Nabila Zahra Kusuma gadis cantik yang hidup dengan keluarga yang sangat berantakan. Saat ibunya Siti Nurhaliza pergi meninggalkan dia dan ayahnya untuk memilih hidup dengan pria lain yang memiliki banyak harta. Sedangkan Hariyanto Kusuma ayahnya suka dengan dunia malam, minuman dan perjudian.
Nabila yang masih bersekolah kini harus berjuang untuk hidupnya sendiri, apalagi dia tidak ingin putus sekolah.
Setiap pulang sekolah, Nabila selalu menyempatkan diri kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang buat membiayai hidupnya.
Hidupnya sangat sulit. Terkadang dia harus menahan air mata agar tidak dianggap lemah oleh orang lain. Nabila juga sering mendapatkan perundungan dari teman sekelas yang menganggap dia rendah.
Semua itu dia hadapi dengan menjadi perempuan yang sangat kuat. Sifat lembut dalam dirinya dia sembunyikan hanya untuk mempertahankan diri.
Setiap hari Nabila harus menyaksikan ayahnya bersama perempuan lain dengan tubuh terbuka di ruang tamu rumah mereka. Pakaian mere
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mar Dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Kini Nabila dan Reynaldo sedang berada di sebuah restoran mewah yang terletak di pusat Kota Perak.
"Ini terlalu berlebihan ..!" ucap Nabila menatap Reynaldo dengan wajah cemberut.
"Tidak.. kau bisa memesan apa saja yang kau inginkan.." jawabnya santai.
"Aku tidak terbiasa dengan semua ini"
"Sekarang biasakan dirimu.."
"Orang kaya memang bebas saja..!" decak Nabila dengan nada sinis.
"Permisi tuan, mau pesan apa??" tanya seorang pelayan dengan sopan.
"Sediakan semua menu terbaik di restoran ini, dan.."
"Dan Ice Cream Stroberi.." celoteh Nabila memotong pembicaraannya.
"Kau dengar! Sediakan apa yang dia inginkan.." ujar Reynaldo kepada pelayan. "Baik tuan.. pesanan akan segera disiapkan.." ucap pelayan lalu pergi meninggalkan meja mereka.
Reynaldo menatap wajah Nabila yang terus tersenyum melihat dekorasi restoran yang indah.
"Mengapa dia cantik sekali.." gumam Reynaldo dalam hati.
"Reynaldo...." panggil Nabila dengan suara lembut.
"Hemm apaa??" ucap Reynaldo singkat.
"Mengapa kau menjemputku tadi?"
"Aku hanya ingin membawamu untuk perawatan.."
"Hahh?? Maksudmu ke salon kecantikan?"
"Iyaa kemana lagi? Kuburan tempat perawatan kah?" ucap Reynaldo dengan nada datar.
"Huffffttt aku ngomong lembut salah! Kasar juga salah! Manusia aneh bener.." cetus Nabila kesal karena jawabannya tidak sesuai harapan.
"Lagian nanya kesalon aja kan tempat perawatan buat wanita apa lagi Nabila?!"
"Tauuu ahhh! Aku jadi malas makannn!" ucap Nabila mengerutkan kening.
"Mengapa kau jadi malas makan? Apakah restoran ini buruk? Jika buruk kita bisa pindah.."
Mata Nabila terkejut mendengarnya – restoran ini jelas salah satu yang paling terkenal di Kota Perak bahkan seantero Indonesia.
"Tidak perlu!!" cetus Nabila dengan cepat.
"Baiklaaaah!!"
"Apaa??!! Bajingan iniii – tidak tahu cara membujuk wanita sama sekali!!!" gumam Nabila dalam hati.
"Heii mengapa wajahmu seperti itu??" ucap Reynaldo menatap wajahnya yang ditekuk ke bawah.
"Terserah wajahku!!" decak Nabila menatapnya dengan pandangan malas.
