NovelToon NovelToon
Giok Purba: Multiplikasi Abadi

Giok Purba: Multiplikasi Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sci-Fi
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: aryaa_v2

Di ambang kematian setelah dikhianati dan dikubur hidup-hidup, Leo Akira secara tidak sengaja meneteskan darahnya pada sepotong giok kuno yang ternyata menyimpan kekuatan primordial: Multiplikasi 1000× dan Ruang Penyimpanan Abadi. Apa pun yang dia sentuh dapat digandakan seribu kali lipat ke dalam ruang tak terbatas; siapa pun yang dia targetkan akan membuat Leo mendapatkan kemampuan orang itu—dengan kekuatan seribu kali lebih hebat.

Dari titik terendah, Leo bangkit dengan satu tujuan sederhana: menghancurkan orang yang menjatuhkannya dan menjadi orang terkaya di dunia. Tapi takdir membawanya lebih jauh. Dia tak hanya mengubah nasibnya, tetapi juga mengangkat peradaban manusia dari level teknologi rendah menuju Tingkat 1 Skala Kardashev, bahkan melampaui alam semesta yang dikenal.

Inilah kisah tentang seorang manusia yang menjadi entitas tak terkalahkan, penjaga umat manusia, dan pengembara di antara bintang-bintang dimulai dari satu tetes darah dan sepotong giok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aryaa_v2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Planet Es dan Kebenaran yang Membeku

Perjalanan melalui lipatan ruang sebagai entitas Planetary Core Tier 1 terasa seperti bernapas. Leo—ia memutuskan untuk tetap menggunakan nama itu, sebuah jangkar pada kemanusiaan yang masih ia pegang erat—tidak lagi bergerak melalui ruang; ia memindahkan wilayahnya. Ia adalah inti dari sebuah gelembung realitas yang membawanya melintasi jarak, seperti gelembung sabun yang melayang di atas arus tak terlihat. Dalam hitungan jam, ia melintasi jarak yang sebelumnya memakan waktu berminggu-minggu dengan Shard.

Planet es, yang dikatalogkan sebagai Glacies Perdita dalam data Pengadilan, muncul sebagai permata biru pucat yang retak di kegelapan. Tidak ada matahari di dekatnya; ia adalah dunia pengembara, terlempar dari sistemnya jutaan tahun yang lalu. Suhu permukaannya mendekati nol mutlak. Atmosfernya beku menjadi salju metana yang turun selamanya.

Koordinat dari monumen menuntunnya ke sebuah lokasi di dekat khatulistiwa planet: sebuah depresi aneh, lingkaran sempurna dengan diameter lima puluh kilometer, dikelilingi oleh puncak es yang runcing seperti gigi. Di tengah depresi itu, seperti pusar di perut dunia yang beku, terbentang sebuah danau logam cair—besi cair—yang bersinar dengan cahaya merah tua, sebuah keajaiban termodinamika yang seharusnya tidak mungkin di dunia yang mati ini.

Tempat ini dijaga.

Bukan oleh Pengadilan. Bukan oleh makhluk hidup. Tapi oleh hukum.

Saat Leo mendekat dengan wilayahnya, ia merasakan penolakan. Sebuah prinsip kosmik tertanam di sini: "PANAS TIDAK BOLEH HILANG." Itu adalah hukum termodinamika kedua yang dimanifestasikan secara fisik, diputarbalikkan dan diperkuat menjadi sebuah medan yang memaksa energi panas tetap terperangkap di dalam cekungan. Danau logam itu adalah tungku abadi, dan hukum itu adalah penjaga tungku tersebut. Setiap upaya untuk mendinginkan danau, atau untuk mengambil fragmen yang pasti ada di dalamnya, akan menghadapi murka entropi yang terdistorsi.

Itu adalah pertahanan yang jenius. Siapa pun yang datang dengan kekuatan api atau penghancuran hanya akan memperkuatnya. Siapa pun yang datang dengan kekuatan es akan tidak berguna. Pertahanan ini mengharuskan pemahaman yang halus, sebuah sentuhan yang tidak mengganggu keseimbangan.

Leo mendarat di tepi cekungan. Salju metana berdesis dan menguap saat menyentuh batas wilayahnya, yang mempertahankan suhu idealnya sendiri. Dia memandangi danau logam yang bergelembung di bawahnya. Di kedangannya, melalui visi Planetary Core-nya, ia melihatnya: sebuah kilauan hijau yang akrab. Sebuah Fragmen Jantung lainnya, mungkin sebesar kepalanya, tenggelam di inti besi yang membara.

