NovelToon NovelToon
Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Ditinggalkan oleh suami di hari pertama pernikahan bukanlah keinginan Shakira Aisha. Sejak Fauzi sang suami tahu masalalunya, pria itu pergi entah ke mana.

Karena cinta yang Shakira Aisha miliki dan ingin mempertahankan rumahtangganya, dia mencari Fauzi ke suatu kota atas petunjuk yang ia dapatkan.

Kepindahannya ke suatu tempat justru malah mempertemukannya lagi dengan pria masa lalu, pria yang sudah menorehkan luka dan menghancurkan segala mimpinya diusia muda.

"Kita bertemu kembali? tak akan kubiarkan kamu pergi lagi."

"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?"

"Menghamilimu!" Mario menyeringai penuh kelicikan.

"Aku sudah menikah!"

Deg.

Siapakah pria yang akan Shakira Aisha pilih? laki-laki masa depannya yang sudah menikahinya ataukah pria masalalunya?

Mampukah Mario meluluhkan Aisha-nya? Wanita yang telah ia permainan sedemikian rupa. Dan akankah Fauzi mempertahankan istrinya disaat ada laki-laki lain terang-terangan mengajaknya bersaing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20 - suami sah

"Kamu gila! Kamu ngikutin aku sampai kesini, hah!"

"Gak ada kerjaan banget ngikutin kamu, gak sepenting itu kali. Aku kerja disini bukan ngikutin kamu eh kebetulan malah ketemu kamu disini."

"Bohong! Kamu pasti mau membalas dendam padaku, belum puas juga nyakitin aku?"

Mario menghela nafas kasar. "Maaf, tapi sumpah aku gak ngikutin kamu. Kita malah bertemu lagi disini tanpa sengaja, artinya apa coba? Kita jodoh."

"Ogah! Aku harap kamu jangan usik aku lagi, dasar bajingan! Aku benci kamu!"

Mario langsung terdiam, menatap tajam.

Delikan tajam menusuk hati, Shakira menelan ludahnya secara kasar mendadak takut sama tatapan Mario yang tidak biasanya.

"Kok horor banget sih tatapannya," gumamnya dalam hati. Baru kali ini dia melihat Mario menatap seperti itu, terlihat menakutkan.

"Bi bisa dikondisikan gak tatapannya?" gumam Shakira pelan.

"Kenapa?'

"Matanya tajam setajam silet, aku jadi merinding dibuatnya, horor banget loh."

"Aku bukan hantu," balas Mario lalu berjalan ke arah pintu masuk yang ada di samping.

Shakira kembali dibuat melotot. "Loh, dia masuk ke rumah ini? Apa jangan-jangan? Astaga Shakira, bisa jadi dia itu pemilik rumahnya dan rumah yang lo tempati itu artinya milik dia. Mampus!"

Ia menepuk jidatnya, panik sendiri setelah menyadari sesuatu.

"Aduh gimana ini, nanti dia marah dong, terus kalau sampai ngusir gue dari sini gimana? Kamu sih Sha malah buang bekas cucian sembarangan. Gak bisa, gue harus minta maaf sama dia supaya tidak di blacklist dari daftar orang ngontrak."

Ia cepat-cepat masuk kedalam menyimpan embernya. Pikirannya berkelana memikirkan sesuatu.

"Makanan, ya, gue buatkan dia sarapan aja sebagai tanda permintaan maaf supaya gue gak ditendang dari rumah kontrakan ini. Ya, ide yang bagus Shakira."

******************

Pondok putra.

"Woi gue duluan, gue udah kebelet dari tadi," seru Dani menerobos antrian saking tergesanya ingin ke toilet.

"Gak bisa gitu dong Dan, gue udah dari tadi ngantri eh seenak jidatnya elo maen terobos antrian. Ngantri dong," sergah yang lain.

"Iya nih, antri dong. Tunggu di belakang," timpal yang lain.

