NovelToon NovelToon
My Little Bride

My Little Bride

Status: tamat
Genre:Contest / Romantis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:700.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Jesslyn Kim

Benar kata pepatah jika jodoh maut dan rezeki sudah ada yang mengatur. Ada orang yang bertahun-tahun pacaran tapi hanya jadi tamu undangan ada pula yang datang niat jadi tamu undangan eh malah di minta menggantikan calon memepelai.

Di dunia ini tidak ada yang kebetulan.

Siapa sangka Alin harus mendadak menikah dengan Keenan Pria yang 14 tahun lebih tua darinya.

Dan di saat benih-benih cinta sudah mulai tumbuh diantara mereka siapa sangka sang mantan datang kembali dalam kehidupan Keenan. Akankah pernikahan mereka berakhir bahagia? Atau Keenan akan kembali ke pelukan sang mantan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jesslyn Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bibit pelakor

Tersenyum saat dikecewakan dan bersabar saat tak dihargai adalah dua hal yang membuatku merasa lelah karena harus berpura-pura.

Alin nampak lesu memasuki area Kampus, "Semangat! Aku bukan orang yang lemah dan mudah menyerah, perjalanku masih panjang dunia ku tidak akan runtuh jika harus berpisah dengannya," Alin menyemangati dirinya sendiri setidaknya dengan cara itu bisa lebih membuat dirinya tenang.

"Hallo selamat pagi," Alin menyapa teman-teman yang sudah menunggunya sejak tadi.

"Lama banget sih lo kita udah jamuran nungguin lo di sini," protes Reno.

"Ngapain di tungguin kan gue gak minta."

"Kita berjiwa solidaritas tinggi makanya nungguin lo," tambah Rizal.

"Ya kalau gitu gak usah ngomel, kalau masih ngomel berarti jiwa solidaritas lo belum tinggi."

"Pagi-pagi udah ribut aja, mending masuk yuk," Farrel mencairkan suasana karena jika tidak di hentikan mereka akan terus berdebat.

"Yuk," Della menggandeng tangan Alin.

"Lin kata nenek Ida lo udah gak tinggal di rumah lagi ya?" tanya Farrel penasaran, tadi pagi saat Farrel mengajak Alin untuk berangkat bersama sang Nenek bilang kalau Alin sudah tidak tinggal di rumahnya.

"Emmm iya, gue udah enggak tinggal di rumah ayah," jawab Alin terbata.

"Kenapa Lin? lo di usir sama nenek lo?" ledek Reno.

"Enak aja, gue ini anak kesayangan mana mungkin di usir."

"Terus lo tinggal dimana sekarang?" Della ikut penasaran karena biasanya Alin akan berbagi cerita kepadanya karena Della satu-satunya teman perempuan yang akrab dengan Alin.

"Kepo kalian, udah ah gue ke kelas dulu nanti telat," ucap Alin menghindar.

"Dell, apa Alin gak cerita apa-apa sama lo?" Tanya Farrel setelah Alin pergi.

"Enggak Rel, gue rasa juga akhir-akhir ini ada yang aneh sama itu anak," selidik Della.

***

Keenan memasuki ruangannya dan di sana sudah ada Sean dan Randy yang sedang menunggunya.

"Sorry gue anter Alin ke Kampus dulu tadi."

"Wahh pagi-pagi mainannya bocil lo," Ledek Randy.

Keenan tidak menanggapi candaan Randy dia begitu penasaran dengan kabar Laura. "Ada kabar apa dari Laura?" Keenan terlihat tidak sabar.

"Laura baru saja selesai melakukan operasi transplantasi ginjal, dia di diagnosa mengalami gagal ginjal kronis 2 tahun yang lalu," Sean menghela nafasnya.

"Apa? Laura punya penyakit separah itu? tapi kenapa dia tidak pernah mengatakan apapun?" Keenan begitu terkejut.

"Bahkan keluarganya saja tidak ada yang tahu mengenai penyakitnya, satu-satunya orang yang tahu ialah Mike sahabat sekaligus Dokter pribadinya," tambah Sean.

Keenan menyalahkan dirinya sendiri. Apa selama ini dirinya terlalu sibuk hingga tak pernah menyadari kondisi Laura bahkan sudah separah itu.

"Jangan nyalahin diri lo sendiri, dia yang salah kenapa tidak mau terbuka. Itu artinya dia enggak percaya sepenuhnya sama lo," Randy menepuk bahu Keenan.

"Dimana Rumah sakit tempat Laura di rawat?"

"Sebaiknya lo jangan temuin Laura dulu, dia sedang dalam masa pemulihan pasca operasi, lo tenang dulu gue yakin Laura pasti jelasin semua sama lo, dan lagi harus inget sekarang status lo adalah seorang suami yang harus menjaga perasaan istrinya, walaupun gue tahu lo masih sangat mencintai Laura," tutur Sean panjang lebar. Sean memang orang yang paling bijak diantara tiga sekawan itu terlebih dia sudah lebih pengalaman dalam urusan berumahtangga.

