NovelToon NovelToon
Ketika Sahabatku, Merebut Suamiku

Ketika Sahabatku, Merebut Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Pelakor jahat / Nikah Kontrak
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Dalam dunia bisnis yang kejam, Alara Davina—seorang desainer berbakat—terjebak dalam pernikahan kontrak dengan Nathan Erlangga, CEO dingin yang menyimpan luka masa lalu. Yang Alara tidak tahu, wanita yang selama ini ia anggap sahabat—Kiara Anjani—adalah cinta pertama Nathan yang kembali untuk merebut segalanya.

Ketika pengkhianatan datang dari orang terdekat, air mata menjadi teman, dan hati yang rapuh harus memilih. Bertahan dalam cinta yang menyakitkan, atau pergi dengan luka yang tak pernah sembuh.

*Cinta sejati bukan tentang siapa yang datang pertama, tapi siapa yang bertahan hingga akhir.*

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Jahat Dimulai

Tiga hari setelah Mahira tau soal kehamilan Naura, semuanya berubah. Mahira tiba tiba jadi super perhatian, nelpon Naura setiap hari, ngajak main, ngajak jalan jalan, kayak sahabat terbaik yang pernah ada.

Dan Naura yang kesepian, yang ga punya temen lain, yang butuh seseorang buat ngobrol, Naura nerima semua ajakan Mahira dengan seneng hati.

Gak tau bahaya yang mengintai, gak tau sahabatnya sendiri lagi nyusun rencana buat bunuh bayinya.

Hari pertama Mahira ngajak Naura ke mall, jalan jalan biasa, belanja baju, makan di food court, normal banget. Naura seneng, akhirnya ada yang nemenin, ada yang peduli.

Hari kedua Mahira ngajak Naura ke museum yang ada di lantai tiga gedung tua, harus naik tangga kayu yang berderit setiap dilangkahin.

"Kamu yakin mau naik tangga ini?" Naura ngeliat tangga yang keliatan rapuh.

"Ayolah Naura, museumnya bagus banget, sayang kalau ga liat." Mahira narik tangan Naura.

Naura ngikut meski deg degan, tangan pegangan erat erat di pegangan tangga yang goyang-goyang.

Mereka sampe di atas dengan selamat, Mahira senyum tipis, belum waktunya.

Hari ketiga Mahira ngajak Naura hiking di gunung kecil di pinggiran Jakarta.

"Hiking? aku gak pernah hiking Mahira." Naura ragu.

"Gak papa, ini gunung kecil kok, cuma sejam naik, pemandangannya cantik banget, kamu pasti suka, lagian olahraga ringan bagus buat kesehatan." Mahira bilang sambil senyum manis.

Naura mikir sebentar, sebenernya dia ga boleh olahraga berat karena lagi hamil muda, tapi Mahira bilang ini olahraga ringan, hiking gunung kecil, harusnya aman kan?

"Oke deh, tapi pelan-pelan ya."

"Tentu!"

Mereka berangkat pagi pagi, Mahira jemput Naura pake mobilnya, perjalanan sejam ke kaki gunung. Di sana udah ada beberapa orang yang mau hiking juga, kebanyakan anak muda dengan peralatan lengkap.

Mahira dan Naura cuma bawa air minum sama tas kecil. Mulai naik jam delapan pagi, awalnya jalurnya masih gampang, tanah datar dengan bebatuan kecil.

Tapi makin ke atas makin curam, makin licin karena masih basah dari hujan semalam. Naura mulai capek, napasnya tersengal sengal.

"Mahira, aku capek. Istirahat dulu yuk." Naura berhenti sambil pegangan di pohon.

"Udah deket kok, lima menit lagi sampe puncak, ayolah sedikit lagi!" Mahira nyemangatin.

Naura napas panjang, lanjutin jalan meski kaki udah lemes banget. Ada satu bagian yang jalannya sangat curam dengan bebatuan licin, harus pegangan akar pohon buat naik.

Mahira naik duluan dengan gampang, keliatan terbiasa. Naura ngikutin tapi tangannya gemetar, kaki ga kuat.

"Hati hati Naura, pegang akar yang kuat!" Mahira teriak dari atas.

Naura pegang akar, narik badannya ke atas, tapi kakinya keselip.

"AAHHH!" Naura hampir jatuh tapi tangannya masih pegangan akar.

Jantungnya berhenti sebentar, bayangin kalau dia jatuh, dan bayinya...

"NAURA!" Mahira teriak, turun cepet bantuin Naura. "Kamu gak apa-apa?"

"A-aku hampir jatuh," Naura gemetar parah.

