NovelToon NovelToon
The Invisible Girl

The Invisible Girl

Status: tamat
Genre:Obsesi / Romansa / Tamat
Popularitas:72k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di Universitas Negeri Moskow, kekuasaan tidak hanya diukur dari nilai, tapi dari sirkel pergaulan. Sky Remington adalah puncaknya, putra konglomerat Rusia yang sempurna, dingin, dan tak tersentuh. Selama empat bulan terakhir, ia menjalin hubungan yang tampak ideal dengan Anastasia Romanov, gadis tercantik di kampus yang sangat membanggakan statusnya sebagai kekasih Sky.
Di dalam sirkel elit yang sama, ada Ozora Bellvania. Meskipun ia adalah pewaris kekaisaran bisnis perkapalan yang legendaris, Ozora memilih menjadi bayangan. Di balik kasmir mahal dan sikap diamnya, ia menyimpan rasa tidak percaya diri yang dalam, merasa kecantikannya tak akan pernah menandingi aura tajam Anastasia, Stevani, atau Beatrix.
Selama ini, Sky dan Ozora hanyalah dua orang yang duduk di meja makan yang sama tanpa pernah bertukar kata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegugupan di Balik Rahasia

Suasana di meja kantin yang biasanya didominasi oleh obrolan mewah tentang mode dan pesta, tiba-tiba berubah menjadi tegang bagi mereka yang bisa membaca situasi.

Ozora sedang menatap layar ponselnya, sebuah pesan singkat dari Sky yang baru saja masuk:

"Tersenyumlah sedikit saja, tapi jangan terlalu cantik atau aku akan kehilangan kendali di depan mereka."

Pesan itu membuat sudut bibir Ozora terangkat, sebuah senyum tulus yang jarang terlihat.

Stevani yang duduk tepat di seberangnya menyipitkan mata, lalu tertawa meremehkan.

"Hey, Ozora. Apa kau akhirnya menemukan kekasih di balik tumpukan buku hukummu itu?" goda Stevani dengan suara cukup keras. Ia mencondongkan tubuh, raut wajahnya penuh dengan keangkuhan yang vulgar.

"Aku sarankan kau segera melepaskan kegadisanmu, Sayang. Rasanya akan sangat nikmat. Jangan terlalu kaku jadi perempuan."

Mendengar ucapan blak-blakan Stevani, Anastasia mendadak terlihat panik. Dengan gerakan refleks yang sangat cepat, ia menutup mulut Stevani menggunakan telapak tangannya.

"Stevani! Tutup mulutmu, jangan bicara sembarangan di depan umum!" seru Anastasia dengan nada bicara yang bergetar.

Sky yang duduk di ujung meja, sedang menyesap kopinya, langsung berhenti. Matanya yang tajam seperti elang memperhatikan reaksi Anastasia yang berlebihan. Sky tahu Anastasia sombong, tapi dia tidak pernah melihat Anastasia se-reaktif ini hanya karena lelucon kasar Stevani.

Apa Stevani mengira keperawanan hanya sekadar lelucon? ucap Sky dalam hati dengan rasa muak yang mendalam. Atau... apakah mereka tertawa karena mereka tahu sesuatu yang tidak aku tahu?

Sky meletakkan cangkirnya dengan bunyi denting yang keras di atas meja. Ia tidak menatap Stevani, melainkan menatap langsung ke mata Anastasia.

"Kenapa kamu sangat gugup, Ana?" tanya Sky dengan suara rendah namun menekan.

"Bukankah Stevani hanya bercanda soal kenikmatan yang dia maksud? Atau ada bagian dari lelucon itu yang membuatmu merasa tidak nyaman?"

Anastasia menelan ludah dengan susah payah. Ia teringat kejadian semalam di apartemen Stevani, saat ia mendesah di bawah pria bayarannya sementara mereka menertawakan Sky.

