NovelToon NovelToon
Gaze Of The Heart

Gaze Of The Heart

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"PERINGATAN : Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, atau alur, Adalah Hasil Imajinasi Penulis, Murni Kebetulan Semata. Interpretasi agama dalam cerita ini merupakan bagian dari pengembangan karakter dan tidak dimaksudkan untuk mengubah ajaran atau akidah yang ada." Terimakasih 🙏

Ameera Nafeeza memiliki segalanya yang di ditawarkan dunia. Namun di balik pakaian rancangan desainer dan pesta kaum sosialita, jiwanya terasa hampa.
Hidupnya berubah drastis saat ia menyelamatkan Syifa Azzahra, seorang wanita Muslimah yang taat, dari seorang pencopet jalanan.
Bukannya dompet, Ameera justru memegang sebuah Al-Qur'an bersampul beludru, sebuah pemberian dari Syifa yang menjadi awal dari kebangkitan spiritualnya. Demi mencari ketenangan yang belum pernah ia rasakan, Ameera meninggalkan kehidupan kelas atasnya untuk tinggal di sebuah pesantren yang tenang.
Di sana, ia bertemu dengan Liam Al-Gazhi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Detik Detik Kelahiran

Beberapa Bulan Kemudian...

Malam itu, hujan turun dengan rintik yang tenang, membawa aroma tanah basah yang menyelinap masuk melalui celah jendela kamar. Di tengah keheningan sepertiga malam, Ameera terbangun dengan rintihan yang tertahan. Kontraksi yang selama ini hanya terasa seperti cubitan kecil, kini datang seperti gelombang pasang yang hebat, menekan rahimnya dengan irama yang semakin rapat.

Liam, yang selalu terjaga dalam tidurnya sejak usia kehamilan Ameera menginjak sembilan bulan, langsung bangkit. Tanpa banyak bicara, ia membantu Ameera mengatur napas, memberikan ketenangan yang hanya bisa diberikan oleh seorang suami sekaligus seorang dokter.

"Sabar, Sayang... Bismillah. Ini saatnya," bisik Liam sambil mengecup kening istrinya yang sudah basah oleh keringat dingin.

Sesampainya di rumah sakit, suasana mendadak sibuk namun tetap terjaga kesuciannya. Sesuai permintaan mereka sejak awal, Liam telah mengatur agar tim medis yang menangani Ameera sepenuhnya terdiri dari wanita. Dokter Sarah, seorang spesialis obgyn senior yang merupakan sahabat lama keluarga Liam, sudah menunggu dengan senyum menenangkan.

Di ruang persalinan yang privat, Ameera berbaring dengan wajah pucat namun penuh tekad. Rasa sakit yang luar biasa itu seolah menguji seluruh keteguhan hati yang telah ia bangun selama satu tahun terakhir.

Liam tidak meninggalkan sisi kepala Ameera sejengkal pun. Tangannya digenggam erat oleh Ameera, genggaman yang menyalurkan seluruh rasa sakit dan harapan. Liam menunduk, mendekatkan bibirnya ke telinga Ameera. Ia tidak lagi berbicara sebagai dokter bedah yang dingin, melainkan sebagai imam yang sedang menuntun makmumnya melewati jembatan kehidupan.

"Ameera, bidadariku... dengarkan suara Mas," bisik Liam, suaranya berat namun lembut, membelah erangan sakit istrinya. "Ingatlah saat kau pertama kali belajar Alif di pesantren. Kau bilang itu sulit, tapi kau berhasil. Sekarang, kau sedang mengeja perjuangan menjadi seorang Ibu. Setiap rasa sakit ini adalah penggugur dosamu, setiap helaan napas mu adalah tasbih di hadapan Allah. Jangan takut, ada Allah bersama kita."

Liam kemudian meniupkan doa di ubun-ubun Ameera, sebuah doa yang ia lantunkan dengan getaran syafakat yang mendalam. Ia membacakan potongan ayat-ayat penguat jiwa, memohon agar jalan ini dimudahkan seolah air yang mengalir di atas batu yang licin.

Dokter Sarah memberikan instruksi dengan tenang. "Sedikit lagi, Ameera. Tarik napas panjang, kumpulkan tenaganya. Kamu hebat, kamu kuat."

Ameera memejamkan mata. Di balik kelopak matanya, ia membayangkan wajah ayahnya yang dulu keras kini telah melunak, ia membayangkan kitab Iqra-nya yang lusuh, dan ia membayangkan masa depan jagoan kecilnya. Dengan satu dorongan terakhir yang menguras seluruh energinya, sebuah suara memecah ketegangan di ruangan itu.

Oeeee... oeee...

Tangisan kencang dan jernih menggema, memenuhi setiap sudut ruangan. Suara itu seolah-olah adalah musik paling indah yang pernah didengar manusia. Dokter Sarah dengan cekatan mengangkat bayi laki-laki yang kemerahan itu, membersihkannya sesaat, lalu meletakkannya di atas dada Ameera untuk proses inisiasi menyusu dini.

