NovelToon NovelToon
Dibuang Istri Dilamar Janda Kembang Tajir

Dibuang Istri Dilamar Janda Kembang Tajir

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Moms TZ

Bagi Fahreza Amry, hinaan dan cemoohan ayah mertuanya, menjadi cambuk baginya untuk lebih semangat lagi membahagiakan keluarga kecilnya. Karena itulah ia rela pergi merantau, agar bisa memiliki penghasilan yang lebih baik lagi.

Namun, pengorbanan Reza justru tak menuai hasil membahagiakan sesuai angan-angan, karena Rinjani justru sengaja bermain api di belakangnya.

Rinjani dengan tega mengajukan gugatan perceraian tanpa alasan yang jelas.

Apakah Reza akan menerima keputusan Rinjani begitu saja?

Atau di tengah perjalanannya mencari nafkah, Reza justru bertemu dengan sosok wanita yang pernah ia idamkan saat remaja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Mulai menjalankan rencana

Reza berusaha memberontak dari tekanan orang itu dengan gerakan hati-hati agar tidak menimbulkan suara. Sungguh dia amat sangat terkejut, ketika telah berhasil melepaskan diri dan mengetahui siapa orang itu.

"Agus...! Ngapain kamu di sini?" pekiknya pelan dan sedikit panik.

Reza lantas mengedarkan pandangannya melihat sekeliling takut ada orang yang melihat keberadaan mereka. Namun, sebelum Agus menjawab pertanyaannya, Reza telah terlebih dahulu menarik tangan temannya itu agar menjauh dari tempat itu.

"Lebih baik kita segera kembali dan bicara di mess saja," lanjut Reza.

Keduanya lantas meninggalkan tempat itu menuju mess dengan saling membisu.

"Sekarang jelaskan padaku, bagaimana kamu bisa berada di sana?" tanya Reza setelah mereka tiba di mess, masih dengan napas tersengal.

Agus tampak mengatur napasnya, sebelum menjawab, "Tadi aku keluar kamar dan melihatmu pergi dengan diam-diam. Karena penasaran akhirnya aku putuskan mengikuti kamu."

"Tapi itu bisa membahayakan dirimu, Gus. Bagaimana jika tadi kita sampai ketahuan," kata Reza lalu membuang napasnya kasar.

"Lebih berbahaya lagi jika hanya kamu sendiri yang ketahuan apalagi sampai tertangkap," sambung Agus.

Hening menyergap keduanya dengan pikiran masing-masing. Reza mengusap wajahnya kasar lalu mengacak rambut kepala bagian belakang sambil mendesis lirih. Setelahnya dia menghirup udara sebanyak-banyaknya seraya memejamkan mata.

"Langkah apa selanjutnya yang akan kamu lakukan?" tanya Agus.

"Besok temani aku ke kota untuk membeli peralatan yang aku butuhkan," pinta Reza. "aku ingin mendapatkan bukti yang lebih akurat agar orang itu tidak bisa lagi berkelit," lanjutnya menambahkan.

"Baiklah, aku akan menemanimu, tapi kalau bisa jangan sampai menimbulkan kecurigaan," saran Agus.

"Tentu, kamu jangan khawatir. Aku tahu apa yang harus aku lakukan," jawab Reza.

"Sekarang lebih baik kita masuk. Kita pikirkan besok lagi rencana selanjutnya.

Agus mengangguk lalu masuk ke kamarnya, sedangkan Reza sendiri--pria itu menghela napasnya dalam-dalam, sambil menatap sinar rembulan yang menggantung di langit malam, entah apa lagi yang dipikirnya sampai akhirnya dia masuk ke dalam kamar.

Keesokan harinya, Reza melakukan aktivitasnya seperti biasa. Selesai sarapan dan menyiapkan keperluan Dhea, mereka pun berangkat ke perkebunan.

Sejak memiliki sepeda, Dhea memilih pergi sendiri ke kantor Marisa. Gadis kecil itu sudah sangat mandiri dan tidak mau merepotkan ayahnya untuk hal-hal kecil yang bisa dilakukannya sendiri. Mereka pun berpisah di persimpangan jalan dengan saling melambaikan tangan.

"Papay, Ayah." Dhea mencium tangan Reza, lalu mengayuh sepedanya menuju kantor Marisa.

"Hati-hati ya, Nak," pesan Reza dengan pandangan penuh kasih sayang juga rasa khawatir.

Reza menatap Dhea mengayuh sepedanya yang semakin menjauh. Ada rasa bangga dan bahagia melihat putrinya yang ceria dan mandiri. Setelah memastikan Dhea sampai di kantor Marisa, Reza lantas melanjutkan langkahnya menuju gudang.