"Bukan begitu, Sky... Aku hanya tidak ingin Ozora merasa tidak nyaman. Stevani memang bicara tanpa filter," jawab Anastasia dengan tawa yang dipaksakan, tangannya masih sedikit gemetar saat meraih gelas minumannya.

Phoenix yang duduk di samping Sky, menyandarkan punggungnya ke kursi. Ia memperhatikan betapa pucatnya wajah Anastasia sekarang. Phoenix tahu persis apa yang terjadi di sirkel sosial mereka, dan ia mulai merasakan ada bau busuk dari rahasia Anastasia.

Phoenix melirik Ozora yang kini menunduk, lalu melirik Sky. Ia sengaja menendang pelan kaki Sky di bawah meja untuk memberi kode agar Sky tetap tenang.

"Sudahlah," sahut Phoenix mencairkan suasana. "Setiap orang punya standar kenikmatan masing-masing. Mungkin bagi Ozora, bau buku baru lebih nikmat daripada pria mana pun, ya kan, Ozora?"

Ozora hanya mengangguk pelan, berusaha menyembunyikan getaran di tangannya. Ia bisa merasakan tatapan Sky yang kini berpindah padanya, tatapan yang seolah menjanjikan bahwa Sky akan mencari tahu apa yang sebenarnya sedang disembunyikan oleh orang-orang di meja ini.

Sky duduk di kursi kemudi mobilnya, jemarinya mengetuk setir dengan ritme yang konstan namun tajam. Pikirannya melayang kembali pada momen-momen janggal bersama Anastasia selama empat bulan terakhir.

Selama ini, ia menganggap perilaku Anastasia hanyalah bentuk keagresifan seorang gadis manja. Namun sekarang, kepingan puzzle itu mulai tersusun menjadi gambar yang menjijikkan di kepalanya.

Sky teringat saat-saat Anastasia memaksanya menginap di apartemen dengan alasan takut sendirian, namun cara gadis itu menatapnya tidak menunjukkan ketakutan sama sekali. Ia teringat kata-kata vulgar yang sering keluar dari mulut Anastasia saat mereka hanya berdua, bahasa yang tidak pantas untuk seorang gadis yang menjunjung tinggi kehormatan keluarga.

Bahkan, ia bergidik saat teringat sebuah momen di klub malam, ketika tangan Anastasia dengan berani mencoba meraih sesuatu di balik celananya di bawah meja, sebuah tindakan yang langsung Sky tepis dengan dingin saat itu.

“Kau terlalu kaku, Sky. Hidup ini untuk dinikmati,” bisik suara Anastasia di ingatannya, mirip dengan apa yang dikatakan Stevani di kantin tadi.

Sky merogoh ponselnya dan menghubungi asisten pribadinya, Viktor.

"Pantau setiap pergerakan Anastasia Romanov selama 24 jam ke depan," perintah Sky tanpa basa-basi.

"Cek semua apartemen yang sering ia kunjungi, terutama milik Stevani. Aku ingin laporan lengkap tentang siapa saja yang masuk ke sana bersamanya. Jangan lewatkan satu detail pun."

Setelah menutup telepon, Sky bersandar di kursinya. Bukannya merasa marah karena kemungkinan dikhianati, sebuah senyum puas justru terukir di wajah tampannya.

Bagi orang lain, diselingkuhi adalah penghinaan. Tapi bagi Sky, ini adalah tiket emas. Jika ia bisa membuktikan bahwa Anastasia adalah gadis Jalang, maka perjanjian pertunangan antar keluarga itu akan hancur seketika. Ia tidak perlu lagi merasa bersalah atau takut menyakiti martabat keluarga Romanov.

"Kau menggali lubangmu sendiri, Anastasia," gumam Sky rendah.

Ia mengambil ponselnya kembali dan mengirim pesan singkat kepada Ozora.

Sky: "Aku mungkin akan segera bebas lebih cepat dari yang ku bayangkan. Tetaplah cantik dan simpan tato itu hanya untukku malam ini. Aku akan menjemputmu setelah urusanku selesai."

