NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Primordial

Takdir Kaisar Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:17.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Cincin Sang Tetua dan Tangga Kehendak Langit

​Angin bersiul kencang saat Lin Xuan melesat melintasi Hutan Iblis Azure. Setelah meninggalkan Kota Azure, ia melangkah tanpa beban. Kecepatan kultivator Pembentukan Fondasi tingkat 2 membuatnya mampu menempuh jarak ratusan mil hanya dalam setengah hari.

​Menjelang senja, Lin Xuan berhenti di sebuah gua tersembunyi di balik air terjun untuk beristirahat. Ia duduk bersila di atas batu yang lembab dan mengeluarkan cincin penyimpanan milik mendiang Tetua Agung Klan Lin.

​Dengan sedikit dorongan Qi Kekacauan, segel spiritual rapuh di cincin itu langsung hancur.

​"Mari kita lihat harta apa yang dikumpulkan rubah tua itu selama hidupnya," gumam Lin Xuan.

​Ia membalikkan cincin itu. Clang! Clang! Tumpukan koin emas kristal, puluhan botol pil spiritual tingkat rendah, beberapa gulungan teknik bela diri, dan sebuah peta usang jatuh berserakan di tanah.

​Di dalam Dantiannya, Sang Demon Venerable mendengus menghina. "Hanya sampah fana. Pil-pil ini penuh dengan kotoran racun erysipelas. Jika kau memakannya, Dantian Kekacauanmu mungkin akan memuntahkannya kembali karena jijik."

​"Setidaknya ada lima puluh ribu koin emas kristal. Ini cukup untuk biaya perjalananku," ucap Lin Xuan santai sambil memasukkan kembali koin-koin itu. Pandangannya kemudian jatuh pada peta usang yang terbuat dari kulit binatang spiritual.

​Peta itu menggambarkan lanskap seluruh Benua Azure. Di tengah-tengah benua, terdapat empat simbol pedang raksasa yang menyilang, menandakan wilayah kekuasaan absolut.

​"Sekte Pedang Bintang..." Sang Demon Venerable bergumam, suaranya tiba-tiba berubah sedikit serius. "Bocah, lihat ke arah utara dari simbol itu. Ada fluktuasi garis keturunan formasi kuno yang tersisa di peta ini. Jika tebakanku tidak salah, sekte fana ini dibangun di atas sebuah Makam Pedang Kuno (Ancient Sword Mound)."

​"Makam Pedang Kuno?" Mata Lin Xuan berbinar. Ia baru saja menghancurkan Pedang Angin Dingin miliknya dan sangat membutuhkan senjata yang mampu menahan kekuatan Qi Kekacauan.

​"Benar. Seni Pedang Bintang Jatuh Primordial yang kuberikan padamu masih belum lengkap tanpa Pedang Inti Bintang. Kau harus memasuki sekte itu, menyusup ke Makam Pedang mereka, dan menyerap Niat Pedang (Sword Intent) purba di sana untuk menyempurnakan teknikmu."

​Lin Xuan tersenyum penuh arti. "Sekte Pedang Bintang adalah satu dari Tiga Sekte Besar aliran lurus di Benua Azure. Syarat masuk mereka sangat ketat. Tapi kebetulan sekali... menurut rumor yang kudengar di paviliun teh, Ujian Penerimaan Murid Sepuluh Tahunan mereka akan diadakan minggu ini."

​Tanpa membuang waktu, Lin Xuan memejamkan mata dan menstabilkan kultivasinya semalaman. Keesokan paginya, ia kembali melesat ke arah utara. Reinkarnasi Sang Demon Venerable kini mengarahkan pandangannya ke panggung yang jauh lebih besar.

​Tiga hari kemudian.

​Gunung Pedang Surgawi menjulang tinggi menembus awan, puncaknya diselimuti kabut spiritual yang pekat bak negeri dongeng. Di kaki gunung tersebut, sebuah kota raksasa bernama Kota Bintang Jatuh dipenuhi lautan manusia.