Mahira bantuin Naura naik, megang tangannya erat. Tapi di mata Mahira ada kilatan kecewa. Kilatan yang gak Naura liat karena Naura lagi fokus nahan napas.

Hampir.

Hampir berhasil.

Tapi belum, mereka sampe puncak dengan selamat, Naura langsung duduk di bebatuan sambil napas berat.

"Kamu gak apa-apa?" Mahira duduk di samping sambil kasih air minum.

"Iya, cuma capek aja." Naura minum banyak banget.

Mahira menatap Naura sambil mikir, rencana pertama gagal, harus coba cara lain.

***

Seminggu kemudian Mahira ngajak Naura lagi. Kali ini ke sebuah kafe aesthetic yang lagi hits di sosmed, tempatnya di lantai tiga bangunan tua yang direnovasi jadi kafe vintage.

"Tempatnya instagramable banget Naura! kamu harus liat!" Mahira nelpon dengan excited.

"Oke deh, aku ikut."

Jam dua siang mereka sampe di kafe itu, bangunan tua dengan cat putih kusam, ada tangga melingkar dari besi yang naik ke lantai atas, tangganya sempit dengan pegangan yang berkarat.

Naura ngeliat tangga itu dengan was was. "Kok tangganya keliatan bahaya ya."

"Gak bahaya kok, aku udah pernah kesini, aman." Mahira duluan naik.

Naura ngikutin dengan pelan pelan, tangan pegangan erat di pegangan besi yang dingin. Tangga melingkar bikin Naura pusing, dia harus lihat kebawah berkali kali biar ga salah langkah.

Sampe lantai dua, Mahira nengok ke bawah. "Kamu gak apa-apa?"

"Iya, aku ikut kok."

Lanjut ke lantai tiga, tangga makin sempit, makin curam. Anak tangga yang ada di bagian belokan licin banget karena sering dilewatin orang.

Naura melangkah hati-hati, hampir sampe lantai tiga. Tinggal lima anak tangga lagi, Mahira ada di atas, berdiri di bibir tangga sambil nunggu Naura.

Naura naik satu anak tangga.

Dua.

Tiga.

Empat.

Pas di anak tangga kelima yang paling deket sama Mahira. Mahira gerakan tangannya. Keliatan kayak gak sengaja, tangannya nyenggol tas Naura yang dipikul di bahu.

Tas bergeser. Naura kehilangan keseimbangan sebentar.

"AH!" Naura oleng ke belakang.

Tangan Naura lepas dari pegangan, badan mulai jatuh ke belakang. Waktu kayak berjalan lambat banget. Naura ngeliat mata Mahira yang menatapnya, mata yang dingin, mata yang seneng?

Tapi dalam sepersekian detik tangan Naura berhasil nangkep pegangan lagi, tubuhnya tertahan dan gak jatuh.

Naura berdiri dengan napas tersengal sengal, jantung berdegup kenceng banget, tangan gemetar pegang pegangan.

"Oh my god Naura! kamu hampir jatuh! kamu ga apa apa?!" Mahira langsung bantuin Naura naik, ekspresinya panic yang perfect.

"A-aku gak apa-apa," Naura masih shock

"Maafin aku, aku ga sengaja nyenggol tas kamu, aku ga liat, maaf banget Naura." Mahira memeluk Naura erat.

Tapi Naura ngerasa ada yang janggal, cara Mahira nyenggol tasnya tadi keliatan sengaja. Tapi mungkin Naura yang terlalu sensitive, mungkin emang gak sengaja. Mahira kan sahabatnya, gak mungkin Mahira mau nyakitin Naura.

"Gak papa kok Mahira, aku yang kurang hati hati." Naura nyoba senyum meski jantungnya masih belum normal.

Mereka masuk ke kafe, duduk di meja deket jendela. Mahira pesen makanan dan minuman, ngobrol ringan kayak ga terjadi apa apa. Tapi sepanjang ngobrol, Naura ngerasa gak nyaman. Ada sesuatu di mata Mahira yang bikin Naura merinding, sesuatu yang gak bisa Naura jelasin.

***

Sore itu pas Naura pulang ke mansion, dia langsung naik ke kamar dan berbaring. Tangan mengelus perutnya yang masih rata.

"Kamu ga apa apa kan sayang," dia berbisik. "Mama hampir jatuh tadi, tapi alhamdulillah kita selamat."

Air matanya keluar, Naura ngerasa takut banget. Sejak Mahira tau dia hamil, kok kejadian kejadian berbahaya terus terjadi. Hampir jatuh waktu hiking, hampir terpeleset di tangga kafe.

Apa ini kebetulan?

Atau...

Naura menggeleng keras, gak mungkin Mahira sahabatnya... Mahira gak akan nyakitin dia.