"Iya bener tu kata Sean, Kasian bini lo, kalau lo gak mau gue gak akan nolak kalo di kasih tu bocil," Sifat Randy memang sangat berbanding kebalik dengan Sean.

"Sembarangan, lo fikir dia barang," Kesal Keenan.

Berjuta pertanyaan timbul dalam benak Keenan. Kenapa Laura tidak pernah jujur kepadanya? apa benar Laura tidak percaya sepenuhnya kepada dirinya? apa mungkin Laura selama ini tidak mencintainya? apa mungkin karena Laura takut Keenan tidak bisa menerima apa adanya? Sungguh Keenan di buat frustasi olehnya. Ingin rasanya bertemu Laura dan menanyakan alasan di balik ketidak jujurannya.

Sore hari Keenan menjemput Alin lebih awal dia tidak mau sampai keduluan lagi seperti kemarin. Mobil Keenan sudah terparkir di depan gerbang Kampus.

"Lin jalan-jalan dulu yuk udah lama nih kita gak jalan," ajak Della ketika keluar dari gerbang.

"Emmm kaya gak bisa deh Dell."

"Tumben banget lo, biasanya paling semangat kalau di ajak jalan."

Tiba-tiba motor Farrel berhenti di hadapan Alin dan Della. "Ayo pulang bareng Lin, biar gue tau tempat tinggal baru lo," ajak Farrel.

Alin melihat Keenan sudah berdiri bersandar di mobil dengan melipat kedua tangannya wajah Keenan terlihat tidak bersahabat.

"Sorry Rel! gue udah di jemput. Gue duluan ya Dell, Rell," Alin melambaikan tangannya seraya pergi meninggalkan mereka berdua dan menghampiri Keenan.

"Di jemput siapa dia?" Farrel penasaran.

"Di jemput Om nya kali, waahh ganteng banget lagi," Puji Della.

"Biasa aja," ucap Farrel datar.

"Udah lama Mas?" tanya Alin seraya mencium tangan Keenan.

"Lumayan," jawabnya datar kemudian masuk kedalam mobil.

"Nih," Keenan meberikan sebuah paper bag ketika Alin memasuki mobil.

"Apa ini?"

"Buka,"

"Tinggal jawab aja susah banget sih," Alin mengerucutkan bibirnya namun, tangannya sibuk membuka paper bag pemberian Keenan. "Waahhh HP baru," mata Alin begitu berbinar melihat ponsel keluaran terbaru yang sama persis dengan punya Keenan.

"Masih ada yang lain di dalamnya."

Alin mengambil sesuatu lagi dalam paper bag. "Kartu ATM," ucap Alin takjub. Karena selama ini sang ayah tidak pernah memberinya kartu ATM ataupun kartu kredit. dan bakhan buku tabungannya saja di pegang oleh sang nenek dia hanya di beri uang cash saja oleh ayahnya. Alin tipe oralng yang boros dan sering mentraktir teman-temannya.

"Makasih ya Mas," Refleks Alin memeluk Keenan saking senangnya.

"Eheem,"

"Maaf mas, Alin terlalu bahagia," ucap Alin malu segera melepaskan pelukannya.

"Saya masih ada urusan di kantor, tidak apa-apa kan kalau ke kantor dulu?" tanya Keenan melajukan mobilnya.

"Iya tidak masalah," ucap Alin yang masih sibuk membuka segel ponsel barunya.

Keenan memasuki Lobby Hotel di ikuti dengan Alin yang berlari kecil mengejarnya dari belakang. Para karyawan menundukan kepala hormat saat Keenan lewat.

"Mas, Ayah ada di kantor gak?"

"Belum pulang dari luar kota, kemungkinan baru pulang nanti malam," Keenan memasuki Lift khusus dan di ikutin oleh Alin.

"Wahh sudah berkali-kali Alin kesini tapi baru pertama kali naik lift ini," Alin kagum melihat lift yang di desgin khusus berbeda dengan lift pada umumnya. Alin memang sering menemui ayahnya di kantor hingga para karyawan sudah mengenal Alin sebagai anak dari Pak Adi tapi mereka tidak tahu kalau ternyata kini Alin sudah menjadi istri Keenan.

"Sore tante Risa," sapa Alin kepada sekertaris Keenan. Alin memang sudah beberapa kali bertemu Risa hingga sudah tidak merasa canggung lagi.

"Sore Alin, Maaf tapi pak Adi belum pulang dari luar kota," Risa merasa tidak suka dengan anak itu karena dia selalu membuat masalah dan merepotkannya ketika berkunjung.

