NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh
Popularitas:97.3k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea yang hidup sebatang kara pun memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota inilah Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

“Azalea—”

Suara itu datang tiba-tiba dan membuat Azalea terkejut. Tangannya refleks goyah. Sebuah panci besar yang berada di rak paling atas tergeser dan meluncur jatuh.

“Ah—!”

Dalam satu gerakan cepat, Enzo melangkah maju. Tubuhnya yang tinggi dan refleksnya yang sigap membuat tangannya berhasil menahan panci itu di ujung kabinet, tepat di kepala Enzo.

Panci itu berhenti, tidak jatuh. Sehingga tidak melukai siapa pun.

Azalea terdiam, napasnya tertahan. Enzo juga membeku.

Jarak mereka sangat dekat. Azalea bisa mencium aroma tubuh Enzo yang maskulin dan hangat.

Enzo masih berdiri mematung di hadapan Azalea. Jarak mereka terlalu dekat untuk sekadar disebut kebetulan. Napas Azalea yang tertahan terasa samar menyentuh dadanya. Mata mereka bertaut dan di saat itulah Enzo menyadari sesuatu yang selama ini luput dari perhatiannya.

Lensa mata Azalea berbeda dengan Jasmine. Jasmine memiliki sorot mata yang hangat dan teduh seperti senja. Sementara mata Azalea jernih dan dalam. Ada keteguhan di sana, seolah menyimpan ribuan luka yang telah dipeluknya sendiri dengan sabar.

Bulu mata Azalea lentik alami, tidak dibuat-buat. Ketika ia berkedip, ada getar halus yang entah kenapa membuat dada Enzo terasa sesak. Wajah itu memang mengingatkannya pada Jasmine garis hidung, senyum lembut, rahang yang sama-sama halus, namun Azalea bukan bayangan.

Sementara itu, Azalea sendiri nyaris lupa cara bernapas. Posisi sedekat ini jarang sekali ia alami. Terlebih dengan seorang pria. Terlebih dengan Enzo, suami kakaknya, sekaligus suaminya kini. Dadanya berdebar tak karuan. Ia ingin mundur, ingin memberi jarak, tetapi kakinya seperti membatu.

“Astagfirullah,” batin Azalea lirih.

“Daddy dan Mommy sedang apa?”

Suara Erza muncul tiba-tiba, memecah ketegangan yang menggantung di udara. Sekejap, kesadaran mereka berdua kembali.

Enzo tersentak. Kesadarannya buyar. Tangan yang sejak tadi menahan panci besar di rak atas kehilangan keseimbangan ketika ia mundur setengah langkah.

DOENG! DOENG!

Bunyi benturan logam terdengar keras dua kali.

“Aduuuuh!”

Seruan itu keluar hampir bersamaan dari mulut Enzo dan Azalea.

Panci besar itu menghantam kepala Enzo terlebih dahulu, tepat di bagian atas kening, lalu memantul dan mengenai pucuk kepala Azalea yang lebih pendek.

Erza menjerit kecil. Ia menutup sebelah mata, kedua tangannya menutup telinganya.

“Astaghfirullah, pasti sakit banget,” gumamnya ngeri. Azalea refleks mengusap pucuk kepalanya, meringis menahan nyeri.

Sementara Enzo memegang kepalanya dengan wajah menegang. Pusing dan perih menyerang bersamaan.

“Mas!” Azalea langsung menoleh. “Kepalamu ....”

Ia melihat benjolan sebesar telur puyuh mulai muncul, dan ada garis merah tipis, darah.

“Mas, kepalamu terluka,” ucap Azalea cemas.

Enzo meraba pelan. “Pantas saja terasa berdenyut.”

Tanpa berpikir panjang, Azalea menarik tangan Enzo. “Ayo. Aku obati.”

Nada suara Azalea tegas, refleks seorang perawat atau mungkin seorang ibu.

