Kanaya harus rela kehilangan impiannya untuk melanjutkan studinya keluar negeri karena harus menggantikan kakak sepupunya menikah dengan seorang pria bernama Bryan Anugerah yang merupakan CEO dari perusahaan Anugerah Group.
Bryan yang masih mencintai mantan calon istrinya itu sudah menyatakan bahwa tidak akan pernah mencintai Kanaya.
Namun seiring berjalannya waktu perasaan Bryan mulai berubah kepada Kanaya.
Mampukah Bryan mencuri hati Kanaya?
Dan berhasil kah Kanaya mempertahankan tembok dihatinya untuk tidak jatuh hati kepada Bryan?
Yuk Langsung saja baca kisah Bryan dan Kanaya di Love Me Honey
Happy reading ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri_tidur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
10
“Jo segera keruangan saya sekarang” ucap Bryan lalu segera memutuskan panggilan telepon itu. Tak butuh waktu untuk menunggu lama asisten Jo sudah datang kedalam ruangan Bryan.
“ada sesuatu yang tuan muda butuhkan?” tanya asisten Jo.
“kamu tau dimana restoran milik istri saya”
“ saya tau tuan muda”
“baiklah antar saya kesana”
“baik tuan muda saya akan segera siapkan mobil” asisten Jo kemudian pergi meninggalkan ruangan Bryan menuju basement.
Didalam mobil,
“Jo, apa sebaiknya kita mampir dulu membeli sesuatu untuk Kanaya?” ucap Bryan membuka pembicaraan,
“ ***menurut saya bawakan buket bunga saja tuan seperti yang biasa tuan berikan kepada nona Rima"
“hem tapi kalau saya bawakan bunga dia pikir saya mau mengajak kencan lagi, terus kalau nanti dia nanya tujuan saya datang ke restoran saya harus jawab apa, ah sebaiknya kita balik ke kantor lagi saja Jo”
“baik tuan muda”
asisten Jo hanya bisa mengikuti apa saja yang diperinthakan oleh Bryan.
“tidak-tidak kita lanjut kerestoran saja***” ucap Bryan lagi berubah pikiran.
"Ah tuan muda ini ada-ada saja, sepertinya sampai sekarang tuan muda belum menyadari perasaannya kepada nona Kanaya" batin asisten Jo yang sedikit menyunggingkan senyuman sambil menggelengkan kepala melihat tingkah tuan mudanya itu.
“Kita berhenti sebentar di minimarket depan Jo” “baik tuan muda” setelah mobil terparkir didepan minimarket
“ kamu tunggu disini saja, saya ingin membeli sesuatu sebentar”
lalu segera membuka pintu dan turun dari mobil. Saat Bryan memasuki minimarket itu banyak sekali pasang mata yang menatap ke arah Bryan karena mereka kagum dengan ketampanan yang dimiliki Bryan tapi Bryan tidak sedikitpun memperdulikan tatapan itu dia tetap melanjutkan langkahnya ke arah rak yang berisi cokelat. Dia berencana membelikan Kanaya cokelat karena saat mengobrol dengan Tomy dan Kevin kemarin mereka mengatakan kalau Kanaya itu sangat menyukai coklat dan es krim. Ya Bryan memang sosok pria yang sangat di idam-idamkan oleh kaum hawa dan banyak sekali juga wanita yang ingin menjadi pendamping Bryan.
Bryan mengambil semua coklat yang ada di rak tersebut, tanpa menyisakan satu pun. Setelah mengambil coklat, dia berjalan menuju lemari es yang berisikan berbagai macam es krim lalu diambilnya satu cup es krim kemudian berjalan menuju kasir untuk membayarnya.
“mbak saya mau bayar”
ucap Bryan kepada petugas kasir sambil meletakkan barang yang di ambilnya tadi, tapi petugas kasir tersebut masih saja terpukau memandangi Bryan
“mbak” petugas kasir tetap tidak bergeming
“hello, mbakk” ucap Bryan sambil memetikkan jarinya dihadapan wajah kasir itu
“eh maaf maf mas” ucap petugas itu yang tersadar dari khayalannya kemudian langsung menghitung total jumlah belanjaan Bryan.
“sudah ayo kita berangkat” ucap Bryan setelah memasuki mobil, kemudian asisten Jo pun kembali mengendarai mobil menuju restoran Kanaya. Sesampainya di parkiran restoran,
“loh bukannya ini restoran soulmate yang sering saya kunjungi ya” ucap Bryan yang merasa terkejut ternyata selama ini yang menjadi salah satu restoran favoritnya adalah restoran milik Kanaya. Berarti secara tidak langsung dari dulu mereka sering berada dijarak yang cukup dekat hanya saja belum saling mengenal. Apa itu yang ditandakan sebagai jodoh.
“iya tuan muda ini restoran yang sering anda kunjungi”
“tapi kenapa Rima gak pernah cerita ya kalau yang punya resto ini adik sepupunya padahal sudah beberapa kali juga kami pergi bersama ke restoran ini”
“mungkin belum takdir tuan muda untuk bertemu nona Kanaya” jawab asisten Jo sedikit tersenyum namun Bryan hanya terdiam.