Ameera menangis sejadi-jadinya. Rasa sakit yang tadi menghimpit hilang seketika, digantikan oleh rasa hangat yang luar biasa saat kulit mungil bayi itu bersentuhan dengan kulitnya.

Liam terpaku. Air mata yang selama ini ia tahan sebagai seorang pria, akhirnya jatuh membasahi pipinya. Ia melihat keajaiban di depan matanya, seorang manusia kecil yang lahir dari cinta, doa, dan air mata hidayah.

Liam mendekat, lalu dengan perlahan ia mengambil alih bayi itu untuk menjalankan tugas pertamanya sebagai seorang Ayah. Ia membawa bayinya ke arah kiblat. Dengan suara baritonnya yang merdu dan bergetar, Liam membisikkan Azan di telinga kanan dan Iqamah di telinga kiri bayi itu.

Itulah suara pertama yang didengar oleh sang jagoan kecil. Suara Ayahnya yang memanggil nama Tuhan, mengikat janji tauhid sejak embusan napas pertamanya di dunia.

"Selamat datang di dunia, Aydan," bisik Liam setelah selesai berazan.

Ameera yang masih terbaring lemah namun bahagia, menatap suaminya. "Aydan...?"

Liam mengangguk, ia mencium kening bayinya dengan takzim sebelum menyerahkannya kembali ke pelukan Ameera.

"Aydan. Artinya pemuda yang bersemangat dan memiliki kekuatan. Aku ingin dia menjadi pemuda yang bersemangat dalam menuntut ilmu Allah, dan kuat dalam memegang prinsip kebenaran, seperti arti namanya. Dia adalah Aydan Al-Gazhi."

Ameera membelai pipi mungil Aydan yang masih kemerahan. "Aydan... anakku yang sholeh. Terima kasih sudah memilih Ibu."

Satu jam kemudian, keluarga besar berkumpul di luar ruangan. Pak Bramantyo dan istrinya masuk dengan wajah yang berseri-seri. Saat melihat cucu laki-laki mereka berada di pelukan Ameera, tangis haru kembali pecah.

"Dia mirip sekali denganmu waktu kecil, Ameera," ucap Pak Bramantyo sambil mengusap kepala putrinya. "Tapi matanya... matanya teduh seperti Liam."

Di sudut ruangan, Liam berdiri menatap istri dan anaknya. Ia menyadari bahwa perjalanannya dengan Ameera telah mencapai puncaknya di titik ini. Dari seorang gadis yang ia hindari pandangannya karena takut akan fitnah, kini telah menjadi wanita yang memberinya warisan terindah bagi dunianya dan akhiratnya.

Malam itu, rumah sakit yang biasanya terasa dingin menjadi sangat hangat. Ameera mendekap Aydan erat-erat, sementara Liam duduk di samping ranjang, menggenggam tangan istrinya. Mereka tahu, tantangan membesarkan Aydan di dunia yang keras seperti yang mereka lihat di jalanan tempo hari barulah dimulai. Namun, dengan Al-Qur'an di dada dan cinta yang berlandaskan takwa, mereka yakin Aydan akan tumbuh menjadi singa Allah yang lembut hatinya.

Aydan menggeliat kecil dalam tidurnya, seolah mengamini doa-doa yang melangit di ruangan itu. Sebuah babak baru telah dimulai, dan novel kehidupan mereka kini memiliki satu nama lagi yang akan menuliskan sejarah indahnya sendiri, Aydan.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
💗 AR Althafunisa 💗
Alhamdulillah...🥰🥰🥰
💗 AR Althafunisa 💗
😂😂😂😂😩
💗 AR Althafunisa 💗
Nyesel kan kamu Ay 😩😭
💗 AR Althafunisa 💗
Sudah kuduga pasti salah paham 😌
💗 AR Althafunisa 💗
ninggalin jas lab, perasaan dipake ya 😅
ros 🍂: Mohon Maaf Lupa author lupa🤭😭
total 1 replies
💗 AR Althafunisa 💗
Alhamdulillah... 🥰🥰🥰
💗 AR Althafunisa 💗
Aamiin Allahumma Aamiin...
💗 AR Althafunisa 💗
Alhamdulillah... 😍
💗 AR Althafunisa 💗
dan sejarah pun terulang 😁
💗 AR Althafunisa 💗
🥺🥺🥺🥺
💗 AR Althafunisa 💗
Ceritanya bagus 👍😍
ros 🍂: Ma'aciww kak😍
total 1 replies
💗 AR Althafunisa 💗
Ini cerita nya bagus koq pembacanya ga ada ya 🥺
Titik Sofiah
lanjut Thor 😍
💗 AR Althafunisa 💗
Alhamdulillah...
💗 AR Althafunisa 💗
Aku baca novel ini seperti kembali pulang 🥺🥺🥺
ros 🍂: Terharu aku kak 😭😍
total 1 replies
Sweet Girl
Naaah kesempatan... kamu bisa belajar sama Liam...
Selvia Sihite
aku suka alurnya, keren, tidak betele tele, semangat 💪
Titik Sofiah
awal yg menarik ya Thor
falea sezi
lanjut
falea sezi
baru nyimak moga bagus ampe ending dan g ribet atau bertele tele
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!