NovelToon NovelToon
Tumbal Pinjol Di Kerajaan Ghaib

Tumbal Pinjol Di Kerajaan Ghaib

Status: tamat
Genre:Dunia Lain / Fantasi / Hantu / Tamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: saytama

Slamet, seorang pengangguran yang hobi main game dan punya utang pinjol (pinjaman online) di 12 aplikasi berbeda, saking frustasinya, dia mencoba melakukan ritual pesugihan yang dia temukan di grup Facebook "Cepat Kaya Tanpa Kerja".

Bukannya dapat emas setumpuk, Slamet malah salah kirim sesajen. Dia malah melakukan kontrak kerja dengan Koperasi Makhluk Halus Nasional. Ternyata, dunia ghaib sedang mengalami krisis eksistensi karena manusia zaman sekarang sudah tidak takut setan (lebih takut tagihan cicilan).Slamet tidak jadi tumbal, tapi dipekerjakan sebagai "Manager Citra & Viralitas" untuk hantu-hantu lokal supaya mereka bisa eksis lagi di TikTok dan menakuti manusia modern. Komedinya muncul dari Slamet yang harus mengajari Kuntilanak cara skincare-an biar nggak kusam saat live streaming, atau Pocong yang minta dicarikan jasa lari maraton karena bosan lompat terus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saytama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gunung lawu

Menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika Ghaib ternyata tidak seindah bayangan Slamet. Tidak ada mobil dinas dengan plat nomor sakti, yang ada hanyalah seekor burung garuda ghaib berukuran sebesar bus pariwisata yang siap menjemputnya dan Arini di atap apartemen mereka.

"Mas Slamet, beneran kita harus naik burung ini?" Arini menatap ngeri pada paruh burung itu yang tajamnya bisa membelah beton. "Nggak ada tiket pesawat ekonomi aja apa? Atau kereta eksekutif ghaib gitu?"

Slamet, yang sudah memakai seragam "PDH Ghaib" (kemeja putih dengan emblem keris emas di kerahnya), mencoba terlihat tenang meskipun lututnya gemetar. "Rin, Protokol buat pejabat setingkat Menteri. Kalau kita naik kereta, nanti dikira kita cuma mau mudik spiritual."

Perjalanan ke Gunung Lawu hanya memakan waktu sepuluh menit, tapi rasanya seperti naik roller coaster tanpa sabuk pengaman. Mereka mendarat di puncak gunung yang diselimuti kabut abadi. Di sana, bukannya hutan rimba, Slamet melihat sebuah kompleks istana megah yang terbuat dari kayu jati berlapis emas.

Namanya: Kantor Staf Kepresidenan Alam Baka (KSP-AB)..

"Selamat datang, Pak Menteri Slamet dan Ibu Wamen Arini," seorang pria dengan busana adat Jawa lengkap, yang melayang sepuluh senti dari tanah, menyambut mereka. "Saya Raden Sosro, Sekjen Kementerian Dalam Negeri Ghaib. Sang Raja sudah menunggu di Ruang Sidang Paripurna."

Slamet dan Arini digiring masuk melewati koridor yang dijaga oleh raksasa setinggi pohon kelapa yang membawa gada berduri. Suasananya sangat formal, jauh dari kantor K.MN yang santai. Di sini, setiap langkah harus diatur, dan setiap kata harus penuh tata krama.

Di dalam Ruang Sidang, duduklah Sang Raja Ghaib Nusantara di atas singgasana yang dikelilingi oleh tujuh naga penjuru angin. Beliau tidak terlihat menyeramkan, justru terlihat seperti kakek bijaksana dengan janggut putih panjang, namun auranya membuat oksigen di ruangan itu terasa sangat mahal.

"Slamet," suara Sang Raja bergetar, bergema hingga ke tulang sumsum Slamet. "Aku telah mendengar sepak terjangmu di Jakarta. Kamu berhasil mendigitalisasi ketakutan dan mengalahkan birokrasi kolonial. Namun, Nusantara ini luas. Di daerah pelosok, hantu-hantu kita masih primitif. Mereka masih makan menyan mentah, mereka masih tinggal di lubang tanah, dan mereka sama sekali tidak tahu apa itu Instagram."

