NovelToon NovelToon
Choose The Antagonist

Choose The Antagonist

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Mafia
Popularitas:25.7k
Nilai: 5
Nama Author: Agnes Fetrika

-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.


Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.

Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.

Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.

Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.

“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 : Rencana Jeremy

“Sudahlah kak, lebih baik aku berduaan dengan kekasihku di kamar, daripada disini denganmu.” Ujar Jeremy mengangkat tubuh Sherly, secara tiba-tiba, membuat wanita itu terkejut bukan main.

Jeremy merasa kesal sedari tadi, terus diejek sebagai anak-anak, apalagi Sherly malah ikut menertawakannya, membuat Jeremy cemberut kesal, jadilah dia memilih untuk pergi dari sana, daripada harus terus mendengarkan perkataan kakaknya.

“Hey, yang benar saja !! Dia sedang hamil, jangan melakukan sesuatu padanya !!” Ujar Jefry dengan nada terkejut, saat melihat Jeremy membawa Sherly kabur dari hadapannya, tapi ya hanya di balas dengan santai oleh adiknya.

“Mumpung masih hamil muda, masih boleh begituan. Dadah kakakku yang cerewet.” Ujar Jeremy dengan nada meledek di bagian akhirnya, sambil berjalan keluar dari pintu, membuat Jefry menepuk keningnya sendiri, sambil menggelengkan kepalanya.

“Astaga, anak itu.. Mesum sekali.” Celetuk Jefry dengan nada sangat pelan.

...

Ada adegan antara Jeremy-Sherly.

Jeremy menaruh Sherly di atas kasur, dengan posisi telentang, sementara lelaki itu berada di atasnya, tapi tidak menindihnya. Jeremy menahan tubuhnya dengan kedua tangannya, di samping kanan dan kiri tubuh Sherly. Wanita itu tertawa geli, karena melihat interaksi dari Jeremy dan Jefry.

“Kamu ini jadi adik durhaka.” Ujar Sherly saat berhasil mengendalikan tawanya, sementara Jeremy menatap ke arah Sherly, sambil tersenyum.

“Kamu nakal ya, berani menertawakan calon suamimu.” Ujar Jeremy dengan nada jahilnya, membuat Sherly tersenyum malu.

“Sayang~”

“Hmm ??”

Jeremy tidak mengatakan apapun, dia terus menatap ke arah Sherly dengan lekat. Wajahnya kemudian mendekati Sherly, dan secara tiba-tiba menc*um bibir wanita itu.

Sherly yang terkejut, sedikit memberontak, dan tangannya berusaha mendorong bahu Jeremy, tapi Jeremy justru memperdalam c*uman bibir mereka, membuat Sherly pasrah, apalagi Jeremy juga memeluk tubuhnya menepis jarak di antara keduanya.

L*dah Jeremy bergerak menj***ti bibir Sherly, dan membuat d*s*h*n kecil muncul dari bibir Sherly. Tangan Jeremy kemudian bergerak, membuka pakaian Sherly secara perlahan. Dan itu membuat suasana semakin memanas.

Jeremy melepaskan c*uman mereka, membuat Sherly langsung menarik nafas dengan terengah-engah. Wajah Sherly memerah merona, membuat Jeremy semakin terbawa hasr*tnya.

“Ah.. Ja.. Jangan..” Sherly mencoba menyadarkan Jeremy, tapi sepertinya perkataan itu tidak diindahkan oleh lelaki di depannya. Jeremy malah meng*cu*i bagian leher putih Sherly, dan kedua tangannya bermain-main di area gunung besar Sherly. Membuat suara-suara mulai terdengar dari mulut Sherly, wanita itu sudah tidak lagi mampu memberontak, bahkan kini dia pasrah di bawah Jeremy.

“You're so pretty~ My dear wifey~”

“Hmphh we're not married yet- Akh !!”

Sherly tersentak, saat Jeremy menggigit area lehernya, memberikan tanpa kepemilikannya pada wanitanya. Jeremy menyeringai licik, kini Sherly sepenuhnya menjadi miliknya, dan tidak ada yang boleh menyentuhnya.