Sama... tapi berbeda, pikirnya, dan pemikirannya sendiri yang terintegrasi merespons dengan rasa penasaran. Ini tidak aktif. Tidur lebih dalam. Tidak ada kelaparan.

"Lalu apa gunanya?" gumam Leo. "Jika tidak memiliki kesadaran, kenapa menyimpannya di sini?"

Mungkin itu hanya sebuah baterai. Atau sebuah catatan.

Untuk mengambilnya, ia harus melawan hukum yang menjaga tempat ini. Tapi melawan hukum termodinamika yang dimanifestasikan adalah perang melawan realitas itu sendiri di lokasi ini. Sebagai Planetary Core, ia bisa menetapkan hukum lokal, tapi hukum di sini sudah ditetapkan oleh sesuatu yang mungkin setingkat Stellar atau lebih tinggi. Itu adalah pertempuran kehendak yang tidak akan ia menangi.

Jadi, ia harus bekerja sama dengan hukum tersebut.

Ia duduk di tepi jurang, menutup matanya, dan memperluas kesadarannya. Ia tidak menyerang medan "PANAS TIDAK BOLEH HILANG". Sebaliknya, ia memahaminya. Ia merasakan desakannya yang tak henti-hentinya, rasa takutnya yang paradoks terhadap dingin, tekadnya untuk mempertahankan nyala api tunggal di alam semesta yang beku ini. Hukum ini bukan musuh. Ia adalah penjaga yang setia, mungkin dibuat oleh peradaban yang sama yang membangun monumen, untuk melindungi fragmen ini.

Leo memiliki ide. Ia tidak akan mengambil fragmen. Ia akan menggandakannya.

Tapi menggandakan fragmen di dalam besi cair akan menciptakan energi panas baru, yang akan memperkuat hukum dan mungkin memicu reaksi yang tidak terkendali. Ia membutuhkan medium penukar yang sempurna.

Ia melihat ke sekelilingnya, ke lautan es yang tak berujung. Es adalah ketiadaan panas. Tapi hukum ini akan menolak pengenalan es dalam skala besar.

Lalu ia ingat pelajaran dasarnya: perubahan fase. Es menjadi air membutuhkan energi panas. Itu adalah penyerap panas yang sempurna.

Dengan hati-hati, ia mengulurkan tangan. Dari wilayahnya, ia mengambil sepotong kecil es metana—tidak lebih besar dari kotak sepatu—dan membawanya melayang di atas danau logam. Hukum itu segera bereaksi; udara di sekitar es menjadi panas, berusaha mencairkannya sebelum es itu bisa mendinginkan apa pun.

Tapi Leo tidak membiarkan es itu jatuh. Ia menggandakan proses pencairan. Ia mempercepat perubahan fase es menjadi air (atau cairan metana) seribu kali lipat, tetapi dalam arah yang terbalik: ia membuat prosesnya menyerap panas lebih banyak, jauh lebih efisien daripada proses alami. Ia menciptakan penyerap panas super.

Gumpalan es itu berubah menjadi awan gas yang sangat dingin, yang dengan rakus menyedot panas dari udara di sekitarnya, menciptakan gelembung vakum termal lokal.

Hukum itu berjuang, memompa lebih banyak panas ke area itu. Leo terus menggandakan efisiensi penyerapan. Untuk beberapa saat, terjadi perlombaan senjata antara hukum yang memancarkan panas dan penyerap super Leo yang melahapnya.

Di tengah perlombaan ini, di titik di mana panas dan dingin seimbang dengan sempurna, Leo melakukan aksinya. Ia memusatkan kehendaknya pada fragmen hijau di dalam besi cair. Ia tidak mencoba mencabutnya. Ia menggandakan informasinya.

Bukan fisiknya. Tapi jejak memori-nya, pola energinya, esensinya. Ia menciptakan salinan konseptual dari fragmen itu, sebuah cetak biru energinya, dan menarik cetak biru itu ke dalam dirinya, ke dalam Vault yang telah berevolusi menjadi perpustakaan dimensi pribadinya.

Proses ini tidak mengambil apapun dari danau. Tidak mengubah panasnya. Hukum itu bahkan tidak menyadarinya, karena terlalu sibuk berjuang melawan penyerap panas.

