NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Penguasa Takdir Sembilan Langit

Transmigrasi: Penguasa Takdir Sembilan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Transmigrasi / Action / Fantasi / Romansa Fantasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Han Feng, seorang peneliti sejarah kuno dari Bumi, meninggal karena kecelakaan di situs penggalian. Jiwanya bertransmigrasi ke Benua Roh Azure, masuk ke dalam tubuh Tuan Muda Ketiga keluarga Han yang dikenal sebagai "sampah" karena meridiannya yang rusak.

Namun, Han Feng membawa serta sebuah Pustaka Ilahi di dalam jiwanya—sebuah perpustakaan gaib yang berisi semua teknik bela diri yang pernah hilang dalam sejarah. Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Han Feng menolak nasibnya sebagai sampah. Dia akan memperbaiki meridiannya, membantai mereka yang menghinanya, dan mendaki puncak Sembilan Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Matahari pagi di hari ketiga turnamen terasa tidak sehangat biasanya. Langit di atas Kota Awan Terapung tertutup lapisan awan tipis berwarna abu-abu, menciptakan pencahayaan yang suram dan dingin di Arena Keluarga Han. Angin berhembus kencang, menerbangkan panji-panji klan hingga berbunyi kibarr-kibarr yang keras, seolah-olah alam sedang memperingatkan akan datangnya pertumpahan darah yang lebih kejam dari sebelumnya.

Suasana di tribun penonton jauh lebih padat daripada hari-hari sebelumnya. Tidak ada lagi kursi kosong. Bahkan lorong-lorong jalan dipenuhi oleh penonton yang berdiri berdesakan. Mereka semua datang untuk menyaksikan satu hal: Siapakah yang akan berdiri di puncak? Apakah Sang Jenius Han Lie yang tak terkalahkan, atau Sang Kuda Hitam Han Feng yang mengerikan?

Di panggung utama, Tetua Gui berdiri dengan sebuah kotak kayu undian di tangannya. Wajah tua Tetua Gui tampak tenang, namun di balik matanya yang licik, tersembunyi sebuah rencana jahat yang telah disepakati semalam.

"Babak Semifinal!" suara Tetua Gui yang serak diperkuat oleh sihir, menggema ke seluruh penjuru arena. "Hanya tersisa empat petarung terbaik. Sesuai aturan, kita akan mengundi pasangan petarung."

Tetua Gui memasukkan tangannya ke dalam kotak. Tentu saja, "undian" ini hanyalah formalitas. Kotak itu telah dirancang khusus dengan sekat rahasia.

"Pertandingan Semifinal Pertama..." Tetua Gui menarik dua bola kayu. Dia berpura-pura membacanya dengan wajah terkejut. "Han Feng melawan Han Bo!"

Tidak ada sorakan terkejut dari penonton. Sebagian besar dari mereka sudah menduga skenario ini. Han Bo adalah pengikut setia Han Lie. Sudah menjadi rahasia umum bahwa klan akan berusaha memuluskan jalan Han Lie menuju final dengan memberinya lawan yang lebih mudah, atau menggunakan Han Bo untuk menguras tenaga Han Feng.

"Pertandingan Semifinal Kedua: Han Lie melawan Han Chen!"

Han Feng, yang duduk bersila di sudut arena sambil memeluk Pedang Meteor Hitam, membuka matanya perlahan. Sudut bibir Han Feng terangkat sedikit, membentuk senyum sinis yang hampir tak terlihat.

"Han Bo, ya?" batin Han Feng. "Mereka bahkan tidak berusaha menyembunyikan niat kotor mereka. Mengirim tikus untuk menggigit naga sebelum pertarungan utama... Strategi yang klasik dan membosankan."

Han Feng berdiri. Dia mengangkat pedang hitam raksasanya dengan santai, lalu berjalan menuju panggung arena.

Di sisi lain, Han Bo juga naik ke panggung. Namun, langkah kaki Han Bo tidak mantap. Wajah Han Bo pucat, keringat dingin membasahi dahinya meskipun udara sedang dingin. Han Bo tahu betul kekuatan Han Feng. Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Han Tie—si raksasa Lonceng Emas—dihancurkan menjadi bubur kemarin.

Tapi Han Bo tidak punya pilihan. Di balik lengan jubah kanannya, tersembunyi sebuah tabung mekanik kecil berisi tiga jarum perak yang telah direndam dalam Racun Pelemah Tulang. Racun ini tidak membunuh, tapi akan melunakkan tulang korban dalam waktu satu jam, membuat Han Feng menjadi samsak empuk bagi Han Lie di final nanti.

"Jika aku gagal, Tuan Muda Han Lie akan membunuhku. Jika aku berhasil, aku akan diberi hadiah Pil Peningkat Qi dan posisi di cabang utama," Han Bo mengulang-ulang janji itu dalam hatinya untuk mengusir rasa takut.

"Mulai!" teriak wasit.