Tak lama kemudian tampak Mandor Sobri dengan gayanya yang petentang-petenteng memasuki area gudang. Semua pekerja yang berjumlah kira-kira lima belas orang itu segera berbaris rapi menyambut kedatangannya.

"Selamat pagi, Pak Mandor!" seru para pekerja secara bersamaan.

"Hemmm..." jawab Mandor Sobri sembari memandang sekeliling gudang.

"Apa kalian semua sudah siap untuk memulai pekerjaan kalian hari ini?" lanjutnya bertanya dengan suara tegas dan penuh wibawa.

"Siap...!" sahut para pekerja tak terkecuali Reza.

"Saya ingin memastikan bahwa semua hasil panen kelapa sawit sudah tercatat dengan benar."

Lalu Reza melangkah ke depan, sambil menyodorkan berkas laporan pada Mandor Sobri.

"Sudah, Pak Mandor. Semua hasil panen sudah tercatat dan siap untuk diangkut ke pabrik," lapornya dengan sedikit membungkukkan badan.

Mandor Sobri menerima berkas tersebut lalu mengangguk. "Baik, kalian bekerjalah dengan giat dan penuh semangat! Pastikan tidak ada kekurangan atau kehilangan hasil panen, sehingga kita bisa melakukan pengiriman tepat waktu," pungkasnya, kemudian berlalu meninggalkan gudang.

Reza langsung menarik napas lega, begitu Mandor Sobri sudah pergi. Dia pun segera kembali ke tempat biasanya dia bekerja. Namun, entah mengapa pikirannya tidak bisa tenang. Dia masih terus memikirkan kecurigaannya terhadap Mandor Sobri. Apakah benar atasannya itu melakukan kecurangan? Dan apa yang sebenarnya terjadi di perkebunan ini?

*

*

*

Di lain tempat.

Siang itu, di kediaman Bu Haryani, Pak Bondan dan Bu Rukmini datang berkunjung. Kedua orang paruh baya itu datang demi misi penyelamatan dunia percintaan anak mereka.

Bu Haryani tentu saja terkejut dengan kedatangan orangtua Rinjani itu dan bertanya-tanya dalam hati. Wanita berusia empat puluh tujuh tahun itu menyambut kedatangan tamunya sambil tersenyum canggung.

Sementara di luar rumah Bu Haryani mata-mata para tetangga di sekitarnya mulai bermunculan di balik pintu ataupun jendela dan memasang telinga lebar-lebar, seolah ingin tahu maksud kedatangan dua orang tersebut.

"Silakan masuk, Pak, Bu," kata Bu Haryani. "Ada maksud apa ya, panjenengan berdua sampai menyempatkan waktu datang ke gubug saya?" lanjut Bu Haryani bertanya.

Pak Bondan berdehem pelan sebelum menjawab, "Begini loh, Yu Haryani. Kita kan, sudah tahu bagaimana hubungan anak-anak kita," katanya

"Intinya kedatangan kami ke sini, ingin menanyakan keseriusan Farhan pada Rinjani," sambung Bu Rukmini.

"Betul, masa idah Rinjani tinggal sedikit lagi. Apa tidak sebaiknya kita segera menikahkan mereka sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," timpal Pak Bondan.

Bu Haryani tampak diam mendengarkan, dalam hati wanita itu bingung harus bagaimana menanggapinya.

"Seperti kita ketahui Rinjani sampai rela ninggalin Reza demi Farhan," ujar Pak Bondan lagi. "sudah seharusnya dia mengapresiasi pengorbanan Rinjani padanya, bukan?" imbuhnya dengan sedikit penekanan.

"Maaf, kalau saya lancang Pak, Bu. Tapi sejauh ini Farhan belum ada pembicaraan ke sana," ucap Bu Haryani sambil menatap kedua tamunya.

"Ya itu tugas sampeyan sebagai ibunya lah, Mbakyu. Kan, dia juga yang duluan menggoda Rinjani," sahut Bu Rukmini.

"Masa iya sekarang dia mau lepas tangan begitu saja setelah membuat rumah tangga anakku hancur!" lanjutnya penuh tekanan.

"Pokoknya saya nggak mau tahu ya, Yu. Sampeyan harus membujuk Farhan agar segera menikahi Rinjani. Kamu kan, pasti nggak lupa dengan ucapan Farhan pada waktu itu," tukas Pak Bondan.

"Aku rasa hanya itu yang ingin kami sampaikan sama kamu, Yu Har. Dan tolong, sampeyan ingatkan pada Farhan agar dia tidak melupakan janjinya pada Rinjani," Bu Rukmini menambahkan.