"Ini darurat tingkat tinggi, kalian mau lihat gue kebablasan di mari? Kalian mau gitu membersihkannya? Aduuhh, asli gue udah kebelet pengen pup." Dani meringis memegang perut dan bokongnya.

"Tapi ..."

"Ah berisik, minggir lo! Udah kan, giliran gue yang masuk." Melihat temannya sudah keluar kamar mandi, Dani duluan menerobos.

"Eh Dani semprul, kita yang antri dia yang dapat."

"Ngantri di toilet lain aja woy, masih banyak kok!" Bala Dani dari dalam toilet.

Sebenarnya toilet disana lumayan banyak, khusus perempuan dan khusus laki-laki, karena setiap toilet udah banyak yang antri jadinya Dani seenaknya aja nyerobot.

"Lihat tuh Di, kelakuan sohib lo, suka seenaknya saja."

"Ya mau gimana lagi, gue aja kadang kewalahan menghadapi dia," balas Modi alias gemoy Adi sambil mengunyah Snack.

Sedangkan di pondok bagian putri tak kalah sama seperi di pondok bagian putra.

Lain halnya dengan Luna dan Fira beserta beberapa koki yayasan, mereka disibukkan dengan kegiatan memasak untuk pagi hari.

"Luna bisa saya minta tolong bawa makanan ini ke tempat biasa?" pinta Bunda Nurul. Tempat biasa yang dimaksud itu tempat sarapan bagi anak-anak penghuni pondok, dapur makan.

"Baik Bunda."

Luna pun mengambil satu baskom berisi sayuran. Cukup berat dan lumayan panas baginya

Sesampainya di lorong, ia berpas-pasan dengan Fauzi.

"Sini biar saya bantu." Pria itu menawarkan tenaganya, ia tak tega melihat Luna kesusahan.

"Gak usah Pak, saya bisa kok, pekerjaan ini sudah biasa bagi saya."

"Gak apa-apa, biar saya yang bawa dan kamu bisa membawa yang lainnya, biar cepat juga." Dia tersenyum pada Luna.

"Tapi ..."

Tetapi Fauzi mengambil alih benda itu dari tangan Luna. "Gak usah banyak protes, kamu kerjakan yang lainnya saja, ya."

Tatapan itu membuat Luna terpaku untuk beberapa saat, ia membiarkannya mengambil alih benda itu dan mengangguk.

"Fauzi." Raka sudah ada dibelakang mereka, kesal atas segala tingkah laku sahabatnya yang durjana itu.

"Hmmm."

"Kita harus bicara!"

"Nanti saja Ka, lagi sibuk." Fauzi menunjukkan barang bawaannya.

"Sibuk modus pada orang lain sampai lupa ada hati yang harus dijaga," sindir Raka mencebik kesal.

Fauzi menoleh sebentar baru jalan menuju meja antrian. "Masalahnya sama elo apa sampai segitunya sama gue?"

"Karena elo punya istri, ingat PUNYA ISTRI! Lo harus kasih batasan agar tidak terlalu berlebihan. Kedekatan kalian berdua bisa mengundang banyak pertanyaan orang sedangkan sebagian orang sudah tahu elo suaminya Shakira."

Deg.

Kenapa rasanya belum siap statusnya harus diketahui publik, Fauzi merasa keberatan. Dia berbalik meraih kerah baju Raka. "Lo yang kasih tahu mereka hah?"

Raka melepaskan tangan Fauzi, mendorong pelan bahu pria itu. "Iya, gue, mau apa lo? Marah? Gue gak peduli karena gue gak suka lihat Lo nyakitin Shakira. Semua orang harus tahu kalau LO, FAUZI, SUAMI SAHNYA SHAKIRA DAN KALIAN BARU NIKAH 2 HARI YANG LALU!" Raka sengaja meninggikan suara berharap semua mendengar dan bisa menilai sikap Fauzi maupun Luna.

Rencananya berhasil, beberapa orang berbisik menceritakan Fauzi, Luna dan Shakira.

