seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1. Pertemuan Dengan Kakek Tua
“Nah akhirnya aku dapet makanan,” dengan gembira Yuda mengambil sisa roti di dalam tong sampah yang ia lewati. Di hati nya merasa bahagia karena dari pagi ia tak mendapatkan apapun bahkan minum saja Yuda minum air keran di jalan.
Tapi walaupun begitu sosok Yuda tidak pernah mengeluh dengan hidup nya, karena percaya langit selalu menatap kepada orang-orang yang sedang dalam kesusahan dan percaya dengan kalimat usaha tidak akan mengkhianati hasil, entah usaha apa yang jelas saat ini Yuda berusaha untuk hidup di lingkungan yang sangat kejam bagi seseorang seperti nya.
“Heh..! Pemulung, nih ada banyak botol bekas mau gak?” seorang gadis menyodorkan plastik hitam besar, mengatakan kalau di dalam nya banyak botol bekas.
“apa memang boleh mba?” Yuda langsung berbinar, karena memang itu yang sedang di cari oleh nya dari tadi.
“Ya, nih ambil aja.”
brughh.!!,
Yuda langsung menangkap nya tanpa tersinggung justru berterimakasih kepada wanita itu, yang telah memberitahukan botol-botol itu pada nya. “Terimakasih banyak,”
gadis itu tidak bicara lagi, langsung berbalik lalu masuk ke dalam gerbang rumah, tampak nya rumah yang di lewati oleh Yuda adalah rumah kalangan atas terlihat pagar dan bangunan yang menjulang tinggi itu seperti istana di negri cahaya yang pernah di dengar di cerita.
Yuda langsung memilih mana saja yang bisa ia jual kepada bos rongsokan.
“Astaga, ini adalah rezeki ku yang sangat banyak, ini hampir lebih dari cukup untuk ku makan pagi ini,” ucap Yuda sambil tersenyum, segera ia membawa semua botol bekas yang di berikan oleh wanita itu.
setiba nya di tempat rongsokan Yuda langsung menyerahkan hasil mulung nya pagi ini, tidak banyak, tapi uang hasil nya cukup untuk ia membeli sarana.
“Wahh..! hebat juga kamu Yuda! Masih pagi tapi udah dapat segini banyak,” puji bos nya merasa pemuda itu sangat bekerja keras.
“Biasalah pak, kebetulan aja pagi ini aku bertemu orang baik hati, memberikan ku botol-botol ini, padahal mah aku udah ketinggalan sama yang lain,” ucap Yuda jujur karena ia kesiangan hari ini, makanya setiap ingin mulung semua sudah habis oleh pemulung lain.
“Oke ini ada 3.5 kilo, jadi Rp. 6.500 ya,” ucap bos Yuda bernama Nando.
“Oke bos! aman aja,” Yuda langsung menerima uang hasil mulung nya pagi ini, tidak banyak kalau di lihat dari jumlah nya, tapi siapa sangka uang segitu sangat berarti bagi seorang pemulung untuk sarapan.
“roti dua Aqua gelas satu,”
“empat ribu lima ratus,” Yuda menyodorkan dua lembar uang 2 ribu dan satu yang lima ratus, kemudian ia pergi untuk mencari tempat, pagi ini ia masih bisa makan yang layak itu sudah cukup bagi Yuda yang biasa nya makan malam doang, bahkan pernah suatu hari tidak makan karena ia sedang sakit dan tidak pergi mulung alhasil ia tak makan karena tak punya uang.
setelah menemukan tempat yang teduh untuk makan Yuda berhenti lalu duduk di sana, menatap ke arah kejauhan banyak yang masih harus ia kejar tapi untuk saat ini, ia merasa cukup.
Tapi Yuda awal nya tak sadar kalau di samping nya tak jauh, seorang kakek tua sedang duduk sambil menatap ke arah nya, kakek itu sedang berjualan tapi tidak satupun jualan nya yang laku.
