NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Duches

Mendadak Jadi Duches

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Romantis / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Fantasi Wanita / Cintapertama / Tamat
Popularitas:291.3k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Bianca Kingston, sosok perempuan yang nyaris sempurna, cantik, kaya, memiliki pengaruh yang besar, baik di dunia bisnis maupun di dunia bawah. Ahli senjata dan juga beladiri.

Perempuan sesempurna itu harus merenggang nyawa di tangan rival bisnis nya, satu-satunya orang yang berani mengancam kelemahan nya, menggunakan anak-anak asuhnya.

Kematian nya, meninggalkan duka mendalam di hati kelurga Kingston dan semua orang terdekat nya, tapi takdir berkata lain, jiwa Bianca terlempar ke dunia yang sangat jauh berbeda dengan dunia nya.

Bianca terbangun di tubuh Putri Jasmine Harper, Putri terasing, yang hidup dalam kesendirian. Namun kejutan belum berakhir.

"Dua Minggu lagi, pernikahan Anda dengan Duke Lucas akan digelar!"

Bagaimana seorang Bianca Kingston yang biasa memimpin sebuah organisasi, harus menjalani hidup baru nya yang sangat jauh berbeda dari kehidupan nya dulu?

Dan siapa Duke Lucas, calon suaminya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DEKAPAN SUAMI

Pagi hari menyapa dengan sinaran lembut matahari musim dingin.

Jasmine terbangun lebih dulu, saat dia membuka mata, dia menyadari dia tidak hanya memeluk bantal, tapi dia sedang memeluk sesuatu yang keras, berotot, dan hangat.

Jasmine menoleh dan matanya langsung bertemu dengan dada telanjang Duke Lucas.

Blush.

Pipi Jasmine langsung merona merah, dia mendapati dirinya tertidur dalam pelukan suaminya, wajahnya bersembunyi di dada bidang Duke Lucas, dengan salah satu kaki menimpa tubuh Duke Lucas.

Dengan perlahan, Jasmine mengangkat kepalanya, melihat wajah Duke Lucas yang masih tertidur, pria dingin itu terlihat jauh lebih santai dan tampan tanpa topeng datarnya.

"Sangat tampan," bisik Jasmine, tersenyum kecil.

Saat Jasmine mencoba melepaskan diri, pergerakannya membangunkan Duke Lucas.

Mata Duke Lucas terbuka perlahan, mata gelapnya menatap lurus ke mata Jasmine.

"Pagi," gumam Duke Lucas, suaranya berat dan seksi.

"P-pagi, Duke," jawab Jasmine, sedikit gugup.

Duke Lucas menyadari posisi mereka, wajah nya kembali datar, tetapi Jasmine bisa merasakan jantung suaminya itu berdegup kencang di bawah telinganya.

Dengan gerakan cepat, Duke Lucas melepaskan pelukannya, menarik diri ke sisi ranjangnya, wajahnya kembali menjadi datar.

"Maaf," ucap Duke Lucas, dingin, berusaha menutupi rasa canggungnya yang mendalam.

"Tidak apa-apa, Duke, aku yang memulai, aku yang seharusnya minta maaf," jawab Jasmine tersenyum lembut.

Duke Lucas bangkit dari ranjang, tubuhnya yang atletis terpahat sempurna, membuat Jasmine harus menelan ludahnya lagi.

"Aku akan menyiapkan air hangat untuk mandi, sebentar lagi ada pelayan yang akan datang untuk membantu mu bersiap," ucap Duke Lucas, suaranya kembali datar, mengubur keintiman malam mereka dalam-dalam.

"Baik, Duke," jawab Jasmine, tersenyum kecil.

Jasmine tahu, di balik sikap dingin ini, ada kehangatan yang tidak terduga.

Jasmine Harper tidak hanya menikahi seorang Jenderal, tapi dia menikahi seorang pria yang gengsinya setinggi langit, tapi hatinya selembut sutra yang baru dia kenakan.

Dua puluh menit berlalu....

Duke Lucas keluar dari kamar mandi, sudah berpakaian rapi dengan pakaian bangsawan hariannya yang didominasi warna gelap dan emas, menampakkan aura ketegasan dan kekuasaan.

"Pelayan akan tiba sebentar lagi," ucap Duke Lucas datar, bahkan tanpa menoleh saat dia mengencangkan sabuk di pinggangnya.

Jasmine bangkit dan berdiri di depan Duke Lucas, dan tanpa sepatah katapun, tangan Jasmine terulur merapikan kerah pakaian Duke Lucas.

Mendapat kan perlakuan tidak terduga dari sang istri, membuat Duke Lucas tertegun.

"A-apa yang kamu lakukan, menjauh," ucap Duke Lucas, berusaha untuk tetap datar.

"Sebentar," jawab Jasmine, tanpa rasa takut.

Setelah merapikan kerah pakaian Duke Lucas, tangan Jasmine terulur ke kepala Duke Lucas, merapikan rambut sang suami dan menata nya dengan rapi yang membuat ketampanan Duke Lucas semakin berkali-kali lipat.

Glek

Berada di posisi sedekat ini dengan istri nya, membuat tenggorokan Duke Lucas merasa kering, pria dingin itu sebisa mungkin mengendalikan diri nya dan tetap tenang, tapi wajah nya tidak bisa bohong, rona merah menghiasi kedua pipi nya sampai ke daun telinga.

"Kenapa begitu tegang Duke?" tanya Jasmine, mendongak kan kepala nya.

Jasmine menarik garis senyum licik nya, saat melihat raut wajah suami nya.