Kini Enzo duduk di sofa ruang keluarga. Azalea bergegas ke lemari kecil, mencari minyak untuk luka. Tangannya cekatan, tetapi matanya berkali-kali melirik ke arah Enzo, memastikan pria itu baik-baik saja.

Elora muncul dari arah lorong, berlari kecil lalu berhenti di depan Enzo. Mata bulatnya membesar.

“Daddy, kenapa?” tanyanya penuh perhatian. “Kepala Daddy jadi benjol.”

“Kepala Daddy ketimpa panci,” jawab Erza lebih dulu, nada suaranya sok dewasa.

Elora terperangah. “Kenapa bisa ketimpa panci?”

Enzo tersenyum tipis, menahan rasa perih. “Daddy mau bantu Mommy yang lagi ambil alat pembakaran.”

Kedua anak itu saling pandang. “Daddy baik,” ucap Elora polos.

Azalea kembali dengan botol minyak di tangan. Ia berdiri di depan Enzo, lalu berlutut agar sejajar dengan kepalanya.

“Mas, mungkin akan terasa perih,” kata Azalea lembut. “Tahan, ya.”

Enzo mengangguk pelan.

Azalea menuangkan sedikit minyak ke telapak tangannya, lalu mengoleskannya perlahan ke benjolan di kepala Enzo. Jemarinya hangat. Sentuhannya lembut. Untuk mengurangi rasa perih, ia meniup-niup pelan area yang diolesi.

Hembusan napas itu. Entah kenapa, membuat sekujur tubuh Enzo meremang. Perasaan itu asing dan sudah sangat lama tidak ia rasakan. Bukan sakitnya yang berkurang lebih dulu, melainkan denyut di dadanya yang berubah irama.

“Sudah,” ucap Azalea akhirnya, menarik tangannya perlahan. “Benjolannya tidak parah.”

Enzo menatapnya beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya. “Terima kasih.”

Azalea tersenyum kecil. “Sama-sama.”

Keheningan sejenak menyelimuti mereka. Lalu—

“Mommy,” Elora memiringkan kepalanya polos, “kok, luka Daddy enggak dicium biar cepat sembuh?”

Azalea tertegun.

Elora melanjutkan dengan wajah sangat serius, “Biasanya kan Mommy suka cium lukanya terus bilang, ‘biar cepat sembuh’.”

Erza tertawa kecil. “Iya. Pasti Mommy lupa.”

Dua orang dewasa itu membeku. Azalea merasakan wajahnya memanas. Jantungnya berdegup kencang. Ia menoleh ke Enzo. Pria itu juga tampak sama gugupnya.

“E-Elora ....” Azalea mencoba tersenyum.

Namun Elora sudah mendekat, menatap mereka penuh harap. “Kalau dicium, sembuhnya cepat,” katanya yakin.

Azalea menelan ludah. Ia ingin menolak, tapi tatapan polos Elora dan Erza membuatnya tak sanggup. Ini bukan soal romantis bagi anak-anak, ini soal kebiasaan, kasih sayang, dan rasa aman.

Dengan ragu, Azalea mendekat sedikit. Ia tidak menyentuh lama. Hanya mengecup sangat singkat—nyaris tak terasa—di dekat luka Enzo.

“Biar cepat sembuh,” ucap wanita berjilbab hitam itu lirih.

Detik itu juga, dunia Enzo seperti berhenti. Ciuman itu bukan tentang hasrat. Bukan tentang gairah. Ini tentang kehangatan. Tentang sesuatu yang pernah ia miliki, hilang, lalu kini kembali dengan cara yang sama sekali berbeda.

“Sekarang pasti sembuh,” seru Elora senang dan Erza mengangguk puas.

Azalea buru-buru mundur, dadanya naik turun.

Sementara Enzo terdiam, tangannya masih memegang sisi sofa, seolah mencari pegangan.