"Jadi benar ya yang kemarin buat kegaduhan itu istrinya, pantas saja marah. Aku juga pasti marah lihat suami sama perempuan lain," bisik salah satu anak santriwati.

"Gak nyangka Luna bisa jadi orang ketiga, emang sih gosip dari dulu dia sukanya sama suami orang," timpal lainnya.

"Astaghfirullah, jangan gosip, mendingan kita ke madrasah yuk, ada hafalan yang harus kita setor," lerai yang lain.

"Lo!" Reaksi pria itu geram, tadinya mau menyembunyikan hal ini malah disebarluaskan. "Lo suka sama Shakira sampai segitunya bela dia? Lo teman gue Ka, harusnya bela gue bukan dia yang baru elo kenal. Lo gak tahu apapun tentang dia."

"Suka ataupun tidak bukan urusan elo, satu hal yang harus lo ketahui, gue orang pertama yang akan menghajar lo jika Lo buat Shakira menangis, Lo akan berurusan sama gue! Paham!" Lalu pria itu pergi dari sana setelah memberikan peringatan. Entahlah, dia ingin melindungi Shakira namun tidak tahu perasaannya ini apa.

**********

Tempat lain.

"Kamu sudah menemukan laki-laki yang pantas untukmu?" tanya seorang laki-laki tua kepada putrinya.

"Belum Pah, tapi aku sedang berusaha." Dia menundukkan kepalanya.

"Sampai kapan berusaha terus? Dari lama terus saja berusaha tapi hasilnya belum terlihat. Jika terlalu lama semuanya akan terlambat, kamu mau menanggung malu?"

"Enggak Pah, kasih aku waktu lagi, kali ini aku pastikan berhasil mendapatkannya, semua butuh waktu karena dia baru saja berencana berpisah, jadi aku harus sabar lagi agar dia bisa menjadi bagian dari hidupku." Kedua tangannya saling bertaut menggenggam, menunduk takut sekaligus berpikir mengenai rencana selanjutnya.

"Ok, papa kasih kamu waktu lagi, seandainya dalam kurun waktu dekat kamu tidak bisa membuatnya yakin maka kamu harus siap diasingkan ke tempat terpencil sampai semuanya stabil lagi."

Deg.

*********

Shakira sudah berada didepan rumah tetangga, ia gugup bercampur bimbang, tapi demi mendapatkan kata maaf supaya tidak diusir ia akan memberikan sesuatu.

Tok.. tok.. tok..

"Permisi, selamat pagi."

Belum ada jawaban, ia kembali mengetuk pintunya.

"Permisi, apa ada orang didalam? Selamat pagi penghuni rumah ini." Suaranya naik satu oktaf, berharap di dengar olehnya.

Tidak ada jawaban lagi.

"Kok gak ada tanda-tanda kehidupannya sih? Kemana tuh orang?" Matanya celingukan, tangannya siap mengetuk pintunya lagi.

Namun ketika hendak mengetuk tanpa Shakira sadari pintunya sudah terbuka sehingga yang ia ketuk kening seseorang.

Tuk.

"Aduh."

1
Feni Puji Pajarwati
KLO bisa mah Fauzi tinggalin aja..
Eneng Elsy
mamam tuh gadis lugu pdhl suhu ya fauzi...
pst s luna buat byk cara spy ga dceraikan sm fauzi...
Eneng Elsy
mamam tuh jalang sejati fauzi.
pasti sluna drama mnt dnikahin.
baguslah syakira bs lepas dr cowok gaa tegas ky s fauzi.
Liswati Angelina
yah cocoklah si Luna sama fauzi.... bakal jadi bapak tuh si fauzi...... 🤣🤣🤣🤭🤭🤭
Eneng Elsy
eh bp sm anak sm borok nya..
jgn2 s bp manggil warga buat gerebek anak sendiri biar d nikahin fauzi.
Liswati Angelina
nah kan kene jebakan Bebek kan!!!!!
Cimit: ulahnya sih.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!