NovelToon NovelToon
Hidup Kedua Sang Istri Teraniaya

Hidup Kedua Sang Istri Teraniaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Time Travel / Sci-Fi
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

"Kau pikir aku masih wanita lemah yang dulu?"

Dara Alvarino, dokter bedah kelompok mafia paling ditakuti mati ditikam dari belakang oleh sahabatnya sendiri. Saat membuka mata, ia terbangun dalam tubuh Kiara Adisaputra, istri lemah yang sedang hamil tiga bulan, dipukuli suaminya sendiri karena dituduh selingkuh.

PLAK!

Tamparan keras mendarat di pipinya. "Pelacur! Ngaku saja kalau anak itu bukan anakku!"

Arkan Adisaputra, suaminya berdiri dengan mata penuh kebencian. Di belakangnya, Lenna si adik angkat tersenyum tipis, pura-pura cemas. "Kak Arkan, jangan kasar... Kak Kiara kan sedang hamil..."

Dara yang sekarang Kiara menatap tajam. Tubuh ini lemah, tapi jiwanya adalah predator yang pernah membedah tubuh manusia tanpa berkedip.

"Kau mau bukti?" Kiara berdiri, mengusap darah di sudut bibirnya. "Aku akan tunjukkan siapa yang sebenarnya berbohong di rumah ini."

Pembalasan dimulai. Kali ini, ia tidak akan mati sia-sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 - SEKUTU YANG TIDAK TERDUGA

Sakit kepala luar biasa menyambut Dara saat membuka mata, deperti ada yang menusuk-nusuk otaknya dari dalam.

"Kakak! Syukurlah!"

Suara Regan. Dara memaksa matanya fokus, dia ada di kamarnya, berbaring di tempat tidur. Regan duduk di sampingnya, wajahnya penuh kekhawatiran.

"A... apa yang terjadi..." suara Dara parau.

"Salma menyuntikmu, tapi aku langsung bawa Kakak masuk sebelum dia bisa melakukan hal lain. Aku tembak kakinya, tapi dia berhasil kabur."

Dara mencoba bangkit, tapi tubuhnya tidak mau bekerja sama. "Sari... Sari adalah..."

"Aku tahu, aku dengar semuanya. Tadi malam aku langsung kunci Sari di ruang penyimpanan basement, dia tidak bisa ke mana-mana."

"Bagus... bagus..." Dara merasakan mual. "Apa yang dia suntikkan padaku?"

"Aku tidak tahu pasti. Tapi Dr. Wijaya sudah dalam perjalanan ke sini, aku panggilkan dia."

"Kamu... bilang apa padanya?"

"Bilang Kakak pingsan, tidak tahu sebabnya." Regan menatapnya serius. "Kak, tentang yang tadi malam... tentang Salma... tentang semuanya..."

Dara menutup mata, rahasianya sudah terbongkar. Regan tahu semuanya sekarang.

"Kamu mau laporkan aku ke polisi?"

"Apa? Tidak!" Regan terdengar terkejut. "Kakak kenapa bisa berpikir begitu?"

"Karena kamu tahu siapa aku sebenarnya. Dokter mafia, pembunuh, pencuri tubuh orang lain..."

"Kamu bukan pembunuh." Regan memotong. "Kamu korban, korban yang dipaksa bertahan hidup dengan cara apa pun. Dan soal tubuh Kiara..." dia menghela napas, "...aku tidak mengerti bagaimana itu terjadi. Tapi yang aku tahu, Kiara yang lama sudah menderita cukup lama. Mungkin... mungkin ini jalan dia untuk bebas. Dan kamu yang melanjutkan kehidupannya dengan lebih baik."

Dara membuka mata, menatap Regan. Ada ketulusan di sana.

"Kenapa kamu masih mau membantuku?"

"Karena musuh kita sama, yakni Lenna. Dan sekarang, Salma." Regan mengepalkan tangannya. "Aku sudah kehilangan Della karena orang-orang seperti mereka, aku tidak akan kehilangan orang lain lagi."

Ketukan di pintu, Dr. Wijaya masuk dengan tas dokternya.

"Regan bilang Nyonya Kiara pingsan?"

"Ya, Dokter. Aku... aku tidak tahu kenapa tiba-tiba..."

Dr. Wijaya sudah memeriksa, mengecek tekanan darah, detak jantung. "Ada bekas suntikan di leher Nyonya."

Dara dan Regan bertukar pandang.

"Saya... saya tidak ingat..."

