NovelToon NovelToon
PACARKU GADIS PEMBURU HANTU

PACARKU GADIS PEMBURU HANTU

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Iblis / Mata Batin / Hantu
Popularitas:193.9k
Nilai: 5
Nama Author: S. Mia. t

Lintang Arum gadis berusia 20 tahun putri dari Dio Fandi Prdika dan Hanifah Azzahra.
Lintang Arum bukan gadis remaja biasa, ia lahir dengan kemampuan khusus, kemampuan yang tidak di miliki oleh manusia pada umumnya.
Lintang bisa melihat dan berinteraksi dengan makhluk astral, bahkan bisa memusnahkan Meraka menjadi abu.
Bersama Arin sahabatnya putri dari Reyhan, keduanya menjelajahi dunia lain, dan membasmi hantu - hantu yang jahat yang ingin mencelekai manusia yang tak bersalah.
Rayyandra Manggala seorang Casanova yang memiliki banyak kekasih, yang tak pernah percaya dengan dunia mistis atau dunia perhantuan dan selalu berfikir realistis.
Setelah pertemuannya dengan Lintang dunianya langsung jungkir balik, apalagi setelah nyawanya hampir melayang akibat dari makhluk yang tak kasat mata.

Selanjutnya saksi kan kisah keduanya ya.....dukung selalu karya author ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAU ITU LAGI

Setelah melihat makhluk itu lenyap dari pandangan nya dan pria itu sudah aman , Lintang langsung melepas pelukannya dan kemudain berlari ke arah restoran kembali.

Rain hanya terpaku melihat seorang gadis yang berlari setelah memeluknya.

" Rain apa yang kamu lakukan di sini, siapa wanita itu?" tanya Fajar yang sudah berada di belakang Rain.

Rain masih diam dan tatapannya masih menatap kearah lorong dimana Lintang berlari.

" Rain ..." ucap Fajar dan sambil menepuk bahu Rain.

" Apa .." ucap Rain terkejut.

" Siapa wanita itu, kamu sudah dapat gantinya Monica.

" Wanita tadi...aku tidak tahu siapa dia, dia memanggil ku dan langsung memelukku "'ucap Rain.

Fajar mengeryitkan dahinya.

" Serius, aku tidak kenal dia, wajahnya saja aku tidak tahu " ucap Rain.

Fajar masih menatap wajah Rain dengan penuh pertanyaan.

" Sudah lah, mungkin dia salah orang, makanya saat kamu memanggil namaku dia langsung kabur dan berlari pergi, mungkin ia malu telah salah memeluk orang, kamu tunggu di sini sebentar, aku mau ke kamar mandi dulu " ucap Rain dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.

Di kamar mandi setelah Rain buang air kecil, ia menatap dirinya di cermin dan kemudian meraba bahunya.

" Bahuku rasanya ringan sekali, sudah tidak begal dan berat seperti tadi, syukurlah... mungkin memang aku butuh vitamin untuk menjaga kesehatanku " gumam Rain dan kemudian mencuci tangannya .

Rain menghirup dalam-dalam bau yang berada di kemejanya.

" Harum sekali, harumnya sangat menenangkan jiwanya, Parfum apa yang di pakai oleh wanita itu " gumam Rain kembali.

" Sudah selesai Rain ?" tanya Fajar saat melihat Rain keluar dari kamar mandi.

" Hemm...kita ke kantor dulu Jar, aku mau ganti baju dulu sebelum ke rumah sakit " ucap Rain.

Fajar mengangguk dan kemudian keduanya berjalan meninggalkan mall itu.

**

" Dari mana kamu sayang, apa ada sesuatu yang terjadi ?" tanya Janita neneknya Lintang.

" tidak ada apa-apa Necan ( nenek cantik ), ayo kita pulang, aku nggak mau Kegan ( kakek ganteng) marahin lintang karena bawa Necan kabur, Lintang juga harus kerumah sakit sore ini " ucap Lintang sambil memasukkan ponselnya ke dalam tasnya dan kemudian meraih tangan neneknya dan kemudian meninggalkan restoran itu setelah membayar makanannya.

Setelah menurunkan nenek nya Lintang langsung menjemput Arin untuk pergi ke rumah sakit.

Lintang dan Arin kini berada di dalam mobil yang menuju ke rumah sakit.

" Lintang tugasmu sudah selesai ?" tanya Arin.

