik napasnya lalu menghadap seutuhnya pada pria itu. Padahal tadi dia sedang memandangi Masjid Nabawi dari kamar hotelnya. Dia memutuskan untuk masuk karena hari yang semakin siang dan udara di luar sana semakin panas.

"Gus sudah menyelesaikan semua urusan di kampus?" tanyanya membuat Azka mengangguk lalu bergerak mengambil tangannya.

"Ada urusan tiba-tiba dan membuatku harus pergi cepat. Maaf kalau mendadak," ujarnya pelan membuat adza tahu kalau pria ini merasa tak enak hati.

"Tidak apa-apa, tapi alangkah baiknya pamit secara langsung jika memang Gus tidak ada niatan untuk menjauhi saya," gumam adza membuat Azka menunduk.

"Kita baru saja menikah dan sikap Gus tadi pagi sempat membuat saya sedikit kaget karena Gus seperti berubah mendadak." Azka menarik napas dan tersenyum, itu terlihat dari matanya karena dia masih memakai masker dan adza tidak bisa leluasa menatap wajah pria ini.

"Aku disini bekerja sekaligus kuliah dan kadang aku menjadi dosen pengajar juga karena aku adalah asisten dosen. Makanya aku sibuk dan akan bertambah sibuk beberapa bulan ke depan. Bukan keinginanku hanya saja aku sudah ada di semester terakhir. Makanya aku meminta untuk menikah sekarang supaya kita punya kesempatan untuk menghabiskan waktu walau hanya seminggu. Aku tidak berniat menjauh dari kamu sekalipun, za," ujarnya menjelaskan dengan lembut membuat adza menghela napas dan mengangguk pelan.

"Maaf, saya hanya mau memastikan. Kita menikah tanpa kenalan atau persiapan matang makanya saya kadang merasa tidak percaya diri. Terlebih lagi rata-rata teman saya yang dilamar dan dipinang oleh anak-anak Kyai memiliki nasab dan keluarga yang jelas. Makanya saya hanya khawatir kalau Gus berubah karena saya tidak sesuai dengan ekspektasi," gumam adza membuat Azka tersenyum lalu bergerak memberanikan diri untuk memeluk pinggangnya.

adza agak kaget sebenarnya tapi saat dia mendongak, Azka sudah mengecup dahinya dengan lembut, walaupun kembali lagi diingatkan, terhalang oleh masker.

Namun begitu, adza tetap merasa kalau hatinya yang tadi badmood, kini kembali membaik dengan rasa hangat yang mengaliri dadanya.

"Kamu bisa menerima aku dalam semua kekuranganku seperti ini saja sudah membuatku sangat bahagia. Bagaimana bisa aku malah memandang kekurangan kamu?" tanyanya lembut membuat adza terdiam seolah tersihir oleh mata Azka yang begitu lembut menatapnya.

"Nasab kamu ada dan jangan pernah katakan itu terputus karena orang tua kamu hanya meninggal dunia. Yang tidak ada nasabnya itu adalah seorang anak yang terlahir tanpa diketahui siapa ayahnya, yang terlahir dalam kesalahan yang ayahnya tidak mau bertanggung jawab atasnya atau memang tidak ditemukan sampai kapanpun."

"Sementara kamu, kamu memiliki ayah dan ibu kandung yang jelas. Kamu adalah anak kandung mereka dan tidak ada kesalahan di dalam diri kamu sampai kamu bisa terlahir. Kamu terlahir dalam keadaan halal dan diinginkan orang tuamu. Tetapi mereka tidak bisa ikut dalam menikahkanmu karena janji mereka pada Allah sudah sampai, mereka sudah dipanggil duluan dan InsyaAllah sekarang, mereka sedang memandangi syurga bersama di sana."

adza merasa tatapannya berkaca-kaca mendengar itu. Dia mengangguk pelan membenarkan, hanya sedikit dari orang di kota yang tahu tentang hal ini dan mau mengakui tentang ini. Mereka tahu kalau adza memiliki ayah dan ibu kandung tetapi mereka tetap saja mengatakan kalau dia gadis yang nasabnya tidak pasti.