Wajah Sherly memerah, dan tatapannya kini menjadi sayu, membuat Jeremy terkekeh pelan, membelai pipi Sherly yang masih memerah akibat sentuhan kecilnya. Tangannya kemudian beralih ke daerah lainnya, matanya ikut turun dan melihat pemandangan indah di depannya.

“It's getting bigger than before~” (Ini semakin besar dari sebelumnya~)

Jeremy mengamati dua gunung di depannya, sembari menyeringai jahil. Sherly begitu malu, karena Jeremy terus saja memuji bagian tubuhnya, terutama di kedua d*danya.

“Is it, because my working hand, darling~” (Apakah ini karena pekerjaan tanganku, sayang~)

“Eh.. Ahh.. Re.. Remy~” Sherly merasa geli, saat tangan Jeremy m*r*m*s pelan bagian d*danya.

Jeremy tertawa kecil, saat mendengarkan suara rengekan dari Sherly, karena ulahnya. Wajah Jeremy mendekati daerah d*da yang lain, dan memasukkannya ke dalam m*l**nya. Membuat tubuh Sherly menggeliat saat sensasi geli menghantam dirinya. L*d*h Jeremy bermain-main di titik sensitifnya, membuat ruangan itu di penuhi suara-suara yang merdu dan indah bagi Jeremy.

Sepertinya malam ini Sherly harus bisa melayani Jeremy yang sudah terbawa hasratnya sejak melihat Sherly. Semoga saja, Jeremy tidak melakukannya secara kasar.

...

“Jadi, Revan.. Bagaimana ??”

“Tuan Jeremy, seperti dugaan anda. Jika Ariana sengaja menghancurkan nama anda, dengan kehamilannya.”

Jeremy menghisap batang tembakau di tangannya, mendengarkan suara Revan yang sudah di suruh untuk mencari tahu mengenai Ariana.

Tengah malam, Jeremy duduk di atas sofa, mengamati Sherly yang sudah tertidur kelelahan karena melayaninya, tapi Jeremy justru terlihat sangat segar dan bahkan masih bisa terjaga, sangat jauh berbeda dengan Sherly.

“Apakah dia di hamili oleh Noah ??”

“Err.. Bukan tuan.. Aku menemukan video dimana Ariana melayani beberapa lelaki di club satu bulan yang lalu.”

Alis Jeremy terangkat, “Aku tidak tahu, jika Noah mau memperkerjakan wanita j*l*ng menjadi bawahannya.” Ujar Jeremy merendahkan lawannya.

“Tidak Tuan, Noah tidak benar-benar memberinya pekerjaan. Sepertinya Noah hanya memanfaatkan Ariana sebagai umpan saja.”

Jeremy tersenyum miring, sepertinya Noah tidak bisa di anggap enteng untuk hal ini, jadilah dia menyiapkan rencana lainnya, jika sewaktu-waktu Noah berencana menyerangnya dan Sherly.

“Kalau begitu, berikan aku videonya. Aku akan memberikan pertunjukan bagus besok, dan aku harap banyak wartawan yang akan datang besoknya.”

“Baik Tuan Jeremy.”

Telepon di tutup, Jeremy menurunkan handphonenya, sambil kembali menghisap rokok di tangannya. Pikirannya sudah membayangkan peristiwa besok yang akan menggemparkan semuanya.

Jeremy memastikan batang rokok di tangannya, dan kemudian melangkah mendekati kasur. Dia membaringkan tubuhnya, dan tertidur di sebelah Sherly, sambil mendekap wanita itu di tubuhnya. Jeremy sempat melirik wajah cantik yang begitu tenang saat tertidur, sembari tersenyum kecil.

“Mimpi yang indah, sayang~” Ujar Jeremy mengecup kening Sherly. Dan mulai tertidur di sebelahnya.

Keesokan harinya.

“Kau bisa berjalan, bukan ??”