Slamet membungkuk hormat. "Ampun, Sang Raja. Itulah alasan saya di sini. Saya punya visi 'Satu Data Ghaib' dan 'Tol Langit Spiritual' agar seluruh makhluk halus dari Sabang sampai Merauke bisa terintegrasi ke dalam ekosistem digital K.MN."

Sang Raja manggut-manggut. "Visi yang bagus. Tapi, ada kendala. Para 'Penguasa Daerah' di luar Jawa menolak digitalisasi. Mereka pikir internet akan menghilangkan kesaktian mereka. Mereka lebih suka sistem lama: manusia kasih tumbal, mereka kasih kekayaan. Singkat, padat, dan berdarah. Tugas pertamamu adalah meyakinkan Dewan Penguasa Luar Jawa agar mau migrasi ke sistem 'Engagement for Energy'."

Arini berbisik ke telinga Slamet. "Mas, ini mah namanya diplomasi antar suku. Susah ini. Kita butuh pendekatan kultural."

Slamet mengangguk. Dia maju satu langkah. "Sang Raja, saya mohon izin untuk melakukan kunjungan kerja ke tiga titik krusial: Hutan Kalimantan, Perairan Sulawesi, dan Pegunungan Papua. Saya akan buktikan bahwa digitalisasi tidak mengurangi kesaktian, tapi justru melestarikan kedaulatan ghaib kita dari gempuran hantu global."

Sidang itu selesai dengan penandatanganan "Pakta Integritas Spiritual" di atas prasasti batu yang muncul secara otomatis dari lantai.

Namun, saat Slamet dan Arini keluar dari istana untuk menuju penginapan mereka (sebuah gua mewah berbintang lima), mereka dihadang oleh sekelompok hantu birokrat yang memakai seragam batik cokelat yang sangat kaku. Di tengah mereka, berdiri sesosok pria yang sangat familiar bagi Slamet.

Itulah 'The Auditor', tapi kali ini penampilannya jauh lebih mentereng. Dia memakai selempang bertuliskan: Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Ghaib (BPK-G).

"Selamat atas jabatan barunya, Pak Menteri," kata The Auditor dengan nada yang penuh sarkasme. "Tapi jangan senang dulu. Proyek 'Tol Langit Spiritual' yang Anda usulkan itu butuh anggaran yang sangat besar. Kami akan memantau setiap pengeluaran energi yang Anda gunakan. Satu mili-jou.le saja ada ketidak konsistenan, saya akan pastikan Anda dicopot sebelum sempat pelantikan."

Slamet tersenyum tipis. Dia sudah biasa menghadapi Auditor ini. "Pak Auditor, silakan periksa. Tapi jangan lupa, audit juga dong anggaran 'Dukungan Mistis' yang selama ini mengalir ke Serikat Pinjol. Saya punya data kalau sebagian dari aliran dana itu masuk ke kantong pejabat BPK-G yang hobi koleksi keris KW."

Wajah Sang Auditor memucat. "Kamu... dari mana kamu dapet data itu?"

"Bang Omen, Pak. Dia hacker paling rajin di alam baka. Jangan remehkan kekuatan jejak digital, meskipun itu digital ghaib," jawab Slamet santai.

Sang Auditor mendengus kesal dan pergi meninggalkan mereka. Arini tertawa pelan. "Mas, kamu beneran nggak ada takutnya ya sekarang."

"Bukannya nggak takut, Rin. Tapi saya sadar satu hal: Di dunia manusia atau dunia setan, pejabat itu paling takut sama dua hal: Kehilangan jabatan dan rahasianya terbongkar. Selama kita pegang kartu AS mereka, kita aman."

Malam itu, di dalam gua mewah mereka, Slamet dan Arini mulai menyusun strategi untuk kunjungan kerja mereka. Arini sibuk membuat presentasi PowerPoint yang bisa diproyeksikan lewat asap kemenyan, sementara Slamet sibuk menghubungi hantu-hantu lokal di daerah untuk mencari tahu keresahan mereka.

