NovelToon NovelToon
The Horn Land

The Horn Land

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan
Popularitas:324
Nilai: 5
Nama Author: Sutrisno Ungko

fiksi sejarah Kisah Para Pemimpin sebuah Pulau bernama The Horn Land. cerita dalam rentang waktu 110 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutrisno Ungko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The King

Jarak kota dan village dimana Owen tinggal lebih dari 10 kilometer, saat di persimpangan jalan. tiba-tiba Mano dicegat 4 orang bertopeng, tak ada perlawanan darinya. saat tubuhnya di angkut dalam kereta oleh para penculik dan dibawah kesuatu tempat. ia diinterogasi, disebuah gubuk. ditanyakan keperluan apa mengunjungi Owen dan apa yang mereka bicarakan. namun Mano beralasan bahwa kunjungannya adalah soal pesanan senjata anak Owen yang sudah selesai. dan ia mengunjungi Owen untuk menagih pembayarannya. namun para pencegat tak percaya. kini mereka berniat menghabisi pemuda itu. maka dicarilah tempat tersembunyi dan eksekusi dipersiapkan.

Saat pedang salah satu diantara mereka sudah siap dan saat Mano meyakini bahwa nyawanya tak akan bisa selamat lagi. Ia menutup matanya saat ayunan pedang tajam itu akan menghujam lehernya. Tiba-tiba muncul sabetan pedang lain yang menghentikan ayunan pedang itu.

“Trang!!”

Kedua pedang beradu dan terpental. Pencegat yang kaget secara spontan menyerang sosok pengganggu itu. Sang algojo yang berdiri tak jauh dari Mano, tak menyadari bahwa calon korbannya dengan kecepatan berhasil memunguti pedang yang terpental dan balik menyerang si algojo. satu tusukan tepat ke arah perut. algojo terhuyung dengan perut tembus pedang sendiri.

Tiga penyerang lain kini mengeroyok si pengganggu. Satu orang berhasil di robohkan tak lama kemudian. Mano datang membantu dan terjadi duel sengit dari keempat orang itu. Sampai kemudian penculik ketiga juga roboh tewas. Melihat ketiga rekannya telah tewas, penculik keempat. Memilih melarikan diri.

“Kejar dia..” teriak Mano.

“Tak perlu “ kata si penolong.

“Mereka melihat wajahmu, kita berdua kini dalam bahaya. Mereka ini adalah para prajurit kekaisaran..”. kata Mano tegang.

Kini si penolong yang tertegun. menyadari ia melakukan kesalahan sepertinya dengan tidak mengejar satu penculik yang tersisa.

Akhirnya setelah beberapa saat istirahat. Mereka berkenalan.

“Siapa namamu? “ tanya Mano.

“Aku Ommer Ghie., putra Owen.”

“Astaga. Ini akan menjadi masalah besar bagimu dan ayahmu..kenapa kau menolong aku?” kata Mano penuh kekhawatiran.

“Aku melihatmu dari rumah ayahku. Dan ditahan oleh mereka. Aku tidak menyangka itu adalah para prajurit kekaisaran..”. Kata Ommer. Terlihat juga kegelisahan diwajahnya. Karena ia saat ini sedang mengikuti seleksi sebagai prajurit kekaisaran.

“Ada keperluan apa kau mengunjungi ayahku?”

Sesaat Mano berfikir apakah ia akan menceritakan hasil kunjungannya ini atau tidak. Namun apa yang mereka berdua lakukan sudah melampaui batas. Yakni membunuh 3 prajurit. Sehingga tak apalah ia memberitahukan maksud kunjungannya itu. Mano kemudian menceritakan semuanya.

“Kita akan hadapi bersama masalah ini, namun aku masih punya satu tugas lagi pada ayahmu .yakni menyelesaikan pedang yang aku janjikan padanya. Itu sebenarnya masih butuh waktu lama, namun aku akan berusaha untuk mempercepat pembuatannya. Kita berpisah. Sambil melihat situasi yang ada.” kata Mano.

Ommer setuju. Mereka kemudian berpisah.

sejak saat itu, ditengah kekahawatiran para prajurit Kekaisaran yang setiap saat akan datang menjemputnya, Mano bekerja siang dan malam menyelesaikan pedang yang ia beri nama The King. Ia merasa yakin bahwa pedang itu akan menjadi sesuatu yang Istimewa bagi perjuangan Owen Ghie kedepannya, meskipun ia ragu. Pada usia mantan perwira itu, juga anaknya. yang pasti tak akan cukup kuat melanjutkan perjuangan warga The Horn Land yang penuh harap pada mereka.

Ia belum lagi menemukan cara bagaimana Owen memulai perjuangan kedepannya. Namun ada dorongan aneh yang memaksanya untuk terus bekerja siang dan malam. Yang kemudian menimbulkan pertanyaan bagi majikannya. Setiap kali ditanyakan ia selalu mengelak bahkan menyembunyikan pedang yang ia buat.

Sampai suatu hari, tempatnya bekerja dikunjungi selusin prajurit kekaisaran. Untunglah ia berhasil menyelinap lewat pintu belakang dan berlari jauh membawa pedang yang juga sudah selesai dibuatnya. Tujuannya adalah segera menemui Owen Ghie untuk menyerahkan pedang hasil buatannya itu. Tak lama kemudian ia sampai di kediaman Owen . Namun ada tamu lain disana, sosok asing yang tak dikenalnya…pria paru baya.

“Aku datang menyerahkan pedang ini pada tuan. Pedang Istimewa yang aku beri nama The King, pakai saja. Jadikan simbol perjuangan tuan dan kawan-kawan …” kata Mano tergesa-gesa.

“Aku belum lagi berfikir untuk pergi dari rumahku anak muda, juga soal pedangmu, aku hanya memintanya untuk melihat, tak ada niat untuk memiliki. Apalagi ini cukup istimewa” kata Owen . Sambil mengamati pedang yang indah itu. Yang terlihat kokoh dan tajam. dengan gagang terbuat dari tanduk hewan.

“Tidak pakailah. Aku membuatkannya untukmu. Anda istimewa sebagai harapan terakhir warga The Horn Land. Aku cukup bersyukur bisa memberikan ini. Saranku Ser. Pulanglah,..rakyat The Horn Land menantikan pemimpin mereka… maaf aku harus segera pergi.” kata Mano.

Sebelum berpisah. Ia meminta ijin untuk bersalaman dengan Owen . Namun Owen justru memeluknya. Dan berkata ;

“Terima kasih, semoga kita masih bisa bertemu Kembali.” .Keduanya kemudian berpisah.. Sejak saat itu tak ada berita lagi yang terdengar tentang pemuda penempa besi itu.

1
Widiarto Andu
👍
Widiarto Andu
𝐭𝐞𝐫𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐬𝐢𝐡..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!