​Puluhan ribu pemuda dan pemudi dari seluruh penjuru Benua Azure berkumpul di sini. Mereka adalah para jenius dari berbagai klan dan kerajaan, semuanya memiliki satu tujuan: melewati gerbang naga dan menjadi murid Sekte Pedang Bintang.

​Lin Xuan berdiri di tengah antrean panjang di alun-alun utama. Ia mengenakan jubah hitam sederhana dengan topi bambu yang sedikit menutupi wajahnya, menyembunyikan auranya hingga tampak seperti kultivator biasa di puncak Kondensasi Qi tingkat 6—tingkat rata-rata bagi para peserta ujian.

​"Minggir! Minggir! Tuan Muda Shen ingin lewat!"

​Sebuah suara nyaring yang congkak memecah keheningan antrean. Dari belakang, empat penjaga berbadan kekar membuka jalan secara paksa, mendorong para peserta ujian lain hingga terjatuh.

​Di tengah pengawalan itu, berjalan seorang pemuda bertubuh gemuk dengan pakaian sutra hijau yang dihiasi permata mahal. Jari-jarinya dipenuhi cincin giok, dan ia mengipas-ngipas wajahnya yang berkeringat dengan kipas bulu burung merak. Kultivasinya berada di Kondensasi Qi tingkat 7, namun langkah kakinya mengambang, jelas hasil dari tumpukan pil spiritual, bukan latihan keras.

​Pemuda gemuk itu berhenti tepat di sebelah Lin Xuan, yang menolak bergeser satu inci pun meski penjaga sudah mencoba mendorong bahunya.

​"Hei, penjaga! Ada apa ini? Kenapa berhenti?" pemuda gemuk itu mendongak, menatap Lin Xuan yang berdiri tegak bak gunung batu.

​"Tuan Muda Shen Jin, orang ini tidak mau menyingkir," lapor penjaga itu sambil mengertakkan gigi, mencoba mendorong Lin Xuan lagi, tapi entah mengapa pemuda berjubah hitam itu terasa seberat jangkar kapal.

​Shen Jin mendecakkan lidah, lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan sekantong emas. Ia melemparkannya ke dada Lin Xuan. "Sobat, ini seribu koin emas. Berikan tempat antreanmu padaku dan mundurlah ke belakang. Waktu Tuan Muda Shen ini sangat berharga."

​Lin Xuan tidak menangkap kantong itu. Ia membiarkannya jatuh ke tanah dengan suara gemerincing yang nyaring. Dari balik topi bambunya, sepasang mata kelabu menatap lurus ke arah Shen Jin.

​"Aku juga sedang menghargai waktuku. Ambil kembali koinmu sebelum aku mematahkan tangan penjagamu," ucap Lin Xuan datar.

​Suasana langsung menegang. Para peserta di sekitar mereka menahan napas. Pemuda gemuk ini adalah Shen Jin, putra dari Ketua Kamar Dagang Emas Benua Azure, faksi terkaya di benua ini! Menyinggungnya sama saja dengan mencari masalah besar.

​Shen Jin tertegun sejenak. Alih-alih marah, matanya yang sipit tiba-tiba berbinar terang. Ia mengangkat tangannya, menyuruh para penjaganya mundur.

​"Hahaha! Menarik! Karakter yang keras! Namaku Shen Jin. Siapa namamu, Saudara?" tawa pemuda gemuk itu, tiba-tiba bersikap sangat ramah.

​"Lin Xuan."

​"Saudara Lin, kau punya nyali! Sebagian besar orang di sini menjilat sepatuku saat melihat uang, tapi pedangmu tampaknya lebih tajam dari koin emasku," puji Shen Jin sambil menepuk perut buncitnya. "Baiklah, aku akan antre di belakangmu. Anggap saja kita berteman mulai sekarang!"

​Lin Xuan hanya mendengus pelan tanpa menjawab. Pemuda gemuk ini tampak bodoh, tapi matanya memancarkan kelicikan khas seorang pedagang. Shen Jin jelas tahu siapa yang bisa ia tindas dan siapa yang menyembunyikan taring.

​TENGGG!

​Suara lonceng perunggu raksasa bergema dari puncak gunung, menghentikan semua percakapan di alun-alun.