"Rin, kamu tau nggak apa yang paling di takut tin sama hantu di pedalaman?" tanya Slamet sambil melihat peta ghaib Indonesia yang bercahaya.

"Apa, Mas? Kurang sesajen?"

"Bukan. Mereka takut dilupakan. Manusia sekarang lebih sering liat layar HP daripada liat pohon besar. Hantu di pelosok itu merasa eksistensi mereka terancam bukan karena nggak ada tumbal, tapi karena nggak ada yang 'mention' mereka lagi di cerita-cerita rakyat. Mereka butuh panggung."

Arini tersenyum, dia mulai paham arah pemikiran Slamet. "Jadi kita bukan cuma jualan teknologi, tapi jualan 'Eksistensi'."

"Tepat! Kita bakal bikin platform bernama 'Ghaib-Tube'. Semua hantu daerah bisa punya channel sendiri. Mereka bisa nunjukin kesaktian mereka, kearifan lokal mereka, dan manusia bisa kasih apresiasi lewat 'Super chat Spiritual' yang nanti bisa diconvert jadi energi kehidupan buat mereka."

Keesokan paginya, petualangan besar dimulai. Slamet dan Arini menaiki burung garuda ghaib menuju titik pertama: Pedalaman Kalimantan.

Di sana, mereka disambut oleh ribuan arwah penjaga hutan yang penampilannya sangat menyeramkan. Ada yang bertubuh raksasa dengan kulit seperti kulit kayu, ada yang memiliki mata di telapak tangan. Mereka menatap Slamet dengan curiga.

"Apa tujuanmu kemari, Manusia Berdasi?" suara pemimpin mereka, sesosok Panglima Ghaib yang menunggangi macan dahan raksasa, menggelegar. "Kami tidak butuh kabel-kabelmu. Kami tidak butuh sinyalmu. Kami hanya butuh hutan kami tidak dibakar oleh bangsamu!"

Slamet turun dari burung garuda, dia tidak membawa senjata, hanya membawa sebuah proyektor hologram.

"Panglima, saya kemari bukan untuk memasang kabel. Saya kemari untuk memberi Anda 'Suara'. Selama ini hutan Anda dibakar karena manusia tidak tahu siapa yang mereka ganggu. Mereka pikir ini hanya lahan kosong. Saya ingin dunia tahu bahwa di sini ada peradaban besar. Saya ingin setiap pohon yang ditebang secara ilegal, terekam dan viral di dunia manusia, agar mereka ketakutan dan berhenti merusak rumah Anda."

Slamet menyalakan proyektornya. Muncullah video Kunti Sari yang sekarang sudah sukses dan dihormati. "Lihat dia. Dulu dia cuma hantu gudang rongsokan. Sekarang dia adalah pelindung lingkungan yang suaranya didengar jutaan orang. Anda bisa melakukan hal yang sama, Panglima."

Sang Panglima terdiam. Dia melihat video itu dengan seksama. Dia melihat kekuatan 'Viral itas' yang ditawarkan Slamet.

"Jika teknologi ini bisa melindungi hutan kami... maka kami akan menerimanya. Tapi ingat, Manusia... jika kamu mengkhianati kami, jiwamu akan tertanam selamanya di akar pohon paling dalam di hutan ini."

Slamet mengangguk mantap. "Saya terima taruhannya."

Satu titik berhasil diyakinkan. Perjalanan masih panjang. Masih ada Sulawesi dan Papua. Namun, di Jakarta, Serikat Pinjol yang sudah hancur mulai berkonsolidasi kembali. Mereka tidak terima bisnisnya dihancurkan oleh seorang menteri "kemaren sore". Mereka mulai merencanakan sabotase besar terhadap 'Tol Langit Spiritual' yang sedang dibangun Slamet.

Slamet dan Arini kini berada di puncak karir mereka, namun mereka juga berada di titik paling berbahaya. Karena di dunia ini, semakin tinggi kamu terbang, semakin kencang angin yang ingin menjatuhkanmu terutama angin dari arah dompet yang kosong dan niat yang busuk.

1
Yeni Yeni
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣kok geli jadinya ya, ceritanya lucu
Wayan Surya Mahardani
😁😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!