NovelToon NovelToon
Vallheart

Vallheart

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Epik Petualangan / Romansa / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:521
Nilai: 5
Nama Author: Apin Zen

Di dunia sihir yang dipenuhi kutukan dan warisan kekuatan kuno, nama Raksha Lozarthat dikenal sebagai salah satu penyihir terhebat hingga ia dijatuhkan oleh kutukan terlarang milik seorang penyihir kuno. Kutukan itu tidak membunuhnya, namun jauh lebih kejam: jiwa Raksha dipaksa keluar dari tubuh aslinya dan terperangkap dalam tubuh seorang gadis lemah bernama Roselein Tescarossa.
Tubuh asli Raksha kini telah menjadi mayat, terbaring membusuk oleh waktu, sementara jiwanya terikat pada wadah yang tidak mampu menampung kekuatan sihir besarnya. Setiap kali ia mencoba menggunakan sihir tingkat tinggi, tubuh Roselein berada di ambang kehancuran. Ia bukan lagi penyihir agung, seorang gadis rapuh yang setiap langkahnya dibayangi rasa sakit dan keterbatasan.
Satu-satunya cara untuk mengakhiri kutukan ini adalah mengalahkan penyihir kuno yang telah menghancurkan hidupnya.
Akankah ambisi dendamnya berhasil atau justru terlena didalam tubuh baru, tempat dimana Raksha berada didunia barunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apin Zen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembalinya Angin

Tiga hari berlalu seperti kabut tipis.

Academy Magica kembali pada ritmenya: kelas, latihan, dan bisik-bisik yang tak pernah benar-benar hilang. Namun bagi Lein, hari-hari itu terasa lebih berat dari sebelumnya.

Ia duduk di taman dalam, menatap kolam kecil yang memantulkan langit siang. Daun-daun sihir berwarna hijau terang bergetar pelan, mengikuti aliran mana alami.

Lein melamun.

Perlahan saja, pikirnya.

Jangan tergesa-gesa.

“Kalau terus menatap air begitu,” sebuah suara tiba-tiba muncul di belakangnya, “kamu akan jatuh, loh.”

Lein tersentak.

“Hah... !”

Ia berbalik cepat.

Reyd berdiri di sana, tangan di saku jubahnya, senyum kecil terukir di wajahnya.

“Reyd.” napas Lein tertahan sesaat. “Jangan mengejutkanku begitu, tahu.”

“Maaf, ya” katanya ringan. “Kamu terlalu tenggelam.”

Lein menunduk, lalu tersenyum kecil tanpa sadar. Sesuatu di dadanya terasa lebih ringan.

“Kamu sudah bebas?” tanyanya.

“Tadi pagi,” jawab Reyd. “Aku langsung mencarimu.”

Ia duduk di samping Lein, ikut memandang kolam.

Beberapa detik mereka diam, keheningan yang nyaman.

Namun kemudian Reyd berbicara lagi, suaranya lebih rendah.

“Kurasa, ada yang aneh.”

Lein menoleh.

“Karza,” lanjutnya. “Aku melewati ruang kerjanya tadi.”

Ia menghela napas kecil. “Aku tidak sengaja mendengar namamu.”

Jantung Lein berdegup sedikit lebih cepat.

“Dia membicarakanku?” tanyanya hati-hati.

“Bukan secara langsung,” kata Reyd. “Tapi aku mendengarnya cukup jelas.”

Ia menatap Lein, matanya serius. “Seolah-olah kamu bukan murid, melainkan subjek.”

Lein menelan ludahnya.

Raksha berbisik lirih:

Mereka sudah menyebutmu tanpa kehadiranmu.

Itu tanda bahaya.

“Reyd,” ucap Lein pelan. “Jika suatu hari nanti... Kamu, kamu mendengar hal-hal buruk tentangku... ”

“Aku tidak akan mempercayainya,” potong Reyd cepat.

