Edi Sudrajat takpercaya ketika, Erico Atmaja melamar putrinya menjadi istrinya
Syakila gadis 20 tahun yang memilih mengabdikan ilmunya di pesantren, dengan yakin menerima lamaran lelaki 31 tahun menjadi pendamping hidupnya.
Lelaki yang di kenal dingin dan kaku itu, ternyata begitu lemah lembut memperlakukan kila sebagai istrinya, tentu saja itu membawa kebahagiaan pada rumah tangga mereka.
Di depan Kila Rico adalah sosok lemah lembut penuh cinta, sifat itu berbanding terbalik saat dengan anak buahnya dia terkenal dingin dan tanpa ampun, tapi itu dulu..
Mengenal Kila membuat perubahan pada Rico,sedikit demi sedikit, isteri yang penuh kelembutan itu berhasil melunakkan kekerasan hatinya.
Konflik mulai datang, ketika orang di masa lalu Erico mulai muncul satu persatu, membongkar perbuatan sadisnya di masa lalu, hal itu memaksa Erico melakukan banyak pengorbanan, bahkan dia nyaris kehilangan orang yang begitu berharga di dalam hidupnya.
Hal itu malah merubah jalan hidupnya seratus delapan puluh derajat.
Silahkan menikmati kelanjutannya happy reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 10
Rico sarapan sendiri tanpa di dampingi istrinya , dia sengaja tidak membangunkan Kila yang tertidur nyenyak
" Nana , sampaikan pada nyonya, Aku pergi ke Kantor" Pesan Rico pada Nana
" Baik tuan " jawab Nana , dia menunggu nyonya nya di ruangan sebelah kamar Kila
Sementara Kila sudah terlihat bangun dari tidurnya ,masih berbaring di atas ranjang ,rasa malas mengelayuti tubuhnya yang terasa sakit semua seperti habis bekerja keras, membuat nya malas turun dari ranjang , tapi rasa lapar memaksanya turun dari ranjang empuk nya
Setelah mandi Kila keluar kamar , di luar kamar Kila Nana sudah menunggu nya sedari tadi
" Selamat pagi Nyonya ..." Sapa Nana sopan
" Pagi mbak Nana.." jawab Kila ,seraya tersenyum manis
" Tuan menitip pesan untuk nyonya ,dia pergi ke kantor tanpa membangunkan Nyonya" jelas Nana
" Iya mbak.." ujar Kila
Kila masuk lift menuju lantai satu menuju ruang makan yang di ikuti oleh Nana , di ruangmakan beberapa pelayan menyiapkan hidangan untuk nya
" Mbak Nana sudah sarapan...?"
"Sudah nyonya , memang nya ada apa Nyonya.."
" Aku minta temeni makan mbak" gumam Kila pelan
Nana memberi isarat pada pelayan agar menyiapkan satu lagi hidangan untuk nya
" lho ,mbak Nana udah sarapan kan...?"
" Tidak apa nyonya saya hanya makan sedikit saja .." ujar Nana dengan senyum yang jarang terlihat di wajah tegas nya
" Ooo ,baik lah kalau begitu.." Ujar Kila senang , kila makan seraya berbincang dengan Nana , tapi peribadi Nana yang Kaku membuat bincang bincang terkesan seperti tanya jawab singkat , Nana hanya menanggapi ocehan Kila dengan kata , ya , tidak , mungkin . kenapa hidup mu begitu kaku Nana...
*
Di kantor Rico..
"tok"
"tok"
" Masuk " Suara dingin Rico mempersilahkan masuk sosok di balik pintu kantor nya
Seorang lelaki berusia tiga puluh tahun dengan tubuh tegap dan berwajah dingin berdiri di depan Rico
" Ada apa .." suara Rico terdengar dingin , dia tetap pokus pada layar Laptop nya , sementara pria di depannya terlihat gelisah
" Maaf bos , ini benar benar di luar rencana.." ujar nya gugup
" Aku membayar mu tidak sedikit , tapi lihat lah cara kerjamu ...!!" Ujar Rico , dia masih saja pokus pada layar Laptop nya , tak sedikitpun melihat lawan bicaranya
" Aku tak tega bos , aku tidak tau kalau akan jadi begini.." ujar lelaki itu tetap terdengar gugup
Rico menatap lelaki itu dengan sorot mata ingin membunuh
" kenapa kau tidak tega !! dia menikahi adik perempuan atau anak perempuan mu Haahh...!!" bentak Rico geram
" Maaf boos , Aku akan tangani ini segera , dan nyawaku taruhan nya " ujar nya penuh keyakinan
" bagus , sebaik nya kau tepati janjimu Anton , atau ..." Ujar Rico dengan tegas
" Ini terahir kau temui aku di kantor ku , aku tidak mau kau melibatkan ku dalam hal ini , mulai sekarang kita bertemu di tempat biasa , kau paham..!!"
