NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Di hari pernikahannya, Farhan Bashir Akhtar dipermalukan oleh calon istrinya yang kabur tanpa penjelasan. Sejak saat itu, Farhan menutup rapat pintu hatinya dan menganggap cinta sebagai luka yang menyakitkan. Ia tumbuh menjadi CEO arogan yang dingin pada setiap perempuan.

Hingga sang ayah menjodohkannya dengan Kinara Hasya Dzafina—gadis sederhana yang tumbuh dalam lingkungan pesantren. Pertemuan mereka bagai dua dunia yang bertolak belakang. Farhan menolak terikat pada cinta, sementara Kinara hanya ingin menjadi istri yang baik untuknya.

Dalam pernikahan tanpa rasa cinta itu, mampukah Kinara mencairkan hati sang CEO yang membeku? Atau justru keduanya akan tenggelam dalam luka masa lalu yang belum terobati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Saat Kinara mendekat, Farhan menatapnya sekilas. Tidak mengatakan apa pun. Tidak menghibur perasaan istrinya yang sedih karena harus berpisah dengan kedua orang tuanya, maupun tidak mengucapkan selamat tinggal pada orang tua istrinya.

Ia hanya membuka pintu mobil dan menyuruh Kinara masuk ke dalam dengan ekspresinya yang dingin.

“Masuklah.” perintah Farhan dengan singkat, datar dan tanpa emosi. Tapi justru karena itulah, dada Kinara terasa sesak. Ia mengangguk sopan ke arah orang tuanya sekali lagi sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil.

Pintu mobil pun akhirnya tertutup. Dan dalam sekejap, dunia Kinara terasa berubah.

Perjalanan keluar kota mulai terasa begitu panjang sejak mobil Farhan melaju meninggalkan gerbang pesantren. Bangunan pondok pesantren itu perlahan menghilang dari pandangan, digantikan dengan jalanan gelap dan suara mesin mobil yang stabil.

Di dalam mobil, suasananya terasa beku.

Farhan duduk tegak dengan wajah serius. Di tangannya, sebuah iPad menyala terang. Jarinya bergerak cepat, membuka laporan keuangan, membaca grafik, membalas email dari para klien penting perusahaan. Tidak ada satu detik pun ia berhenti.

Seolah ia sedang melakukan hal paling penting di dunia dan istrinya yang duduk tepat di sebelahnya, hanyalah sebuah pajangan.

Kinara menatapnya sesekali, sambil memainkan ujung kerudungnya. Dada gadis itu berdebar kencang sejak tadi, tetapi ia berusaha keras untuk tidak menunjukkan rasa kikuknya.

“Sabarlah, Kinara. Dia suamimu sekarang. Kamu harus belajar memahaminya.” bisik Kinara dalam hati.

Namun tetap saja, Farhan di sampingnya tampak begitu asing. Bahkan terasa makin jauh. Suaminya itu sama sekali tidak menyapanya, mengajaknya mengobrol ataupun ada usaha untuk mengenalnya. Hanya suara iPad dan napas Farhan yang berat, seolah sedang menahan banyak hal.

Mobil terus melaju. Melewati jalan raya yang ramai. Sesekali Kinara melihat ke luar jendela, mencoba menenangkan dirinya, meski hatinya terasa kosong.

“Dua jam. Aku harus melewati dua jam perjalanan seperti ini.” ucap Kinara dalam hatinya.

Farhan akhirnya menutup iPad nya setelah hampir satu setengah jam ia tenggelam dalam dunianya sendiri. Ia bersandar ke kursinya, memijat batang hidungnya. Lalu menghela napas panjang, napas yang menunjukkan kalau pikirannya sedang penuh.

Tanpa menoleh sedikit pun, ia bertanya,

“Kamu capek?”

Suara itu terdengar datar, dingin, namun anehnya, pertanyaan itu tetap membuat Kinara tersentak pelan hingga membuatnya

menelan ludah.

“Sedikit.”

“Hmm.”

Itu saja. Lalu Farhan kembali terdiam. Kinara menunduk, merasa dirinya seperti berbicara pada dinding.

Langit semakin gelap ketika mobil akhirnya berhenti di depan sebuah gerbang besar yang terbuka perlahan. Kinara memandang keluar dari jendela dan matanya membesar karena terkejut. Sebuah rumah megah berdiri di depan mereka. Bukan seperti rumah biasa. Bukan pula seperti rumah keluarga Akhtar yang sempat ia lihat dalam foto yang ditunjukkan oleh Abinya.

Rumah ini berbeda. Mewah, modern, dengan lampu-lampu taman kecil yang membuatnya terlihat hangat.

“Ini rumah siapa?” gumam Kinara.

