Dua bulan lalu, Luella Brynn dipaksa menikah dengan seseorang Bernama Edric Alton yang tidak ia inginkan dan tidak ia kenal. Hanya untuk mengikuti permintaan mendiang orangtua Edric. Pernikahan hanya sebatas formalitas di hadapan orangtua Edric, dan begitu orangtua Edric meninggal. Luella di ceraikan begitu saja oleh Edric. Tidak ada kata perpisahan, hanya ada selembar cek dengan nominal fantastis sebagai rasa terimakasih karena Luella bersedia membantu Edric. Lalu bagaimana dengan kehidupan Luella dan Edric pasca bercerai? Dengan status baru yang akan mereka bawa satu sama lain, sedangkan usia Luella terbilang masih sangat muda bahkan usianya terpaut 15 tahun dengan Edric.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2
“Luella, design interior kamu yang ini diminati oleh COO dari perusahaan Manufaktur” Ucap Willy.
“Oh, apakah saya harus mengerjakan desainnya Pak?” tanya Luella.
“Tentu saja. COO tersebut akan datang hari ini, nanti kita bertemu di ruang meeting”
“Baik Pak”
“Oke Luella, silahkan lanjutkan pekerjaanmu”
“Baik Pak, saya permisi”
Luella meninggalkan ruangan Willy, dia kembali menuju ke mejanya dan mengerjakan desainnya yang sempat terbengkalai. Saat Luella kembali, banyak mata yang memandang Luella dengan tatapan benci dan bahkan tatapan mengejek.
“Sebenarnya mereka ini kenapa sih, mereka dapat gosip juga dari mana” gumam Luella.
“Kenapa? Ada masalah?” tanya Sarah.
“Gak ada Sar, cuma mau meeting sama direkturnya perusahaan Manufaktur” jawab Luella.
“waduh, proyek gede nih”
“Hahaha apasih”
“COO loh, kalau CEO atau owner ikut suka sama desain kamu, udah lah go internasional kamu”
“Gak, akum au disini aja sama kamu”
“Setia kawan banget”
“Harus dong. Kalau kamu gak bisa kerja, terus gak ada aku. Kamu gimana?”
“Iya sih haha” sarah tergelak hingga memicu perhatian beberapa orang.
Sarah mengetahui jika sat ini dia dan Luella menjadi pusat perhatian, dan menjadi bahan ejekan mereka. Tapi Sarah tidak peduli, justru Sarah semakin menjadi-jadi.
Luella hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku Sarah, kemudian tersenyum tipis.
Ting!
Pintu lift terbuka, muncul sosok perempuan cantik dari departemen lain menghampiri meja Luella. Dia adalah Melly, dari departemen accounting.
“Jam istirahat nih, lunch yuk” ucap Melly.
“Tunggu Mel” ucap Luella.
“Ikut dong, masa Luella aja yang diajak” sahut Sarah
“Hahaha ayo, selesaikan kerjaan kamu, kita makan” ujar Melly.
Setelah Luella dan Sarah selesai, mereka bertiga meninggalkan ruangan untuk makan siang.
Beberapa staff pria menatap tajam kea rah Luella, kecantikan Luella memang begitu terkenal di wilayah kantor tersebut. Luella memiliki paras yang begitu cantik, kulit putih, dan tubuh yang ideal.
Banyak yang menyukai Luella, namun Luella menolak banyak pria karena dia belum ingin membuka hatinya untuk siapapun. Sejauh ini hanya mantan Luella lah yang pernah Luella cintai.
Karena saat menikah dengan Edric, jangankan untuk mencintai, bahkan Luella tidak mengetahui asal usul pria tersebut. Dan mereka hanya bertemu di altar pernikahan, llau melangsungkan pernikahan palsu.
Hanya karena orangtua Luella, adalah teman baik dari orangtua Edric. Luella tidak bisa menolak, dia di paksa oleh Ibunya untuk menikahi Edric.
“Luella, diam aja. Kenapa?” tanya Sarah.
“Gak ada apa-apa Sar, lagi mikirin desain” jawab Luella.
“Cie, dapat proyek besa rya” sahut Melly
“Iya Mel, kita bagian support Luella” ujar Sarah.
“Poyek dari mana sih?” tanya Melly kepada Luella
“Desain kantornya perusaan Manufaktur, pasti sulit sih ini” jawab Luella pasrah.
“Tumben pesimis, kenapa?” Tanya Melly sedikit heran.
“Iya, biasanya kamu paling optimis La” sahut Sarah.
“Mungkin aku lagi capek. Akhir-akhir ini tidurku gak nyenyak” jawab Luella.
“Ibu kamu ganggu lagi ya?” tanya Sarah pelan.
“Yaa.. seperti biasa lah Sar”
“Saba rya, kalau ada apa-apa cerita aja. Kalau Ibu kamu datang, kamu bisa nginap di rumahku”
“Nginap banget Sar?”
“Lah dari pada kamu di ganggu sama Ibu tiri kamu”
“Hahaha” Melly tergelak melihat Sarah yang mulai frustasi menghadapi Luella.
Sementara Luella hanya tersenyum tipis sambil menggelengkan kepala. Diantara mereka bertiga memang hanya sarah yang mudah terpancing emosinya, dan itu membuat Sarah terlihat sangat lucu di mata Luella dan Melly.
“Kalian ini, makan nih makan” ucap sarah yang diawab dengan gelak tawa Luella dan Melly dengan kompak.