Kini seluruh hidangan telah tersaji di depan mereka. Mata Nabila langsung bersinar melihat berbagai jenis makanan – steak pilihan, kaviar, salad segar, spaghetti lezat, dan hidangan khas restoran itu membuatnya ingin segera menyantapnya. Rasa kesalnya dengan Reynaldo lenyap begitu saja saat melihat makanan.
"Wajahnya berubah begitu saja setelah melihat makanan, dasarr gadis anehh!!" gumam Reynaldo dalam hati sambil tersenyum kecil.
Mereka mulai menyantap makanan.
"Makan pelan-pelan, semua ini untukmu.." ucap Reynaldo menasehatinya.
"Hemmmm.." jawab Nabila singkat.
"Aku tidak akan bertanggungjawab jika kau sampai keselak karena cara makanmu yang tergesa-gesa..!"
"Hemmm.." jawabnya sama saja.
Reynaldo yang sedikit kesal malah merasa kagum melihatnya – Nabila selalu menjadi dirinya sendiri, tidak seperti banyak wanita yang suka berpura-pura saat berada di tempat mewah.
Sementara itu, Sophia Wijaya sedang berkeliling kediaman keluarganya di kawasan elit Kota Perak. Dia merasa sangat kecewa dengan kisah cintanya yang tidak kunjung mendapatkan balasan.
"Reynaldo mengapa kau sekarang membenciku.." ucap Sophia dengan suara pelan, wajahnya penuh kesedihan.
Sebagai orang tua, Lina sangat menyakitkan hati melihat putrinya seperti itu. Darwin selalu mengatakan bahwa dia bersyukur putrinya tidak menikah dengan Reynaldo – untuk apa menikahi seseorang yang tidak mencintai kita? Kata-kata itu selalu dia sampaikan kepada istri.
Apa yang dikatakan suaminya memang benar. Lebih baik Sophia terluka sekarang daripada masa depannya menjadi hampa.
Sophia Wijaya adalah putri tunggal pasangan Darwin dan Lina. Dia juga sangat cantik, tapi selalu menganggap dirinya kurang menarik karena Reynaldo tidak pernah meliriknya. Dia selalu berdandan sempurna ketika keluar rumah, namun di dalam kediaman keluarganya dia lebih suka tampilan alami. Wajahnya memang tidak sepenuhnya cantik seperti Nabila, namun berbeda dengan Nabila yang tidak memiliki apa-apa, Sophia memiliki segalanya – kecantikan, kekayaan, dan kasih sayang keluarga yang penuh.
Sophia adalah orang yang lembut, baik hati, dan penyayang, hanya saja dia agak manja karena segala kebutuhannya selalu terpenuhi. Meski Reynaldo tahu hal itu, hatinya sudah tertutup akibat luka masa lalu yang membuatnya sulit mempercayai wanita. Sehingga Sophia selalu menunggu saatnya Reynaldo akan membuka hatinya, namun harapannya hancur saat mendengar kabar bahwa Reynaldo sudah menikah.
Karena itu, Sophia memilih untuk menenangkan pikirannya di dalam kediaman keluarganya.
"Kau sudah selesai makan?" tanya Nabila yang sedang menikmati es krim stroberinya dengan senang hati.
"Sudah, aku harus menjaga pola makan agar tetap bugar.." ucap Reynaldo dengan nada datar.
"Hanya makan sedikit tidak akan membuatmu gemuk lho!!" ucap Nabila datar.
"Kau harus mencoba ini, es krimnya sangat lezat.." ucap Nabila sambil mengambil satu sendok es krim dan menghadapkannya ke arah mulut Reynaldo.
"Ini nahh.." katanya sambil berkata "Aaaaaa"
Reynaldo terpaksa membuka mulutnya dan menikmati es krim yang diberikan – hanya untuk membuatnya mau diajak pergi ke salon.
Setelah selesai makan, mereka berangkat untuk melakukan perawatan kecantikan di salah satu salon terbaik di Kota Perak.
"Aku sudah cantik kok mengapa harus seperti ini!" decak Nabila kesal kepada Reynaldo yang memaksanya.
