NovelToon NovelToon
Pengagum Rahasia

Pengagum Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Dokter / Teman lama bertemu kembali
Popularitas:28k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Sejak kuliah, Kanaya sudah mengagumi seorang Narendra Atmaja, namun ia sadar akan statusnya dan mencoba membuang jauh-jauh perasaannya. Hingga suatu hari sahabatnya mendaftarkan Kanaya ke sebuah aplikasi kencan dan ia harus bertemu dengan pria yang menjadi teman kencannya, akhirnya Kanaya menemui pria tersebut dan betapa terkejutnya ia ketika mengetahui jika pria yang menjadi teman kencannya adalah pria yang ia kagumi sejak kuliah.

Bagaimana kelanjutannya? Apa yang akan terjadi pada Kanaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hah! Buat Apa?

Udara taman yang semakin sore semakin sejuk membuat Kanaya merapatkan jaket bomber Narendra ke tubuhnya dan di sampingnya, Narendra duduk dengan tenang, sesekali melirik ke arah anak-anak yang berlarian.

"Ayo pulang, sudah mulai gelap," ajak Narendra.

"I-iya," jawab Kanaya.

Beberapa saat kemudian, mereka pun masuk kedalam mobil dan baru saja mobil berjalan, Kanaya sudah merasa kedinginan. Narendra memang terbiasa mengatur suhu AC dengan suhu dingin ruang operasi dan hal itu terasa menusuk tulang Kanaya, ditambah lagi teh yang ia minum di kafe tadi sepertinya mulai menunjukkan efek diuretiknya.

​Kanaya gelisah di kursinya, ia merapatkan paha, sesekali mengubah posisi duduk dan meremas tali tasnya nahkan wajahnya mulai memucat menahan desakan yang sudah di ujung tanduk.

'Aduh, masih jauh ya? Malu banget kalau bilang sekarang,' batin Kanaya.

Kanaya sudha tidak kuat lagi menahannya, akhirnya dengan memberanikan diri, Kanaya pun mengatakan agar Narendra berhenti.

"Narendra, itu... boleh berhenti di depan?" izin Kanaya.

​"Ada apa? Mobilnya kurang nyaman?" tanya Narendra.

​"Nggak, aku... aku mau ke toilet, nggak kuat lagi," gumam Kanaya pelan dan nyaris tak terdengar karena saking malunya.

Narendra pun berbelok kearah toilet umum yang tak jauh dari sana dan ketika mobil berhenti, Kanaya langsung meloncat turun tanpa mempedulikan penampilannya yang tenggelam dalam jaket besar, ia berlari kecil menuju toilet.

Sepuluh menit kemudian, Kanaya keluar dengan perasaan jauh lebih lega, namun rasa malunya naik berkali-kali lipat. Kanaya berjalan lambat menuju mobil mewah Narendra yang terparkir mencolok di sana, saat ia masuk ke dalam mobil, ia mendapati Narendra sedang sibuk dengan ponselnya.

​"Sudah?" tanya Narendra tanpa menoleh, namun tangannya bergerak mengecilkan suhu AC menjadi lebih hangat.

​"Sudah... maaf ya," gumam Kanaya sambil menunduk.

​Narendra mematikan ponselnya lalu menoleh sepenuhnya ke arah Kanaya dan melihat wajah gadis itu yang kini sudah kembali merona, bukan lagi pucat.

"Tidak apa-apa, apa segini masih kedinginan?" tanya Narendra.

"Nggak kok, udah pas," jawab Kanaya.

Mobil kembali membelah jalanan malam yang mulai diterangi lampu-lampu kota, Kanaya merasa jauh lebih rileks sekarang, meski ia masih sedikit malu untuk memulai percakapan.

Sementara itu, Narendra tetap fokus pada kemudi, namun matanya sesekali melirik ke arah luar seolah sedang mencari sesuatu. ​Di sebuah persimpangan, Narendra tiba-tiba menepi di depan sebuah gerai toko roti dan camilan terkenal yang masih ramai pengunjung.