" Paham bos" ujar Anton
Anton pun beranjak pergi meninggalkan kantor Rico , sepeninggal Anton , Rico menghubungi seseorang yang masih orang suruhannya
" Alan , Aku mau kau pantau Anton , dan laporkan pada ku apa saja yang dia kerjakan " ujar Rico memberi perintah
" Baik pak " sahut Alan di sebrang telpon , sepertinya Rico tak percaya pada Anton , hingga menugaskan Alan memata - matai Anton
Entah bisnis Apa yang dia jalan kan bersama Anton sepertinya bukan masalah perusahaan .
Rico melihat jam tangan nya , sudah masuk jam makan siang , tapi akan memakan banyak waktu bila dia pulang , Rico meraih hp nya lalu menelpon seeorang
"Halo ... sayang" sapa Rico
" Assalamualaikum mas.." sahut Kila di sebrang telpon
" Sayang kau bisa kekantor ku...??" tanya Rico
" mas belum jawab salamku .." Rajuk Kila
" kau tahu sayang, Aku tak kan menjawab nya lalu kenapa masih saja kau ucapkan .." ujar Rico dengan tegas , kalau sudah begini Kila memilih mengalah , percuma Berdebat dengan tuan Rico tidak akan menang
" Baik lah tuan Rico , Anda selalu benar " Sahut Kila
" Bagus kalu kau tahu , bagai mana sayang kau bisa kekantorku" ujar Rico
" Bisa mas.." jawab Kila
" Baiklah Aku tunggu .."
Rico mematikan tlpon nya , kembali pada pekerjaan nya , dia benar benar banyak pekerjaan akhir akhir ini
Hampir satu jam lebih Kila baru sampai di kantor suaminya , setiba di kantor Kila langsung menuju Ruang pimpinan ,beberapa pegawai yang berpapasan dengan nya , menyapanya penuh hormat , Kila membalasnya dengan senyum ramah santunnya
"tok"
"tok"
Kila mengetuk pintu ruang kerja suaminya, dia tak ingin kejadian kemarin terulang lagi , saat dia tak sengaja melihat adegan yang tak ingin dia lihat
" masuk..!" terdengar suara berat Rico mempersilahkan masuk
Kila masuk kedalam , terlihat Rico pokus pada layar laptopnya ,untuk sesaat Rico mengabaikan nya , lalu perhatianya beralih kepada Kila yang sudah duduk di Sopa . Rico beranjak bangkit berjalan menghampiri Kila , dia duduk di sebelah Kila
" Kau datang bersama nana kan sayang.."
" iya mas.."
" mas menyuruhku kemari ada apa ...?"
" Aku banyak pekerjaan sayang , tidak sempat makan siang di rumah menemanimu , itu sebabnya aku minta sayang datang kemari " ujar Rico
" kalau tidak sempat tidak apa mas , jangan mas paksakan agar bisa menemaniku , Aku maklum kok" Kila merasa tak enak harus merepotkan suaminya , dia juga maklum siapa suaminya , waktu dan tenaganya separuhnya milik perusahaan
" Aku melakukan nya tidak dengan terpaksa , sudah tidak perlu di bahas lagi , intinya Aku tidak mau melihat mu terpaksa makan dengan Nana .." ujar Rico tegas
Kila melongo ,dari mana Rico tau dia makan bareng Nana , apa Nana yang melapor , atau Rico yang melihat sendiri melalui cctv di rumah nya
" Pilih lah menu yang menurut mu enak , lalu pesan untuk kita .. " Ujar Rico seraya memberikan hp nya pada Kila , kila memilih beberapa menu dari restoran yang menyediakan jasa antar
Tiga puluh menit kemudian pesanan mereka datang , Kila di bantu seorang karyawati menyiapkan hidangan di meja dengan memakai alat makan milik kantor
Kila dan Rico makan siang dengan menu yang Kila pesan , seperti biasa Rico makan dengan tenang tanpa suara ,hanya sunyi yang ada
Selesai makan kila bermaksud pulang kerumah ,tapi Rico menahan nya
" Ada yang akan kau kerjakan dirumah sayang..?" tanya Rico
" Tidak ada mas.."
