Tiara seorang anak pembantu yang menyamar sebagai gadis buruk rupa tak menyangka akan berakhir di satu ranjang dengan majikan nya yang di kenal impoten dan benci dengan wanita
Kelvin seorang CEO tampan sekaligus Majikan Tiara di kenal suka tidur dengan wanita untuk menyembuhkan penyakitnya namun salah satu wanita yang pernah tidur dengan nya tak ada satupun yang membuat nya sembuh dari penyakitnya.
Namun pada saat ia mabuk dan tak sadarkan diri tanpa sengaja ia berpasangan dengan Tiara yang hanya memakai handuk saja entah kenapa membuat gairah di tubuhnya bangkit kembali dan membuat nya gelap mata lalu memperkosa Tiara dan membuat gadis itu hamil di luar nikah tanpa sepengetahuannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sudah Siuman
“Kelvin pokoknya mama gak tau menahu, kamu harus menerima perjodohan ini!"Seruh nyonya Anita pada Kelvin.
Kelvin berdiri dengan wajah penuh ketegangan di hadapan ibunya, Nyonya Anita. Tangannya menggenggam sisi meja ruang makan dengan erat.
"Mama!" ucapnya dengan nada tegas "Bukan kah aku sudah bilang berkali-kali, aku tidak bisa menerima perjodohan ini! kenapa mama terus memaksa aku!"
Nyonya Anita menghela napas kesal dan menyilang tangan di depan dadanya. "Kamu Sudah cukup umur Kelvin untuk menikah dan keluarga Farah sangat cocok dengan kita. Ini bukan hanya tentang kamu sendiri, tapi juga nama baik keluarga kita!"
"Kalau nama baik keluarga yang Mama pikirkan, maka Mama harus mengerti bahwa aku tidak bisa sembarangan menikahi yang tidak aku cintai!" ucap Kelvin dengan suara yang sedikit meninggi.
“Sudahlah ma, kalau Kelvin tidak ingin di jodohkan dengan Farah. yah apa boleh buat, kita tidak bisa memaksa."Sambung tuan Justin.
Nyonya Anita menoleh ke arah suaminya dengan tatapan yang tidak puas, "Pa, ayolah untuk kali ini mama perlu dukungan papa!"
Tuan Justin mendekat dan menepuk bahu istrinya dengan lembut, "Kita tidak bisa memaksa anak kita untuk menikah hanya karena alasan nama baik keluarga saja, sayang. Kelvin sudah dewasa dan punya hak untuk memilih jalannya sendiri."
Tuan Justin kemudian melihat Kelvin dengan tatapan penuh kasih sayang, "Kita mengerti bahwa kamu sedang menghadapi sesuatu yang tidak mudah, nak. Mama mungkin hanya khawatir karena kamu sudah cukup umur dan ingin melihatmu memiliki keluarga yang bahagia."Lanjut Tuan Justin, "Tentang perjodohan dengan Farah, papa akan menghubungi keluarganya untuk menjelaskan situasi ini dengan baik. Jangan khawatir, semuanya akan kita selesaikan dengan cara yang sopan dan tidak merusak hubungan kedua keluarga."
Kelvin merasa lega mendengar kata-kata ayahnya,“Ck.papa saja waras masak mama tidak!"Cibir Kelvin lalu ia segera meninggalkan ruang makan.
Nyonya Anita syok ketika mendengar cibiran Kelvin, wajahnya menjadi merah karena rasa marah dan sedikit tersinggung. "Kelvin!" serangnya dengan suara yang menggelegar di ruang makan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seorang petugas medis memakai seragam biru tua menghampiri Tiara yang duduk sendirian di depan ruang tunggu ICU.
“Apa mbak keluarga Ibu Sri?"
Tiara langsung berdiri dengan cepat, wajahnya sedikit tegang karena khawatir mendengar kabar buruk tentang ibunya.
"Iya mbak, saya anaknya Tiara,bagaimana mbak apakah ibu saya sudah sadar!?
Petugas medis mengangguk dengan tatapan penuh pemahaman, "Tenang saja mbak, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ibu Sri sudah melalui pemeriksaan ulang dan kondisinya semakin membaik. Dokter baru saja menyuruh saya menyampaikan bahwa ibu Anda bisa dipindahkan ke kamar rawat inap biasa dalam waktu kurang dari satu jam lagi."
Ia kemudian mengambil selembar kertas dan memberikannya pada Tiara, "Ini hasil pemeriksaan lanjutan dari tadi malam. Semua indikator kesehatan ibu Anda sudah menunjukkan perkembangan yang baik. Dokter bilang kalau bisa terus menjaga pola makan dan istirahat yang cukup, maka kondisi ibu Anda akan semakin membaik."
Tiara menerima kertas dengan tangan petugas medis ia mengucapkan terima kasih pelan. "Terima kasih banyak mbak."
