NovelToon NovelToon
Perjodohan Di Bawah Bayangan Mafia

Perjodohan Di Bawah Bayangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: hairil

SEASON 1 ; BAB ; 41 TAMAT

SINOPSIS SEASON 2

Tujuh tahun telah berlalu sejak perayaan ulang tahun ke-5 Yayasan Aulia & Hidayat. Kedamaian dan kesuksesan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Putri dan Rizky. PT Adinata Berkah Lestari kini menjadi raksasa bisnis yang dihormati secara global, dan yayasan mereka telah menumbuhkan ribuan anak menjadi generasi yang tangguh. Rara kini berusia 19 tahun dan sedang menempuh pendidikan tinggi di bidang kedokteran, sementara Arka (11 tahun) dan Bara (9 tahun) tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas dan penuh kasih.

Namun, kedamaian yang rapuh itu mulai retak ketika serangkaian insiden misterius terjadi. Mulai dari sabotase kecil di operasi perusahaan, ancaman anonim terhadap yayasan, hingga hilangnya beberapa dokumen penting hukum. Putri, dengan naluri hukum dan kehati-hatiannya, mulai menyadari bahwa ada kekuatan yang tidak terlihat sedang bergerak di balik layar—kekuatan yang tidak ingin melihat keluarga Adinata terus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hairil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3: BUKTI YANG MENGGUNCANG

Saat Nina sedang keluar untuk mengambil bahan makanan, Putri memutuskan untuk kembali ke kos lama untuk membersihkan barang-barang orang tuanya yang tersisa. Dia merasa perlu memastikan tidak ada bukti lain yang terlewat, sekaligus ingin merenung di tempat yang dulu menjadi rumahnya.

Kamar kos yang kecil terasa sunyi dan penuh kenangan. Putri mulai menyortir kotak-kotak yang belum dibersihkan, menyimpan barang-barang berharga seperti foto keluarga dan perhiasan ibunya ke dalam tas. Saat dia sedang membongkar kotak yang berada di bawah ranjang, dia menemukan sebuah kotak kayu kecil yang terkunci rapat.

Dengan menggunakan kail kecil yang dia bawa dari kamar baru, Putri berhasil membuka kuncinya. Di dalamnya ada beberapa berkas dokumen dan sebuah buku catatan tua. Dia melihat isi berkasnya—semua tentang bisnis ekspor impor kayu orang tuanya, termasuk kontrak kerja sama dengan perusahaan milik Pak Hidayat sebelum kematian mereka.

Namun yang paling membuat hatinya berdebar adalah isi buku catatan ayahnya. Setiap halamannya mencatat transaksi-transaksi yang mencurigakan yang dilakukan Pak Hidayat, termasuk pembelian senjata dan rekaman pembunuhan terhadap pesaing bisnisnya. Di halaman terakhir, tertulis dengan jelas:

"Jika sesuatu terjadi pada saya dan istri saya, pasti ada hubungannya dengan Hidayat. Dia ingin mengambil alih bisnis kayu kita karena lokasi kawasan yang kita miliki sangat strategis untuk jalur distribusi barang-barangnya yang tidak sah. Saya menyimpan rekaman percakapan kita di kaset kecil—harapannya bisa menjadi bukti jika Putri perlu keadilan."

Putri meraih buku catatan itu dengan tangan yang gemetar. Kombinasi antara buku catatan ini dan kaset rekaman yang dia temukan sebelumnya menjadi bukti yang sangat kuat tentang kejahatan Pak Hidayat. Pengalaman kuliah hukumnya membuatnya tahu bahwa kedua barang bukti ini bisa digunakan untuk mengadili pria itu di pengadilan.

"Saya akan memastikan kamu mendapatkan apa yang kamu pantaskan, Pak Hidayat," bisik Putri dengan suara penuh tekad. Dia menyimpan buku catatan dan berkas dokumen ke dalam tasnya dengan hati-hati.

