NovelToon NovelToon
Miranda Istri Yang Diabaikan

Miranda Istri Yang Diabaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Nikah Kontrak
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Miranda menikah selama 2 tahun berbakti pada suami
membantu suami keluar dari kebangkrutan
sayang sekali setelah sukses suaminya selingkuh
bagaimana kehidupan miranda selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MIA 4

Terdengar suara azan, Raka memandang Miranda.

“Maaf titip dulu Amora ya,” ucapnya lirih, suaranya terdengar sendu.

“Maaf merepotkan kamu lagi,” lanjutnya pelan dengan nada penuh penyesalan.

Sebuah perkataan biasa, tetapi nadanya menyimpan kekecewaan, padahal sejak Amora lahir Mirandalah yang mengurusnya tanpa henti.

Miranda terus menimang Amora, dia hanya menganggukkan kepala tanpa berkata apa apa. Tak lama setelah Raka pergi, Amora tampak tidur dengan tenang di pelukannya, napas kecil itu teratur, wajah mungilnya terlihat damai.

Miranda keluar dari kamar Amora, menuju dapur hendak salat subuh di tempat salat sederhana di pojok rumah. Biasanya dia salat di kamar, tapi pagi ini dia merasa kesal pada Rizki sehingga dia tidak mau masuk ke kamar.

Miranda mengambil air wudu, membasuh wajah dan tangannya, lalu mencoba menenangkan semua kegundahannya yang sejak tadi menyesakkan dada.

Setelah berwudu, dia melangkah ke ruang musala. Saat akan masuk ruang salat, dia melewati kamar Saras. Pintu kamar sedikit terbuka, kamar tampak gelap, sepintas terlihat cahaya putih menyorot wajah Saras. Sepertinya Saras sedang melakukan panggilan video. Dalam hati Miranda berdecak aneh, “Aneh, video call kok lampu kamar mati.”

Miranda hendak mengabaikan, namun sebuah suara familiar dia dengar.

“Nyalakan dong lampunya.”

“Enggak ah, istri kamu belum tidur, sepertinya dia enggak bisa tidur, kamu sih ceroboh,” ini adalah suara Saras, terdengar pelan namun jelas.

Sedangkan suara sebelumnya adalah suara lelaki. Miranda kurang bisa membedakan apakah itu suara Rizki atau suara Anton.

Semakin penasaran, Miranda mendekat ke kamar Saras, namun tiba tiba ponsel Saras mati dan suara itu pun berhenti, seolah tak pernah ada percakapan di sana.

Segera Miranda beristigfar. “Kenapa aku jadi mengintip, aku mau salat,” gumamnya lirih dalam hati.

Miranda mengenakan mukena lalu menunaikan salat subuh. Dia berharap bisa khusyuk, namun berbagai pikiran justru bermunculan tanpa henti.

“Siapa sebenarnya yang semalam bersama Saras?”

“Lalu Saras menelepon dengan siapa?”

“Kenapa aku selalu disalahkan sejak ada Saras?”

Pertanyaan demi pertanyaan datang silih berganti hingga Miranda lupa dia sudah melaksanakan salat berapa rakaat. Yang jelas, Miranda merasa sudah empat kali berdiri.

Kembali Miranda beristigfar, lalu mengulangi salat subuh. Sebelum memulai, dia berdoa agar dijauhkan dari godaan setan. Akhirnya Miranda bisa melaksanakan salat subuh dengan benar, meski dadanya masih terasa sesak.

Setelah berdzikir, Miranda berdoa semoga dia diberi kekuatan dalam menghadapi semua cobaan.

Sejak kemarin sore Amora rewel, mungkin sedang tumbuh gigi. Miranda semalam tidur jam sepuluh malam, lalu jam dua belas terbangun karena mendengar suara desahan dari kamar Saras. Setelah bertengkar dengan Rizki dan berakhir diceramahi oleh ayah mertua, otomatis Miranda semalam hanya tidur dua jam.

Rasa kantuk mendera tubuhnya, kelopak matanya berat. Akhirnya Miranda tertidur di atas sajadah dengan masih mengenakan mukena, air mata mengalir pelan tanpa dia sadari.

Entah berapa lama Miranda tertidur, yang jelas dia terbangun karena suara dentingan piring dan sendok yang beradu pelan. Suara itu terdengar dari arah ruang makan, berulang ulang, seolah sengaja membangunkannya.

Miranda mengerjapkan matanya, menggosok wajahnya dengan tangan gemetar, lalu menoleh melihat jam dinding yang ada di ruang salat. Dadanya langsung berdegup kencang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul enam tiga puluh, artinya satu jam setengah Miranda tertidur tanpa sadar.

Miranda lekas bangun, mukena masih melekat di tubuhnya. Dengan langkah tergesa dia keluar ruang salat dan melihat pemandangan yang langsung menusuk perasaannya. Ayah Anton, Rizki, Raka, dan Saras sedang sarapan bersama. Rizki sudah rapi dengan kemeja dan dasi, sementara Raka juga kini memakai kemeja, tanda dia kembali bekerja setelah lama berkabung.