​"Tunggu sebentar," ucap Narendra singkat tanpa menjelaskan apa-apa.

​Kanaya hanya mengangguk patuh dan memperhatikan punggung Narendra yang menghilang di balik pintu kaca toko tersebut dan tak lama kemudian, pria itu kembali dengan sebuah kantong plastik besar yang tampak penuh dengan berbagai macam camilan, mulai dari roti gandum, keripik artisan hingga beberapa kotak cokelat premium.

Setelah itu, Narendra masuk kedalam mobil dan menghidupkan mesin dan melanjutkan perjalanan menuju area kos Kanaya yang masuk ke dalam gang sempit.

Sesampainya di gang sempit kos Kanaya, Narendra memarkirkan mobilnya seperti biasanya. "Te-terima kasih," ucap Kanaya.

"Iya," jawab Narendra.

"Aku pergi dulu," pamit Kanaya dan kekuar dari mobil.

Baru saja Kanaya keluar dari mobil, Narendra ikut keluar. "Ada apa?" tanya Kanaya.

"Ayo aku antar," ucap Narendra lalu membuka pintu belakang dan mengambil cemilan yang tadi ia beli.

"Ayo," ajak Narendra.

Kanaya sedikit bingung, tapi ia akhirnya melangkah dan setelah itu diikuti Narendra belakangnya.

Sesampainya di depan kamar kos Kanaya, ia melihat kearah Narendra. "Terima kasih," ucap Kanaya.

"Buka kamarnya," ucap Narendra.

"Hah! Buat apa?" tanya Kanaya.

"Buka aja dulu," ucap Narendra.

Kanaya bingung, ia ragu unyuk membukanya. Namun, melihat tatapan tajam Narendra, ia juga takut untuk menolaknya.

Akhirnya Kanaya membuka pintu kamarnya, baru saja pintu tersebuat terbuka, Narendra langsung menaruh cemilan yang ia bawa di dekat pintu. "Loh! Kok kamu taruh disini?" tanya Kanaya.

"Buat kamu nyemil, aku pergi dulu," ucap Narendra dan mengusap lembut rambut Kanaya lalu pergi dari kos sederhana Kanaya.

Kanaya mematung di ambang pintu, tangannya masih memegang gagang kunci sementara matanya menatap kantong plastik besar berisi camilan mewah yang kini tergeletak manis di atas lantai semen kamarnya.

Sentuhan tangan Narendra di rambutnya tadi masih menyisakan sensasi hangat yang menjalar hingga ke dada dan membuat otak Kanaya sejenak macet untuk memproses apa yang baru saja terjadi.

​"Narendra!" panggil Kanaya setengah berbisik dan teringat ini sudah malam dan ia tidak enak pada tetangga kos lainnya.

​Namun, punggung tegap itu sudah melangkah menjauh dengan santai tanpa menoleh lagi, seolah meninggalkan tumpukan makanan dan serangan jantung kecil pada Kanaya adalah hal paling normal yang dia lakukan hari itu, Kanaya hanya bisa memperhatikan sosok itu menghilang di tikungan gang sebelum akhirnya ia masuk dan menutup pintu kamarnya dengan pelan.

​Baru saja ia menyandarkan punggung di balik pintu, ponselnya bergetar, satu pesan masuk.

Jangan lupa dimakan, aku tahu kamu suka nyemil.

​Kanaya menggigit bibir bawahnya dan menahan senyum yang nyaris meledak, ia melepaskan jaket bomber hitam milik Narendra yang masih melekat di tubuhnya, Kanaya lupa memberikannya pada Narendra tadi karena terlalu gugup, Kanaya menghirup aroma sandalwood yang menempel di sana lalu merebahkan diri di kasur tipisnya.

​'Gila... Narendra benar-benar gila,' batin Kanaya.

