NovelToon NovelToon
ASI Anak SMA

ASI Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Malamfeaver

___Folow Ig:gaabriiellaaa12

"Vanya Gabriella" memiliki kelainan saat menginjak usia 18 tahun,dimana dia sudah mengeluarkan as* padahal dia tidak hamil.
dan disekolah barunya dia bertemu dengan ketua OSIS, "Aiden Raditya", dan mereka adalah jodoh.

"lo ngelawan sama gua? "
bentak Aiden marah

"nggak kak...maaf"
jawab vanya sambil menunduk ketakutan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malamfeaver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 10 menguping

"Kak..." Vanya menggigit bibir bawahnya, menatap Aiden dengan sorot mata ragu sekaligus penasaran.

"Emangnya... rasanya gimana? Kok Kakak kayak sangat bergantung gitu? Padahal kan itu cuma asupan alami biasa..."

​Aiden tidak langsung menjawab. Ia justru melangkah maju dengan gerakan perlahan namun pasti, memaksa Vanya mundur hingga punggung gadis itu menempel pada dinginnya dinding balkon.

Aiden meletakkan kedua tangannya di sisi kepala Vanya, mengunci pergerakan gadis itu sepenuhnya dalam kungkungan tubuh tegapnya.

Tatapan Aiden turun, sangat intens dan penuh akan rasa kepemilikan, tertuju pada sosok Vanya yang nampak rapuh namun menggemaskan di bawah piyama tipisnya.

​"Lo penasaran?" bisik Aiden. Suaranya terdengar sangat parau, mengirimkan getaran aneh ke seluruh saraf Vanya.

"Rasanya menenangkan, hangat, dan sanggup membuat gue kehilangan kendali. Tapi sejujurnya..."

​Aiden memajukan wajahnya sampai ujung hidung mereka bersentuhan, membuat Vanya reflek menahan napas.

"Gue jauh lebih ingin merasakannya secara langsung dari sumbernya, Vanya. Tanpa perantara apa pun yang membuat koneksi di antara kita terasa hambar."

​"Kak Aiden... jangan mulai deh," rengek Vanya dengan logat manjanya yang khas. Jantungnya berdebar hebat, apalagi saat ia menyadari betapa posesifnya tatapan Aiden saat ini. Vanya merasa seluruh keberadaannya sedang dipetakan oleh cowok di depannya.

​Tepat saat suasana semakin intim dan Aiden hampir menundukkan kepalanya lebih dalam, suara deru mesin mobil mewah terdengar memasuki halaman rumah. Cahaya lampu sorot mobil itu menyapu area taman bawah, memecah kesunyian malam.

​"Papa pulang!" pekik Vanya panik. Ia langsung mendorong dada tegap Aiden dengan sekuat tenaga agar jarak di antara mereka tercipta kembali.

​Aiden mendecak kesal, merasa momen emasnya terganggu oleh kedatangan sang mertua. Namun, sebelum benar-benar menjauh, Aiden menarik tengkuk Vanya dengan lembut dan mendaratkan sebuah kecupan singkat namun sangat menuntut di pipi kiri gadis itu.

​"Gue turun dulu. Jangan berani-berani menghindar dari pandangan gue nanti," bisik Aiden dengan nada penuh otoritas sebelum berbalik pergi dengan langkah santai yang sangat berwibawa.

​Di ruang tamu lantai bawah, Papa Airlangga tampak baru saja melepas jasnya dan duduk di sofa bersama Mama Olivia. Wajahnya terlihat lelah setelah seharian bekerja, namun langsung berbinar cerah saat melihat Aiden turun dari tangga.

​"Loh, Aiden? Masih di sini?" Papa Airlangga bangkit dan menjabat tangan Aiden dengan sangat erat.

​"Malam, Pa. Iya, sekalian menemani Vino bermain tadi," jawab Aiden sopan, berubah 180 derajat menjadi sosok menantu idaman yang sangat tenang dan penuh hormat.

​Vanya menyusul turun dengan langkah ragu, bersembunyi di balik pilar tangga sambil mencoba menguping pembicaraan para lelaki itu.

​"Kebetulan kamu di sini, Aiden. Papa baru saja bicara lagi dengan Papa Andi lewat telepon," ucap Papa Airlangga sambil mempersilakan Aiden duduk kembali.

"Soal pernikahan privat kalian minggu depan. Papa sudah siapkan pilihannya. Mau vila di Puncak atau apartemen baru yang kemarin kita bahas?"

​Mama Olivia menyahut lembut sambil mengelus lengan suaminya.

