NovelToon NovelToon
Kontrak Rahim Sang CEO Miliarder

Kontrak Rahim Sang CEO Miliarder

Status: tamat
Genre:CEO / Showbiz / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

"Di dunia para penguasa, segalanya bisa dibeli—termasuk keturunan. Namun, apa jadinya jika rahim yang disewa justru membawa cinta yang tak terduga?"

Adrian Ardilwilaga adalah definisi sempurna dari kekuasaan dan kekayaan. Sebagai CEO Miliarder dari Ardilwilaga Group, ia memiliki segalanya, kecuali satu hal yang sangat dituntut oleh dinasti keluarganya: seorang pewaris. Pernikahannya dengan Maya Zieliński, wanita sosialita kelas atas yang anggun namun menyimpan rahasia kelam tentang kesehatannya, berada di ambang kehancuran karena tekanan sang mertua yang otoriter.

Demi menjaga status dan cinta Adrian, Maya merancang sebuah rencana nekat—sebuah kontrak rahim ilegal. Pilihan jatuh kepada Sasha Vukoja, seorang mahasiswi seni berbakat asal Polandia yang sedang terdesak kesulitan ekonomi. Sasha setuju untuk menjadi ibu pengganti, tanpa pernah menyangka bahwa ia akan jatuh hati pada sang pemberi kontrak.
Ketegangan memuncak saat Arthur, sang pangeran mahkota, lahir.Bagaimana kelanjutannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Garis yang Tak Tertaut

Rencana itu disusun Adrian dengan ketelitian yang nyaris sempurna. Ia memalsukan undangan pertemuan pemegang saham untuk sebuah proyek infrastruktur fiktif di Zurich, Swiss. Dari Zurich, ia hanya butuh penerbangan pendek menuju Warsawa. Di kepalanya, ia sudah menyusun skenario pertemuan itu: sebuah pelukan di bawah salju, kata maaf yang tulus, dan mungkin, sebuah janji untuk tidak lagi membiarkan jarak memisahkan mereka.

Namun, dunia tidak berputar sesuai keinginan Adrian Ardilwilaga.

Hanya dua jam sebelum keberangkatannya ke bandara, sebuah krisis pecah di salah satu anak perusahaan Ardilwilaga Group di Kalimantan. Kebakaran besar melanda kilang minyak utama, memaksa Adrian untuk membatalkan semua jadwal luar negerinya. Sebagai CEO, ia tidak punya pilihan. Ia harus terjun langsung ke lokasi ledakan untuk meredam kekacauan dan tuntutan publik.

Adrian berdiri di landasan pacu pribadi, menatap jetnya yang siap terbang tanpa dirinya. Ia meremas tiket pesawat di tangannya hingga hancur. Alam seolah-olah bersekutu dengan takdir untuk memutus benang yang menghubungkannya dengan Sasha. Kegagalan itu terasa lebih menyakitkan daripada kerugian miliaran rupiah yang sedang ia hadapi. Ia menyadari satu realitas pahit: ia mungkin memiliki sayap, tetapi ia tidak akan pernah benar-benar bebas dari rantai emas yang bernama tanggung jawab keluarga.

________________________________________

Sementara itu, di Warsawa, hidup tidak berhenti hanya karena seorang pria di Jakarta sedang merana. Sasha Vukoja telah berubah. Rambut pirang gelapnya kini dipotong lebih praktis, dan matanya yang dulu penuh kesedihan kini memancarkan fokus yang tajam. Ia tidak lagi duduk meratapi foto Arthur atau mengenang aroma Adrian.

Sasha telah menenggelamkan dirinya dalam studi restorasi seni di Academy of Fine Arts. Ia sering menghabiskan waktu hingga larut malam di laboratorium, dengan hati-hati membersihkan lukisan-lukisan tua dari abad ke-17. Baginya, memperbaiki kanvas yang robek adalah cara untuk menyembuhkan hatinya sendiri.

Suatu sore, seorang rekan kuliahnya bertanya, "Sasha, kenapa kamu bekerja begitu keras? Kamu sudah punya cukup uang dari... beasiswamu, bukan?"

Sasha tersenyum tipis sambil mengoleskan pelarut pada kuasnya. "Uang itu adalah masa lalu. Pekerjaan ini adalah masa depanku. Aku ingin menjadi seseorang yang dikenal karena kemampuannya, bukan karena rahasia yang ia simpan."

Sasha mulai membangun dinding yang tinggi. Ia mengganti nomor ponselnya, memutus semua akses komunikasi yang mungkin bisa digunakan Adrian untuk melacaknya. Bukan karena ia membenci Adrian, tetapi karena ia tahu bahwa mencintai pria itu adalah jalan buntu. Ia harus mengejar cita-citanya, menjadi seniman yang mandiri, dan membuktikan bahwa ia bukan sekadar "wadah" yang bisa disewa. Di Warsawa, ia adalah Sasha sang seniman, bukan Sasha sang ibu pengganti.

________________________________________

Di Jakarta, Maya menikmati kemenangan mutlaknya. Ia tidak buta; ia tahu Adrian tampak seperti raga tanpa jiwa. Ia tahu suaminya sering melamun dan menatap ke arah barat laut, ke arah Eropa. Namun, bagi Maya, itu tidak relevan.

Maya kini duduk di ruang bermain Arthur yang luas, memperhatikan bayi itu belajar merangkak. Baginya, pernikahan bukan lagi tentang asmara yang membara, melainkan tentang kemitraan strategis yang sukses.

"Terserah Mas mau mencintai siapa," gumam Maya sambil mencium pipi Arthur yang gembul. "Terserah hatimu tertinggal di Polandia atau di mana pun. Yang penting, pewaris Ardilwilaga ada di tanganku. Nama baik kita terjaga. Perusahaan ini punya masa depan."

Maya telah mencapai titik di mana ia tidak lagi peduli pada perasaan Adrian. Baginya, status sebagai Ibu Arthur adalah perisai tertingginya. Selama publik melihat mereka sebagai pasangan sempurna dan Arthur tumbuh sebagai pangeran mahkota, Maya merasa sudah menang. Ia telah mendapatkan apa yang ia inginkan: keamanan, kekuasaan, dan seorang anak yang secara hukum adalah miliknya seutuhnya.

Maya menyesap tehnya dengan anggun, menatap pantulan dirinya di cermin. Ia adalah sosok abu-abu yang telah menuntaskan misinya. Ia tidak menghancurkan Sasha, ia hanya mengembalikannya ke tempat asalnya. Ia tidak menceraikan Adrian, ia hanya membiarkan suaminya hidup dalam sangkar emosinya sendiri.

Malam itu, saat Adrian pulang dengan baju yang berbau asap dan wajah yang legam karena kelelahan, Maya hanya menyambutnya dengan laporan tentang perkembangan Arthur. Tak ada pertanyaan tentang Zurich, tak ada sindiran tentang Sasha. Maya sudah melewati fase cemburu. Ia kini berada di fase penguasaan penuh.

Adrian menatap Maya, lalu menatap Arthur yang tertidur lelap. Ia menyadari bahwa di istana ini, ia telah kalah. Sasha sudah pergi mengejar mimpinya, Maya sudah mendapatkan tahtanya, dan ia? Ia hanya seorang pria yang memiliki segalanya di tangan, namun tak memiliki apa pun di hati.

Dua insan yang dulu saling mendamba kini bergerak di orbit yang berbeda. Satu mengejar cahaya di Eropa, satu lagi mendekap kekuasaan di Jakarta. Dan di antara mereka, ada sebuah janji yang perlahan-lahan memudar, tertutup oleh debu waktu dan dinginnya realitas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!