" tinggalah di sini temani Aku.." ujar Rico lagi
" baik lah mas, tapi bolehkah aku sholat di ruangan mu " ujar Kila , berhubung telah tiba waktu zuhur , kila meminta ijin dulu dengan Rico untuk meminjam ruangan nya menunaikan kewajiban nya siang ini
" Pakai lah ruang pribadiku ..." ujar Rico , seraya mengarahkan jari nya ke pintu yang ada di belakang mejanya , Kila beranjak ke arah yang di maksud Rico
Ruangan yang lumayan besar , ada tempat tidur yang hanya muat untuk satu orang dan lemari pakaian yang tentu nya milik Rico
Kila melepas hijab nya lalu kekamar mandi untuk berwudhu lalu menunaikan kewajibannya melaksanakan Sholat zuhur
Cukup lama Kila di ruangan pribadi Rico , sekitar tiga puluh menit, Rico sedikit heran kenapa Kila Sholat begitu lama , setahu dia pegawainya hanya butuh lima menit
Kila keluar dari ruang pribadi Rico , rasanya begitu tenang setelah melaksanakan kewajiban nya
"Sayang , butuh waktu berapa lama melakukan sholat ...??" tanya Rico , seraya menatap Kila
" Hanya lima menit , tepat nya cuma lima menit , waktu yang di butuhkan untuk satu kali waktu sholat , kenapa mas tidak meluangkan waktu yang hanya lima menit untuk melakukan kewajiban mas sebagai hamba .." ujar Kila balas menatap suaminya
Rico tersenyum sinis , kewajiban ..?
kalimat yang terdengar konyol di telinga Rico
" mungkin lain waktu, sekarang aku belum berniat melakukan nya , lagi pula sepertinya Aku sudah lupa dengan bacaan ritual nya " jawab Rico tak ingin mengecewakan istrinya
Alis Kila terlihat berkerut dia heran dengan kalimat ritual yang di ucapkan Rico , terdengar seperti praktik perdukunan ditelinganya
" Ada niat mas untuk melakukan nya itu sudah awal yang bagus " ujar Kila lembut ,seraya menatap suaminya dengan tatapan manja
" Kemari ..." ujar Rico melambaikan tangan nya sebagi isarat agar Kila mendekat padanya
Kila berjalan mendekat suaminya , dia berhenti pada jarak yang lumayan dekat , Tapi tangan Rico menarik tubuh istrinya hingga jatuh di pangkuan nya
"kau berusaha mengodaku hhhmm" gumam Rico , kedua mata elangnya menatap intens wajah Kila
"Aku tidak sedang mengoda mu mas, mas saja yang tergoda.." ujar Kila dengan nada manja nya
" lihat lah.. apa yang baru saja kau lakukan , kalau bukan mengodaku.." Bisik Rico gemas , dia mendaratkan kecupan lembut di bibir Kila
" Mas ini kantor .." bisik Kila
"Aku tau sayang.." bisik Rico , kembali mendaratkan ciuman lembut dipipi mulus Kila
"tok"
"tok"
Terdengar ketukan di pintu , membuat kedua insan ini terlonjak kaget
" kan...aku sudah bilang ini kantor mas" gumam Kila dengan senyum menggoda
"
Rico tak menyahut kecupan hangat kembali mendarat di kening kila, Kila beranjak bangkit dari pangkuan Rico , duduk di sopa yang ada di ruang itu
"Masuk" suara Rico terdengar dingin
"Ada apa!" ujarnya lagi dengan nada suara yang sama , dingin..
" Ini laporan yang bapak minta .."
" Nanti saja , keluar lah dulu , nanti kuhubungi lagi" potong Rico , sebelum pria itu selesai dengan kalimat nya , dia pun membunggkuk lalu keluar ruangan
Kila heran kenapa dia sekaku itu dengan bawahannya sipat yang berbanding terbalik saat bersama nya
" Ada apa .., kenapa melamun ..?" ujar Rico seraya memeluk tubuh Istrinya
" tidak ada mas.." Ujar Kila , Kila membalas pelukan Rico dengan kecupan lembut di bibir Rico , membuat Rico mematung sesaat , sedetik kemudian dia sudah membopong tubuh istrinya keruang pribadinya ,tentu saja sebelum itu dia mengunci pintu mencegah pengganggu yang tiba tiba datang....
Dasar pengantin baru...
Happy Reading 🥰