"Nyonya, kalau ada yang menyuntikkan sesuatu pada Nyonya tanpa izin, itu adalah tindakan kriminal." Dr. Wijaya menatapnya serius. "Apa yang sebenarnya terjadi?"

Dara mengambil napas, dia butuh sekutu. Dan Dr. Wijaya dengan pengalaman medisnya pasti bisa membantu.

"Dokter, kalau saya bilang... ada orang yang mencoba menyakiti saya lagi. Dengan cara yang lebih berbahaya dari sebelumnya, apa Dokter akan percaya?"

Dr. Wijaya melepas kacamatanya, membersihkannya perlahan gestur yang memberi dia waktu berpikir.

"Nyonya Kiara, dalam dua puluh tahun saya menangani keluarga Adisaputra, saya sudah melihat banyak hal. Banyak rahasia, banyak kebohongan." Dia memasang kembali kacamatanya. "Jadi ya... saya percaya."

"Bahkan kalau orangnya bukan dari keluarga Adisaputra? Tapi dari luar?"

"Bahkan kalau orangnya hantu sekalipun." Dr. Wijaya tersenyum tipis. "Yang penting, Nyonya butuh pertolongan medis atau bukan?"

"Saya butuh tahu apa yang disuntikkan ke tubuh saya."

Dr. Wijaya mengambil sampel darah. "Saya akan tes ini di laboratorium pribadi saya. Tidak akan ada yang tahu, hasilnya keluar besok siang."

"Terima kasih, Dokter."

Setelah Dr. Wijaya pergi, Regan kembali duduk.

"Kak, kita harus bertindak cepat. Salma terluka, aku tembak kakinya tapi dia pasti akan balik lagi. Dan dia punya bukti-bukti tentang Kakak."

"Aku tahu." Dara memaksa dirinya duduk, mengabaikan pusing. "Kita harus cari tahu di mana dia menyimpan semua data itu, dan menghancurkannya."

"Caranya?"

"Salma pasti punya markas. Tempat dia menyimpan semua penelitiannya, semua buktinya. Kita harus menemukannya."

"Itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami."

"Tidak juga." Dara berpikir keras. "Salma itu metodis, dia pasti punya pola. Dan satu hal yang aku tahu, dia suka tempat yang gelap, tersembunyi, tapi mudah diakses. Seperti basement atau..."

"Apartemen Rio."

Dara menatap Regan. "Apa?"

"Apartemen Rio, tempat Lenna sering ke sana. Salma bilang dia punya orang dalam di rumah ini... Sari. Tapi bagaimana kalau Salma juga punya hubungan dengan Rio? Atau dengan Lenna?"

"Lenna terlalu bodoh untuk konspirasi sebesar ini."

"Tapi Rio? Dia bisa jadi perantara tanpa Lenna tahu."

Dara mengangguk perlahan, itu masuk akal.

"Kita perlu interogasi Sari sekarang."

"Dia di basement, aku kunci rapat-rapat."

Mereka turun ke basement area yang jarang dikunjungi, penuh dengan barang-barang lama dan ruang penyimpanan.

Sari ada di ruang paling pojok, tangan dan kakinya terikat, mulut disumpal. Matanya melotot melihat Kiara dan Regan masuk.

Regan melepas sumpal di mulutnya.

"LEPASKAN AKU! AKU AKAN LAPOR POLISI! INI PENCULIKAN..."

"Tutup mulut." Dara berjongkok di hadapannya, menatap dengan tatapan yang membuat Sari terdiam. "Atau aku yang akan lapor polisi, tentang kamu yang mencoba meracuniku berkali-kali."

Sari memucat. "A... aku tidak..."

"Jangan bohong! Aku tahu, Salma sudah mengaku semuanya."

"Salma..." Sari terlihat panik sekarang. "Kamu... kamu ketemu dia?"

"Lebih dari ketemu, dia menyuntikku dan Regan menembak kakinya. Sekarang dia melarikan diri, meninggalkan kamu di sini sendirian."

Sari terlihat seperti akan menangis.

"Dengar baik-baik, Sari." Dara menurunkan suaranya, suara yang pernah dia gunakan untuk menginterogasi mata-mata di kelompok mafia dulu. "Salma sudah kabur, dia tidak akan datang menyelamatkanmu. Kamu hanya alat baginya, seperti aku dulu. Dan kalau kamu tidak bekerja sama sekarang, aku akan biarkan kamu menanggung semua dosanya sendirian."

"Tapi dia sepupuku..."

"Dia meninggalkanmu, itu fakta." Regan menambahkan. "Dan percaya padaku kalau polisi datang, dia akan bilang semua ini idemu. Kamu yang akan masuk penjara, bukan dia."