Ia tersenyum tulus, namun matanya tegas. “Tidak tanpa mendengarnya darimu secara langsung.”

Lein terdiam.

Angin lembut berembus di antara mereka... bukan sihir, hanya kebiasaan lama yang kembali.

“Aku merasa Academy ini berubah,” lanjut Reyd. “Mungkin aku baru mulai melihatnya.”

Lein memandang air kolam.

“Kalau begitu,” katanya pelan, “jangan pergi jauh dariku untuk sementara, aku takut kamu jauh dariku.”

Reyd mengangguk. “Aku memang tidak berniat jauh-jauhan dari kamu yang, eh Roselein.”

Mereka duduk berdampingan, bayangan mereka menyatu di permukaan air.

***

Dari balkon menara timur, Bellyria mengamati taman dalam Academy.

Dua sosok duduk berdampingan di tepi kolam.

Reyd Aclica, angin selalu tenang di sekitarnya.

Roselein Tescarossa atau Lein, kehadirannya nyaris tak meninggalkan jejak.

“Menarik,” gumam Bellyria.

Kedekatan mereka bukan sekadar pertemanan akademis. Ada sinkronisasi alami: bukan sihir, melainkan kebiasaan berbagi ruang tanpa saling mengganggu. Semacam hubungan yang khusus.

Itu membuat Bellyria penasaran.

Beberapa menit kemudian, langkah kakinya terdengar di jalur taman.

“Pangeran Reyd,” sapanya hangat. “Dan Roselein.”

Keduanya berdiri hampir bersamaan.

“Ibu dosen penyihir,” Reyd membungkuk sopan.

Lein menunduk sedikit. “Selamat siang.”

“Aku hanya berjalan saja,” kata Bellyria lembut. “Kebetulan melihat kalian disini.”

Ia berdiri cukup dekat, cukup untuk percakapan santai.

Dan cukup dekat untuk memindai.

Mantra pemindaian itu tidak terlihat. Tidak terasa. Bahkan tidak berdenyut.

Bellyria membiarkan mana-nya mengalir seperti napas kedua; menyentuh permukaan aura Lein, tidak menekan, tidak memaksa.

Ia menunggu reaksi mananya.

Lapisan luar mana Lein: stabil.

Struktur dalam: rapi.

Tidak ada lonjakan. Tidak ada gema tua.

Tidak ada jejak Primordial.

Bellyria menyembunyikan kerutan kecil di alisnya.

“Apakah kau sudah menyesuaikan diri dengan baik di Academy, Roselein?” tanyanya ringan.

“Ya,” jawab Lein sopan. “Aku masih belajar.”

“Kau tampak tenang,” komentar Bellyria. “Itu jarang bagi murid awam.”

Reyd tersenyum kecil. “Lein memang seperti itu, bu penyihir.”

Pemindaian berakhir.

Hasilnya tetap sama.

Tidak ada, pikir Bellyria.

Atau tidak bisa disentuh.

Ia melangkah mundur satu langkah.

“Kalian berdua,” katanya sambil tersenyum tipis, “jaga diri. Academy bukan hanya tempat belajar, ia menyimpan sejarah panjang.”

Dengan itu, ia pergi.

Lein menghembuskan napas pelan setelah sosok dosen itu menghilang.

“Entah kenapa,” katanya lirih, “rasanya aku merasa baru saja diperiksa.”

Reyd mengerutkan kening. “Aku juga merasakannya.”

Raksha berbisik pelan:

Dia memeriksamu tanpa kau sadari, dasar jiwa perempuan lemah.

Teknik lama, sangat lama.

Namun bahkan Raksha pun tahu...

Bellyria tidak menemukan apa pun.

Kegagalan itu justru membuat rasa penasarannya semakin tajam.

Karena ketika sihir setua dunia tidak meninggalkan jejak, pertanyaan paling berbahaya bukan lagi soal apa itu lagi: melainkan mengapa ia memilih bersembunyi.

1
Namida Leda
wow
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!