“Kamu ini benar benar tidak bisa diandalkan, tahu Bi Mirna pulang kampung malah bangun siang, bukannya masak malah tidur, untung saja ada Saras, kalau tidak ada Saras kita tidak ada makan,” ucap Ayah Anton dengan nada sinis tanpa menoleh.

“Maaf, Yah, aku ketiduran,” ucap Miranda lirih, suaranya nyaris tak terdengar.

Rizki tidak berkata apa apa, namun dari raut wajahnya jelas terlihat rasa malu bercampur kesal karena Miranda kesiangan.

“Jangan bengong, Miranda, sini sarapan dulu,” ujar Saras dengan suara lembut penuh kepedulian.

Saras duduk berdekatan dengan Rizki. Harusnya dia berpindah tempat sebelum menawarkan makan, tetapi itu tidak dia lakukan, seolah ingin menunjukkan, lihatlah ini suami kamu dekat denganku.

“Cepatlah,” hardik Rizki kesal.

Miranda melangkah pelan dan duduk di dekat Saras, tangannya gemetar menahan perasaan.

“Masa sih makan pakai mukena, ganti dulu dong,” ucap Saras halus sambil tersenyum.

“Kamu ini memang tak berguna,” gumam Rizki pelan, tapi cukup terdengar di telinga Miranda.

Anton menghentikan makannya. “Kamu ini banyak melamun, cepat lepas mukena, jangan pamer jadi orang, tidak usah pakai mukena juga kami tahu kamu itu rajin salat, tapi tempatkan sesuatu pada tempatnya dong,” tegurnya keras.

Miranda tertegun. Ingin sekali dia berkata, ayah bisa tidak menegurnya tidak sesakit ini, tapi kata kata itu hanya tertahan di dada.

Miranda hanya menganggukkan kepala, lalu melangkah pergi melepaskan mukena. Saat kembali ke ruang makan, sayangnya hanya Raka yang masih makan, sedangkan yang lain tampak sudah mengakhiri sarapan. Saras sedang membawa piring piring bekas makan ke dapur.

“Biar Miranda yang bereskan, Ras,” ucap Rizki dengan nada lembut.

“Tidak masalah, Miranda pasti lelah semalaman tidak tidur,” jawab Saras tenang.

“Saras, pagi ini kita ada meeting, jangan sampai terlambat ke kantor,” ujar Rizki, lalu tatapannya beralih tajam pada Miranda. “Kamu kenapa diam saja, cepat bereskan piring kotor ini.”

“Ting,” suara dentingan sendok terdengar, Ayah Anton mengetuk sendok ke piring.

“Kalian ini bikin sarapan ayah tidak enak,” ucapnya sambil berdiri, lalu pergi menuju kamarnya.

Miranda melangkah ke dapur dan mulai membereskan piring.

“Lihat kan gara gara kamu ayah jadi marah, kamu tahu kan ayah itu harus dijaga emosinya, kalau tidak nanti jantungnya kambuh, dan pagi pagi sekali kamu sudah membuat ayah marah,” omel Rizki.

“Sudah, Mas, jangan ribut, pagi ini Mas harus bahagia, ingat kita akan ada klien penting,” ucap Saras dengan suara lembut, menenangkan.

Miranda segera membereskan piring piring kotor dengan pelan dan teliti, jemarinya bergerak hati hati, menahan gemetar. Namun sepertinya Saras sengaja sedikit menyenggol tubuh Miranda.

“Prang,” sebuah gelas pecah di lantai.

“Astagfirullah,” seru Rizki sambil memegang kepalanya, wajahnya langsung menegang, amarahnya tertuju pada Miranda.

“Kamu ini pagi pagi bikin suasana kacau saja,” bentaknya kesal.

“Sudahlah, Ki, kasihan Miranda, dia kelelahan menjaga Amora,” ucap Raka menengahi.

Hati Miranda sedikit menghangat, namun hanya sebentar karena ucapan Raka selanjutnya terasa menyayat. “Hari ini aku akan cari baby sitter biar kamu tidak usah memecahkan gelas lagi kalau marah.”

Deg, jantung Miranda terasa seperti ditinju keras.

“Kamu bikin kacau saja,” hardik Rizki. “Saras ayo kita berangkat, berlama lama di rumah bisa stres aku.”

Rizki keluar dengan langkah marah, Saras mengikutinya, disusul Raka, meninggalkan Miranda sendirian di dapur.

“Setelah kalian mengomel kalian pergi tanpa mendengar penjelasanku, andai ada CCTV di ruangan ini tentu kalian akan tahu kalau Saras lah yang menyenggolku,” bisik Miranda lirih, air matanya jatuh membasahi lantai.

1
partini
beguna lah banyak video itu
partini
wow bisa bela diri teryata Very good 👍👍👍👍
partini
OMG mau eksekusi
Ma Em
Miranda makanya kamu hrs pintar dan cerdas jgn mau di manfaatkan .
partini
good story
partini
OMG kadal semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!