Saat hendak keluar dari kos, sebuah suara keras membuatnya terkejut. "Kau benar-benar berani datang ke sini lagi, Putri Aulia?"

Putri menoleh dan melihat seorang pria berusia sekitar 40 tahun dengan wajah kasar berdiri di depan pintu. Dia mengenalnya dari foto yang pernah dia lihat di kantor Pak Hidayat—Pak Darmawan, anggota dewan mafia yang merupakan rivalnya.

"Pak Darmawan? Apa yang kamu inginkan?" tanya Putri dengan tetap tenang.

Pria itu menyeringai tipis. "Saya tahu apa yang kamu temukan, anak muda. Saya sudah tahu tentang kaset dan buku catatan ayahmu jauh sebelum kamu menemukannya. Pak Hidayat adalah pembunuh yang licik—dia juga merencanakan kematian orang tuaku beberapa tahun yang lalu."

Putri merasa jantungnya berdebar lebih kencang. "Apa yang kamu inginkan dariku?"

"Saya ingin kerja sama denganmu," jawab Pak Darmawan. "Kau punya bukti untuk menggulingkannya, dan saya punya kekuatan di dalam dewan mafia untuk mengambil alih posisinya. Bersama kita bisa membuat dia mendapatkan hukuman yang dia pantaskan, dan kamu bisa mendapatkan balas dendam yang kamu inginkan."

Putri berpikir sebentar. Dia tidak bisa mempercayai Pak Darmawan begitu saja—dia tahu bahwa pria ini juga adalah bagian dari dunia mafia yang kejam. Tapi peluang untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang Pak Hidayat terlalu berharga untuk dilewatkan.

"Saya perlu waktu untuk memikirkannya," ucap Putri. "Jangan datang mencari saya lagi. Jika saya setuju, saya akan menghubungi kamu."

Pak Darmawan mengangguk dan memberikan sebuah kartu nama kecil. "Saya tunggu keputusanmu. Ingat, waktu tidak selalu berada di pihak kita."

Setelah Pak Darmawan pergi, Putri langsung pulang ke kediaman keluarga Adinata. Nina sudah menunggu di sana dengan wajah khawatir. "Dimana kamu pergi? Saya khawatir jika Pak Hidayat tahu kamu keluar sendirian."

Putri menarik Nina ke kamar pribadinya dan menutup pintunya rapat. "Aku perlu memberitahumu sesuatu yang sangat penting, Nina. Dan aku perlu tahu apakah kamu benar-benar bisa dipercaya."

Tanpa berbicara lebih lama, Putri mengambil kaset rekaman dan buku catatan ayahnya, kemudian menjelaskan semua yang dia ketahui tentang kematian orang tuanya dan rencana balas dendamnya. Nina mendengarkan dengan cermat, tanpa mengucapkan sepatah kata pun sampai Putri selesai.

Setelah diam sebentar, Nina menghela napas panjang. "Saya sudah curiga ada sesuatu yang tidak beres sejak pertama kali bertemu kamu. Saya tidak setuju dengan cara kerja keluarga Adinata, terutama Pak Hidayat. Saya akan membantu kamu—baik untuk mendapatkan keadilan bagi orang tuamu, maupun untuk melindungi Rara dan Rizky dari bahaya."

Dengan dukungan Nina, Putri merasa sedikit lebih kuat. Dia tahu bahwa jalan yang akan ditempuh tidak mudah, tapi dia sudah siap untuk menghadapi segala risiko demi keadilan dan keselamatan adiknya.

 

[PERTANYAAN UNTUK PEMBACA]: Apakah kamu berpikir Putri harus menerima tawaran kerja sama dari Pak Darmawan, atau hanya mengandalkan dukungan Nina untuk menjalankan rencananya?

1
Iril
semoga suka
Iril
halo KK mohon atas dukungannya saya penulis pemula
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!