Kemudian Pak Bondan Bu Rukmini pun berpamitan, meninggalkan Bu Haryani yang tampak syok dan tidak tahu harus berbuat apa.

*

Sementara itu, di sebuah kamar motel yang mereka sewa, dua orang insan berlainan jenis yang tidak halal itu, tengah tenggelam dalam lautan kenikmatan yang menyesatkan. Suara-suara laknat nan menjijikkan yang saling bersahutan memenuhi ruangan tiga kali empat meter tersebut.

Seakan telah digelapkan oleh kabut gairah yang menggelora mereka menerobos pagar ayu yang seharusnya tak dilewati mengingat status keduanya. Namun, rupanya mereka tidak peduli, yang penting sama-sama suka dan hasrat yang memuncak terpenuhi.

Kini, kedua orang itu terkapar di atas ranjang karena kelelahan setelah pertempuran yang mereka lakukan beberapa saat lalu. Tak ada kata yang terucap, tetapi tatapan mata dan bahasa tubuh mereka seolah menyiratkan kepuasan yang terbentuk jelas dari wajah-wajah yang berhiaskan senyuman itu.

Untuk sesaat keduanya masih larut dalam nuansa kebahagiaan yang hangat, dan keintiman yang tercipta antara keduanya. Mereka seolah tidak ingin melepaskan momen indah itu menjadi sesuatu yang sangat spesial dan berharga.

Hingga akhirnya ponsel Farhan berdering menghentikan keheningan yang nyaman itu. Farhan menatap layar ponselnya dan terkejut melihat nama yang tertera di layar. Farhan langsung merasa tidak enak dan berusaha menyembunyikan ekspresi wajahnya dari teman kencannya tersebut.

Dari siapa hayooo???🤗

1
Rita Juwita
bagus thor ceritanya...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih bintang 5 nya, kak 🫶🫰
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini dr cu patkai jomblo patah hati sm dik cang e, sampe nyelesain perjalanan kitab suci ke barat masih tetep jomblo eh si farhan udah nikah cerai ada 3 kali kayaknya 😂🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
KAPOK KAPOK 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oh pantesan tega tega aja pas si farhan nikung reza 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bocah gemblung emang 😤
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
jahat gasih kalo berharap perempuan2 yg udah di ninaninu hamil anak dia semua biar kapok nya ngapok banget 🤣🙏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
aku pernah banget tau orang modelan gini, telp orang di jam2 istirahat yg jujur ga wajar (jam 3 pagi) trus cara dia ngelabrak rani dengan dateng ke rumah rani malem2 kayak gatau aturan, sumpah muak banget sama manusia modelan gini kayak ini jenis ape sih npd final ape manipulatif ?! normalisasi jauhin kalo ada orang begini, walopun keluarga sendiri sumpah annoying nya annoying banget slnya 🧘‍♀️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
si rani sepupunya anjani bukan sih? kan dia sekantor kan sm si farhan 🙄
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk berasa liat anak nganter makan siang kiriman ibu nya buat ayah di ladang 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kaan, isi otak mu udah kebaca kampring, untung aja abang nya pinter 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya minta sama farhan dong bude, orang kok ga ada isin nya minta duit ke anak yg di dzolimin, minta sono ke anak yg kamu belain perselingkuhannya 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah sono bangun rumah dah buat anjani cintamu itu 🤭😜
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kapoook 🤣🙏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini ibu tiri apa gimane sih, kok bisa ibu nya nyuruh ngalah perkara rumah tangga, ngebela anak yg justru selingkuh sm istri abang nya 🙄
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
gua kalo jd reza gua bakar tu rumah, bodo amat di bilang rugi, duit yg buat renov duit gua suka2 gua mau gua bakar kek mau gua ratain kek 😜
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dirobohin😂
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah kan emang gt konsep nya, orang yg bisa ngasih tuduhan sebenernya dia sendiri yg begitu🙏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
adeknya si reza? 😲😦😧
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kirain di bayarin sama selingkuhannya, tau nya pake duit suami, bener2 ya lu jan 🙂 biasa perempuan tu selingkuh cari yg duit nya lebih banyak dr laki nya ini kok malah dapet selingkuhan mokondo 😩
Naufal hanifah
cerita nya menarik,seru mantap thoor/Rose//Rose//Rose/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih bintang 5 nya🫰🫶
total 1 replies
Ros Sita
Marisa yang di gombalin aku yang senyum" ga jelas nya ini 🤣🤣 mana tengah malam lagi😄
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭, gak papa, gak dilarang kok senyum-senyum sendiri
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!