NovelToon NovelToon
Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Raka Adiyaksa adalah definisi nyata dari "Sobat Misqueen". Mahasiswa biasa yang rela makan mie instan diremas setiap akhir bulan demi menabung untuk gebetannya, Tiara. Namun, pengorbanannya dibalas dengan pengkhianatan. Di malam konser yang seharusnya menjadi momen pernyataan cintanya, Raka justru melihat Tiara turun dari mobil mewah milik Kevin, anak orang kaya yang sombong, sementara Raka ditinggalkan sendirian di trotoar GBK dengan dua tiket yang hangus.

Di titik terendah hidupnya, saat harga dirinya diinjak-injak, sebuah suara mekanis berbunyi di kepalanya.

[DING! Sistem Sultan Gacha Tanpa Batas Telah Diaktifkan!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Makan Siang 60 Juta dan Cashback Brutal

|Lobi Utama - The Langham Jakarta|Begitu pintu kaca otomatis terbuka\, Raka dan Clarissa disambut oleh kemewahan yang memanjakan mata.

Sebuah lampu gantung kristal raksasa menggantung di tengah lobi, membiaskan cahaya matahari siang menjadi ribuan spektrum pelangi yang menari di lantai marmer. Aroma lobi hotel bintang lima yang khas langsung menenangkan saraf, seolah menghapus polusi Jakarta di luar sana.

Clarissa, meskipun bekerja sebagai Manajer McLaren dan terbiasa dengan barang mewah, tetap merasa sedikit insecure. Dia sering mendengar tentang The Langham, hotel ultra-mewah yang baru buka di SCBD, tapi belum pernah benar-benar masuk, apalagi makan di sana. Gajinya yang puluhan juta itu biasanya habis untuk cicilan apartemen, perawatan kecantikan, dan lifestyle agar tetap terlihat bonafide di depan klien. Makan siang jutaan rupiah bukanlah prioritasnya.

"Selamat datang kembali, Pak Herman," sapa seorang concierge wanita dengan seragam rapi, membungkuk hormat pada Pak Haji Herman.

"Siang, Mbak," balas Pak Herman ramah. "Tolong pastikan Private Room di Tom's lantai 62 sudah siap. Saya bawa tamu VVIP."

"Sudah siap, Pak. Chef Tom juga sudah diinfokan."

Pak Herman menoleh ke Raka dan Clarissa sambil tersenyum bangga. "Mari, Bos Raka. Kita langsung naik. Pemandangannya di atas... beuh, sedap."

Mereka masuk ke dalam lift yang dilapisi panel emas dan cermin. Lift meluncur naik dengan kecepatan tinggi namun sangat halus, telinga mereka sedikit berdenging karena perubahan tekanan udara.

|Lantai 62 - Tom's by Tom Aikens|

Pintu lift terbuka.

Pemandangan di depan mereka langsung membuat Clarissa menahan napas.

Dinding restoran itu didominasi oleh kaca dari lantai ke langit-langit. Di luar sana, panorama hutan beton Jakarta terhampar megah. Gedung-gedung pencakar langit SCBD seperti Treasury Tower dan Revenue Tower terlihat sejajar dengan mata mereka. Langit biru Jakarta yang jarang terlihat bersih, hari ini tampak cerah mendukung suasana.

Lantai marmer bermotif chevron, kursi beludru merah marun, dan dapur terbuka (open kitchen) yang sibuk namun hening, menciptakan atmosfer kelas atas yang tak terbantahkan.

"Silakan, Pak," seorang Captain Waiter mengantar mereka ke meja bundar di sudut paling privat, tepat di samping kaca dengan view terbaik ke arah Gelora Bung Karno.

Raka duduk dan langsung menatap keluar jendela. Dari ketinggian ini, kemacetan Jakarta terlihat seperti mainan Lego.

"Gila..." gumam Raka. "Makan siang di atas awan."

"Kalau malem lebih bagus lagi, Bos," sahut Pak Herman sambil duduk. "Lampu-lampu gedung nyala semua, romantis banget. Cocok kalau mau nembak cewek." Pak Herman melirik jahil ke arah Clarissa.

Wajah Clarissa memerah. Dia pura-pura sibuk merapikan serbet di pangkuannya.

Pelayan datang memberikan menu bersampul kulit tebal.

"Silakan, Pak Raka," Pak Herman mempersilakan. "Bos Raka yang traktir, jadi Bos Raka yang atur menunya."

Raka membuka menu itu. Tidak ada gambar, hanya tulisan elegan dalam bahasa Inggris.