Tapi kenapa hati Naura berbisik sesuatu yang berbeda?

Kenapa ada feeling yang bilang Naura harus hati hati?

Naura ngambil ponselnya, mau nelpon Layvin. Tapi dia urungkan, mau bilang apa? bilang dia curiga sama sahabatnya sendiri? kedengeran gila. Naura simpen ponselnya lagi, berbaring sambil memeluk bantal.

"Aku harus lebih hati hati," dia berbisik. "Harus jaga diri lebih baik, demi kamu sayang."

***

Yang Naura gak tau, di tempat lain Layvin lagi duduk di mobilnya yang parkir di seberang kafe tadi. Dia ikutin Naura dan Mahira dari mansion. Ikutin kemana mereka pergi, karena Layvin punya feeling ga enak sejak dia tau Mahira sering banget ngajak Naura keluar akhir akhir ini.

Dan feeling Layvin bener, dia liat dari bawah pas Naura hampir jatuh di tangga. Dia liat Mahira nyenggol tas Naura. Dan yang paling bikin Layvin merinding. Dia liat ekspresi Mahira sedetik sebelum Naura berhasil pegangan lagi.

Ekspresi kecewa, ekspresi yang nunjukin Mahira pengen Naura jatuh.

"Sialan!" Layvin ngomong sendiri sambil ?menggenggam setir keras.

Mahira lagi nyoba bikin Naura celaka, Mahira lagi nyusun rencana jahat, dan Naura yang polos gak sadar apa-apa. Layvin ngambil ponselnya, nelpon Keysa.

"Keysa, kita harus ketemu sekarang, urgent."

"Kenapa? ada apa?"

"Mahira, dia lagi nyoba nyakitin Nyonya Naura, aku baru liat sendiri, kita harus lakuin sesuatu sebelum terlambat."

Hening sebentar.

"Aku ke kantor sekarang, tunggu aku."

Layvin nyalain mesin mobil, bawa mobilnya balik ke kantor dengan kecepatan tinggi. Dia harus lindungin Naura, harus memastikan Mahira gak berhasil dengan rencana jahatnya. Karena Layvin tau sekarang, Mahira bukan cuma mau rebut Nathan. Mahira mau merusak Naura, atau lebih parahnya. Mahira mau membunuh Naura.

Dan Layvin ga akan biarin itu terjadi, apapun yang terjadi dia akan lindungi Naura. Wanita yang tanpa dia sadari udah masuk terlalu dalam di hatinya. Wanita yang harusnya bukan siapa-siapa, tapi sekarang jadi segalanya.

1
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Sumiyatun Martoyo
aassssw
Queen of Mafia: Apaan tuh?🤔
total 1 replies
Masitoh Masitoh
rsjin2 upnya thor
Queen of Mafia: iya, siap kak🙏🙏
total 1 replies
Alina Bams
ceweknya terlalu lemah thor dan mudah di bodohin
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Isma Nayla
kenapa sih naura gk pergi aja thor
ada laki2 lain yg perhatian dn menjaga,kenapa gk sm laki2 itu
lagian nathan jg selingkuh lbh baik naura pergi menjauh dari nathan.
Queen of Mafia: rintangan dikit kak/Shy/
total 1 replies
Isma Nayla
klu sdh tau suami kayak gtu,mendingan tinggalin sj.
daripd sakit hati tiap hari.
suami yg blm lepas dr masa lalunya gk akn percaya sm omongan istri sah nya.
buat apa tetap cinta dn bertahan.
pergi,cari kebahagiaanmu bersama anakmu sj
Fitri Yani
saraff memang Mahira
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Masitoh Masitoh
kasihan bumil terlalu rapuh masih bertahan
Masitoh Masitoh
semangat authorr💪💪
Queen of Mafia: mkasih kak🙏
total 1 replies
Fitri Yani
sering sering up
Queen of Mafia: siap kak☺🙏
total 1 replies
Masitoh Masitoh
rajin up dong author..kelamaan nunggu
Queen of Mafia: hehe maaf ya kak☺
total 1 replies
Masitoh Masitoh
semoga Naura baik2 saja..pergi mulakan hidup baru..buat nathan menyesal
Queen of Mafia: jangan bertahan dengan laki2 seperti Nathan ya kak🤭
total 1 replies
falea sezi
pergi jauh naura
Esma Sihombing
cerita kehidupan yg sangat menarik
Queen of Mafia: mkasih kak🙏
total 1 replies
Fitri Yani
pergi aza Naura untuk menjaga kewarasan mu,dan bayi mu, buat Nathan menyesal
falea sezi
minta cerai aja dan pergi jauh biarkan penghianat bersatu nanti jg karma Tuhan yg berjalan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!