NovelToon NovelToon
Aturan Main Sang CEO

Aturan Main Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / CEO / Office Romance / Balas Dendam
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Lyra Graceva hanyalah seorang sekretaris teliti yang hidup dalam bayang-bayang trauma ibunya dan status "anak haram". Namun, dunianya runtuh sekaligus bangkit saat bosnya yang obsesif, Sean Nathaniel Elgar, menjeratnya dalam sebuah pernikahan kontrak yang berubah menjadi kepemilikan mutlak. Di balik gairah panas dan sikap posesif Sean, tersembunyi rahasia kelam masa lalu yang melibatkan kedua orang tua mereka. Lyra yang awalnya rapuh, bertransformasi menjadi "Ratu" yang dingin demi membalaskan dendam ibunya dan mengungkap kebenaran tentang asal-usulnya, sementara Sean bersumpah akan menghancurkan siapa pun—termasuk keluarganya sendiri—demi menjaga Lyra tetap di sisinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Rahasia yang Terkubur

Suasana di ruang makan utama Mansion Elgar sangat formal. Tuan Besar Elgar sengaja mengadakan jamuan makan malam khusus untuk menyambut Kirana, wanita yang telah menyelamatkan nyawanya. Martha (Nyonya Elgar) duduk dengan wajah kaku, dipaksa oleh mertuanya untuk bersikap sopan.

"Ibu, tenang saja. Aku di sini," bisik Lyra sambil menggenggam tangan ibunya di bawah meja.

Kirana tersenyum tipis, meski wajahnya nampak pucat. "Ibu hanya merasa tempat ini terlalu... besar untuk kita, Lyra."

"Tidak ada tempat yang terlalu besar untuk penyelamat nyawaku," sahut Tuan Besar Elgar dengan hangat dari ujung meja. "Di mana Edward? Kenapa dia terlambat?"

"Papa tahu sendiri, Edward baru pulang dari perjalanan bisnis di London. Dia sedang membersihkan diri," jawab Martha dengan nada datar.

Tak lama kemudian, langkah kaki terdengar menuruni tangga besar. Seorang pria paruh baya dengan setelan jas abu-abu gelap masuk ke ruangan. Wajahnya sangat mirip dengan Sean, namun dengan gari-garis wajah yang lebih dewasa.

"Maaf aku terlambat, Pa—"

Kalimat Edward Elgar terputus seketika saat matanya menangkap sosok wanita yang duduk di samping Lyra. Di sisi lain, Kirana yang baru saja mendongak, langsung membeku. Gelas air di tangannya terlepas, membasahi taplak meja putih yang mewah.

"Kirana?" suara Edward bergetar, nyaris tidak terdengar.

Kirana berdiri dengan tubuh gemetar hebat. Wajahnya yang semula tenang kini dipenuhi ketakutan dan luka yang mendalam. "Kau..."

"Kau mengenal tamu kehormatanku, Edward?" tanya Tuan Besar Elgar dengan kening berkerut.

Sean menatap ayahnya dan ibu mertuanya bergantian dengan mata menyipit. Aura di ruangan itu mendadak menjadi sangat menyesakkan.

"Ibu? Ada apa?" Lyra ikut berdiri, mencoba menenangkan Kirana yang tampak seperti akan pingsan.

"A-aku harus pergi... Lyra, kita harus pergi sekarang!" Kirana menarik tangan Lyra dengan panik, mengabaikan semua orang di sana.

"Tunggu, Kirana! Biarkan aku menjelaskan—" Edward melangkah maju, namun Sean langsung berdiri menghalangi jalannya.

"Menjelaskan apa, Papa?" tanya Sean dengan nada dingin yang mematikan. "Kenapa Papa menatap ibu mertuaku seolah Papa baru saja melihat hantu?"

Edward menatap putranya, lalu menatap Lyra dengan pandangan yang sulit diartikan—pandangan yang penuh dengan rasa bersalah dan... pencarian. "Kirana adalah... dia adalah masa laluku, Sean. Sebelum aku menikah dengan mamamu."

Martha berdiri dengan sentakan keras hingga kursinya terjatuh. "Apa?! Jadi dia wanita jalang yang kau tangisi selama bertahun-tahun itu, Edward?!"

"Jaga bicaramu, Martha!" bentak Edward.

