NovelToon NovelToon
Forbidden Lecture

Forbidden Lecture

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen
Popularitas:983
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Ia dikenal sebagai dosen yang tenang, rasional, dan tak pernah melanggar batas.
Sampai suatu hari, satu tatapan membuat seluruh prinsipnya runtuh.
Di ruang kelas yang seharusnya netral, hasrat tumbuh diam-diam tak pernah diucapkan, tapi terasa menyesakkan. Setiap pertemuan menjadi ujian antara etika dan keinginan, antara nalar dan sisi manusia yang paling rapuh.
Ini bukan kisah cinta.
Ini adalah cerita tentang batas yang perlahan retak dan harga mahal yang harus dibayar ketika hasrat tak lagi bisa dikendalikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 Presensi yang Tak Terduga

​Gedung Fakultas Ekonomi pagi itu tampak lebih riuh dari biasanya. Cahaya matahari pukul sembilan menerobos masuk melalui celah jendela besar, menyinari debu-debu halus yang menari di udara. Di sudut baris ketiga, Airin Rodriguez duduk dengan tenang. Gadis berusia dua puluh tahun itu mengenakan dress selutut bermotif bunga krisan kecil warna biru langit. Rambut panjangnya yang dikeriting gantung jatuh dengan rapi di bahu, membingkai wajahnya yang tenang.

​Airin tidak mempedulikan kasak-kusuk di sekitarnya. Fokusnya tertuju sepenuhnya pada buku tebal tentang manajemen strategi di atas meja. Sebagai anak dari keluarga Rodriguez yang identitasnya disembunyikan rapat-rapat dari media, Airin sudah terbiasa menjadi "tak kasat mata". Baginya, kampus adalah tempat belajar, bukan panggung untuk memamerkan kekuasaan ayahnya.

​"Airin, lihat deh. Katanya dosen pengganti Pak Jehan ganteng banget!" bisik Thea sambil menyenggol lengan Airin.

​Airin hanya tersenyum tipis, membuat lesung pipi di pipi kanannya melesak dalam. Tanpa suara, dia kembali membalik halaman bukunya.

​"Percuma, The. Airin mana tertarik sama laki-laki kalau belum berbentuk angka di laporan keuangan," sahut Dion dari kursi belakang, diiringi tawa kecil Kriss.

​"Sstt, berisik kalian berdua," Kriss menimpali sambil menjitak pelan kepala Dion. "Tapi serius, Rin, denger-denger dia itu adiknya Pak Jehan. Masih muda, tapi mukanya galak."

​Tepat saat itu, langkah sepatu pantofel yang tegas bergema di koridor, semakin lama semakin dekat hingga berhenti tepat di depan pintu kelas. Seketika, keheningan menyapu ruangan.

​Seorang pria melangkah masuk. Tingginya mencolok, sekitar 187 cm, membuat pintu kelas seolah mengecil. Ia mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, memperlihatkan jam tangan perak yang berkilau. Wajahnya tegas dengan rahang yang kuat dan berewok tipis yang tertata rapi. Matanya tajam, dingin, dan seolah bisa menguliti siapa pun yang berani menatapnya terlalu lama.

​Dia adalah Jordan Abraham. Pria yang seharusnya duduk di kursi CEO Abraham Corp itu kini berdiri di depan papan tulis, menggantikan kakaknya, Jehan.

​"Selamat pagi," suaranya berat dan rendah, bergema di setiap sudut kelas.

​Beberapa mahasiswi di baris depan menahan napas, terpesona oleh aura maskulin yang begitu dominan. Jordan tidak tersenyum sedikit pun. Ia meletakkan tas kulitnya di meja dan langsung membuka jurnal absensi.

​"Saya Jordan Abraham. Saya akan menggantikan Kakak saya untuk semester ini. Saya tidak suka keterlambatan, dan saya benci gangguan saat saya bicara. Mengerti?"

​"Mengerti, Pak!" jawab seisi kelas serempak, kecuali Airin yang masih asyik dengan dunianya sendiri.

​Jordan mulai memanggil nama mahasiswa satu per satu. "Thea Anindita?"

​"Hadir, Pak!"

​"Dion Pratama?"

​"Ada, Pak."

​"Krissna Adijaya?"

​"Hadir."

​Jordan terhenti sejenak, matanya menatap satu nama di daftar tersebut. "Airin Rodriguez?"

​Tidak ada jawaban. Airin masih menunduk, matanya terpaku pada sebuah paragraf sulit di bukunya. Ia benar-benar tidak mendengar suara di sekitarnya karena terlalu fokus.

​"Airin!" bisik Thea setengah panik, menyenggol siku Airin dengan keras.

​Airin tersentak. Ia mengangkat wajahnya dengan bingung, matanya yang bulat langsung bertemu dengan tatapan tajam Jordan yang sedang menatap lurus ke arahnya. Airin segera menutup bukunya, merasa sedikit bersalah.

​"Hadir, Pak," ucap Airin dengan suara yang sangat lembut, hampir seperti bisikan angin, namun entah bagaimana terdengar jelas di telinga Jordan karena suasana kelas yang mendadak senyap.