"Ahahaha....Lucu sekali wajahnya sampai memerah begitu," batin Jasmine, tertawa.

Dengan sengaja Jasmine justru mengalungkan kedua tangannya di leher Duke Lucas, membuat pria itu semakin panas dingin.

"Lucas," goda Jasmine, dengan suara lembut nya.

"Sial! Kenapa rasanya aku tidak bisa bergerak," batin Duke Lucas, merutuki dirinya sendiri.

"Jasmine menjauh, aku harus ke ruang kerja ku," ucap Duke Lucas beralasan.

"Kau gugup Duke," ucap Jasmine tersenyum miring.

"T-tidak," jawab Duke Lucas, se normal mungkin.

"Oh ya," ucap Jasmine, memajukan wajahnya.

Duke Lucas mengepalkan tangannya kuat, istri nya ini benar-benar nakal.

"Tapi wajah mu tidak bisa bohong, suami," bisik Jasmine, tepat di depan telinga Duke Lucas.

"Jasmine," ucap Duke Lucas, geram.

Jasmine benar-benar menikmati wajah frustasi suaminya itu, wajah yang selalu menampilkan raut wajah datar itu saat ini sedang gugup dan memerah, lucu dan sangat menggemaskan.

"Dasar Duke gengsian, sok dingin," batin Jasmine, tersenyum geli.

Tok

Tok

Tok

"Masuk!"

Ucap Jasmine menjauhkan diri dari dari Duke Lucas, membuat Duke Lucas menghela nafas nya lega.

Ceklekk.

"Salam Yang Mulia Duke dan Duches, selamat pagi," ucap Luna, menunduk kan kepala nya sopan.

"Saya akan siapkan pakaian Anda untuk hari ini," ucap Luna, sopan.

"Hem. Aku akan mandi dulu," jawab Jasmine Jasmine, berjalan ke arah kamar mandi nya.

Duke Lucas hanya melirik sekilas ke arah Jasmine yang berjalan menuju kamar mandi, lalu dia keluar dari kamar utama tanpa mengucapkan sepatah kata pun, meninggalkan kesan bahwa dia adalah pria yang sangat sibuk dan dingin, bahkan di pagi hari setelah malam pernikahan.

Duke Lucas tidak ingin terjebak lagi dengan kenakalan istri nya.

Luna tidak berani melihat Duke Lucas, dia sedari tadi menunduk kan kepala dan sibuk membereskan tempat tidur.

"Huf.... Untung Duke langsung keluar," gumam Luna, menghela nafas nya lega.

Setelah semua nya rapi, Luna berjalan ke arah lemari, mengambil pakaian ganti untuk Tuan Putri nya, sesuai selera Jasmine, sebuah gaun sederhana dan simpel dengan bahan kain kualitas tinggi.

Ceklekk.

Jasmine keluar dari dalam kamar nya menggunakan jubah mandi, dia melihat hanya ada Luna di sana.

"Yang Mulia Duke sudah keluar, Duches," ucap Luna, memberitahu.

"Hem, Ayo Luna, bantu aku," ucap Jasmine.

"Baik Yang Mulia," jawab Luna, sopan.

Diam-diam Jasmine tersenyum gel, tadi malam dia tidur memeluk pria itu, pagi ini dia kembali melihat mode Jenderal yang dingin, lebih tetap nya sok dingin, menurut nya.

Setelah berpakaian dengan gaun berwarna sage green yang anggun, Jasmine keluar dari kamar nya.

"Anda sangat cantik Putri, maaf maksud Saya, Yang Mulia Duches," puji Luna, melihat penampilan kecantikan Jasmine.

"Kamu selalu mengatakan hal itu setiap hari Luna," jawab Jasmine, menggeleng kan kepala nya.

"Ayo keluar," ucap Jasmine, berjalan ke arah pintu.

Ceklekk.

Pintu kamar terbuka, di depan kamar nya ternyata masih ada Duke Lucas, pria itu sedang bersandar di dinding dekat pintu.

"Sudah selesai?" tanya Duke Lucas, menegak kan tidak badannya.

"Hem"

Gumam Jasmine, tersenyum samar.

"Ayo, sarapan," ajak Duke Lucas, seperti biasa, sok datar.

Mereka berdua berjalan beriringan menuju ruang makan, di sepanjang lorong koridor, hanya di isi oleh keheningan, tidak ada percakapan di antara mereka.

"Duke, Duches sangat serasi," batin para pelayan yang melihat mereka berdua.

Saat mereka tiba di ruang makan, Tuan Steven dan Nyonya Kimberly sudah duduk, aura hangat langsung menyambut mereka.

"Selamat pagi, Sayangku!" ucap Nyonya Kimberly, berseru heboh, bangkit dan mencium pipi Jasmine.

1
KaylaKesya
terbaek thor🥰💪
ALIAH COOL
partner yang serasi🤣
>AY<
aw 🤌
ALIAH COOL
jantung aman ?🤣
ALIAH COOL
serasi🤣
Giant Emon
good
ALIAH COOL
come on duke
ALIAH COOL
jasminee😭😭😭bukab jess
ALIAH COOL
ayok masak
ALIAH COOL
aku rasa..luna pengkhianat
Ari Peny
mkch ceritanya luar biasa 😍😍😍
Ari Peny
p lucius kok gk heran dg makanannya bknnya rasanya baru y
Erlina Ibrik
kok Jessica sich..🤣
Jasmine gitu loh... 🤣
Erlina Ibrik
Jasmine*
Warni
Itu Luna
Warni
🤣
Warni
🤭👍👍👍👍👍👍
Warni
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Warni
🤣
Warni
😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!