Han Bo tidak langsung menyerang. Dia justru mundur beberapa langkah, menjaga jarak maksimal. Dia mencabut sebuah pedang panjang biasa dan memasang kuda-kuda defensif.

"Han Feng!" teriak Han Bo, suaranya sedikit bergetar tapi dipaksakan terdengar berani. "Jangan pikir kau bisa menang mudah melawanku! Aku, Han Bo, telah mempelajari kelemahanmu! Senjata besarmu itu lambat! Dan teknik langkah kakimu membebani otot! Aku hanya perlu mengulur waktu sampai kau kelelahan!"

Itu adalah gertakan untuk mengalihkan perhatian. Rencana Han Bo adalah memancing Han Feng untuk menyerang, lalu menembakkan jarum racun saat Han Feng membuka celah dalam serangannya.

Han Feng menatap Han Bo dengan tatapan bosan. Han Feng bahkan tidak mengangkat pedangnya. Dia membiarkan ujung Pedang Meteor Hitam itu tetap menyentuh lantai.

"Mengulur waktu?" Han Feng bertanya datar. "Kau pikir kau punya kualifikasi untuk itu?"

Han Feng melangkah maju. Satu langkah pelan.

Han Bo tersentak mundur dua langkah.

"Jangan mendekat!" teriak Han Bo panik. Dia mengayunkan pedangnya, melepaskan gelombang Qi angin puyuh—Teknik Pedang Angin Berputar.

Serangan jarak jauh itu melesat menuju Han Feng.

Han Feng tidak menghindar. Dia hanya menggerakkan Pedang Meteor Hitam di depannya seperti perisai tembok.

Bum! Bum!

Gelombang angin Han Bo menghantam permukaan pedang meteor yang lebar dan kasar itu, lalu pecah berantakan tanpa meninggalkan goresan sedikit pun.

"Hanya itu?" tanya Han Feng. Dia kembali melangkah maju. Jarak mereka kini tinggal sepuluh meter.

Keringat Han Bo mengucur semakin deras. Tekanan mental yang dipancarkan Han Feng begitu berat, seolah-olah ada gunung tak kasat mata yang menimpa bahu Han Bo. Han Bo sadar dia tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Jika Han Feng mendekat lebih jauh, satu ayunan pedang raksasa itu akan mengubahnya menjadi mayat.

"Sekarang!" batin Han Bo menjerit.

Han Bo berpura-pura terpeleset. Tubuhnya miring ke depan, tangan kirinya menyentuh lantai seolah kehilangan keseimbangan. Namun, tangan kanannya yang tersembunyi di balik lengan jubah panjang mengarah lurus ke dada Han Feng.

Klik.

Suara mekanisme pegas yang sangat halus terdengar.

Syuut! Syuut! Syuut!

Tiga jarum perak setipis rambut melesat keluar dari tabung tersembunyi di lengan Han Bo. Jarum-jarum itu tidak memancarkan kilau karena telah dilapisi cairan hitam matte agar tidak terlihat mata. Kecepatannya luar biasa, dirancang khusus untuk pembunuhan jarak dekat.

Jarak sepuluh meter dilintasi dalam sekejap mata.

Di tribun kehormatan, Tetua Gui mencondongkan tubuh ke depan, matanya berbinar penuh harap. "Kena kau, bocah sombong."

Namun, waktu seakan melambat di mata Han Feng.

Persepsi Sutra Hati Naga Purba dan insting Gerbang Naga Api yang baru terbuka membuat indra Han Feng tajam melampaui manusia biasa. Han Feng tidak melihat jarum itu dengan matanya, tapi dia merasakan "niat jahat" dan gangguan aliran udara yang sangat kecil yang mengarah ke dadanya.

"Mainan anak-anak," dengus Han Feng.

Han Feng tidak menghindar ke samping. Itu terlalu lambat.

Han Feng melakukan sesuatu yang gila. Dia melepaskan gagang pedangnya, membiarkan Pedang Meteor Hitam itu berdiri tegak sejenak dengan ujungnya di tanah, lalu menendang bagian bawah pedang itu dengan keras.

DANG!

Pedang raksasa seberat 150 kg itu berputar di tempat seperti gasing, bilah lebarnya yang hitam berputar tepat di depan tubuh Han Feng.

Ting! Ting! Ting!

Tiga suara denting logam yang sangat halus terdengar. Tiga jarum beracun itu menabrak permukaan pedang meteor yang berputar, terpental, dan jatuh ke lantai batu.

Mata Han Bo terbelalak horor. Wajahnya kehilangan semua warna darah.

"Dia... Dia menangkisnya?!"

1
Roy Kkk
bagus/CoolGuy//CoolGuy/
King Salman
bagus
King Salman
go
ikyar
Terima kasih atas dukungannya
Sarndi Kurma
bagua tor ceritanya
Turki Salman
lanjutkan ceritanya tor
jamanku
lanjutkan tor
Raikuu 1
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!