-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.
Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.
Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.
Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.
Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.
“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 : KDRT
“Darimana saja kau ?!”
“Awh !! Apa-apaan sih kau ini !!”
Sherly menahan rasa sakit pada rambutnya yang dijambak oleh Vincent dengan keras. Sherly sedikit kaget, padahal di rumah Sherly juga akan di berikan perilaku buruk, karena aduan yang tidak-tidak dari Aluna. Tapi disini ?? Dia pergi sekalipun, tetap mendapatkan perilaku tidak enak !
“Keluyuran setiap malam !! Kemana saja kau berada ?! Kerja dimana ?! Jangan-jangan kau menjual tubuhmu pada orang lain ?!”
“Jangan sembarangan menuduhku, bukti apa yang kau miliki sehingga menuduhku yang tidak-tidak ?!”
“Seharusnya kau di rumah menjaga Aluna ?! Apa kau tahu, saat aku tinggal sendiri, dia hampir terjatuh dari tangga ?! Jika terjadi sesuatu pada anak itu aku tidak akan memaafkanmu !!”
Gila !! Aku gak ada di rumah aja, masih disalahin, ceraiin aku aja udah !! Ceraiin !! Batin Sherly dengan kesal, meskipun masih merasakan sakit karena rambutnya masih di tarik oleh Vincent, mana lelaki itu berteriak di dekatnya, membuat telinga Sherly berdengung.
“Udah gak papa kok, Vincent.. Ini bukan salah Kak Sherly..” Ujar Aluna sok polos seperti biasanya, Sherly tidak memperdulikan Aluna, terserah saja wanita jadi-jadian itu berbicara apa.
“Sudahlah Vincent, tidak ada gunanya kau berbicara dengan wanita sampah yang tidak berguna itu, sebaiknya kau lindungi Aluna.” Ujar Cath dengan sinis, semenjak di ketahui jika Sherly tidak bisa hamil, atau mandul, wanita itu menyebut menantunya dengan sebutan sampah.
“Pfftt.. Lucu sekali ya, tahu jika begini aku seharusnya menolak menikah denganmu. Hanya karena aku mandul, di katakan sampah ?? Bahkan oleh seorang perempuan ?? Kau tahu, Vincent.. Apa yang lebih sampah dari kondisi mandul ?? Mulut ibumu, jauh lebih rendah daripada sampah.” Ujar Sherly terkekeh, menahan rasa sakit di rambutnya.
Perkataan itu membuat Vincent semakin kesal, dan mengepalkan tangannya marah. Cath terkejut dengan perkataan Sherly, biasanya wanita itu hanya akan memohon, dan meminta maaf tapi disini ?? Dia membalikkan ucapannya.
“Kau sialan !!”
Milo sebenarnya ingin membantu Sherly, tapi atasannya Vincent, memberikan tatapan tajam seakan memaksanya untuk tetap di tempat dan tidak melakukan apapun.
“Kenapa ?? Memang benarkan ?? Perkataan yang keluar dari mulut, itu adalah sampah yang sesungguhnya. Dan kata-kata berasal dari hati, itu berarti.. Kalimat sampah keluar dari-” Sherly tersenyum kecil saat melihat emosi Vincent yang semakin tersulut.
Toh apa bedanya, dia diam atau tidak, keduanya akan mendapatkan hajaran dari Vincent, setidaknya Sherly ingin membuktikan dirinya berani berbicara, dan melindungi dirinya sendiri. Sambil sedikit memberikan fakta yang menyakitkan untuk mereka semua.
“Cukup !!!”
...
“Permisi, aku kemari ingin menyerahkan dompet yang- Astaga Sherly !!!”
Jeremy tidak melihat adanya penjaga, jadi dia masuk ke dalam rumah membawa dompet, sekaligus ingin memeriksa wanitanya. Hingga matanya menatap ke arah depan, Sherly berada di bawah lantai, dengan bekas pukulan dan darah mengalir dari kepalanya.
Vincent yang berdiri di depan Sherly juga terkejut dengan kehadiran Jeremy.
Jeremy langsung berlari, menolong Sherly, dia langsung duduk di bawah, menolong Sherly yang penuh dengan bekas luka berwarna biru dan merah, di wajahnya. Sherly terkejut melihat Jeremy, terlihat dari balik mata light hazel. Sherly bisa melihat tatapan penuh kekhawatiran.
“Sherly.. Kau baik-baik saja ?? Astaga kau berdarah !! Ayo kita ke rumah sakit !!”
“Tidak perlu- Kya !!” Sherly terkejut, saat Jeremy langsung mengangkat tubuhnya secara tiba-tiba, bahkan Sherly memegang bahu Jeremy, karena takut akan terjatuh. Tapi Jeremy terlihat sangat panik, sehingga dia tidak memperdulikan pandangan penuh tanda tanya, terutama dari Vincent.
Segera Jeremy menggendong Sherly keluar rumah, dan saat di depan pintu mobil, Jeremy tiba-tiba terdiam sejenak, Sherly merasa tidak enak karena membuat Jeremy merasa khawatir.
“Aku bisa jalan sendiri, Jeremy..”
“....”
“jer..”
