Nando menatap tubuh sang istri yang terbaring dengan tubuh penuh nanah dan tidak pernah berhenti merintih, sudah dua bulan ini Yuli terus aja menderita dengan rasa sakit begitu panjang dan ini semua tidak tahu datang dari mana.
Yuli adalah wanita yang tipe tidak pernah keluar rumah untuk urusan jalan-jalan atau yang membuang waktu, dia hanya diam di rumah dengan penampilan sederhana serta tidak banyak bertingkah namun mendadak saja sekarang jadi sakit seperti itu dan kabar beredar bahwa dia sedang di santet.
Siapa kah yang sudah menyantet Yuli?
Benarkah bahwa Yuli memang terkena santet?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Nando masih keras
Tina sungguh tak habis pikir ketika melihat Nando yang masih tetap diam di dalam rumah tanpa ada pergerakan sama sekali, walau sudah dijelaskan dengan sangat detail namun pria ini tetap menolak percaya dan mengatakan bahwa saat ini Yulia hanya sedang ada di rumah sakit karena keadaan dia yang memburuk semakin parah saja.
Padahal Tina sudah sampai menangis ketika menjelaskan kepada sang adik bahwa saat ini Yuli dan Niko bersama dengan Farel sedang tersesat ada di dalam hutan, tapi memang dasar Nando yang begitu keras kepala dan tetap menolak untuk percaya bahwa sang istri tengah kerasukan oleh iblis yang tidak mereka ketahui asal nya dari mana.
Andai saja tidak ingat bahwa pria yang sedang duduk santai ini adalah adik kandung dia sendiri, maka sudah pasti Tina akan mengamuk dan menghajar Nando habis-habisan karena dia yang tetap tidak peduli kepada sang istri bahwa Yuli saat ini tengah menderita dengan rasa sakit luar biasa.
Penderitaan Yuli bukan hanya karena dia menderita luka bernanah itu saja tapi melainkan karena ada iblis yang mulai ikut campur sehingga Yuli terus menderita entah sampai kapan, Tina sudah sangat yakin bahwa adik ipar dia terkena santet dari seseorang dan kemungkinan itu adalah orang yang sudah sakit hati kepada keluarga sang adik.
Namun Tina masih belum bisa menebak orang itu berasal dari mana dan kesalahan apa yang sudah Yuli lakukan sehingga orang tersebut sampai tega membuat santet sesadis ini, pada semua tetangga disini mengakui bahwa Yuli tidak pernah berbuat hal aneh atau bahkan menyakiti tetangga dengan ucapan pedas.
Ini penyakit aneh malah mendadak saja menghampiri tubuh wanita pendiam itu sehingga sudah pasti muncul tanda tanya begitu besar di kepala mereka semua, sebab mereka tidak bisa menebak dan sekarang baru Tina menyadari bahwa penyakit Yuli memang ada yang aneh dan mereka tidak bisa memecahkan begitu saja tanpa meminta bantuan dari orang yang paham tentang hal gaib.
Tapi di sini Nando malah bersikeras bahwa itu semua hanya halusinasi belaka dan mengatakan Tina mulai terhasut dengan hal yang tidak benar, terlebih tadi Tina sangat keras kepala dan mengatakan bahwa di perjalanan mereka menemukan sebuah hutan rimbun sehingga sampai tersesat dan Niko bersama dengan yang lain belum bisa keluar dari sana.
"Sudah cukup, aku tidak ingin mendengar omong kosong itu lagi!" Nando langsung membentak ketika Tina baru saja datang mendekat.
"Oke kalau kamu memang tidak percaya dengan hutan yang aku katakan, namun setidaknya kau bergegas ke rumah sakit untuk melihat keadaan Yuli." geram Tina.
"Yudith masih ketakutan seperti itu sehingga aku tidak bisa meninggalkan dia." ujar Nando memberikan alasan.
"Tidak usah anak yang Kau jadikan tumbal saat ini, sedangkan tadi malam saja kau pergi tanpa memikirkan mereka berdua!" Tina kembali emosi.
"Kak, sudah cukup ini semua karena aku sangat lelah." Nando tidak ingin berbicara dan dia justru berjalan masuk ke dalam kamar.