"Dia ikut dengan saya,"

"Maaf Pak, saya tidak tahu," Risa menundukan kepalanya meminta maaf.

"Kamu tunggu di sini sebentar, saya akan menyelesaikan pekerjaan secepatnya kalau butuh sesuatu bisa minta kepada Risa," Keenan menuntun Alin untuk duduk di Sofa panjang di dalam ruangannya.

Alin duduk di sofa dia begitu asyik mengotak-atik ponsel barunya. Sesekali Keenan melirik Alin yang sedang senyum-senyum sendiri ke arah ponsel.

"Pak, ini laporan yang bapak minta," Risa memberikan beberapa berkas. "Mau saya buatkan kopi? atau bapak butuh sesuatu?" tawar Risa dengan nada yang sedikit menggoda.

"Tidak usah, bawakan saja saya air putih," ucap Keenan datar.

"Alin ikut ke pantry ya tante,"

"Yasudah," jawab Risa malas.

"Kok kamu bisa ikut sama Pak Keenan sih?" tanya Risa penasaran.

"Ah iya kebetulan aja tante heheh," Alin berbohong.

"Nanti istrinya marah baru tahu kamu," Risa menakut-nakuti.

"Emang istrinya kenapa?"

"Istrinya itu jutek, galak, sombong pokoknya gak cocoklah sama pak Keenan Risa menghasut Alin.

"Tante Laura maksudnya?"

"Siapa lagi? memangnya dia punya berapa istri."

Alin menghela nafas lega. ternayata pernikahannya dengan Keenan belum di ketahui banyak orang. mungkin karena mereka tidak datang ke resepsi pernikahan atau ada hal lain yang Alin tidak ketahui.

"Terus yang cocok jadi istri Om Keenan siapa dong tante?" tanya Alin memancing Risa.

"Ya Aku lah siapa lagi," ucap Risa dengan bangganya. "Aku sudah kerja bertahun-tahun dengan Pak Keenan, dan bahkan aku sudah hafa betul kebiasaan dan apa yang dia sukai jadi bukan hal yang sulit bagiku untuk merebutnya," Risa menggebu-gebu.

"Ih tante gak boleh gitu loh dosa tau," omel Alin.

"Anak kecil tau apa?" ucap Risa sewot.

"Enak aja lo mau rebut-rebut suami orang. gue kerjain baru tau rasa," ucap Alin tersenyum nakal.

jangan lupa like, komen dan vote....

1
Deera__
astaga dikate pelajaran apa🤣🤣🤣
Deera__
astaga bengeeekkk ku kira benar Randy mau merried wkwkwwk assseemm prankk rupanya adiknya yg nikah🤣🤣🤣🤣😭
Deera__
buang jauh gengsimu untuk saat ini. nyawa istri dan calon anakmu dalam bahaya intaian musuhmu yaitu si Jule julehah alias Julia /Speechless//Speechless/
Deera__
positif hamil dong /Chuckle//Casual/
Deera__
astaga Tumpahwhere lebih berharga dibanding cucu🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
setidaknya mencoba bertahan, berjuang dan berusaha.. belajar ikhlas dan Ridho menerima apa yg sudh digariskan Tuhan. selanjutkan kita pasrahkan ke Tuhan. semangat Alin 😘😘
Deera__
itu sakit tak berdarah. berujung lelah tiada arah dan henti.
Deera__
astaga sungguh memalukan kekonyolanmu Alin 🤣🤣🤣🤣🤣 😭
Deera__
sederhana tapi bermakna dalam.
Deera__
Assalamu'alaikum .. Hay Salken Thor dri pembaca barumu ini.. izin kepo mau baca karyamu ini yaa.. salam hangat dan happy Day. /Hey//Hey//Smile//Smile//Pray/
Author abal-abal: waalaikumsalam. Hai, salam kenal juga kak. semoga suka ya, mohon maaf masih banyak kekurangan 🤗
total 1 replies
Umi Syafaah
Luar biasa
Cici Fatima
luar biasa
✨ Rydha ✨
cerita nya seruuu...
bhunshin
🤣🤣🤣untung cuma mie yg keluar dari lubang hidung bukan sendoknya🤣🤣🤣
bhunshin
aku ketinggalan bacanya GPP dah seru kayanya trus visualnya kg ngecewain cocok bgt unyu²
Surati
bagus
Surati
bagus
efvi ulyaniek
kdnan nih yah bikin gemes deh....lingin ta cokot aja bikin sakit hati aja sukanya
efvi ulyaniek
kenan u terlalu sibuk ngurusin oramg lain...gimana sakit kan tau istrimu diurusin sama orang lain dimanjain dikasih buket dll...makanya fokus ma istri
efvi ulyaniek
duh knp ga cari sekertaris laki aja sih...kasus mulu si kenan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!