Namun Farhan lebih terkejut lagi. Ia langsung mendongak dari posisinya dengan alisnya yang mengerut tajam.

“Aku tidak tahu, tapi yang jelas ini bukan kediaman ku.” desisnya rendah.

Mobil berhenti sepenuhnya. Sopir turun dan bergegas menghampiri pintu mereka. Farhan keluar duluan sambil memandang sekeliling dengan wajah tidak suka.

“Apa-apaan ini?” gerutunya.

Kinara ikut turun perlahan, berdiri di samping mobil sambil menatap rumah itu dengan bingung.

“Tuan Farhan, sesuai permintaan pak Ardhan, saya diminta mengantar Tuan dan Nyonya ke sini setelah acara selesai.” ucap sopir itu yang membuat Farhan memicingkan matanya dengan tajam.

“Permintaan siapa?”

“Pak Ardhan, Tuan.”

Wajah Farhan langsung mengeras.

“Untuk apa ayah menyuruhmu membawa aku ke sini? Aku nggak pernah nyuruh. Seharusnya kau bawa kami pulang ke rumah keluarga Akhtar.”

“Maaf, Tuan…” sopir itu menelan ludah. “Pak Ardhan meminta saya memastikan Tuan dan Nyonya tinggal di rumah ini mulai malam ini.”

Farhan membeku, sementara Kinara memandang suaminya dengan takut. Membuat Sopir itu melanjutkan perkataannya dengan suaranya yang semakin pelan,

“Rumah ini adalah hadiah pernikahan dari pak Ardhan untuk Tuan dan Nyonya.”

Farhan merasa dadanya seperti diinjak. Rahangnya mengeras begitu rupa hingga ada garis tajam yang terlihat di pipinya.

“Hadiah pernikahan?” ulang Farhan dengan nada setengah tidak percaya, setengah ingin meledak.

Sopir mengangguk cepat.

“Iya, Tuan. Beliau bilang, Biarkan mereka memulai hidup baru mereka di tempat yang baru. Dan beliau memerintahkan saya untuk langsung mengantar ke sini tanpa memberi tahu Tuan sebelumnya.”

Farhan menghembuskan napas kasar dari hidungnya.

“Sial.”

Ia memutar badan, berjalan menjauh sambil merogoh ponselnya dari saku. “Sebenarnya apa yang ingin ayah lakukan padaku dan juga Kinara?!”

Ia menekan nomor yang sudah dihafalnya dengan gerakan cepat dan penuh amarah. Sementara Kinara berdiri kaku di samping mobil, memegang ujung kerudungnya dengan kedua tangan. Ia tidak tahu harus apa. Ia tidak tahu harus berkata apa.

Ia hanya melihat punggung Farhan yang tegang dan mendengarkan suara laki-laki itu yang meledak-ledak,

“Ayah! Maksud Ayah apa menyuruh sopir nganterin Farhan dan Kinara ke rumah ini?!”

Suara Farhan menggema keras di halaman rumah mewah itu. Emosi, marah, tidak percaya—semuanya bercampur menjadi satu. Pak Ardhan yang mendengar amarah dari putranya, berusaha membuatnya mengerti.

"Ayah melakukan ini demi kebaikan kamu, Farhan. Selama ini kamu selalu menjauh dari wanita dan menganggap mereka sebagai penghancur. Tapi kau harus tahu nak, kalau tidak semua wanita bersikap seperti itu. Dan ayah mencoba untuk membuatmu mengerti dengan membiarkanmu dan juga Kinara tinggal serumah, yang terpisah dengan kami." Ucap pak Ardhan yang membuat Farhan menghela napas dengan berat.

"Ayah benar benar membuatku kecewa, ayah selalu melakukan yang ayah mau tanpa bertanya kepadaku apakah aku menginginkannya atau tidak." Ucap Farhan dengan penuh kekecewaan.

Farhan masih memegang ponselnya, rahangnya mengeras sampai ototnya terlihat dari samping. Napasnya naik turun dengan cepat, seperti seseorang yang berusaha keras menahan badai yang sudah terlanjur meledak di dalam dadanya. Ia menutup telepon itu tanpa memberi kesempatan ayahnya bicara lebih lanjut.

Beberapa detik setelah panggilan terputus, keheningan malam seperti menampar seluruh halaman rumah yang luas itu. Angin malam bergerak pelan menerpa pepohonan kecil di halaman, tapi Farhan berdiri kaku seperti patung marmer yang siap retak kapan saja.

Kinara hanya bisa berdiri diam di dekat mobil, memeluk lengan bajunya sendiri. Ia tidak berani bergerak, tidak berani mengeluarkan suara. Jantungnya berdetak cepat. Ia melihat suaminya memalingkan wajahnya dari ponsel dan menatap ke arahnya.