Kirana menutup telinganya, air mata mengalir deras. "Kau berjanji akan kembali, Edward! Kau bilang kau mencintaiku, tapi kau menghilang setelah kau tahu aku... aku sedang..." Kirana tidak sanggup melanjutkan kalimatnya.

Dunia seolah berhenti berputar bagi Lyra. Ia menatap Edward, lalu menatap Sean. Wajah mereka memiliki kemiripan yang sangat kuat di bagian mata dan rahang. Pikiran buruk mulai merayap di benak Lyra, membuat seluruh tubuhnya mati rasa.

"Ibu... apa yang ibu bicarakan?" suara Lyra bergetar. "Apakah... apakah pria ini..."

"Lyra, jangan dengarkan!" teriak Kirana.

Tuan Besar Elgar terdiam dengan wajah pucat, menyadari kemungkinan mengerikan yang sedang terungkap. "Edward... katakan padaku. Berapa usia Lyra sekarang?"

"Dua puluh delapan, Pa," jawab Lyra dengan suara nyaris hilang.

Edward memejamkan mata, tangannya mengepal. "Waktu itu... aku meninggalkan Kirana tepat dua puluh sembilan tahun yang lalu karena dipaksa menikah dengan Martha oleh keluarga. Aku tidak tahu kalau Kirana sedang mengandung."

Hening yang mematikan.

Sean mencengkeram bahu Lyra, namun kali ini bukan dengan kepemilikan yang manis, melainkan dengan ketakutan yang nyata. "Tidak... itu tidak mungkin. Papa berbohong, kan?!"

"Sean, lihatlah wajahnya!" Martha berteriak histeris, menunjuk Lyra. "Dia memiliki mata yang sama denganmu, Edward! Kau mengkhianatiku dan sekarang anak harammu masuk ke rumah ini sebagai menantu?! Ini menjijikkan! Mereka bersaudara, Sean! Kau meniduri adikmu sendiri!"

"DIAM!" raung Sean. Ia menarik Lyra ke dalam pelukannya, seolah mencoba melindunginya dari kenyataan pahit itu. "Dia istriku! Dia bukan adikku! Aku tidak peduli dengan apa yang Papa lakukan dulu!"

Lyra mendorong dada Sean dengan sisa tenaganya. Wajahnya pucat pasi, matanya menunjukkan kehancuran yang total. "Sean... lepaskan aku. Jika itu benar... jika kita satu darah... semua yang kita lakukan semalam... itu adalah dosa besar..."

"Tidak, Lyra! Aku tidak percaya!" Sean mencoba meraih wajah Lyra, namun Lyra mundur selangkah, menatap ibunya yang sedang terisak di lantai.

"Ibu... jawab aku tulus. Siapa ayahku?" tanya Lyra dengan suara pecah.

Kirana hanya bisa menangis sesenggukan tanpa memberikan jawaban, yang justru menjadi jawaban paling mengerikan bagi semua orang di ruangan itu.

Sean menatap ayahnya dengan kebencian yang belum pernah ada sebelumnya. "Jika ini benar, aku tidak akan pernah memaafkanmu, Papa. Kau tidak hanya menghancurkan masa lalu wanita itu, tapi kau baru saja menghancurkan seluruh hidupku dan Lyra."

Malam itu, kemegahan Mansion Elgar berubah menjadi neraka. Di tengah badai rahasia yang terungkap, Sean Nathaniel Elgar berdiri di ambang kehancuran, menatap wanita yang sangat ia puja, yang kini mungkin menjadi wanita yang paling terlarang untuk ia sentuh.

1
aditya rian
sean punya sodara nih pasti...
umie chaby_ba
😍😍😍😍
Ariska Kamisa
semoga para pembaca menikmatinya ,
aditya rian
😍😍😍😍😍
Uthie
bakal nyesel gak tuhhh 😁
Uthie
coba mampir 👍
umie chaby_ba
ini penjahat bersahabat dengan penjahat..🫣🫣
umie chaby_ba
what? /Sob/
umie chaby_ba
lalu anak siapa??
umie chaby_ba
what??? apa jangan-jangan Lyra.... anak Edward?🫣
umie chaby_ba
waduh...
umie chaby_ba
oh... cinta pada pandang pertama 🤭
umie chaby_ba
🫣
umie chaby_ba
ulasan pertama /Good/
Rame sih ....
shack... shick.... shock..
cepet terungkapnya ... jebreet jebret...
umie chaby_ba
waah waah udah ada yang baru lagi ... tema posesif posesif gitu aku suka.... 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!