" Belum " sahut Lintang santai.

" Kebiasaan, kita akan menyerahkan nanti malam pada Profesor Husein, kamu mau dapat surat peringatan di hari pertama kita magang " ucap Arin sambil berdecak kesal.

" Ck..santai saja " ucap Lintang.

" Santai kepalamu, kalau sampai Om Dio dan Tante Hanifah tahu, kamu bakal di kirim ke hutan wingit " ucap Arin.

" Bagus dong, sekalian kita KKN di sana " ucap Lintang.

" Lintang Arum serius lah, jika kamu nggak mengerjakan tugas, yang lain akan kena imbasnya Lin, kelompok kita akan mendapatkan sanksi, dan akan sulit untuk mendapatkan rumah sakit untuk kita magang, apa kamu nggak kasihan sama mereka, mereka tidak semuanya punya uang seperti kita Lin, lihatlah Nanda dan Bayu ia harus Kuliah sambil bekerja paruh waktu, Mereka harus bekerja keras untuk mencapai cita-citanya dan keinginan mereka untuk mengangkat derajat orang tuanya, mereka sudah belajar dan bekerja begitu keras hingga bisa sampai di titik ini, apa kamu tega menghancurkan impian mereka, kita satu kelompok Lin, satu berulah yang lain pasti kena, dan kamu pasti dengar bagaimana Profesor Husein, dia di kenal sangat disiplin dan tak pernah mendengar alasan apapun, karena itu memang menyangkut nyawa seseorang " ucap Arin panjang lebar.

Lintang hanya mendengarkan petuah dari Arin sambil menyetir mobilnya di keramaian kota.

" Lin..."

" iya aku dengar nenek-nenek cerewet, lihatlah di kursi belakang " ucap santai Lintang.

Arin menoleh ke belakang dan ia bernafas lega saat melihat setumpuk kertas putih terongok di atas kursi belakang.

" Kenapa dari tadi nggak ngomong, capek tau ngomong panjang lebar kayak tadi, kamu pikir nggak perlu tenaga yang ekstra saat menyampaikan petuah seperti itu, sekarang perutku jadi lapar, di depan Sana berhentilah aku mau beli kebab, aku harus mengisi perutku dulu sebelum menghadapi Profesor Husein " ucap Arin kesal.

" Siapa suruh kamu berpetuah seperti tadi, kan kemarin sudah kubilang ' beres ' " ucap Lintang.

" Kata beresmu itu abu-abu Lin, Beres selesai atau beres mangkir lagi " ucap Arin.

Lintang menghentikan mobilnya di depan sebuah gerobak penjual kebab.

" Sudah sana, cepetan beli " seru Lintang.

" Uangnya mana ?"

" Kenapa pakai uangku " seru Lintang.

" Kamu yang membuat perutku lapar " ucap Arin.

" Situ yang ngomel-ngomel, giliran lapar aku yang kena, nih... sekalian belikan untuk Nanda dan yang lainnya " gerutu Lintang sambil menyerahkan empat lembar uang berwarna merah.

Arin tersenyum lebar.

" Ini baru orang kaya beneran bukan abal-abal, sekali minumnya kan ini "

" Hem..." Sahut Lintang.

******

Ke enam mahasiswa itu duduk di sebuah ruangan yang terdapat di rumah sakit Insan Mulia

Mereka adalah Lintang, Arin, Syifa, Bayu, Nanda dan Ivan, mereka duduk menunggu ke hadiran Profesor Husein.

Tak lama terdengar pintu terbuka dan muncullah seorang pria memakai snelli masuk ke dalam ruangan itu.

" Selamat Sore menjelang malam, perkenalkan saya dokter Danu assisten profesor Husein, maaf kalian harus datang ke sini pada sore ini, karena jadwal pagi hari sangat padat sekali, dan iya saat ini profesor Husein belum bisa menemui kalian, karena beliau masih ada operasi besar, dan untuk bimbingan kalian, sementara waktu akan saya handle dan juga ada rekan saya yang akan membimbing kalian satu bulan ke depan, namanya Dokter Rayyandra, sebentar lagi dia akan datat, bimbingan kalian akan di mulai jam 7, sementara waktu kalian bisa beristirahat dan beribadah dulu jika ada yang muslim di antara kalian, dan pelajarilah " ucap Dokter Danu sambil menyerahkan beberapa lembar kertas pada mereka.