Tetapi Azka yang tidak pernah bertemu dengannya dan bicara secara gamblang dengannya sebelum menikah ini bisa berpikiran seperti itu dan membuatnya merasa senang. Dia senang karena pria ini memiliki wawasan dan juga kepandaian yang memang benar-benar asli, pantas saja dia bisa masuk ke universitas Mesir lalu saat ini di Madinah.

Anak-anak yang masuk ke dalam dua universitas itu adalah yang benar-benar berprestasi, bahkan uang saja tidak akan mempan apalagi membawa kata 'beasiswa', tentunya lebih selektif lagi.

Tangan Azka sudah mengusap air matanya yang jatuh dengan lembut. Hal itu membuat adza tersenyum dan menunduk sendiri. Dia merasa senang dan dia berharap inilah jawaban dari doa-doanya yang dia selalu lantunkan dalam shalat malam, dia berharap inilah jawaban dari doa-doanya saat dia melakukan shalat istikharah selama tiga malam berturut-turut.

Dia menginginkan keluarga baru atau suami yang menjaga dan mencintainya tanpa memandang siapa dia. Semoga saja, ini adalah jawaban dari doa-doanya yang sudah dia panjatkan itu.

"Aku bawa sesuatu."

adza menatap wajahnya yang baru bicara hingga dia bergerak ketika Azka menariknya ke arah sofa. Azka mengambil sebuah bag besar dan mengeluarkan beberapa isinya.

"Apa ini?" tanyanya membuat Azka tersenyum.

"Aku memiliki teman dari Thaif, kamu tahu Thaif?"

Adza mengangguk lalu menatap Azka yang sudah tersenyum lagi. Matanya terlihat indah kalau sudah sedikit menyipit itu dan membuat adza yang memperhatikannya terus-menerus.

"Dia mengetahui kalau aku menikah jadi dia memberikan beberapa buah-buahan yang premium dan bisa dikatakan terbaik untuk kamu, juga kurma dan beberapa hadiah." Azka berkata membuat adza tersenyum lalu menatap buah delima yang diletakkan di dalam kotak.

Dia mengambilnya lalu tersenyum lebih lebar. "Banyak yang mengatakan kalau buah delima dari Thaif itu enak dan manis. Gus sudah pernah coba?" tanyanya membuat Azka mengangguk.

"Sudah pernah dan memang manis, dia merah dan enak pokoknya. Sama seperti yang ada di Turki, rasanya enak dan manis juga."

adza menatap Azka "Gus pernah ke Turki?"

Azka tersenyum dan mengangguk.

"Pernah, beberapa bulan lalu aku ikut dengan dosen yang mengajariku kesana. Kami melakukan silaturahmi karena dia memiliki saudara di sana. Lalu kami membuat sebuah kerjasama kecil makanya aku mengatakan aku punya pekerjaan di sini. Hanya saja enam bulan lagi akan berakhir makanya aku bisa pulang sekaligus lulus," ujarnya membuat adza mengangguk-angguk.

Dia terlalu senang dan semua kesedihannya dia lupakan begitu saja jika sudah bersama dengan Azka dan bertukar cerita.

"Kerjasama apa?"

"Emm, jastip," ujarnya pelan seraya membuka kotak lagi dan menatap adza.

"Kamu tahu jastip?" tanyanya membuat adza balas menatapnya.

"Jasa titip antar negara?" Azka tersenyum lalu mengangguk.

"Begitulah kurang lebihnya. Aku sudah punya relasi yang cukup banyak mulai dari Mesir, Irak, Turkie, Mekkah dan juga Suriah. Aku mendirikannya dengan dosen dan juga beberapa warga asli dari negara-negara itu untuk melakukan jastip yang lebih luas. Lalu beberapa bulan juga kami membuka organisasi badal haji atau umroh. Jadi bisa dikatakan di sini aku memiliki bisnis yang sudah lumayan besar dan dikenal, makanya aku bisa mengumpulkan uang untuk biaya pernikahan kita dan segala macamnya," ujar Azka bangga membuat adza tersenyum.

"MasyaAllah sekali, Gus benar-benar pekerja keras."