“Aku sudah katakan, untuk tidak kembali ke rumah itu. Kau terlalu keras kepala Sherly !!” Ujar Jeremy dengan sedikit kesal, Sherly menundukkan kepalanya.
“A.. Aku hanya khawatir, jika terlalu lama pergi, karena statusku masih-”
“Besok aku uruskan surat perceraian untukmu !! Kau harus bercerai !! KDRT sudah tidak bisa dimaafkan Sherly, perselingkuhan, KDRT ?! Sampai kapan kau mau bertahan ?!”
Sherly menundukkan kepalanya, Jeremy menghela nafasnya berat.
“Maafkan aku.. Aku.. Aku hanya takut.. Aku tidak bisa melihatmu terluka begitu saja..” Ujar Jeremy, menyadari dirinya terlalu menaikkan nada bicaranya kepada Sherly, wanita itu mengangkat kepalanya tersenyum kecil.
“Aku tahu kau tidak bermaksud, aku hanya luka kecil. Kau bisa obati di rumah-”
“Tidak, kita ke rumah sakit !! Aku ingin memeriksa seluruh kondisi tubuhmu !!” Ujar Jeremy dengan tegas, membuat Sherly menghela nafasnya berat.
“Baiklah..”
“Jika sampai terjadi sesuatu yang parah, aku akan menuntut Vincent dan memenjarakannya !!” Ujar Jeremy dengan dingin, membuat Sherly hanya bisa mengiyakan saja perkataan Jeremy, ya mau bagaimana lagi. Sepertinya peperangan dengan Vincent akan dimulai saat ini.
...
“Anda tidak perlu khawatir.. Aku tidak menemukan luka parah, hanya beberapa memar, dan cidera ringan, tapi tidak mempengaruhi apapun.” Ujar Dokter bernama Rachel itu tersenyum ke arah Jeremy.
Rachel adalah teman Jeremy, yang memang satu kuliah dengannya. Rachel adalah laki-laki muda berusia 30 tahun, setara dengan Jeremy. Sementara Sherly (MC) berusia 23 tahun saat ini.
“Begitu... Baguslah, aku lega.”
“Tapi.. Kenapa dia terluka sangat parah ?? Apakah dia mendapatkan kekerasan fisik ??”
Jeremy menganggukkan kepalanya, “Ya, dia mendapatkan kekerasan fisik dari suaminya. Aku akan membantu wanita itu mengurus surat perceraian.”
Rachel terdiam sejenak, “Dia.. Sudah memiliki suami ??”
Jeremy menaikkan alisnya bingung dengan perubahan nada suara dari Rachel, “Ya Kenapa ??”
“Tapi.. Dia sedang hamil muda, apakah kau yakin bisa membantunya bercerai ??” Ujar Rachel dengan serius, membuat mata Jeremy membulatkan matanya sempurna.
“Hamil.. ??”
“Iya.”
“YESSS !!! BERHASIL !! DIA HAMIL ANAKKU !!”
“Hey !! Hey !! Ssstt !! Pelankan suaramu !! Astaga Tuhan !!”
Jeremy terkekeh kecil, ya mau bagaimana lagi dia terlampaui senang saat ini, tapi tunggu.. Ini baru tiga hari, dirinya dan Sherly berhubungan badan, bagaimana ?? Jangan-jangan Sherly hamil anak Vincent ??
“Tapi kami berdua, berhubungan badan tiga hari yang lalu, bagaimana Sherly bisa dinyatakan hamil ?? Kau bercanda, bukan ??”
Rachel membulatkan matanya, “Apa kau waras ?? Mengaku berhubungan badan dengan istri orang di hadapan dokter ??” Ujar Rachel setengah tidak percaya dengan tindakan sahabatnya itu, ya dia tahu. Jeremy anak yang nakal, tapi.. Berhubungan badan dengan istri orang ?? Dan dia bangga ?! Oh Tuhan, apa dosa Rachel dipertemukan dengan lelaki gila seperti Jeremy.
“Sudahlah !! Jelaskan saja, bagaimana dia bisa hamil hanya dengan waktu tiga hari ?! Ataukah.. Karena sel spermaku terlalu unggul ??” Ujar Jeremy dengan bangga.
“Itu bisa terjadi, karena kalian melakukannya saat di masa-masa subur !! Kau pikir sel sperma membutuhkan waktu seminggu hanya untuk masuk pada sel telur ?! Dan aku memeriksa, jika kondisinya masih sangat muda baru beberapa hari.”
“Begitu ?? Berarti Sherly juga luar biasa.” Ujar Jeremy tersenyum, dirinya mendengar jika Sherly dihina mandul, dan di katakan sampah. Sekarang kita lihat, siapa yang sampah sebenarnya.
🌟🌟🌟🌟
Untuk sumber ya, kalau memang bisa dinyatakan hamil setelah 3 hari berhubungan badan, btw masih muda banget kok kehamilan Sherly.
Kalau untuk tanda-tanda dari si perempuan memang 2 - 3 minggu, tapi disini belum ada tanda dari Sherly. Kebetulan aja di bawa ke rumah sakit, dan di cek ternyata udah ada benihnya.
Gitu aja, tolong kerjasamanya ya.. Meskipun kedengaran mustahil, ada bukti ilmiahnya kok 😊😊
Atau perlu video dari dokter ??
..