​Tiga sosok berjubah pedang putih turun dari langit dengan menginjak pedang terbang (Flying Sword). Mereka adalah para tetua pelaksana Ujian Sekte Pedang Bintang. Auranya yang luar biasa menekan puluhan ribu peserta hingga alun-alun menjadi hening mutlak.

​Tetua yang berada di tengah mengelus jenggot putihnya, menatap lautan manusia di bawah dengan pandangan tajam.

​"Ujian Penerimaan Sekte Pedang Bintang resmi dimulai!" suaranya menggelegar seperti guntur. "Kalian semua mungkin jenius di rumah kalian masing-masing. Tapi di sini, kalian harus membuktikan diri! Ujian tahap pertama: Tangga Kehendak Langit (Heavenly Will Stairway)!"

​Tetua itu melambaikan tangannya. Kabut tebal di belakang alun-alun tersibak, memperlihatkan sembilan ratus sembilan puluh sembilan anak tangga batu putih yang menanjak curam menuju gerbang sekte di atas awan.

​"Tangga ini ditekan oleh formasi Niat Pedang Leluhur. Semakin tinggi kalian naik, semakin kuat tekanan yang akan menghancurkan pikiran dan tubuh kalian. Hanya mereka yang bisa mencapai anak tangga ke-500 yang berhak menjadi Murid Luar. Mencapai anak tangga ke-800, kalian akan langsung menjadi Murid Dalam!"

​"Mulailah!"

​Ribuan pemuda langsung berhamburan maju layaknya kawanan kuda liar, berlomba-lomba menaiki tangga batu tersebut. Namun, tragedi langsung terjadi.

​Hanya dalam sepuluh anak tangga pertama, puluhan orang menjerit kesakitan, memuntahkan darah, dan terlempar ke bawah seolah ditabrak oleh palu godam tak kasat mata.

​Shen Jin menelan ludah melihat pemandangan horor itu. "Saudara Lin, sepertinya ini akan menguras keringat... Saudara Lin?"

​Saat Shen Jin menoleh, Lin Xuan sudah berjalan santai melewati gerbang awal. Tangannya masih berada di belakang punggung, langkahnya seringan bulu, seolah tekanan Niat Pedang yang membuat orang lain merangkak berdarah-darah itu hanyalah hembusan angin sepoi-sepoi baginya.

​Di dalam Dantiannya, Sang Demon Venerable tertawa meremehkan. "Tekanan kehendak pedang fana? Bocah, jangan buat aku tertawa. Teruslah berjalan. Biarkan sekte udik ini melihat apa arti sebenarnya dari seorang Penguasa Takdir!"

​Lin Xuan tersenyum tipis. Kakinya terus melangkah naik.

Anak tangga ke-100...

Anak tangga ke-300...

Anak tangga ke-500...

​Ia melewati para "jenius" yang terengah-engah dan merangkak di tanah dengan kecepatan konstan, sama sekali tidak berkeringat. Tak lama kemudian, sosok jubah hitamnya mulai menarik perhatian para tetua yang melayang di udara.

1
Nanik S
Pasti Lin Feng
Nanik S
Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan
Nanik S
Mantap sekali tampar giginya rontok
Nanik S
Hadir semoga menjadi cerita yang bagus
hahaahaha
Luar biasa
Fatur Fatur
cepat bantai jendral long teng dengan cara paling kejam thor ambil semua sumber dayanya
Fatur Fatur
cepat bantai chukang beserta keluarga dan leluhurnya thor serap semua kultivasi mereka untuk ranah kultivasi mcnya naik
Hendri Doenan
Hancuuuuuuurkaaaaaaaaan..
Aji Note
bagus
dan kalau bisa update nya jangan lama lama
MelodyStar
lagi 😆
Fatur Fatur
cepat bikin mcnya bantai kaisar itu dengan cara paling kejam bikin mcnya ambil alih Kekaisaran naga Azure thor bikin kaisar itu mengutuk putranya karena berani mengusik mcnya
Fatur Fatur
cepat bantai Kekaisaran naga Azure thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!