***++++++++
" Brengsek, benar benar Bajingan kalian ." teriak seorang gadis cantik saat memergoki suaminya sedang bergulat panas dengan pelayan di rumah nya.
Mari nantikan kelanjutannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nikah sirih
Di sebuah rumah besar yang di penuhi bunga bunga segar dan indah, suasana begitu hangat dan penuh kebahagiaan, hari itu menjadi momen bersejarah bagi Rea Saputri, gadis muda berusia 20 tahun yang baru saja resmi menjadi seorang istri.
Dengan balutan gaun pengantin berwarna putih lembut dan senyum manis di wajahnya, Rea tampak anggun berdiri di samping pria yang kini menjadi suaminya.
Dean Alexander , pria tampan berusia 25 tahun, putra dari sahabat almarhumah ibunya.
Suara tamu undangan yang saling ucap selamat perpaduan dengan lantunan doa dari para sesepuh membuat suasana semakin haru dan bahagia, ijab Kabul baru saja di ucapkan dengan lancar, para saksi mengangguk mantap, dan seketika semua orang yang hadir mengucap " Sah " dengan penuh suka cita.
Namun di balik senyum yang rea paksakan, hatinya bergetar hebat, pernikahan ini bukan sepenuhnya atas keinginan nya sendiri, dia tau, keputusan ini di ambil demi memenuhi wasiat terakhir ibu nya, agar Rea di nikahkan dengan putra sahabat lama nya, Dean seorang pria yang di kenal sopan, bertanggung jawab bertanggung jawab , dan sukses di usia muda.
Dena menatap Rea lembut sambil menggenggam tangan nya.
" Mulai hari ini, aku akan berusaha membahagiakan mu, Rea." ucap nya lirih.
Rea menunduk, bibir nya bergetar pelan.
" Terimakasih, mas." kata nya singkat, sementara di dalam hati nya masih tersisa tanya apa kah cinta nya akan tumbuh dari pernikahan yang berawal dari janji masa lalu ini ?? Apa lagi pernikahan siri, karena dean mengatakan berkas berkas pernikahan nya di KUA belum lengkap, jadi surat surat nikah mereka belum bisa di cetak, karena undangan sudah di sebar, akhir nya keluarga pun memutuskan untuk melakukan pernikahan siri dulu, biarlah Dean nanti yang mengurus berkas resmi pernikahan mereka secepatnya di KUA.
Bu Dea menatap Rea dengan mata berkaca kaca, suara nya lembut namun sarat makna ketika dia berkata.
" Selamat ya, Nak, sekarang kamu sudah sah menjadi menantu ibu."
Rea menunduk penuh hormat, air mata nya mulai menggenang di pelupuk.
" Ibu sangat bahagia." lanjut Bu Dea dengan senyum hangat yang sulit di sembunyikan.
" karena putri sahabat ibu sendiri kini sudah menjadi putri ibu juga, mulai hari ini, kamu bukan hanya istri dean, lagi juga bagian dari keluarga besar ini, selamanya."
Tangan lembut Bu Dea terulur, mengelus pelan pucuk kepala Rea yang tertunduk . Sentuhan itu begitu memenangkan, membuat gadis muda itu sulit menahan haru.
" Ibu berjanji pada almarhumah ibu mu dulu." ucap Bu Dea lirih, suara nya sedikit bergetar " Bahwa ibu akan menjaga kamu, mendampingi kamu, dan memperlakukan kamu seperti anak ibu sendiri, dan ibu akan menepati janji itu Nak ."
Rea tak kuasa menahan tangisnya, dia memeluk Bu Dea erat erat , membalas kasih sayang yang tulus itu.
" Terimakasih Bu, Rea janji akan berusaha menjadi istri yang baik untuk mas Dean dan menantu yang berbakti untuk ibu." katanya sambil terisak pelan.
Bu Dea tersenyum lembut sambil menepuk bahu nya.
" Itu yang ibu harap kan, Nak mulai sekarang, anggap rumah ini rumah mu juga."
Dari kejauhan, Dean memperhatikan pemandangan itu dengan senyum tipis, ada rasa hangat di dada melihat hubungan dua wanita penting di dalam hidupnya saling berpelukan di bawah cahaya lembut sore hari.
Rea menganggukkan kepala nya pelan, matanya yang teduh kini sudah basah oleh air mata haru, dia melangkah mendekat lalu memeluk erat tubuh Bu Dea, ibu mertua nya yang sejak dulu sudah dia anggap seperti ibu nya sendiri.