Sherly menganggukkan kepalanya pelan, sembari tersenyum kecil. Di pagi ini, Jeremy mengamati kekasihnya yang berjalan keluar dari kamar mandi dengan pelan-pelan, Jeremy hanya tersenyum kaku, merasa bersalah karena melampiaskan n*fsunya pada Sherly di waktu yang tidak tepat.

“Aku minta maaf, sayang.. Jika kau tidak bisa berjalan, aku akan menggendongmu.” Ujar Jeremy dengan tatapan merasa bersalah, tapi Sherly hanya tertawa pelan.

“Tidak apa, aku masih bisa berjalan, meskipun secara pelan-pelan.” Ujar Sherly dengan santai, seakan dirinya tidak marah pada Jeremy. Toh ya, Sherly sebenarnya juga senang dan bahkan menyukai sentuhan Jeremy di tubuhnya.

Apalagi suara berat dan seksi Jeremy, juga bentuk tubuhnya itu, membuat Sherly malu-malu jika mengingat peristiwa semalam. Meskipun terkadang merasa sakit, saat Jeremy memasukkan miliknya, tapi disisi lain Sherly juga merasa nikmat dengan sentuhan itu. Oh astaga, Sherly benar-benar berdosa.

“Baiklah kalau begitu sayang, ayo kita berangkat.”

“Eh, tunggu..”

“Ada apa ??”

“Kau terlihat berbeda, bukankah setelah klarifikasi nanti, kita tetap akan bekerja ??”

Jeremy tersenyum kecil, melihat Sherly yang tampak bingung karena penampilannya yang berbeda, ya meskipun penampilan Jeremy terbilang sopan, tapi tetap terlihat terlalu santai jika bekerja di perusahaan. Apalagi Jeremy terbiasa memakai kemeja dan juga jas hitam, tapi disini memakai kaos berlengan panjang, dan celana jeans.

“Kita akan melihat gaun pengantin sayang, sesuai janjiku semalam.”

“Eh ??”

“Ayo, sayang~ Aku juga akan memberikanmu kejutan yang besar.” Ujar Jeremy meraih tangan Sherly menggandengnya dengan nada riang, membuat Sherly terkekeh pelan melihat perilaku Jeremy.

 

🌟🌟🌟🌟

1
Rina Yuli
salam toleransi juga thor 🤝🤝🤝🤝🤝🤝
Rina Yuli: amin Thanks
total 2 replies
Sulati Cus
seperti nya menarik dr segi cerita maupun penulisan
Agnes Fetrika: Terima kasih kak buat komentarnya 😊😊🙏
total 1 replies
Fatur Fatur
ayah anak beda jauh mark baik sementara vicent tidak baik
Agnes Fetrika: Tapi kadang di kehidupan nyata juga ada kak, orang tuanya baik, eh anaknya malah nyimpang sendiri 🥲🥲
total 1 replies
Sulati Cus
oooh ternyata si sherly kesayangan semua antagonis🤣
Sulati Cus: emang klu g main hati repot urusan😅
total 2 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
Thor pengen melihat wajah mc nya!!!! cantik and hensem 🔥🔥
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: wahhh!!!! terbaikk 🍬
total 2 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
Vincent!!!! manisan sedang menunggu muuu
Agnes Fetrika: Ntar kejutannya lebih manis lagi 🤣
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
sedikit manis 🍬🍬🍬🍬🍬🍬
Agnes Fetrika: /Smile//Smile/ Di tunggu update selanjutnya ya kak /Smile/
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
takde noda merah? Thor tolong bagi aku hint!!!!
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: terbaik Thor!!!!
total 6 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
next... high leval🔥
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: 🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
total 2 replies
Irmha febyollah
yg rajin update ya kk🥰🥰🥰, suka sama ceritanya
..
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya kak 😊😊
total 1 replies
Irmha febyollah
kak update nya satu hari berpa bab?
Agnes Fetrika: Maaf ya, untuk saat ini Author baru bisa satu hari satu bab 🙏🙏 Tapi Author usahain setiap hari update kok 😉😉
total 1 replies
Etty Rohaeti
semangat Thor
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya 😊😊😊
total 1 replies
**Maulina**
lanjut 💪
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya kak 😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!