NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Kristal

Pendekar Pedang Kristal

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Balas Dendam / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Chen Kai menyaksikan kehancuran Klan Kristal dengan kedua matanya sendiri.Namun pelakunya bukan musuh… melainkan kakaknya sendiri.

Seolah kematian sekali belum cukup, ia dipaksa tenggelam dalam ilusi—menyaksikan pembantaian itu seribu kali, tanpa bisa berteriak, tanpa bisa mati.

Sejak hari itu, hidup Chen Kai hanya memiliki satu tujuan yaitu balas dendam.Ia menapaki jalan berdarah, mengejar bayangan sang kakak,mengasah kebencian sebagai kekuatan untuk bertahan hidup.

Namun, semakin dekat ia pada kebenaran,semakin retak keyakinannya.Karena di balik pembantaian Klan Kristal,tersimpan rahasia yang tak pernah ia bayangkan—sebuah kebenaran yang mungkin akan menghancurkan dendam itu sendiri.

Saat semuanya terungkap…

siapakah sebenarnya yang pantas disebut monster?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Pecahnya Kristal Keabadian(2)

​Suara peluit melengking itu belum hilang gema-nya saat langit di atas Puncak Langit Utara tiba-tiba terbelah oleh sambaran petir hitam. Sesosok pria mendarat dengan dentuman yang menggetarkan seluruh puncak gunung, menciptakan kawah sedalam dua meter di tengah hamparan salju.

​Pria itu mengenakan jubah baja hitam legam dengan topeng gagak yang menutupi seluruh wajahnya. Auranya sangat berbeda dari tiga pemburu sebelumnya; ini adalah aura seseorang yang sudah menginjakkan kaki di Ranah Jiwa Sejati Tahap 9.

​"Komandan Gagak Hitam..." rintih pemimpin pemburu yang terluka, wajahnya menunjukkan secercah harapan.

​"Tiga orang profesional gagal menghabisi satu bocah dan satu tabib rendahan," suara Komandan itu berat dan mengandung getaran Qi yang menindas. "Kalian benar-benar memalukan."

​Chen Kai menatap pria itu tanpa berkedip. Ia merasakan tekanan berat di pundaknya, seolah-olah ada gunung yang sedang menindihnya. "Jiwa Sejati Tahap 9. Selisih empat tingkat dariku." batinnya. Tangannya mencengkeram gagang pedang hingga buku jarinya memutih.

​"Tuan Chen Kai, lari!" Lin Xia berteriak dari kejauhan. "Dia terlalu kuat! Kau tidak bisa melawannya sendirian!"

​Komandan Gagak Hitam melirik ke arah Lin Xia. "Gadis yang berisik." Ia mengangkat tangannya, dan sebuah cakram energi hitam melesat ke arah Lin Xia dengan kecepatan suara.

​"JANGAN!"

​Chen Kai meledakkan seluruh Qi-nya. Dalam satu kedipan mata, ia muncul di depan Lin Xia dan menangkis cakram itu dengan Pedang Kristal Abadi.

​PANG!

​Benturan itu begitu keras hingga Chen Kai terlempar mundur, kakinya terseret di salju sejauh lima meter. Tangannya gemetar hebat, dan darah mulai merembes dari sela-sela telapak tangannya yang robek akibat getaran energi tadi.

​"Melindungi beban hanya akan mempercepat kematianmu, Nak." ucap sang Komandan sambil berjalan mendekat dengan santai.

​Chen Kai mengusap darah di sudut bibirnya. Matanya yang tadinya biru jernih perlahan berubah menjadi biru gelap yang pekat, hampir mendekati hitam. Rambutnya berkibar liar meski tidak ada angin.

​"Beban?" Chen Kai tertawa dingin, sebuah tawa yang terdengar asing bagi Lin Xia. "Dia bukan beban. Dia adalah alasan kenapa aku tidak akan membiarkanmu meninggalkan gunung ini hidup-hidup."

​Chen Kai menusukkan Pedang Kristal Abadi ke tanah. "Larangan Terlarang Klan Kristal: Manifestasi Neraka Es!"

​Seketika, tanah di sekitar mereka membeku secara absolut. Kristal-kristal es raksasa mencuat dari bawah tanah seperti taring naga, mengurung Komandan Gagak Hitam di tengah-tengah labirin kristal yang tajam.