"Kau harus terlihat cantik setiap hari sebagai nyonya besar Wijaya.."
"Ini hanya pernikahan kontrak aja besok!"
"Tapi Ayah dan wanita jalangnya bukan orang bodoh yang akan membiarkanmu masuk keluarga Wijaya begitu saja!!"
"Mengapa kau harus memilihkuu bangsatt!!"
"Kau pilihan terakhir yang paling tepat!" jawab Reynaldo dengan tegas.
Segala jenis perawatan kulit wajah dan spa diberikan kepada Nabila. Setelah selesai, pemilik salon memberikan riasan alami pada wajahnya.
"Tubuhku terasa sangat ringan, terimakasih.." ucap Nabila menatap wajah Reynaldo.
Reynaldo tidak bisa berhenti menatap wajahnya yang terlihat lebih cantik dari biasanya. Dokter kecantikan juga memberikan beberapa skincare khusus untuk menjaga kesehatan wajahnya.
Kini mereka berangkat menuju Istana Mahkota Perak.
"Nabila, mulai malam ini kau tidur di kamarku!!" ucap Reynaldo kepada Nabila.
"Gila kali ni orang! Ngapain tidur bareng kamu!! Kita belum menikah kan!" teriak Nabila kaget.
"Hari ini Ayah dan jalangnya akan menginap di istana. Aku takut jika kita tidur terpisah, mereka akan tahu kalau kita berbohong! Aku tidak ingin menikahi Sophia..!" cetus Reynaldo menatap wajahnya dengan serius.
"Ahhhh mengapa kau membuatku seperti ini bangsaatt!!" pekik Nabila kesal namun tidak punya pilihan.
"Baiklaaahh! Tapi ingatt – jangan pegang-pegang, jangan sentuh atau melakukan apa-apa!!" teriak Nabila kepada Reynaldo.
Kini mereka telah memasuki istana. Seluruh pelayan dan pengawal berdiri rapi dan memberikan hormat kepada Nabila.
Jelas ada sepasang mata yang mengawasi mereka dari atas – itu adalah Alisha. Reynaldo membuka pintu mobil untuk Nabila, sambil menatap arah di mana Alisha sedang berdiri.
Kepekaan Reynaldo membuat siapapun tidak berani berbohong padanya.
"Tetap terlihat manis saja, mereka sedang mengawasi kita.." bisik Reynaldo.
"Iya yahhh.." balas Nabila yang mulai mengantuk namun tetap memberikan senyum kepada semua orang yang melihatnya.
Sifat ramahnya memang menjadi nilai plus yang membuat semua pelayan suka padanya.
"Pergilah kekamar dulu, aku ingin memeriksa sesuatu di ruang kerja.." ucap Reynaldo kepada Nabila yang langsung mengangguk setuju.
Kini Nabila diikuti oleh dua pelayan pribadinya menuju kamar.
Saat hendak masuk kamar yang biasanya dia tempati, Nabila terkejut melihat perubahan yang sangat besar.
"Ini kenapa jadi seperti ini??" tanya Nabila kepada kedua pelayannya.
"Tuan menyuruh kami mengubah kamar ini menjadi ruang koleksi barang-barang nyonya, dan semua ini sudah menjadi milik nyonyaa.." ucap pelayan dengan suara lembut.
"Wait!! Maksudmu semua ini untukku?"
"Iya, tuan Reynaldo mendesain ruang ini khusus untukmu, dan semua barang di sini adalah milik nyonya.."
"Serius??" ucap Nabila yang masih tidak percaya.
"Iya nyonyaa.." ucap pelayan dengan senyum gemas melihat wajahnya yang polos.
Saat hendak pergi ke kamar Reynaldo untuk beristirahat, pergerakannya tiba-tiba dicegat oleh Alisha yang datang menghampirinya dengan wajah licik.
"Wah wahhh waaahh...!!" ucap Alisha dengan nada menggangu yang membuat Nabila berhenti berjalan.