Dia menyodorkan menu itu ke tengah. "Ris, Pak Haji. Pesen aja. Saya nggak terlalu paham istilah makanan ginian. Pokoknya pesen yang paling mahal, yang paling enak."

Clarissa mengambil menu itu dengan ragu. Matanya memindai daftar harga di kolom kanan.

Mata indahnya membelalak.

Wagyu Tomahawk (1.2 kg) - IDR 3.500.000++

Lobster Thermidor - IDR 1.800.000++

Beluga Caviar (30g) - IDR 4.200.000++

Black Truffle Risotto - IDR 950.000++

"I-ini..." suara Clarissa tercekat. "Satu piring nasi risotto aja hampir sejuta?"

Dalam hati, jiwa hematnya menjerit. Gaji gue sebulan cuma dapet berapa piring di sini?!

Dia menatap Raka dengan tatapan 'Yakin Pak?'. "Pak Raka, ini... harganya agak..."

"Agak murah?" potong Raka asal. "Yaudah pesen yang banyak biar mahal."

Clarissa: "..."

Pak Herman tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Clarissa. "Hahaha! Bu Manajer jangan kaget gitu dong. Bos Raka ini kan tadi nolak duit 100 juta saya. Makan segini mah receh buat dia."

Raka tersenyum tipis. "Bukan gitu. Saya cuma laper banget. Mbak," Raka memanggil pelayan.

"Iya, Pak?"

"Saya mau pesen," Raka menunjuk menu secara acak tapi agresif. "Kaviar yang paling mahal itu, keluarin tiga porsi. Terus Wagyu Tomahawk yang 3 juta itu, dua porsi. Lobster-nya tiga porsi. Terus itu apa... Foie Gras? Itu juga tiga."

"Minumnya Sparkling Water yang botolan kaca itu, sama jus yang paling seger."

"Oh, sama Dessert-nya sekalian. Semua jenis cake yang ada di menu, keluarin satu-satu."

Pelayan itu mencatat dengan tangan gemetar saking semangatnya. "Baik, Pak. Untuk tingkat kematangan steak-nya?"

"Medium Rare. Jangan gosong," jawab Raka sok tau (padahal biasanya makan steak abuba yang well done).

Pak Herman, yang tadinya mau pesan salad doang karena kolesterol, cuma bisa melongo.

"Bos Raka..." Pak Herman menelan ludah. Dia mengeluarkan kalkulator imajiner di kepalanya.

Kaviar 4.2jt x 3 = 12.6jt. Tomahawk 3.5jt x 2 = 7jt. Lobster 1.8jt x 3 = 5.4jt. Foie Gras, Truffle, Dessert, Minum...

"Ini totalnya bisa 40 juta lebih loh Bos sekali makan? Yakin?" tanya Pak Herman hati-hati. Meskipun dia GM di sini dan sering melihat orang kaya makan, tapi biasanya mereka pesan 1-2 menu mahal saja. Raka memesan seolah ini warteg prasmanan.

"Pak Herman," Raka menatapnya serius. "Saya lagi seneng dapet pelat nomor bagus. Anggap aja sedekah ke perut sendiri. Jangan protes, makan aja."

Raka sebenarnya sedang menahan senyum. Di retinanya, panel sistem sedang berkedip-kedip kegirangan.

|Estimasi Tagihan: Rp 55.000.000++| |Potensi Cashback (300%): Rp 165.000.000|

Makin mahal gue makan, makin kaya gue, batin Raka. Logika macam apa ini? I love it.

Tak lama kemudian, parade makanan dimulai. Meja bundar itu penuh sesak dengan piring-piring cantik berisi mahakarya kuliner. Aroma truffle yang menyengat mewah, daging Wagyu yang marbling-nya sempurna, dan Lobster yang merah menggoda.

"Makan, Ris. Jangan difotoin doang," tegur Raka melihat Clarissa yang masih sibuk memotret makanan itu untuk Instagram Story.

"Sayang kalau nggak diabadikan, Pak," jawab Clarissa sambil tersenyum malu. "Ini pertama kalinya saya liat Kaviar sebanyak ini."

Mereka mulai makan. Suapan pertama daging Wagyu A5 itu masuk ke mulut Raka. Lembut. Lumer. Gurih.

"Anjir..." gumam Raka pelan. "Daging apaan ini nggak perlu dikunyah langsung ilang?"

Pak Herman makan dengan lahap sambil terus memuji-muji Raka. "Wah, Bos Raka emang selera sultan. Dagingnya juicy banget."

