NovelToon NovelToon
MENGEJAR CINTA SANG ANTAGONIS

MENGEJAR CINTA SANG ANTAGONIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Gadis nakal / Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Elena, seorang gadis yang selalu kalah dan selalu di perlakukan tidak adil. Kini telah menemukan dunia baru, dengan tujuan hidup yang baru.

Mengejar cinta atau mencari harta? Elena akan melakukan keduanya sekaligus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kenapa harus aku

...°°SELAMAT MEMBACA°°...

bugh

bugh

bugh

"Berani banget kamu pulang padahal dagangan masih banyak, kamu pikir kalau begini siapa yang rugi hah!!. Kalau aja kamu yang mati tenggelam, pasti abangmu sekarang sudah sukses dan Ibu sudah jadi orang kaya." Omel seorang wanita paruh baya, berambut hitam sebahu yang sedang memukuli seorang gadis.

"Kematian Abang bukan salah Elena, Bu." Gadis itu menjawab lirih, memperlihatkan betapa sakit jiwa dan raganya saat ini.

"HALAH!! Banyak alasan, sejak kamu lahir kedunia kita semua tuh jadi melarat. Pergi sana, jangan berani pulang kalau dagangan belum habis." Usir sang Ibu.

"T-tapi Elena lapar__

"HAH?!!! Lapar? berani kamu minta makan padahal kerja aja ga becus kaya gini. Punya duit kamu minta makan? enak aja." Ujar si ibu berlalu menuju ruang makan begitu saja.

"Ngapain masih di situ, bikin orang ngga nafsu makan. Inget ya, minggu ini cicilan rumah sama motor abangmu belum di bayar. Kalo kamu ngga bawa uang, jangan harap dapet makan." Ucap pria paruh baya, yang sedang makan di meja makan.

Gadis lusuh, kurus, acak-acakan dengan lebam di sekujur tubuhnya itu hanya bisa menunduk sedih. Gadis itu bernama Elena, dia berusia 15 tahun tapi tidak pernah mendapatkan hak pendidikan sama sekali. Dia tidak bisa baca tulis, tapi bisa menghitung uang.

Dengan tubuh rapuh penuh luka, Elena berdiri dan mengambil box donat yang harus dirinya jual habis hari ini. Melangkahkan kaki nya keluar rumah, gerimis yang semakin deras, udara yang dingin serta perut yang lapar membuat Elena gemetaran.

"Padahal aku tidak meminta lahir ke dunia ini." Batin Elena sedih.

Di bawah kucuran air hujan yang semakin deras, baju lusuh Elena sudah basa kuyup. Elena mendekap box donat agar tidak basah, dia duduk di depan emperan toko untuk berteduh, sambil mendekap box donat nya erat-erat.

Elena melihat banyak orang yang juga datang berteduh, hanya sekedar ingin menawarkan dagangan saja Elena sudah tidak memiliki tenaga. Dia sudah Kedinginan dan kelaparan sampai gemetar, Elena diam-diam menangis karena merasa hidupnya sangat tidak adil.

"Tuhan.. kenapa harus aku." Batin Elena.

"Padahal hari sudah semakin larut, tapi donat mu masih begitu banyak. Kau juga terlihat kedinginan, apa kau baik-baik saja?."

Suara wanita yang sangat lembut dan anggun terdengar, Elena menoleh dan melihat ada seorang wanita cantik memakai pakaian mahal sedang duduk di sebelahnya. Suaranya sangat merdu, raut wajahnya teduh dan ramah, menggunakan bahasa baku dan auranya seperti bangsawan tersohor.

"A-apa anda ingin membeli donat saya, nyonya?." Ucap Elena kikuk.

"Begitu.. apa kau ingin aku membeli donat mu?." Jawab wanita itu.

"T-tentu saja, harganya murah dan rasanya enak." Ucap Elena penuh harap.

"Hmm begitu ya, mungkin aku akan membeli semua donat mu jika kau mau membaca buku ini." Ucap si wanita itu, mengeluarkan sebuah buku bersampul hitam yang masih terbungkus plastik.

"Buku? tapi saya tidak bisa membaca." Lirih Elena malu.

"Apa? begitu rupanya. Tidak masalah, aku akan membeli semua donat mu tapi kau harus menerima buku ini. Tidak masalah jika kau tidak bisa membaca, yang terpenting kau harus membuka buku ini dan melihat isinya. Bagaimana?." Tawar si wanita.

"Tapi... saya tidak akan tau isinya, karena saya tidak bisa membaca." Lirih Elena ragu.

"Kau bisa membaca buku ini Elena." Ucap wanita itu, menatap Elena misterius.

Deg.

"D-darimana anda tau nam_

"Ssstttttt, ini ambil uang dan buku ini. Aku akan mengambil donatnya, anggap saja buku itu adalah hadiah karena kau sudah bersabar menjalani hidup. Sampai bertemu lagi, Elena." Wanita itu pergi membawa box donat milik Elena, dan menghilang di telan kerumunan.

Elena mematung mencerna situasi, dia menatap buku aneh di pangkuannya dan sejumlah uang yang banyak. Elena menggenggam uang itu erat-erat, tidak boleh sampai hilang karena Ibunya bisa marah nanti.

Saat hendak beranjak pulang, Elena merasa tubuhnya lemas dan perutnya perih. Dia lapar, sangat kelaparan karena belum makan apapun sejak kemarin malam. Elena akhirnya pergi ke toko roti, membeli beberapa potong roti dan minuman.

Elena makan di kursi taman yang sepi, dia harus makan diam-diam atau dia akan di pukuli jika ketahuan. Sambil makan, Elena menatap buku hitam itu dengan rasa penasaran.