“Anak muda,,”
“hah,,” Yuda menoleh seorang kakek tua sedang menatap ke arah nya, wajah tua nya serta kulit keriput membuat Yuda tersenyum pahit, ia membayangkan mungkin kalau kedua orang tua nya masih hidup mereka juga sudah setua ini.
Tanpa di panggil dua kali Yuda langsung mendekat ke arah kakek itu, lalu bertanya. “Ada apa kek, apa kakek butuh bantuan?” tanya Yuda tersenyum lembut.
“Kamu pemuda baik dengan masa depan cerah, kenapa kamu bisa hidup seperti ini,” ucap kakek itu membalas senyuman Yuda.
“Ahh.. Kakek bisa aja, aku juga seorang pemulung, hari ini beruntung bisa mendapatkan makanan, kakek sedangkan apa di sini.?”
“kakek sedang jualan nak, apa kamu mau beli?” ucap kakek itu sambil memperlihatkan dagangan nya, sebuah barang-barang antik yang mungkin sudah tak ada harga nya.
“Huh,” Yuda menghembuskan nafas berat, jangan nya untuk membeli barang-barang ini untuk makan saja ia sudah. “Tapi maaf kek, aku tidak punya uang untuk membeli barang dagangan kakek,”
kakek itu tidak menjawab tapi langsung menoleh ke roti yang sedang di pegang oleh Yuda. “Apa..- kakek mau roti ini,” tawar Yuda, tidak keberatan harus berbagi dengan orang yang sama membutuhkan seperti nya.
“Kakek tukar roti kamu dengan jam ini ya nak,” kakek itu mengambil roti kemudian menyerahkan sebuah jam tua yang sangat antik, entah apa tujuan nya dan Yuda sendiri bingung untuk apa jam itu.
“Jam ini, akan mengubah hidup mu nak, kamu anak baik, kakek percaya pada mu,” ucap kakek itu tersenyum misterius membuat Yuda hanya terkekeh pelan.
Ia sudah dua tahun menjadi pemulung dan sudah sering menemukan jam itu, tapi kata bos nya jam itu tidak ada harga nya, tapi demi menghargai kakek itu Yuda menerima jam itu dengan terpaksa.
Jam itu bukan jam tangan, bukan juga jam kompas, tapi itu seperti jam weker yang masih bisa di saku.
“apa yang bisa di lakukan oleh jam itu kek, kok kakek bisa yakin ini bisa mengubah hidup ku,?” tanya Yuda sambil melihat lihat tampilan jam itu, Yuda berbalik lalu mengarahkan ke matahari seolah ingin melihat hal spesial di dalam jam itu, namun tidak menemukan apapun.
Yuda kembali berbalik lalu berkata santai. “Sepertinya jam ini jam antik biasa kek.”
Deghh.!!,
Yuda langsung tersentak bahkan tubuh nya terduduk ke belakang, bagaimana tidak, sosok kakek tua yang barusan ada di depan nya tiba-tiba menghilang tidak ada siapapun di sana.
“Kenapa ini, kemana kakek tadi,” gumam Yuda dengan hati yang masih gelisah tak karuan.
“Ini bukan mimpi kan,” Yuda menatap jam yang masih ia pegang, seperti ini bukan mimpi, tapi apa yang ia lihat tadi.
“Sudahlah, mungkin itu hanya hantu yang tak sengaja lewat,” karena Yuda tipikal pemuda yang cuek dan tak peduli dengan apapun ia kembali duduk lalu membuka bungkus roti untuk mulai memakannya.
“Tuan sistem telah terpilih.. Sistem aktif”
Degh..!,
“Apalagi ini, siapa kau hah..!” seru Yuda sambil berdiri menoleh ke kanan ke kiri, namun tidak menemukan satu orang pun.
“Tuan terpilih pemilik jam pelintas zaman, satu kali ucapan Kembali dan pulang, akan langsung berpindah zaman..!!”
“kembali?”
“mulaii..!”
“Eh, tunggu apa yang mulai.. Aaaaa....!!” Yuda merasa jantung nya bergetar tubuh nya merasa di tarik ke suatu ruang yang jauh dan tidak bisa di lihat orang lain.
Lanjutt >>>