​"Hanya ini?" sang Komandan menghantamkan tinjunya ke udara, menghancurkan kristal-kristal itu. Namun, ia terkejut saat melihat Chen Kai sudah berada di depannya dengan posisi pedang yang aneh.

​"Ini untuk ayah dan ibuku." desis Chen Kai.

​"Seni Pedang Rahasia: Tebasan Arus Kristal Abadi!"

​Bilah pedang Chen Kai menghilang, berubah menjadi ribuan helai benang cahaya biru yang menyayat segala arah. Sang Komandan berteriak saat baju zirah bajanya robek seperti kertas. Ia mencoba membalas dengan pukulan energi hitam, tapi Chen Kai bergerak seperti hantu, muncul dan menghilang di antara pecahan kristal.

​Lin Xia tidak tinggal diam. Ia tahu Chen Kai sedang mempertaruhkan nyawanya dengan menggunakan teknik terlarang yang menguras umur. Ia segera mengeluarkan Inti Kristal Es yang mereka dapatkan tadi.

​"Tuan Chen Kai! Tangkap!" Lin Xia melemparkan inti kristal itu ke tengah medan tempur.

​Chen Kai menangkap inti itu di udara dan langsung menghancurkannya dengan tangan kosong. Energi murni dari Raja Serigala Salju terserap masuk ke dalam tubuhnya secara paksa. Pembuluh darah di wajah Chen Kai menonjol, matanya mengeluarkan cahaya biru yang menyilaukan.

​"MATI KAU, KEPARAT!"

​Chen Kai melesat maju, pedangnya memancarkan cahaya yang sanggup membelah badai salju.

​CRASHHH!

​Pedang Kristal Abadi menembus tepat di tengah dada sang Komandan, menembus baju zirah bajanya dan keluar dari punggungnya. Darah menyembur deras, namun kali ini langsung membeku sebelum menyentuh tanah.

​"B-bagaimana mungkin... Jiwa Sejati Tahap 5... bisa..." sang Komandan terbatuk darah, matanya melotot tidak percaya sebelum akhirnya seluruh tubuhnya membeku menjadi patung es kristal.

​Chen Kai menarik pedangnya. Patung es itu retak dan hancur menjadi debu putih.

​Hening.

​Chen Kai terhuyung-huyung. Teknik terlarang dan penyerapan inti kristal secara paksa telah menghancurkan meridiannya dari dalam. Ia jatuh berlutut, pedangnya terlepas dari genggamannya.

​Lin Xia berlari mendekat, ia segera memeluk tubuh Chen Kai yang terasa sedingin mayat. "Tuan Chen Kai! Bertahanlah! Kumohon jangan mati!"

​Lin Xia mulai menyalurkan seluruh energi penyembuhannya, air matanya jatuh mengenai pipi Chen Kai yang pucat. Rasa hangat dari air mata dan energi Lin Xia perlahan meredam rasa sakit yang membakar di dalam tubuh Chen Kai.

​"Jangan menangis..." bisik Chen Kai sangat pelan, matanya perlahan menutup. "Kau... berisik sekali..."

​Chen Kai pun pingsan di pangkuan Lin Xia, di bawah langit malam Puncak Langit Utara yang kini kembali tenang, meninggalkan tumpukan mayat dan rahasia besar yang baru saja dimulai.

1
Nanik S
apakah mereka sampai ke Kuil Langit
YANI AHMAD
baru tau ada kultivator pake ketapel 😅😅
YANI AHMAD
good job Thor 😍😍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hancurken 🔥🦀
Etan Ballideeg Bloodo
Sasuke
Nanik S
Kia... membangkitkan Mayat..
Nanik S
Kai... mereka mau memakan kita
Nanik S
Mengganggu Lin Kia
Nanik S
Kisah yang mengharukan
Nanik S
KXia sudah mulai Normal hatinya
Nanik S
Kai... betapa pusingnya mengajari Xia
Nanik S
Lin Xia... jiwanya sudah orang lain
Nanik S
Pengganggu harus disingkirkan
Nanik S
Cuuuuuus
Nanik S
Apakah Lin Xia akan sadar kembali
Nanik S
Boneka mayat
Nanik S
Semoga Lin Xia sedikit demi sedikit bisa mengingat
Nanik S
Kai... kenapa memaksakan diri membuat Lin Xia bangkit
Nanik S
Kia... kenapa jadi hantu
Nanik S
Apakah Dia akan menjadi Iblis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!