"Bibi tadi bilang aku bisa membaca buku ini?." Gumam Elena.

Karena penasaran sudah membuncah, Elena akhirnya membuka plastik buku itu dan akan membaca isinya. Lagi pula jika dirinya terlambat pulang pun tidak akan di cari, mungkin Elena bisa beristirahat sebentar di sini sambil makan dan membaca buku.

Elena mengelus buku itu dengan senyum mengambang, ini pertama kalinya dia memegang buku dan memiliki sebuah buku. Dulu dia hanya bisa melihat Kakak laki-laki nya bersekolah dan menenteng buku kemana-mana. Jika dia ingin menyentuh buku milik Kakaknya, maka dia akan di bentak Kakaknya dan di pukuli Ibunya.

Srakkk

Deg.

Dengan jantung berdebar, tangan kurus Elena membuka buku itu. Di halaman pertama, terlihat sebuah lukisan pria yang sangat tampan dan sebuah judul :

"THEOR"

Elena sangat syok karena dia bisa membaca tulisan judul, padahal tulisan yang ada di sana merupakan aksara kuno yang entah berasal darimana. Elena terus memandangi wajah tampan dari lukisan itu, wajah Elena bersemu merah. Untuk pertama kalinya dia merasakan jatuh cinta.

Seorang pria berambut hitam, berkulit putih, hidung mancung dengan rahang tegas. Memakai pakaian seperti pangeran berwarna hitam dan mahkota di kepalanya. Terlihat tampan dan menawan, tapi anehnya dilukis dengan kesan dingin dan kosong.

Di belakang lukisan pria itu, ada sebuah castle tua dengan kabut putih dan awan hitam yang mencekam. Elena mulai merasa merinding, karena tau ini bukanlah buku tentang romansa percintaan.

Elena menelan ludah dengan susah payah, lalu dia mulai membuka halaman selanjutnya. Tulisan demi tulisan dirinya baca, mata Elena terus membaca dengan serius. Kerutan di dahi dan mulut yang kadang terbuka, memperlihatkan jika tulisan yang Elena baca cukup mengejutkan.

Di pertengahan halaman, Elena sudah menangis terisak dan menutup buku itu lalu mendekapnya. Elena menangis begitu pedih, tidak tau alasan mengapa dirinya menangis. Tapi sepertinya isi dari buku itu, membuat Elena merasakan emosi tertentu.

"Kenapa bibi itu memberikan buku seperti ini padaku? apa dia ingin mengatakan jika dimana pun aku berada aku akan berakhir menderita?." Gumam Elena di sela Isak tangisnya.

"Elena... kenapa harus namaku? kenapa namaku harus di jadikan orang jahat. Kenapa Theor harus membunuh Elena, kenapa pria yang membuatku jatuh hati harus membunuhku." Elena terisak pedih.

Sebagai remaja usia 15 tahun, imajinasi Elena sangat luas dan labil layaknya remaja pubertas. Melihat ada namanya di buku yang pertama kali dirinya baca, tentu saja Elena merasa sangat senang. Tapi, dia cukup kecewa karena mendapatkan peran orang jahat di dalam buku itu.

Meskipun begitu, Elena masih berharap dirinya memiliki akhir yang baik. Elena berharap sosok Theor yang membuatnya jatuh hati, akan memberikan cinta pada Elena (alias dirinya) lalu keduanya hidup bahagia. Layaknya fans shipper, Elena menangis karena karakter yang dirinya cintai di pasangkan dengan wanita lain, setelah karakter Elena di bunuh oleh pria yang dirinya cintai itu.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
Mellisa Gottardo: siaap🥰
total 1 replies
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Mellisa Gottardo: /Scowl/
total 1 replies
Alishe
bentar lg ayam pink🤣🤣🤣🤣
Alishe: saingan theor pilihan daddyhhh gue gpp biar makin kebakaran jenggot si kaku ini🤣🤣
total 2 replies
Alishe
ga guna u curiga udah telatttttt
Alishe
masi aja si ajim belain tu setan dihhh
Alishe
bukannya iya?? 🙄
Alishe
enak ga dituduh☺☺
Mellisa Gottardo: otw salam olahraga
total 1 replies
Alishe
nah ulet belbel mau ngapain lg itu ga boleh bgt org bahagia
Alishe
ahahaha percaya ga percaya laki w jg gini pas pdkt🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: awww sosweet
total 1 replies
Alishe
keselan gue perasaan🙄🙄🙄
Alishe
bener katarak ni org
Siti Aisyah
🤭🤭🤭
Mellisa Gottardo: /Drool/
total 1 replies
Yogi Muriani
ayam warna warni 🤣🤣suka-suka-suka👍
Mellisa Gottardo: hahahaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
ayam teletubbies dong mereka jadi nya, berpelukan
Mellisa Gottardo: hahaaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sekutu isabelle ternyata orang yang tak di sangka²
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
nah, baru tau takut. itu dia sifat nya orang sabar, sekali bertindak 1000 nyawa akan siap dicabik-cabik nya
Mellisa Gottardo: terharu yaw
total 1 replies
Kimyoonvi
harus bngt tiga anak ayam warna warni? 😭
Mellisa Gottardo: hahahah
total 1 replies
Evi Marena
ayam warna warni😂othorrrr the best sudah up 2part.....moga elena mau bantu mereka cari Isabella sang penipu ulung SM pendeta agung laknat😒
semangat othorrrr....moga sehat selalu 😘😘
Mellisa Gottardo: hahaha okee
total 1 replies
Alishe
puas satu puasss puas aja satuuuuu🤧🤧🤧
Alishe
agak laen antagonis ini🙄🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!