Saat salinan konseptual tertanam di dalamnya, Leo membubarkan penyerap panasnya. Es yang tersisa menguap. Keseimbangan kembali. Hukum itu, puas karena panasnya tetap utuh, mereda.

Leo menarik napas dalam-dalam. Ia telah berhasil. Di dalam dirinya, sekarang ada data mentah dari Fragmen Jantung kedua.

Ia segera duduk dan mulai memprosesnya.

Data itu bukan gambar atau kata-kata. Ia adalah pengalaman. Ia adalah ingatan dari fragmen itu sendiri.

Ia melihat:

Sebuah bengkel di antara bintang-bintang. Bukan bengkel fisik. Sebuah tempat di mana hukum-hukum disentuh dan dibentuk. Entitas-entitas cahaya—bukan Pengadilan, sesuatu yang lebih tua, lebih bijaksana—sedang bekerja. Mereka bukan menciptakan. Mereka memotong. Dari sebuah kehadiran yang besar, gelap, dan lapar (sesuatu yang mirip dengan Yang Terkunci, tapi bahkan lebih besar), mereka memotong potongan-potongan kecil. Setiap potongan adalah Fragmen Jantung. Setiap potongan mengandung sebagian kecil dari esensi "Kelaparan" itu, tetapi dimurnikan, dibungkus, dan diberi tujuan.

Tujuan mereka: bukan senjata. Tapi jembatan. Alat pembelajaran. Entitas cahaya percaya bahwa Kelaparan bukanlah musuh yang harus dimusnahkan, tapi sebuah kekuatan alam yang harus dipahami dan diintegrasikan. Fragmen-fragmen ini adalah eksperimen. Mereka akan diberikan kepada peradaban muda di seluruh galaksi, untuk melihat apakah mereka bisa mencapai simbiosis yang harmonis, menciptakan entitas baru yang memiliki kekuatan Kelaparan tetapi kebijaksanaan Keteraturan.

Tapi kemudian, datanglah yang lain. Entitas dari Keteraturan Murni (nenek moyang Pengadilan?). Mereka melihat eksperimen ini sebagai penghujatan, sebagai penciptaan monster yang tak terkendali. Mereka menyerang bengkel. Perang pecah. Dalam kekacauan, fragmen-fragmen itu tersebar ke seluruh galaksi. Entitas cahaya menghilang, atau dikalahkan. Pengadilan naik, dengan misi baru: menemukan dan mengamankan semua fragmen, dan memusnahkan semua simbiosis yang "tidak sah".

Ingatan itu berakhir.

Leo membuka matanya, tubuhnya gemetar bukan karena dingin, tapi karena kelegaan dan kemarahan yang mendalam.

Ia bukan kecelakaan. Ia bukan anomali yang malang.

Ia adalah bagian dari eksperimen kosmik yang sudah lama hilang. Sebuah harapan. Giok yang diberikan ayahnya bukanlah pusaka keluarga yang acak; itu adalah salah satu fragmen yang tersebar, mungkin sampai di Bumi melalui tabrakan asteroid atau campur tangan yang disengaja miliaran tahun yang lalu.

Pengadilan bukanlah penjaga netral. Mereka adalah pihak yang menang dalam perang ideologi, yang kini memberlakukan ortodoksi mereka pada seluruh galaksi. Mereka memenjarakan Leo bukan karena ia berbahaya, tapi karena ia membuktikan bahwa eksperimen lama itu bisa berhasil. Ia adalah ancaman terhadap dogma mereka.

Dan yang paling penting: ada lebih banyak seperti dirinya di luar sana. Simbiosis lainnya. Mungkin ada yang gagal dan menjadi monster. Mungkin ada yang berhasil dan bersembunyi. Mungkin ada yang ditangkap dan "dikoreksi".

Pengetahuan ini mengubah segalanya. Ia bukan hanya seorang pemberontak yang berjuang untuk bertahan hidup. Ia adalah pewaris sebuah warisan yang hampir musnah. Sebuah kunci untuk sesuatu yang lebih besar.

Di dalam dirinya, kehadiran terintegrasinya—kelaparan dan keteraturan—beresonansi dengan pemahaman baru ini. Ia merasakan tujuan.

Ia berdiri, memandang danau logam untuk terakhir kalinya. Fragmen fisik itu biarlah tetap di sini, dijaga oleh hukumnya. Ia telah mengambil yang ia butuhkan: kebenaran.