​Jordan terdiam. Selama beberapa detik yang terasa sangat lama, ia terpaku menatap gadis di depannya. Matanya menangkap detail lesung pipi Airin yang baru saja memudar, rambut keritingnya yang berkilau, dan sorot mata yang begitu polos namun menyimpan kedalaman. Ada sesuatu yang berbeda dari gadis ini—ia tidak menatap Jordan dengan tatapan memuja seperti mahasiswi lainnya.

​Jordan berdehem kecil, berusaha menguasai diri. Ia mengalihkan pandangan kembali ke buku absen. "Lain kali, perhatikan saat saya memanggil nama."

​"Maaf, Pak," jawab Airin singkat, kembali menundukkan kepalanya.

​Setelah sesi absensi selesai, Jordan mulai menjelaskan materi. Namun, fokusnya beberapa kali teralihkan ke arah baris ketiga. Ia adalah pria yang terbiasa menghadapi negosiasi bisnis bernilai miliaran, tapi entah mengapa, suara lembut mahasiswinya tadi terus terngiang di kepalanya.

​"Rin, gila... Lo lihat nggak tadi?" bisik Dion setelah Jordan sibuk menulis di papan tulis. "Dia ngelihatin lo lama banget."

​"Mungkin dia marah karena aku nggak denger," balas Airin sangat pelan, nyaris tak terdengar oleh Dion jika ia tidak mendekat.

​"Nggak mungkin marah, tatapannya itu kayak... terpesona?" sahut Thea sambil terkekeh pelan. "Aduh, Airin kita memang magnetnya cowok-cowok keren ya."

​"Sudahlah, tulis materinya," Airin mencoba mengalihkan pembicaraan, meski hatinya sedikit berdesir. Ada sesuatu yang mengintimidasi sekaligus menarik dari sosok dosen barunya itu.

​Di depan kelas, Jordan diam-diam memperhatikan Airin dari balik punggungnya saat menulis di papan tulis. Ia teringat kembali pada daftar nama itu. Rodriguez? Nama itu tidak asing di telinganya, namun ia belum bisa memastikan siapa gadis itu sebenarnya. Yang ia tahu pasti, kehadiran gadis dengan dress bunga dan suara lembut itu akan membuat tugas mengajarnya yang membosankan ini menjadi jauh lebih menarik.

​Waktu berlalu cepat hingga jam pelajaran berakhir. Jordan merapikan barang-barangnya.

​"Minggu depan saya ingin kalian sudah mengumpulkan ringkasan bab dua. Kelas selesai," ucap Jordan tegas tanpa menoleh lagi, lalu berjalan keluar kelas dengan langkah lebar.

​"Ganteng banget, tapi dinginnya minta ampun!" keluh Thea sambil memasukkan alat tulisnya. "Rin, ayo kantin? Aku laper."

​Airin mengangguk pelan. Ia bangkit dari duduknya, merapikan dress bermotif bunganya yang anggun. Saat ia berjalan keluar kelas, ia tidak menyadari bahwa di ujung koridor, Jordan sempat berhenti sejenak, mematikan ponselnya, dan memperhatikan punggung gadis itu dari kejauhan sebelum menghilang di balik tikungan.

​"Menarik," gumam Jordan pelan, sebuah senyum tipis yang sangat samar muncul di wajah sangarnya.

1
brawijaya Viloid
jgn lupa update thorrr 🥲
shabiru Al
mungkin karena status yang dmiliki jordan sebagai kelurga abraham kali ya.. jadinya tuan rodriguez menerima baik kehadiran jordan
shabiru Al
keluarga jordan menerima baik airin,, tpi apakah keluarga rodriguez pun sebaliknya...
shabiru Al
benarkah jordan tulus mencintai airin... bukan hanya obsesi semata
shabiru Al
airin udah dtandai sama jordan.. gak akan bisa kabur
shabiru Al
ternyata jordan lawan yang seimbang bagi kelurga rodriguez....
shabiru Al
dan jordan.... apa seimbang dengan keluarga rodriguez ?
shabiru Al
kenapa juga airin mau d intimidasi sama jordan... memangnya seberapa besar nama rodriguez itu ya sampai airin gak mau teman2nya tahu
shabiru Al
ternyata hanya sesama pria yang bisa memahami sikap jordan sama airin,, airin nya polos banget
shabiru Al
mesti kasihan gak sih sama airin ntar d possesifin sama jordan
jajangmyeon
menarik bgt, saran update trus y thor 😊🥳
jajangmyeon
kepo bgt 2 bocah 🤣
brawijaya Viloid
jordan mw ngapain hayoo🤭
brawijaya Viloid
okk
brawijaya Viloid
cool bgt
jajangmyeon
lanjuttt
Anonymous
gantung bgt plis thor update terussss 💪💪
Anonymous
lanjut thor
shabiru Al
mulai dekat nih....
shabiru Al
hhmmm semakin tertarik nih kayaknya jordan sama airin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!