kim Vincent adalah seorang CEO muda ternama di negara K, Vincent sukses di umurnya yang masih tergolong muda yaitu 26 tahun dan ia telah menikah dengan gadis pujaannya Kim Fafa, ia telah menyandang sebagai nyonya kim selama 2 tahun tapi belum juga di karuniai seorang anak dari pernikahannya
ada sebuah insiden saat Vincent diharuskan terbang ke negara I karena ada masalah dengan anak perusahaannya disana dan entah mau dikata takdir mempertemukannya dengan seorang gadis desa dan karena suatu hal ia harus menikahi gadis tersebut.
mau tau kelanjutannya mari kita baca >>>>
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy fafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter kedua
Kim Vincent CEO muda dari Nagara K
usia 26 tahun
sangat mencintai istrinya
pria dengan tinggi 180cm mempunyai paras wajah yang indah bak dewa Yunani hidung mancung rahang tegas dan bermata tajam menambah kesan aura kepemimpinan yang kuat.
Kim Fafa seorang wanita muda yang berusia 24th kini menyandang status sebagai istri dari Kim Vincent, wanita yang cantik dan anggun kesayangan suaminya
Fafa merupakan wanita yang beruntung mendapatkan cinta dari Vincent, karena sebelumnya ia hanyalah anak sebatang kara dari negara I yang nekat pergi ke negara K untuk menganyam pendidikan dan merubah nasibnya ternyata takdir begitu baik mempertemukan dirinya dengan Vincent dulu kakak tingkat saat ia kuliah dulu
Ternyata mereka memiliki perasaan satu sama lain sejak Vincent selaku ketua BEM memimpin acara pembukaan penerima murid baru di kampusnya membuat ia tertarik dengan Fafa yang menurutnya berbeda dari wanita di sekelilingnya ia selalu menjaga pandangan dan jarang sekali mengobrol dengan lawan jenis membuat Vincent penasaran, dan akhirnya mereka menjalin kasih hingga pengucapan janji suci di depan penghulu pun terlaksana
*
*
*
tak terasa pernikahan mereka telah berjalan selama 2 tahun tapi belum ada juga tanda-tanda jika fafa akan mengandung dan itu membuat fafa jadi overthinking ia takut tidak bisa memberikan keturunan untuk suaminya
" sayang kenapa melamun di sini hemm... " Vincent memeluk fafa dari belakang saat melihat istrinya termenung di balkon kamar mereka menikmati angin malam yang menurutnya sangan dingin entah kenapa istrinya sangat betah berlama-lama di sini
" mas... " Fafa membalikkan badannya memeluk suaminya mencari kehangatan
" kenapa sayang... " Vincent dapat merasakan kegundahan hati istrinya, ia pun menggiring Fafa masuk tanpa melepaskan pelukannya dan duduk di sofa dengan Fafa berada di pangkuannya ia dapat melihat wajah istrinya yang begitu resah
" ada apa sayang cerita sama mas... " tanyanya membelai pipi istrinya yang terasa sangat lembut di tangannya
Fafa mengambil tangan Vincent mengarahkan ke bibirnya ia cium lembut tangan suaminya
" mas... jujur hati ku resah dan takut "
" ada apa sayang... " Vincent menunggu agar fafa mau mengungkapkan perasaanya
" aku takut jika mas akan meninggalkan ku karena hingga saat ini aku belum bisa memberikan mas keturunan "
" heyy.... sayang kenapa berpikir seperti itu, mas tidak akan meninggalkan mu sayang kita akan berusaha terus lagi pula kita sudah sama-sama periksa dan semua hasilnya normal kamu sehat mas pun sehat memang belum saatnya Tuhan memberikan kita titipannya mungkin kita di suruh untuk menghabiskan waktu berdua dulu " tutur Vincent panjang sungguh ia sangat tidak suka dengan ucapan istrinya
Fafa hanya diam menundukkan pandangan, Vincent mengangkat wajah Fafa agar bisa menatapnya
" jangan khawatirkan itu sayang... kita nikmati waktu bersama ini hingga puas lagian aku kan masih mau manja-manja sama kamu " Vincent mendusalkan kepalanya di dada Fafa dengan sangat manja
Kelakuan manja Vincent dapat menarik garis bibir Fafa menjadi sebuah senyuman ia bersyukur suaminya tak menuntutnya untuk segera mengandung
" nah gitu dong senyum ini baru cantiknya mas " Fafa tersenyum malu mendengar penuturan Vincent
" kenapa malu sayang.... " goda Vincent
" ihh gak ya mana ada aku malu " gengsi Fafa kelihatan jika dirinya blusing
" ini apa kok merah " mencolek pipinya
" apaan siih nggak ya " Fafa pun turun dari pangkuan Vincent berjalan kearah ranjang mereka di ikuti Vincent menyusulnya
mereka pun berbaring dengan lengan Vincent di jadikan bantalan Fafa tidur tangan Vincent memeluk erat wanitanya, malam kian larut mereka pun terbawa ke dalam arus mimpi.
ok guys cukup segini dlu ya jangan lupa like and komen biar aku semangat buat lanjut lagi dan sorry ya klo banyak typo maaf author masih belajar🥰