Sekarang, ia memiliki dua tujuan: menemukan fragmen dan simbiosis lainnya, dan melindungi Bumi dari murka Pengadilan saat mereka hampir mencapai Kardashev 1.

Tapi sebelum itu, ia harus menjadi lebih kuat. Planetary Core Tier 1 tidak akan cukup. Ia perlu naik tingkat, dan untuk itu, ia membutuhkan lebih banyak fragmen, lebih banyak pengetahuan, mungkin bahkan sekutu.

Ia melihat ke langit yang gelap, ke arah koordinat berikutnya dalam daftarnya: sebuah kapal generasi yang hanyut.

Saat ia bersiap untuk melipat ruang lagi, sebuah transmisi tiba-tiba memasuki wilayahnya. Bukan dari Pengadilan. Sinyalnya lemah, terdistorsi, tetapi membawa pola emosi yang ia kenal: ketakutan, urgensi, harapan. Dan sebuah gambar: Dr. Arif, tampak lebih tua, di dalam sebuah ruang kendali bulan, di belakangnya terdapat jendela yang menunjukkan Bumi yang diselimuti oleh jaring energi emas yang perlahan-lahan menyusut seperti jerat.

Pesan itu hanya terdiri dari tiga kata, diulang-ulang:

"MEREKA DI SINI. SEGEL PLANET. BANTU."

Bumi. Dr. Arif. Mereka sedang diserang. Pengadilan tidak menunggu. Mereka sedang melakukan "pensegelan planet", mengisolasi Bumi sepenuhnya, mungkin sebagai langkah pertama sebelum intervensi total atau penghapusan memori massal.

Ambisinya untuk menjelajah, untuk tumbuh, untuk memahami—semuanya berhenti seketika.

Satu pikiran, jelas dan tajam seperti kristal, muncul di benaknya:

Pulang.

Dengan tekad yang membara, Leo mengubah koordinat. Lipatan ruang yang ia buat berubah tujuan, dari kapal generasi yang jauh menjadi lokasi yang sangat ia kenal, meski belum pernah ia kunjungi secara fisik: sisi jauh bulan, markas rahasia Dr. Arif.

Nebula Krios, planet es, misteri fragmen—semuanya bisa menunggu.

Rumahnya sedang dikepung.

Dan seorang penjaga yang baru lahir sedang dalam perjalanan.

1
Abady Ehm
cerita taik
arya_v2: mohon maaf kak ini cerita tema Sci-fi, gak ada tema romance atau comedy jadi kalo mau benar-benar mau memahami alurnya harus dibaca pelan-pelan karena tidak semua orang bisa memahami Sci-fi🙏
total 1 replies
Sang M
dancokk. ribet tambah masalah. bosan stop aja
arya_v2: mohon maaf bang, kan ini untuk membangun peradaban tingkat tinggi, maklumlah banyak konflik dan nanti kalau sudah lanjut baca mungkin akan mengerti seperti apa alur ceritanya 🙏
total 1 replies
Sang M
Bikin susah aja cerita ini. dapat system kok bermasalah menyedot energy.. Cerita yg benar kau, Thorrrr
arya_v2: kalo cuma dapat sistem pengganda item/skill mah udah mainstream, ini gw tambahin resiko sekalian kalo kebanyakan gandain skill, yakali pake sistem gak ada resikonya keenakan MC nya nanti😅
total 1 replies
Sang M
Cukup penjelasannya, Thorrrrrrr..... Langsung praktek dg kelebihan system. Bertele2 aja, lu.....
arya_v2: baca sampe chapter terbaru bang, ntar paham sendiri dengan sistemnya🙏
total 1 replies
Sang M
gak usah bacot. berubah dan bantaiii para musuhmu...
arya_v2: siapp bang, kalo ada musuh bacotnya gw dikitin dah abis itu langsung war😅
total 1 replies
Arya Saputra
jangan-jangan ada identitas tersembunyi nih dari batu akiknya, jadi penasaran🤔
Arya Saputra
yok lah bisa otw ke peradaban tipe 1 nih
Arya Saputra
Jujur ini cerita yang layak masuk rekomendasi sih, perkembangan karakter Leo yang signifikan dari diinjak-injak bahkan dikubur lalu bangkit dengan identitas berbeda dan merubah sikap 180°, sistem kekuatan giok juga logis dibarengi cerita sains.
Arya Saputra
saya suka nih kalo ada cerita bertemakan sains🤩
Arya Saputra
awal yang lumayan bagus👏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!