Kanaya memutuskan untuk membersihkan diri agar pikirannya yang semrawut bisa sedikit lebih jernih, Kanaya merapikan camilan pemberian Narendra ke atas meja kayu kecilnya lalu mengambil peralatan mandi dan bergegas ke kamar mandi dalam yang ukurannya minimalis.

Dua puluh menit kemudian, Kanaya keluar dari kamar mandi dengan mengenakan piyama katun bergambar beruang yang nyaman, ia sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk saat tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kamarnya dan diikuti suara seorang pria dari balik pintu.

​"Paket! Permisi, paket atas nama Kanaya," ucap pria tersebut.

​Kanaya mengernyit bingung, ia melirik jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul delapan malam. 'Paket? Perasaan aku nggak ada pesan barang apa-apa,' batin Kanaya heran.

​Dengan ragu, Kanaya membuka pintu kamarnya sedikit dan di depan pintu seorang kurir berdiri sambil memegang sebuah kantong kertas dari sebuah restoran ternama yang aromanya sangat menggugah selera, aroma sup ayam jahe dan dimsum hangat.

​"Benar dengan Mbak Kanaya?" tanya kurir itu memastikan.

​"Iya, benar. Tapi saya tidak merasa memesan makanan, Mas. Mungkin salah alamat," ucap Kanaya.

​"Di aplikasinya tertulis jelas alamat dan nomor telepon Mbak, katanya pesanannya sudah dibayar lewat non-tunai, jadi saya tinggal antar saja," ucap pria tersebut.

.

.

.

Bersambung.....

1
dika edsel
setelah ini giliran ke rumahnya naya...,minta restu ke emak bapaknya naya juga jgn lupa itu?? semoga lancar sampe hari H😊
Aidil Kenzie Zie
Narendra mau memperkenalkan Kanaya sebagai calon istrinya 👍👍
Naufal Affiq
semoga calon mertua tidak bermuka dua
Pcy
semoga mama dan papanya narendra benar2 menerima kanaya
dyah EkaPratiwi
Alhamdulillah diterima dengan baik
leahlaurance
semoga bakal ibu bapa mertua tulus,ya jangan hanya pura pura depan anaknya.
partini
wow di luar perdeksi BMKG,apa berkelanjutan atau cuma awal
Ana
mudah2an kanaya ditrimah
Indriani Kartini
apakah Kanaya akan di tolak atau Mlah sebaliknya ya, mudah2an keluarga Narendra menerima kanaya
Naufal Affiq
lanjut kak,gak bisa komen,naren nya gercep banget mau mengenal nara sama keluarganya,
Isma Nayla
semoga naren dpt melindungi naya seumpama naya di pandang rendah oleh keluarganya naren.
dika edsel
ya ampun....anak siapa sih ini,maen dirumah org gk kenal waktu...?? udah ditolak masih gk pulang dasar tebal muka...,gktau diri.. katanya anak orang kaya tp makan masih numpang..,sarapan numpang, makan siang numpang eh masih nungguin makan mlm juga...😌
leahlaurance: semoga naya enga di permalukan.
total 1 replies
partini
sat set sekali si Naren,OMG semoga ada something setelah melihat Kanaya like someone in the past
dyah EkaPratiwi
semoga orang tua Narendra bisa terima
Kusii Yaati
kayaknya bau" perjodohan mulai tercium 😌
Naufal Affiq
beneran naren,kamu ajak nikah naya,jangan buat di sakit hati
Naufal Affiq
aku pada mu naren
partini
ngajak nikah apa ngajak masuk neraka ren
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
minat
dika edsel
ini masih konflik di area gang sempit blm ke konflik keluarga naren, pastinya lbh berat lagi..!?! klo cinta bilang..jgn menggantung hati anak orang,lindungi naya apapun yg terjadi..,aku yakin kau mampu naren.
dika edsel: diliat dr modelan bapaknya naren yg nyebelin pasti menentang keras pilihan anaknya, udah pasti ituh..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!