Suasana mencair. Mereka mengobrol tentang mobil, tentang bisnis hotel, dan tentang betapa macetnya Jakarta. Clarissa yang tadinya kaku mulai rileks, tertawa mendengar lelucon bapak-bapak Pak Herman, dan sesekali mencuri pandang ke arah Raka yang makan dengan lahap tanpa jaim.

Ada noda saus sedikit di sudut bibir Raka.

Tanpa sadar, Clarissa mengambil tisu, lalu dengan gerakan refleks, dia menyeka sudut bibir Raka.

"Pak, belepotan," ucapnya lembut.

Hening sejenak. Clarissa baru sadar apa yang dia lakukan. Tangannya membeku di pipi Raka. Wajahnya langsung merah padam. Mampus, lancang banget gue!

Tapi Raka justru tersenyum, menatap mata Clarissa dalam-dalam. "Makasih, Sayang. Service-nya memuaskan."

Clarissa buru-buru menarik tangannya, menunduk meminum airnya dengan salah tingkah. Jantungnya berdegup kencang seperti drum band.

Satu jam kemudian, pesta makan siang itu berakhir. Piring-piring licin tandas. Perut Raka terasa penuh dan bahagia.

"Bill, Mbak," panggil Raka.

Pelayan datang membawa map kulit kecil berisi struk tagihan. Pak Herman sempat mau merebutnya. "Udah Bos, biar saya diskon 50% pake jatah GM..."

"Eits, jangan!" Raka menahan tangan Pak Herman. "Saya mau bayar Full. Jangan didiskon. Kalau didiskon saya marah."

Pak Herman: "???" Orang kaya aneh. Diskon kok nolak?

Raka membuka bill itu.

Total Amount: Rp 62.450.000,00 (Termasuk Tax & Service 21%)

Raka tersenyum lebar. Dia mengeluarkan kartu debit BCA-nya (yang masih kartu biasa, bukan Prioritas, bikin pelayan agak bingung).

"Gesek, Mbak. Tanpa PIN.".

Beep. Transaksi Berhasil.

Detik berikutnya, sebuah notifikasi emas meledak di pandangan Raka.

|DING!| |Misi Selesai: Traktiran Sultan| |Total Pengeluaran: Rp 62.450.000| |Mengaktifkan Cashback 300%...| |Selamat! Dana sebesar Rp 187.350.000 telah ditransfer ke rekening Anda.|

Ponsel Raka bergetar. Notifikasi m-Banking masuk.

Saldo Masuk: +Rp 187.350.000 Saldo Akhir: Rp 212.000.000++

Raka nyaris tertawa keras. Dia makan siang super mewah, perut kenyang, dapet respect dari GM hotel dan wanita cantik... dan saldo rekeningnya malah nambah 120 juta lebih dari sebelum makan.

"Dunia ini emang nge-bug," batin Raka sambil berdiri, merapikan kaosnya.

"Terima kasih makan siangnya, Bos Raka!" Pak Herman menjabat tangan Raka erat-erat. "Kapan-kapan saya yang traktir main Golf di Pondok Indah."

"Siap Pak Haji."

Mereka berjalan keluar restoran. Clarissa berjalan di samping Raka, kali ini lebih dekat, bahu mereka hampir bersentuhan.

"Pak Raka..." bisik Clarissa saat mereka di lift. "Makasih ya. Ini makan siang paling mahal... dan paling enak seumur hidup saya."

Raka menoleh, menatap wajah cantik Clarissa yang merona.

"Baru makan siang doang udah seneng," goda Raka.

1
:)
harus banget ya king scuma sungkem
Jujun Adnin
ngopi dulu mas raka
ABIMANYU CHANNEL
kasih yg banyak....
rani: siap kak. paling nanti pindah ke max kalo nda lolos.
total 5 replies
Gege
kereen...ditunggu adegan kulit ketemu kulit dan bulu ketemu bulunya...kan udah gede..🤣🤭
Gege
kereen alurnya.. meski banyak mainkan durasi...lanjuuttt thoor..
rani: wkwk. tau aja kak. 🤭
total 1 replies
Arya Rizki Sukirman
mana ini Thor updatenya
rani: besok lagi kak, sehari 3 bab.
makasih sudah baca.
total 1 replies
rani
besok lagi kak. saya updatenya jam 00.00 😁
ellyna munfasya
lanjut Thor 😤
ellyna munfasya
up lagi Thor nanti siang pokoknya 😤
Monchery
kalau ini menurut ku terlalu berlebihan
rani: apanya yg berlebihan kak?. 🤭
total 1 replies
ellyna munfasya
alur nya seru
ellyna munfasya
gak mau tau nanti pagi harus up Thor 😤😤😤
rani: siap kak, sebntar saya upload. 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!