" Oh iya, pelajari itu baik-baik, nanti Dokter Rayyandra yang akan memberi materi itu, ingat pelajari baik-baik, dokter Rayyandra tidak suka mengulang materi, jika dia bertanya kalian harus sudah tahu jawabannya, akan aku tinggal dulu kalian pelajari materi itu " Ucap Dokter Danu setelah itu ia meninggalkan ruangan itu.

" Gawat .." seru Ivan.

Semua yang ada di situ langsung menatap ke arah Ivan.

" Gawat kenapa Van ?" tanya Bayu.

" Apa kalian belum pernah dengar tentang Dokter Rayyandra?" ucap Ivan.

" Aku pernah dengar kalau dia Dokter yang paling dingin, dia lebih menakutkan dari Profesor Husein " ucap Nanda.

" Benar, dia adalah murid ke sayangan Profesor Husein, ia di kenal si tangan dingin dan si Arogan, kalau dia mau operasi maka dia akan melakukannya, tapi jika ia tak mau maka tak akan ada yang bisa membujuknya, bahkan profesor Husein pun tak mampu membujuknya, profesi Dokternya katanya hanyalah sampingan, ia lebih dikenal sebagai pengusaha bertangan dingin " ucap Ivan .

Ketiga gadis yang berada di situ saling beradu pandang setelah mendengar cerita teman prianya.

Tak lama terdengar suara Adzan Maghrib berkumandang.

Keenamnya langsung beranjak ke mushola yang ada di rumah sakit itu, Ivan yang beragama non muslim pun ikut karena ia tak mau sendirian di ruangan itu.

Di mushola rumah sakit Rain yang sedang duduk bersila di dalam mushola mencium bau yang tak asing, ia lantas menajamkan penciumannya dan kemudian ia mencium kemejanya.

" Seperti bau parfum gadis itu " gumam Rain.

####

Assalamualaikum readers HAPPY READING salam sehat selalu jangan lupa like dan komen dan jejak bintangnya.

Jangan lupa Subscribe author juga ya ...

1
V3
aku deg degan baca nya ,, ngebayangin pertempuran sengit antara Manusia dn Siluman
🤣
V3
Alhamdulillah ... smg TDK ada masalah spt ini lg.
si Wika psti syok stlh bangun ke dapur mlh lihat Monica dh JD mayat 🤣🤣
V3
si Monica mati donk ,,, JD judul nya Senjata Makan Nyonya 🤣🤣
V3
sumpah kak ini keren bgt ,, keren abis ,, aku baca nya sambil mengkhayal lg nonton film bioskop 🤣🤣
V3
hahaha ... benar kata Zayn kalau mereka spt JD Ghost Buster 🤣🤣
knp Bimo TDK di ikut sertakan untuk melawan para makhluk itu , kek 🤣
V3
si Zayn ada-ada ja deh ,, masa mlh nyebut 3 makhluk itu ktnya main trik sulap 🤣🤣🤦
V3
waalaikumsalam kak Mia 🤗
sihir nya sdh mulai beraksi nih PD Rain dan Lintang 😡🤬
Lili Suryani Yahya
makin penasaran deeeh
Eka 'aina
duuuhhh kasus suster Santi makin bikin penasaran, klo bukan dokter Hanafi yg bunuh dia trs siapa 🤔
Eka 'aina
pdhl itu semua mknn terenak rain drpd mknn restoran yg sering kamu mkn, seblak, bakso dan temen²nya itu mknn Ter the best 😀
🏡s⃝ᴿ . Incha
semakin penasaran lanjut thor
Faziana
Aih ...sombongnya Rain sama Maul ga kenal makanan kekinian seblak, cilok, bakso, mie ayam 🤭😄
vj'z tri
minta tulong ma besty ajjnlintang 🤭🤭🤭
Anonymous
Kasih mkanan pinggir jlan rian nya
Anonymous
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣cari teman sirain
Ima Kristina
Mungkinkah dokter Robi yang membunuh suster Santi
Ima Kristina
Wah horang kaya gak kenal makanan anak muda zaman now ....
juwita
knpa g minta bantuan sm pak Hafid sm kakek Aswin dn bunyut anwar lin
Eka 'aina
modus aja rain bilang aja pengen mkn siang di temenin lintang 😀, makin bikin penasaran
Eka 'aina
mksh kak Mia udh up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!