"Nando! Yuli itu istrimu dan dia membutuhkan kau saat ini untuk mengurus dia." teriak Tina dengan emosi begitu besar.
"Apa selama ini kau tidak pernah melihat bahwa yang mengurus dia itu adalah aku?" Nando berbalik dan menatap Tina dengan tatapan tajam.
"Itu sudah kewajiban dirimu sebagai seorang suami, dan sekarang juga kau berkewajiban untuk mencari Yuli." tegas Tina.
Namun Nando hanya menghelai nafas panjang seolah dia sudah begitu muak dengan keadaan yang sedang di hadapi saat ini, Tina semakin marah karena semakin yakin bahwa ada sesuatu yang telah Nanda sembunyikan sehingga dia mulai merasa enggan untuk bersama dengan Yuli.
"Jangan bilang bahwa kau yang sudah membuat Yuli sakit seperti itu!" Tina malah langsung menuding Nando.
"Di mana otak mu?!" Nando membentak dan menunjuk kening Tina.
"Jaga sopan santun mu! aku berbicara seperti ini karena sikap mu semakin aneh saja." Tina tak kalah garang.
"Kau sama sekali tidak menyadari bahwa aku ini juga lelah? aku lelah karena bekerja dan kemudian masih harus mengurus keadaan Yuli di rumah!" Nando memberikan alasan kepada Tina.
"Itu adalah tanggung jawab yang harus kau pikul, saat dia sehat maka kau bisa menikmati sehingga saat dia sakit kau juga harus mengurus dia." nasihat Tina.
Namun tentu saja orang seperti Nando ini tidak bisa sama sekali untuk di nasehati sehingga walau Tina berbicara sampai berbuih pun dia sama sekali tidak mau mendengar, hanya membuang tenaga saja karena memang Nando tidak akan pernah mau mendengar yang orang lain katakan selagi dia belum menyadari sendiri tentang perasaan itu.
"Tante kita berdua saja yang mencari Mama lagi." Yudith muncul dan kali ini dia sudah bersih karena usai mandi.
"Iya, nanti kalau matahari sudah muncul kita akan pergi untuk mencari Mama ya." Tina berbicara lembut kepada sang keponakan.
"Kasihan Mama yang tersesat di dalam hutan itu." isak Yudith menangis pilu.
"Kau dengar apa yang anak mu ini katakan? Kau boleh mengatakan aku halusinasi tapi kau setidaknya harus mendengar apa yang Yudith katakan!" Tina menatap Nando kembali.
"Aku adalah pria dewasa sehingga aku tahu trik yang kau mainkan itu, pasti kau sengaja menyuruh Yudith untuk berbicara demikian agar aku percaya." elak Nando karena dia tetap berprinsip pada kepercayaan diri.
"PAPA JAHAT!" Yudith berteriak nyaring karena dia mulai emosi.
"Yudith dengarkan Papa sekarang, kamu pergi masuk ke dalam kamar dan istirahat!" Nando berusaha untuk menahan emosi yang ada di dalam diri.
"Tidak mau, aku mau cari Mama!" tolak Yudith secara langsung.
Mendengar sang anak melakukan penolakan seperti itu maka sudah pasti Nando akan semakin marah saja kepada Tina, malah yang ada dia semakin menganggap bahwa Tina sudah menghasut Yudith dengan sangat berhasil sehingga sekarang bocah itu sama sekali tidak mau mendengarkan apa yang dia katakan.
"Kau lihat ini, Kak? Yudith itu hanya bocah dan dia tidak akan mengatakan bila orang lain tidak berpesan seperti itu." Nando tetap menuduh Tina.
"Terserah kau mau mengatakan apa saat ini tapi yang jelas saat aku pergi nanti kau harus ikut, agar mata mu itu bisa menyaksikan secara langsung." geram Tina.
Setelah berbicara demikian maka Tina langsung pergi masuk ke dalam kamar untuk menidurkan terlebih dahulu Yudith, sebab kasihan juga bocah kecil itu karena dia sejak sore tidak bisa tidur karena menjaga Yuli di dalam kamar dan menyaksikan semua apa yang telah terjadi di kamar itu sampai detik ini juga.
Selamat sore besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
kenapa sendal jepit ga di ajak masuk aja sih mak... biar dia kapok...