NovelToon NovelToon
"Mentari Kecil Di Kutub Utara"

"Mentari Kecil Di Kutub Utara"

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:516
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

"Di tempat di mana es tidak pernah mencair dan badai salju menjadi kawan setia, hadirlah ia—sebuah binar yang tak sengaja menyapa. Mampukah setitik cahaya kecil menghangatkan hati yang sudah lama membeku di ujung dunia? Karena terkadang, kutub yang paling dingin bukanlah tentang tempat, melainkan tentang jiwa yang kehilangan arah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Khitbah di Balik Menara Kuno

Satu Kata, Berjuta Makna

Di antara debu kitab dan aroma kopi,

Dua janji terpatri dalam senyapnya hari.

Bukan lagi tentang teori yang kita bedah,

Tapi tentang langkah yang tak lagi terbelah.

Kau tertunduk, menyimpan rona yang merambat,

Menanti takdir yang datang dengan khidmat.

Dan ketika bibirmu mengucap satu kata,

Seluruh Kairo seolah ikut bersukacita.

Keheningan di sudut perpustakaan itu terasa begitu pekat. Bungah yang duduk beberapa meja di belakang mereka sampai berhenti membalik halaman kitabnya, takut suara kertas akan merusak momen sakral tersebut. Ia menatap punggung kakaknya yang tegak, lalu beralih pada Mbak Khadijah yang masih menunduk dalam, jemarinya memainkan ujung jilbab hijaunya dengan gugup.

Mas Azam menunggu dengan sabar. Ia tidak mendesak, tidak pula mengalihkan pandangan. Baginya, jawaban Khadijah adalah penentu apakah sebelas tahun pengembaraannya di Mesir akan ditutup dengan kado terindah dari Allah atau hanya sekadar gelar akademik di belakang namanya.

Setelah beberapa menit yang terasa seperti berjam-jam, Khadijah akhirnya mengangkat wajahnya. Ada binar yang jujur di matanya, sebuah kombinasi antara rasa malu dan ketetapan hati.

"Mas Azam," suara Khadijah lembut namun terdengar sangat yakin. "Saya bukan tipe orang yang suka menggantungkan urusan. Ayah saya selalu berpesan, jika ada laki-laki baik yang datang dengan niat yang benar, maka tidak ada alasan untuk menolak kecuali karena kurangnya iman."

Khadijah menghela napas pelan, mencoba menenangkan debar di dadanya. "Saya sudah mendengar banyak tentang Mas dari para asatidz di sini. Dan setelah diskusi beberapa kali ini, saya rasa... saya tidak menemukan alasan untuk berkata tidak."

Deg.

Mas Azam memejamkan mata sejenak, mengucap hamdalah dalam hati yang paling dalam.

"Jadi... Mbak setuju jika saya menghubungi Abah di Jawa?" tanya Mas Azam memastikan, suaranya sedikit bergetar karena haru.

Khadijah mengangguk pelan, sebuah senyuman tulus terukir di wajahnya. "Nggih, Mas. Silakan bicara dengan Abah. Jika Abah merestui, maka saya pun akan tunduk pada restu beliau. Saya rasa, ilmu kita akan jauh lebih berkah jika kita pelajari bersama dalam satu atap yang halal."

Bungah yang sejak tadi menahan napas, tiba-tiba tak bisa menahan diri lagi. Ia refleks berdiri dan menghampiri meja mereka dengan mata yang berbinar-binar bahagia.

"Alhamdulillah! Mas Azam! Mbak Khadijah!" seru Bungah pelan namun penuh penekanan. "Akhirnya Bungah bakal punya mbak ipar dokter! Mas Azam, jangan melamun terus, cepat telepon Bapak di rumah biar segera disiapkan rombongan ke Jawa Tengah!"

Mas Azam tertawa, kali ini tawa yang benar-benar lepas dari beban. Ia menatap adiknya dengan rasa syukur. "Adek ini... selalu saja yang paling semangat. Sabar, kita harus tetap pakai prosedur yang benar."

Khadijah ikut terkekeh melihat tingkah polos Bungah. "Bungah, terima kasih ya. Kalau bukan karena 'tabrakan' dan bantuan detektif cadar ini, mungkin Mas Azam masih akan terus sembunyi di balik tumpukan kitabnya."

"Sama-sama, Mbak! Nanti kalau sudah nikah, jangan lupa ajari Bungah cara merawat wajah ya, biar makin cantik buat Kak... eh, buat masa depan Bungah nanti,"

canda Bungah yang membuat suasana semakin cair.

Sore itu, saat mereka keluar dari perpustakaan, langit Kairo berwarna jingga keunguan. Angin sepoi-sepoi membawa aroma melati dari taman-taman kota. Mas Azam berjalan dengan langkah yang jauh lebih ringan.

"Adek," panggil Mas Azam saat Khadijah sudah berpamitan pulang ke asramanya.

"Ya, Mas?"

"Terima kasih sudah menjagaku di sini. Sekarang, Mas merasa punya alasan lebih kuat untuk segera membawamu pulang dengan sukses. Mas ingin melihatmu wisuda, lalu kita pulang bersama-sama. Mas dengan Khadijah, dan kamu... dengan penunggumu di Jawa Timur itu."

Bungah merangkul lengan kakaknya erat-erat. "Nggih, Mas. Kita sukses bareng-bareng di sini ya. Kairo saksi perjuangan kita, dan Jawa adalah pelabuhan cinta kita."

Malam itu, Mas Azam benar-benar menelepon ayahnya di Indonesia. Berita tentang rencana khitbah itu menyebar cepat sampai ke telinga Gus Zidan melalui jaringan pesantren. Di ribuan kilometer jauhnya, Zidan tersenyum mendengar kabar itu. Ia tahu, langkah Mas Azam akan mempermudah jalannya juga untuk menjemput sang Mentari Kecilnya nanti.

1
Feni sang penulis novel
halo kak aku izin komen ya aku sudah membaca semua novel kakak semuanya aku suka dan kakak juga termasuk novel yang terbaik dan yang pertama aku lihat yang bagus cerita novelnya aku pun suka banget sama cerita novel kakak semuanya dan semua alurnya aku suka banget kak💪💪 dan aku punya novel buatan aku sendiri yang berjudul seorang wanita mafia cantik tolong mampir ya kak siapa tahu kakak suka dengan alur ceritanya itu udah ada bab 13 bab kak kalau kakak suka mampir aja ke novel aku ya kak tetap semangat untuk kakak aku cinta banget sama kakak tetap semangat dan tetap jangan putus asa demi masa depan kita💪💪💪
Feni sang penulis novel
halo kakak aku sudah membaca novelnya semua yang yang aku suka sama alur jidan terdiam seribu bahasa tapi semua novel kakak semuanya bagus kok yang aku suka cuman bidan terdiam 1000 bahasa ceritanya bagus kok dan 100% aku suka sama novel kakak dan kakak semangat terus untuk membuat karya terbaik jangan putus asa ya kak aku pun sama kok pengikut aku masih sedikit tapi aku punya 11 novel yang salah satunya seorang mafia wanita cantik kalau kakak suka mampir dulu ke novel aku dan novel itu sudah ada 13 bab tolong baca kalau nggak pun nggak apa-apa kok kakak tetap semangat untuk membuat karyanya sendiri ya kak jangan putus asa semangat kakak aku cinta kakak banget😍😍😍😍💪💪
Rina Casper: trimakasih sudha mampir kkk😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!