Sari mulai terisak. "Aku... aku tidak mau begini... Salma bilang cuma bantu sedikit... dapat uang... aku tidak tahu akan separah ini..."

"Kalau kamu bekerja sama, aku bisa bantu kamu." Dara berbohong... sedikit. "Aku punya koneksi, aku bisa pastikan kamu dapat hukuman lebih ringan. Tapi kamu harus jujur, sekarang!"

Sari mengangkat wajahnya yang basah air mata. "Kamu... kamu janji?"

"Aku janji, asal kamu jawab pertanyaanku."

Sari mengangguk lemah.

"Di mana Salma menyimpan semua datanya? Semua bukti tentangku?"

"Di... di apartemen. Apartemen yang dia sewa pakai nama samaran."

"Di mana?"

"Di daerah Kemang. Apartemen Permata Hijau, lantai dua puluh, nomor dua nol tiga."

Regan mencatat dengan cepat.

"Ada yang lain di sana?"

"Ada... ada laboratorium kecil. Dia sering bawa sampel darah, rambut... dari kamu dan dari orang lain. Katanya untuk penelitian."

Dara merinding, Salma benar-benar gila.

"Sari, apa Rio tahu tentang Salma?"

"Tidak, Rio cuma tahu Lenna. Mereka tidak pernah ketemu."

"Lenna tahu tentang Salma?"

"Juga tidak, Salma selalu kerja dari bayang-bayang. Dia yang bisikkan ide ke Lenna lewat aku, seolah itu ide aku sendiri."

Jadi Lenna memang cuma boneka. Boneka yang dikendalikan Salma lewat Sari.

"Terakhir kenapa Salma melakukan semua ini? Apa maunya?"

Sari terdiam lama. "Dia... dia mau jadi abadi. Dia percaya kalau bisa pindahkan jiwa dari tubuh ke tubuh, dia bisa hidup selamanya. Dan kamu..." Sari menatap Kiara, "...kamu adalah bukti hidup bahwa itu mungkin."

Dara bangkit, merasa mual lagi.

"Regan, kita harus ke apartemen itu sekarang."

"Sekarang? Kakak baru saja disuntik..."

"Justru karena itu kita harus cepat. Salma pasti akan pindahkan semua buktinya begitu dia sadar aku masih hidup dan tahu lokasinya."

Regan mengangguk. "Baiklah, aku siapkan mobil."

Mereka meninggalkan Sari terikat di basement untuk sementara.

Dara tahu, ini pertaruhan besar. Tapi dia tidak punya pilihan. Kalau dia tidak menghancurkan bukti-bukti Salma...

Hidupnya yang kedua ini akan berakhir bahkan sebelum dimulai.

1
asih
saya ikut tegang bacanya
Dewi Sri
ceritanya bagus tp masih sepi koment, semangat kak author
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
pilihan yang sulit tapi aq yakin dara pintar dan cerdas pasti ada jalan keluar nya tanpa harus membunuh keduanya
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
wow
Dew666
👍👍👍👍
asih
pilihan yg sangat sulit,harus pintar bermain licik Dara
Ma Em
Dara kamu wanita cerdas mantan dokter mafia , kalahkan Viktor juga Rendra dgn siasat licikmu Dara jgn sampai mau di perbudak lagi sama Rendra juga Viktor mereka pasti punya titik lemahnya .
Dew666
🌹🌹🌹🌹
Wulan Sari
ceritanya dari bab perbab semakin menarik dan selalu buat penasaran semoga cerita di akhir akan bahagia, trimakasih Thor semangat buat karya lain salam sukses selalu ya cip 👍❤️🙂🙏
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ . Incha
kira ada cakaran rambut atau apa kek
Erchapram: Puasa Kak, mode kalem. Pembalasam intelektual bukan kek preman 🤣🤣🤣
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
vj'z tri
Lo , w end 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 penipu yg tertipu
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
coba km hidup baik-baik len nasib km g bakalan sprti ini
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
lenna bilang cinta sama arka sekarang bilang cinta sama rio, jd sebenarnya yg mn nih lenna, wah pemain juga si lenna
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
lenna trlalu jahat sampe sampe nggak sadar kl dya di jahatin🤣🤭
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
author kapan penyelidikan calon istri regan di mulai? hehehe...
lupita namanya siapa ya
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉: lupita itu lupa thor aq plesetin🤭🤣
total 2 replies
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
tarik satu nafas... dan cuma satu kata wow 🤭
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
semoga lancar ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!