“tuan muda tidak turun” tanya asisten Jo
“tidak kamu saja yang panggilkan Kanaya kedalam” “baik tuan muda” lalu turun dari mobil dan berjalan memasuki restoran itu. Diruangan Kanaya
“beb gue balik duluan ya soalnya mau nemenin kak Tomy buat nyari souvenir pernikahan” ucap Kanaya
“oke beb, lu hati-hati dijalan ya salam sama kak Tomy”
“oke beb bye” Kanaya keluar dari ruangannya, dan pandangannya tertuju ke arah sosok yang dikenalnya sedang berbicara ke salah satu pegawainya, ya sosok itu adalah asisten Jo yang sedang menanyakan keberadaan Kanaya kepada salah satu pegawai restoran.
“asisten Jo” ucap Kanaya yang datang menghampiri
“selamat sore nona Kanaya”
“iya sore, ada keperluan apa asisten Jo datang kesini?” tanya Kanaya
“tuan muda sudah menunggu anda di mobil nona silahkan”
“dia juga ada disini, ngapain?” ucap Kanaya yang sedikit kaget mengetahui bahwa Bryan juga ada disini
“sebaiknya nona temui saja lansung tuan muda” ucap asisten Jo.
" Ditanya ngapain kesini malah ga dijawab dasar asisten aneh "batin Kanaya.
Kanaya pun memutuskan untuk mengikuti asisten Jo menuju mobil Bryan terparkir, semakin dekat dengan mobil Bryan Kanaya merasa deg-deg an dan jantungnya pun berpacu dengan kencang.
" ni jantung kenapa lagi, detaknya kuat amat"
batin Kanaya dan berusaha menenangkan detak jantungnya. Sedangkan Bryan yang ada didalam mobil juga tak kalah gugup dan deg-deg an nya saat melihat Kanaya yang berjalan sudah mendekati mobil, padahal selama ini kalau dia sedang mempresentasikan suatu projek di depan klien besar dia tidak pernah merasakan gugup dan deg-deg an seperti ini.
Kanaya pun membuka pintu mobil dilihatnya sosok tampan Bryan yang sedang duduk denga menyilangkan kakinya
“hay kak yan, ada perlu apa kesini” ucap Kanaya dengan memberi senyuman manisnya kepada Bryan namun dibalik itu jantung Kanaya masih berdegup kencang tapi dia berusaha agar tetap tenang. Melihat Kanaya yang tersenyum membuat jantung Bryan semakin berdetak dengan cepatnya, apalagi baru pertama kali ini Bryan melihat senyuman seperti itu yang diberikan Kanaya kepada dirinya, walaupun begitu Bryan mencoba untuk tetap stay cool.
“emang kalau mau menemui istri sendiri itu harus punya tujuan dulu” ucap Bryan
“iya enggak si, kan wajar aja gue nanya orang ini kali pertamanya lu datang kesini nyariin gue”
“ lu gue aja terus” ucap Bryan yang tak suka mendengar Kanaya memanggil dengan sebutan lu.
“Eh upss sorry kak uda kebiasaan soalnya” ucap Kanaya.
“nih buat kamu” ucap Bryan sambil memberikan bungkusan yang berisi coklat dan es krim yang dibelinya tadi, Kanaya pun menerima bungkusan itu lalu membukanya
“wahhh coklat banyak banget kak, eh ada es krim juga, makasih banyak suami ku”
ucap Kanaya spontan karena terlalu senang mendapat coklat kesukaannya. Bryan yang mendengar Kanaya menyebutnya dengan suamiku merasa senang dan membuat sebuah senyuman terlepas dari bibirnya.
Kanaya pun membuka es krim nya terlebih dahulu lalu menikmatinya
“kak Bryan mau” menyodorkan sesendok es krim ke arah Bryan, sebenarnya Bryan tidak terlalu suka memakan es krim namun karena es krim ini ditawarkan oleh Kanaya dia langsung menerimanya dengan senang hati.
“Oh ya kak ryan sebenarnya kesini mau ngapain?” tanya Kanaya sekali lagi sambil menikmati es krimnya.
“mau ngajak kamu makan malam bareng” padahal Bryan datang karena merindukan Kanaya namun dia tidak mau berterus terang.
“tapi aku ga bisa kak, soalnya tadi kak Tomy nelpon aku buat nemenin dia” Bryan sedikit kecewa mendengar Kanaya menolak ajakannya
“mau nemenin Tomy kemana emang?” tanya Bryan
“ ***mau cari-cari souvenir pernikahan kak Tomy”
“Tomy mau nikah? Kok aku gak tau?”
“iya seharusnya dulu kak Tomy yang nikah tapi ya namanya juga rencana Tuhan gak ada yang tau malah aku yang nikah duluan jadi pernikahan kak Tomy terpaksa di undur makanya kamu ga tau dan bulan depan itu pernikahan kak Tomy akan dilaksanakan***” ucap Kanaya menjelaskan.
“hmm yaudah aku ikut”
“ikut?”
“iya aku ikut kenapa emang ga boleh”
“ya boleh aja si“
"oh ya Jo kamu pulang aja bawa mobil saya”
“baik tuan muda”. Selamat berkencan tuan muda batin asisten Jo
Bryan dan Kanaya berjalan berdampingan menuju tempat mobil Kanaya terparkir. Kanaya pun membuka pintu mobil bagian kemudi, tapi Bryan langsung menarik tangan Kanaya menuju pintu sisi satunya lagi, lalu di dudukkannya Kanaya di samping kursi kemudi dan memasangkan seatbel Kanaya
“ kamu duduk disini aja biar aku yang nyetir” ucap Bryan lalu menutup pintu mobil.