Azka tersenyum mendengar pujian istrinya. "Tentu saja, aku laki-laki, walaupun tidak sebanyak penghasilan kamu, tapi InsyaAllah aku mampu untuk membiayai kehidupan kamu. Nanti di negeri kita, aku juga akan membuka jasa ini dan memperlebar cabang-ku. Kamu doakan semoga apa yang kuimpikan berhasil, ya? Aku juga ingin menjadi pengusaha agar pantas bersanding dengan kamu dan bisa menghidupi keluarga kecil kita," ujarnya seraya menatap adza dengan penuh ketulusan.

1
Pustanty
biasanya di cerita novel itu banyak.kisah pelakor..tpi ini kisah pebinor,jarang² jg di novel yaa..
keren mah authornya yaa...👍🥰
ayu cantik
suka
(◔◡◔) ♥ My Yoontiihrd ♥
Cinta itu manis kalau tau porsi nya dan juga bisa jadi racun kalau porsinya banyak..
makanya dalam islam kita di ajarkan untuk secukupnya saja 😊
Rod Vato
Luar biasa
. 𝐴𝑧𝑧𝑢𝑟𝑎 𝑅ℎ𝑒𝑎 Arendra
. 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖 𝑠𝑢𝑟𝑎ℎ 𝐴𝑙 𝑤𝑎𝑞𝑖𝑎ℎ 𝑎𝑦𝑎𝑡 23 𝑦𝑎𝑎𝑎 𝑗𝑎𝑑𝑖-𝑁𝑦𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎. . .
Maryam marhan
thor buat azura bahagia dong,apa ngga tkut kau thor kena azab krn buat hdup orng sengsara bgtu😭 tlong sceptx up lg
Rismawati Damhoeri
baru jdi mahasiswa udah ngeluh aja kamu adza.......
Rismawati Damhoeri
kenapa kalau yatim piatu?, bukan aib toh?, duitnya juga banyak...
Rismawati Damhoeri
kenapa harus menikah sekarang sih?, kalau harus LDR, tunggu aja lah 6 bln lagi, tpi takdir di tangan author yahhh....
Arin
/Heart/
Ainal Fitri
ha ha ha bagus Azka orang yg mcm mas Fais mu itu eng perlu d kerjain. besok sebelum bicara dengan nya buat ia tambah kepanasan sperti cacing yg d jemur d matahari 😆
Ainal Fitri
wlo pun satu darah tp bnyak ko adza yg gak mirip. kebetulan kamu gak punya saudara kandung jd tidak bs mnbedakan wajah mu dengan saudara mu sendiri.
Ainal Fitri
wlo pun MP nya telat tp bgtu udh sx auto kecanduan mas Azka nya 🤭
sum mia
Alhamdulillah.... meski dengan perjuangan Adza dan bayinya selamat dan sehat .
ini beneran tamat kak , gak ada niat ada bonchap gitu....
tapi terimakasih atas karyanya yang bagus dan seru , semoga kak othor tetap sehat , segala urusannya di lancarkan dan di mudahkan , serta selalu dalam lindungan Allah SWT . aamiin 🤲

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍 😍 😍
irma hidayat
syukur semua keluarga udah bahagia + hadirnya jagoan pewaris
sum mia
Sekarang benar-benar sudah tobat ya Faiz , kejadian yang telah lalu jadikan pelajaran yang berharga . dan jangan sampai di ulangi kembali . tatap masa depan dengan cerah dan ceria . dan saatnya juga memberi kebahagiaan pada kyai Firdaus yang menjadi ayahmu saat ini .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
irma hidayat
ditunggu up lanjutnya thor
sum mia
aamiin...aku ikut aamiinkan Abi , semoga hasil istikharah Faiz mendapatkan petunjuk yang baik . dan akhirnya Faiz bisa bersatu dengan ustadzah Arunika dalam hubungan pernikahan .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
sum mia
efek dari hamil Adza jadi mager , apalagi setelah makan dan perut terasa kenyang .
bahagia selalu buat kalian Azka dan Adza .
semoga tak ada lagi ujian yang memberatkan kalian .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
irma hidayat
moga hasilnya baik buat semua pihak ,faiz insaf dari hilap nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!