Mereka tidak mengatakan apa-apa lagi. Namun malam itu, di ruang keluarga yang sederhana, dengan anak-anak yang tersenyum puas sesuatu telah berubah.

Bukan lagi sekadar kewajiban atau sekadar peran. Melainkan perasaan yang perlahan tumbuh diam-diam, perlahan, dan mulai tak bisa diingkari.

***

Besok bab 20, berharap retensi bagus agar bisa lanjut terus ceritanya. Kalau retensi jelek, ya, bisa aku hapus atau aku buat tamat. Lelah, cuy 2 karya kemarin tidak sesuai harapan. Tapi, dilihat dari jumlah love (favorite) dan like yang terlalu jauh bedanya, kayaknya bakal zonk lagi.

1
Kar Genjreng
ga ngertia. Mak teroma dengan ayah' nya
yang pilih nikah lagi dengan orang kampung,,,jadi kalau orang kmpung semua menjijikan ya,,,anakmu suka dengan orang kampung 😇😇
Esther
luka masa lalu Elsa membuat dia menganggap wanita kampung kelakuannya sama dgn gundik ayahnya.
Gak semua seperti dalam bayanganmu Elsa, 2 menantu mu itu wanita kampung yang baik dan berkelas.

Apakah Elsa akan terluka karena kecelakaan ?
Nar Sih
semoga dgn kejadian kecelakaan ini mami elsa sdr klau punya menatu dri kampung itu blm tentu ngk baik ,
Eonnie Nurul
gak semua orang kampung kayak gundik bapakmu Elsa,bisa jadi bapak mu dulu kenak pelet 🤪
Dian Rahmawati
sweet nya Enzo
~Ni Inda~
Terbuat dari apa hatimu nek
Tdk tersentuh oleh pemandangan yg begitu menyejukkan
Rumah yg damai tanpa teriakan & suara benda pecah
Rumah yg tenang dlm sentuhan sholat & Qur'an
Hatimu hitam legam...lebih keras daripada batu bara
Semoga segera mendapat hidayah
Berapa lama lah lagi kau hidup di dunia ini...sdh tua tp hati msh terkunci mati
Yasmin Natasya
lanjut thor 😁🙏😍🤗
~Ni Inda~
Note !
Ada kepuasan tersendiri jika kita bisa memberi
Fa Yun
😍😍
Oma Gavin
bikin saja elsa mati atau cacat permanen biar tau rasanya tidak sempurna dan yg mau ngurusin hanya azalea
Kar Genjreng: jangan dong mending Mak Elsa saja biar nyadar anak anak masa depan nya masih panjang
total 3 replies
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Yulay Yuli
Setelah kecelakaan Mami Elsa sadar, betapa baiknya Azalea
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Meninggoy si mami Elsa..
Diana Dwiari
udah lebaran aja sih thor....jadi pengen segera lebaran nih..m😂😂
🌸Santi Suki🌸: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Gadis misterius
Nenek lmpir minta diseleding tuh
Yulay Yuli
udh lebaran Duluan y
Nar Sih
semoga habis lebaran ini enzo dan lea bisa seperti psngn suami istri separti org lain agar erza juga elora cpt punya adik lgi
Dewie
👍
Sun Rise
bgus
Kar Genjreng
Gengsi mamak masih meninggi kapan tu kira kira akan runtuh menjadi manusia
yang tidak angkuh dan somse,,, mungkin ketika badan sudah tak sanggup untuk bergerak atau ya semacamnya ,,,bukan mendoakan yat buruk Yo memang sudah buruk selalu merasa paling kaya paling cantik SE Bonbin mungkin ya ,,,,ahhh bodo amat n,,,amat saja pinter Yo ga,,, terpenting Enzo sudah menjadi kepala rumah tangga yang baik dan mempunyai tempat bukan hanya singgah tapi untuk
pulang,,, kebahagiaan adalah berkumpul keluarga canda tawa dan saling melengkapi. Sehat selalu penulis dan Pembaca, Aamin 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!