Satu jam terlewati akhirnya Ibu Sri di pindahkan ke kamar inap biasa,kamar inap VVIP sebuah kamar dengan kualitas terbaik di rumah sakit.
“Mungkin setengah jam ibu anda akan segera sadar,"kata seorang petugas medis itu.
Tiara yang sedang menunggu di sisi ranjang Ibu Sri langsung mengangguk. "Terima kasih yah mbak"
Setelah petugas medis keluar, Tiara mengambil tangan ibunya yang lembut dan mengelusnya perlahan. "Ibu,cepat bangun yah..aku kangen banget sama ibu, aku kangen ibu yang suka ngomel-ngomel,"Tiara mencium punggung tangan ibunya dengan lembut, air mata yang mengalir terus menyiram kulit tangan Ibu Sri yang hangat. "Ibu setelah ibu sadar nanti aku janji akan bawa ibu, kita harus pergi dari sini" Lirihnya dengan pelan hampir tak terdengar.
Ibu Sri yang mulai menunjukkan tanda-tanda akan sadar, perlahan membuka mata nya dengan gerakan yang lembut. Matanya masih sedikit kabur, tapi dia bisa melihat sosok Tiara yang sedang tengah tidur di atas tangan nya.
“Tiara..nak..
Tiara terhentak langsung menghadapkan wajahnya kepada ibu nya dengan senyum lega, "Ibu sudah sadar ya? Alhamdulillah..."
Ibu Sri mengangguk pelan, kemudian mengulurkan tangan nya yang lembut untuk menyentuh pipi Tiara. "Sudah cukup menangis ya nak, ibu tidak tega melihatmu seperti itu."
Tak lama kemudian, suara mesin monitor di sisi ranjang mulai berbunyi dengan frekuensi yang stabil. Petugas medis masuk untuk memeriksa kondisi Ibu Sri dan mengganti kantung infus yang sudah hampir habis.
"Kondisi ibu semakin baik ya mbak," ucap petugas dengan senyum hangat. "Perkiraan besok ibu bisa mulai makan makanan padat sedikit demi sedikit tapi jangan terlalu banyak"
Tiara mengucapkan terima kasih dengan tulus, hati nya semakin lega melihat kondisinya yang membaik. "Terima kasih banyak mbak, semoga ibu saya cepat sembuh"
Petugas tersebut mengangguk dan memberikan senyum hangat sebelum kembali melakukan pekerjaannya.
...****************...
“Tiara.."Panggil ibunya pelan, sambil mengelusuri wajah Tiara.
Tiara yang hendak menyuapkan bubur kepada ibunya, seketika tangan nya berhenti ke udara.“Kenapa Bu,"
“Kamu kok agak wajahnya agak berisi. kamu pasti tidak diet yah, kamu pasti kebanyakan makan bakso makanya sekarang tubuhnya semakin berisi"
Tiara seketika terdiam, perlahan tangan nya turun meletakkan sendok kembali ke dalam semangkuk bubur.“Iya Bu, selama ibu sakit dan di rawat di sini aku lebih sering makan malam makanya tubuh ku agak berisi sekarang"Jawab Tiara berbohong.
Bu Sri hanya mengangguk."Oh begitu,oh yah apa kemarin nyonya Anita dan tuan Justin datang ke sini juga untuk lihat ibu?"
Tiara menggeleng cepat.“Aku tidak tau Bu, mungkin saja nyonya dan tuan datang kerumah sakit ini saat ibu berada di ICU."
Ibu Sri mendesah.“Kalau bukan karena sakit ini pasti ibu sudah kerja dari kemarin."
“Ibu jangan menyalakan diri ibu sendiri yah. tapi Bu kalau ibu sudah sembuh total. ibu tidak perlu lagi yah bekerja bersama mereka"
“Loh kenapa Tiara, Nyonya Anita dan tuan Justin itu orang baik loh. makanya ibu betah kerja di sana."
'Asal ibu tahu, mereka baik kalau di depan ibu saja.padahal aslinya nyonya Anita itu jahat, pelit pokoknya aku gak bakalan biarin ibu balik kerja di sana lagi'
“Gak Bu, kerja di sana itu sangat berisiko bagi penyakit ibu. pokoknya aku gak mau lihat ibu kerja di sana lagi,"
“kalau ibu gak kerja, ibu dari mana akan dapatkan uang nak.Terlebih ibu masih memiliki hutang sama Nyonya Anita"
“Buu...cukup yah, ibu tidak perlu memikirkan itu semua."Tiara menggenggam tangan ibunya.“Biar Tiara yang kerja, ibu cukup istirahat saja!"
masih penasaran dengan kelanjutan selanjutnya 👍🤩
soalnya si Kelvin selain dia yg gak bisa menghargai seorang wanita bagaimana pun penampilan nya, ibunya pun adalah orang yg melihat orang hanya dari kasta nya saja 😤