Tatapan itu terlihat dingin, kosong, tapi anehnya penuh pergolakan batin di baliknya yang membuat Kinara refleks menunduk.

1
Ghiffari Zaka
uh dasar Buto ijo,semoga kamu CPT pergi aja lok gak km hancur aja dech sampai GK da muka buat nongol di depan Farhan...awas aja km nyenggol Kinara bs celaka km di buat author🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
masyaallah...AQ terharu Thor,bgt gigihnya Kirana,dan bgt kuatnya dia ttp setia walau tau suaminya dlm keadaan rapuh se x pun🥰🥰🥰
Anis Widayanti
ikut panik 🤭
Inooy
kesedihan seorang ayah ketika melihat anak2 nya tidak bisa kluar dr masa lalu yg membelenggu nya...
tidak ada seorang ayah ato seorang ibu yg akan tenang hidup nya jika anak2 nya belum mendapatkan pendamping hidup nya,,karena sejati nya orangtua akan lebih tenang jika anak2 nya udh memiliki kehidupan nya masing2..dengan kata lain anak2 udh memiliki pendamping hidup nya, karena hanya pendamping hidup lah yg akan membersamai anak2 nya sampe tua nanti...
Anis Widayanti
bagus..
ceritanya hidup.
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: terima kasih bintang limanya kak 🙏😍
total 1 replies
Inooy
baru aq buka nih cerita nya setelah aq simpan,,mudah2an cerita nya menarik sampe akhir..karena jujur klo cerita nya g menarik aq langsung skip...udh banyak cerita yg aq skip karena alur nya suka melenceng dn feel nya kadang2 g kluar 🤭
mudah2an d sini mah aq lanjut teroos sampe akhir, soal nya d bab awal udh menarik cerita nya...
Inooy: siaaap kakaaa..🙏
total 2 replies
Ghiffari Zaka
lah...AQ makin GK tau aja gmn si farhan ini,atau dia cmn putra2 pula ya cinta ma istrinya??🤦🤦
Ghiffari Zaka
ih dasar si Buto ijo....GK da malu2nya,emang muka tembok dia,sok pede bngt dia msh ngarep ma farhan🤦🤦🤦🤦
Ghiffari Zaka
jadi ragu nih sm Farhan......awas loh benci itu artinya benar2 cinta,apa iya km ud GK cinta?? tp kok km masih emosi gini yak????
Ghiffari Zaka
tp AQ suka dech Farhan,AQ suka km yg tegas GK terpengaruh,AQ suka km yg konsisten dlm ber komitmen,dan AQ suka km ketika saat seperti ini msh ingat akan istrimu🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Ghiffari Zaka
ud Farhan GK usah lama2 usir aja,dan kasih peringatan os karyawanmu untuk GK izhinkan dia msk LG ke kantor mu,jangan bertele2 nnt setan msh goda km loh.....
Ghiffari Zaka
serius nnt2 Farhan GK tergoda,ah lanjut lah Thor.....
Ghiffari Zaka
hah...lanjut thooor ..AQ ud GK sabar mau lihat kelanjutannya,apa Farhan msh mau menerima Dilla LG atau GK,lok terima lgi,siap2 ya author kehilangan AQ,😂😂😂😂 maaf Thor...banyak ngancem,soalnya nasib mereka ada di tangan mu🙏🙏🙏🙏
Ghiffari Zaka
thooooor...awas ya lok author buat mereka balikan kg,AQ GK mau kasih like LG,AQ bakal mogok like sama GK mau kasih subscribe ya thoor...🤭🤭🤭🙏🙏🙏,pokoknya AQ ngambek,kan kasihan Kinara to thoor,ud berkorban bgt besar loh dia,ah emboh lah...pokoknya AQ ngancem dech😢😢😢😢
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: gak bakalan balikan kok kak mereka, tenang aja🤭
total 1 replies
Ghiffari Zaka
nah loh Buto ijo ud datang,semoga cinta Kirana dan Farhan kuat ya...jangan mudah di ganggu sm masa lalu yg udah nyakiti kalian🥰🥰🥰
Ghiffari Zaka
yaaah ud 6 bln aja,dan bentar lagi pasti ada Buto ijo yg datang buat ganggu ketenangan mereka,pliiis...lindungi mereka ya Thor....🙏🙏🙏🙏
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: pasti kak😄
total 1 replies
Anis Widayanti
ini yang namanya mencintai karena Allah 😍
Anis Widayanti
Farhan gengsinya yg terlalu besar...suatu saat akan runtuh
Anis Widayanti
bismillahirrahmanirrahim
niatkan karena Allah...semua ajan indah pada waktunya
Anis Widayanti
Masya Alloh...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!