Di sisi lain, Phoenix yang baru saja keluar dari gedung kampus melihat mobil Sky masih terparkir. Ia menghampiri dan mengetuk kaca jendela. Saat kaca diturunkan, Phoenix melihat seringai kemenangan di wajah sahabatnya itu.

"Kau terlihat seperti serigala yang baru saja menemukan domba yang tersesat, Remington," goda Phoenix.

"Lebih tepatnya, aku baru saja menemukan kunci untuk membuka kandang ini, Phoenix," jawab Sky.

"Bantu aku satu hal. Pastikan Stevani tetap sibuk besok. Aku ingin Anastasia merasa bebas untuk melakukan kesalahan terakhirnya."

Phoenix tertawa renyah sambil memberikan hormat dua jari. "Serahkan padaku. Aku akan mengajak Stevani berdiskusi soal saham sampai dia lupa waktu."

🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 🥰😍

1
Yunie
kok ngeri jadinya 😳
Rosdianah 🌷: huhuhu
total 1 replies
Yunie
😍
Rosdianah 🌷: ma'aciww komentar nya kak🫶
total 1 replies
Emi Sudiarni
bgus crita nya kak
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
happy ending, meskipun dari awal banyak misteri yang sulit di tebak dalam cerita.. 👍🤭
Rosdianah 🌷: Iya kak🥰🥰🥰🥰
total 3 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
G1l4 semua.🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Rosdianah 🌷: Author pengecualian 🤣🤭
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
ceritanya membingungkan Thor.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
diihh serem pembunuh berdarah dingin.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
weehh ternyata Celebek alias Clbk.😆😆😆
di kirain bakal jadi dengan Cassie ternyata cintanya Lucian kuat juga.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
ada kemiripan sifat Cassie dengan Ozora dulu, mungkin kah dia yang akan jadi pendampingnya Lucian setelah melepas Seraphina... kalau bener berarti sejalan tapi tak cukup mengerikan seperti Ortunya dulu.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
mending lepas saja Seraphina, Lucian biarkan kalian bernafas dengan jalan kalian masing² tanpa ada lagi komunikasi seperlunya.. cari kebahagiaan masing² dan moga Author pilihkan sosok perempuan yang bisa menghargai Lucian setelah dia berkorban malah di sakiti.👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Baguslah akhirnya Obsesi g1l4 dari dua keluarga putus di tangan Lucian setidaknya dia berpikir normal.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Biar ga takut dengan kegelapan pada Lucian coba kamu bawa senter aja biar terang Seraphina jadi kan ga serem lagi.😆😆😆
Rosdianah 🌷: kak, ngakak loh aku🤣🤣🤣
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Wkwkk Lucian lebih terang²an g1l4ny4 ini mah... serem tar salah dikit takutnya Sherapina di amookk tuh Lucian.😆😆
Rosdianah 🌷: wkwkw🤭
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
caranya hampir sama dengan ortunya tapi Lucian lebih sedikit berani ambil resiko sejak kecil ketimbang Ortunya.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
emang Lain dari yang lain jalan pemikirannya di luar logika jadi ke menyeramkan.😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Gkgkfk sulit di tebak alur ceritanya.👍😆😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
pada g1l4² pemeran ceritanya sampe Aku yang baca bingung di buatnya..😆😆😆😆
Rosdianah 🌷: hihihi🤭
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bener² saling punya rahasia dan maksud tujuan mereka sendiri,, entah siapa yang bakal menang .. cinta atau ego
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Waduuhh ternyata ke 2nya mempunyai alasan tersembunyi juga.. entah apa tar jadinya kalau semua terbongkar... apa akan saling memperbaiki atau hancur terpisah karna ego masing².
Rosdianah 🌷: makasih jejak nya kak😅
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Wkwkk... permainan berbalik arah Cristine yang menang tetap menang bukan sebaliknya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!