"Mama rasa apartemen lebih aman, Pa, agar mereka tetap fokus sekolah. Tapi jujur, Mama masih khawatir dengan kondisi medis Vanya. Kamu bisa kan menjaganya, Aiden? Terutama soal..."

Mama Olivia berhenti sebentar, mencari kata yang tepat.

"..kebutuhan fisiknya yang harus rutin ditangani itu biar Vanya tidak kesakitan."

​Aiden mengangguk mantap, tatapannya sekilas melirik ke arah pilar tempat Vanya sedang mengintip.

"Aiden janji akan menjaga Vanya sepenuhnya, Ma, Pa. Soal kebutuhan fisik Vanya, Aiden sudah punya cara tersendiri untuk memastikan dia tidak akan menderita lagi. Malah, Aiden yang akan turun tangan langsung untuk mengurus semuanya setiap hari."

​Vanya yang mendengar itu langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan, merasa panas menjalar hingga ke seluruh tubuhnya. Maksudnya turun tangan langsung itu apa?! Dasar Kak Aiden bicaranya tidak tahu tempat! batinnya menjerit malu.

​"Baguslah kalau begitu," Papa Airlangga tertawa lega. "Pernikahan ini memang privat, tapi tanggung jawab kamu sangat besar, Aiden. Vanya itu sangat manja, Papa harap kamu memiliki kesabaran ekstra."

​"Aiden sangat menyukai sifat manjanya, Pa. Apalagi kalau manja itu hanya ditujukan kepada Aiden seorang," balas Aiden dengan senyum tipis yang penuh arti.

​Obrolan itu berlanjut ke arah teknis perpindahan barang-barang Vanya. Di balik tembok, Vanya hanya bisa terpaku, menyadari bahwa mulai minggu depan, seluruh hidup dan rahasia tubuhnya akan berada sepenuhnya dalam kendali Aiden Raditya.

1
Puji Asih
seruuu
Jamayah Tambi
Kata nak buatvresepsi penikahan Aiden dan Vanya kalau dah libur .Ni ke New aYork pula.Bila nak bagi tau umum mereka suami isteri.
Jamayah Tambi
Laurakan dah dihukum kenapa bisa kuliah lagi di kampus yg sama pulak tu
Jamayah Tambi
Kau memang salah Auden Yang kau terima masuk 2 beruk dalam rumah kenapa.Dah tau 2 beruk tu suka ngeyel ke kamu.Dasar gatal.
Jamayah Tambi
Berlebihan sangat mereka ni bila tau Vanya hamil.
Jamayah Tambi
Kau memang salah Aiden.Tidak mau berterus terang.Pembohong.
Jamayah Tambi
Vanya bodoh.Dah tau Andra bawa kau ke situ kenapa masuk juga.Kau boleh je lari dan tunggu texsi kat luar
Jamayah Tambi
Rasain ksu Den.Klu Laura pelukblengan lamu biarkan saja.Kan dah timbul fitnah.
Jamayah Tambi
Kaubkena tegas.Kara tak nak tapi kau masih lagi mau klu perempuan itu pegang tangan kamu
Jamayah Tambi
Yang kau layan perempuan tu kenapa.
Jamayah Tambi
Pindah rumah lain.Kan irang kaya
Jamayah Tambi
Kalau kau sayang bini pindah saja dari pent house tu.Divsana ada jalang yg tak faham bahasa
Jamayah Tambi
Rumah sebesarvitu tak kan tidak ada kamar lain
Masa tidur di sofa
Jamayah Tambi
Hah,tau cemburu,kalau suami minta ya on saja.
Jamayah Tambi
Apa massalahbkorang ni.Ada usteri tak nak bagi hak suami.Aiden cari lain barubtau.Nasib sayang.Yg Si Aiden tak nak tidur rumah mertua kenapa.Tak faham anak2 sekarang
Jamayah Tambi
Orang Amerika tinggi2.Tak jumpa yg rendah macam kita.Black man terutamanya,sikap mereka kasar.
Jamayah Tambi
Vano bocil 5 tahun kenapa nasi cadel ya.Biasa bocil 5 tahun udah petah bercakap.Kalau di sekolah Teka udah pandai pidato
Jamayah Tambi
Apa hak satpam sekolah menghukum murid.Tugadnya menjaga gerbang sekolah dan menjaga keamanan sekolah,juga memastikan yg masuk ke sekolah bukan oran sembarangan.Kalau kat negaraku satpam tubdah kena ke polisi kerana menghukum murid berjemur di lapangan hingga pengsan.
Jamayah Tambi
Belum dapat samosa ya Den
Jamayah Tambi
Geli geleman aku babyvtua minta suau.Kalau hisap2 manja tak pe la.Ini minta susu macam bayi kelaparan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!